Al-Majid

Al-Majid

Al-Ustadz Qomar Suaidi

Al-Majid adalah salah satu nama dari nama-nama Allah, asma’ul husna. Nama ini disebutkan dalam beberapa ayat dan hadits. Allah ‘azza wa jalla berfirman,

“Yang mempunyai Arsy lagi Mahamulia.” (al-Buruj: 15)

Para malaikat itu berkata, “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” (Hud: 73)

Dalam bacaan tasyahud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ،

 وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

“Ya Allah, berikan shalawat-Mu kepada Muhammad, dan keluarga Muhammad sebagaimana engkau berikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya engkau Mahaterpuji, Mahaagung dan Mulia.

Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana engkau Berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungghnya Engkau Mahaterpuji, Mahaagung dan Mulia.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Abu Ya’la. Lihat Sifat Shalat Nabi karya asy-Syaikh al-Albani)

 

Makna al-Majid

Al-Majid” adalah yang memiliki sifat “al-Majd”. Kata ini berkonsekuensi makna kebesaran, kelapangan, dan keagungan. Sebagaimana kandungan maknanya dari sisi bahasa. Nama ini menunjukan adanya sifat-sifat kebesaran dan keagungan (bagi Allah ‘azza wa jalla).

Al-hamdu” (yang sering beriringan dengan sifat al-Majd, -ed.) menunjukkan sifat kemuliaan, sedangkan Allah ‘azza wa jalla memiliki keagungan dan kemuliaan. Inilah makna ucapan seorang hamba,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

“Tiada sesembahan yang benar selain Allah dan Allah Mahabesar.”

Kalimat “Tiada sesembahan yang benar selain Allah” menunjukkan ketuhanan-Nya dan kesendirian-Nya dalam sifat ketuhanan tersebut. Ketuhanan-Nya mengharuskan kecintaan terhadap-Nya secara sempurna. Kalimat “Allah Mahabesar” menunjukkan keagungannya. (Jala’ul Afham, karya Ibnul Qayyim)

Dengan demikian, makna al-Majid adalah Zat yang memiliki banyak sifat yang agung lagi mulia. Nama ini maknanya kembali kepada kebesaran sifat-sifat-Nya, banyaknya, serta luasnya sifat tersebut, keagungan kerajaan-Nya dan kekuasaan-Nya, keesaan-Nya dalam kesempurnaan yang mutlak, keagungan yang mutlak, dan keindahan yang mutlak; di mana tidak mungkin bagi hamba-hambanya untuk meliputi walau sedikit saja darinya. Dia lebih besar dari segala sesuatu, lebih agung dari segala sesuatu, lebih mulia, dan lebih tinggi. (Fiqhul Asma’ al-Husna, 202)

 

Buah Mengimani Nama Allah ‘azza wa jalla, al-Majid

Dengan mengimani nama Allah, al-Majid, kita mengetahui keagungan Allah ‘azza wa jalla dan kemuliaan-Nya, karena Dialah pemilik sifat yang banyak nan mulia dan agung.

Itulah Rabb kita, Sesembahan kita, kepada-Nya kita tunduk. Kepada-Nya kita bungkukkan tubuh kita dalam rukuk, kepada-Nya kita letakkan dahi kita dalam sujud. Kepada-Nya kita tengadahkan dua telapak tangan kita dalam doa, memohon segala hajat kita dan mengadukan segala urusan kita.

Demi-Nya kita jalankan syariat ini dengan selalu merasa diawasi oleh-Nya. Demi-Nya kita tinggalkan segala maksiat dengan selalu merasa diawasi oleh-Nya. Dia Mahaagung lagi Mulia. Semua yang kita lakukan karena-Nya takkan sia-sia.

Sungguh, mereka yang enggan untuk tunduk, rukuk, dan sujud kepada-Nya, enggan untuk taat kepada-Nya, dan tetap bermaksiat kepadanya; mereka tidak menghormati Allah ‘azza wa jalla dengan semestinya.

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Rabb dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (az-Zumar: 67)