Di antara nama Allah adalah al-Malik ( الْمَلِكُ ) dan al-Maliik ( الْمَلِيكُ ), berdasarkan firman Allah,

          هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٢٣

        “Dia-lah Allah Yang tiada Rabb (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala keagungan. Mahasuci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (al-Hasyr: 23)

 

فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۢ ٥٥

        “Di tempat yang disenangi di sisi Rabb Yang Maha Berkuasa.” (al-Qamar: 55)

 

Dalam hadits disebutkan,

        يَقْبِضُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى الْأَرْضَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَيَطْوِي السَّمَاءَ بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ، أَيْنَ مُلُوكُ الْأَرْضِ؟

Pada hari kiamat, Allah subhanahu wa ta’ala akan menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah berfirman, “Akulah Maharaja, di manakah raja-raja bumi?” (HR. al-Bukhari dan Muslim, hadits sahih)

 

Asy-Syaikh Abdurahman as-Sa’di rahimahullah berpendapat bahwa al-Malik dan al-Maalik berarti Yang milik-Nyalah kerajaan. Dia subhanahu wa ta’ala disifati dengan kerajaan, yang bermakna memiliki sifat-sifat kebesaran, kesombongan, pemaksaan, dan pengaturan; Yang Memiliki pengaturan yang mutlak dalam hal penciptaan, perintah, dan pembalasan.

Milik-Nyalah seluruh alam semesta bagian atas dan bawahnya. Semuanya adalah hamba dan budak-Nya. Semuanya membutuhkan bantuan-Nya.

 

As-Sa’di rahimahullah juga berpendapat bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa Dia subhanahu wa ta’ala adalah pemilik seluruh yang ada di langit dan di bumi, sehingga semuanya adalah hamba Allah dan budak-Nya. Tidak seorang pun keluar dari lingkup ini.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

          إِن كُلُّ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّآ ءَاتِي ٱلرَّحۡمَٰنِ عَبۡدٗا ٩٣

        “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Rabb Yang Maha Pemurah sebagai seorang hamba.” (Maryam: 93)

Allah-lah Yang Maha Memiliki seluruh hamba; Dia Yang Memiliki sifat kepemilikan, mengatur, menguasai, dan kesombongan.

Di antara kesempurnaan kerajaan-Nya, tidak ada siapa pun yang bisa memberi syafaat di hadapannya kecuali dengan izin-Nya. Semua makhluk yang berkedudukan dan semua pemberi syafaat adalah budak dan hamba bagi Allah. Mereka tidak mampu memberi syafaat sampai Allah subhanahu wa ta’ala memberikan izin kepada mereka.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قُل لِّلَّهِ ٱلشَّفَٰعَةُ جَمِيعٗاۖ

“Katakanlah bahwa syafaat seluruhnya hanya milik Allah.” (az-Zumar: 44)

 

Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan memberi izin kepada siapa pun untuk memberi syafaat kecuali kepada yang Dia subhanahu wa ta’ala ridhai. Sementara itu, Allah subhanahu wa ta’ala tidak meridhai syafaat kecuali kepada hamba yang mentauhidkan-Nya dan mengikuti Rasul-Nya. Barang siapa tidak memiliki sifat tersebut, dia tidak akan mendapatkan syafaat.

 

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa hakikat sebuah kerajaan akan sempurna dengan kemampuan memberi, menghalangi, memuliakan, menghinakan, memberi pahala, memberi sanksi, murka, ridha, memberi kekuasaan, mencopot kekuasaan, memuliakan yang pantas dimuliakan, dan merendahkan yang pantas direndahkan.

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِ تُؤۡتِي ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُۖ بِيَدِكَ ٱلۡخَيۡرُۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٢٦

تُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِۖ وَتُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَتُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّۖ وَتَرۡزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٖ ٢٧

Katakanlah, “Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).” (Ali Imran: 26—27)

 

          يَسۡ‍َٔلُهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ كُلَّ يَوۡمٍ هُوَ فِي شَأۡنٖ ٢٩

        “Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (ar-Rahman: 29)

 

Mengampuni dosa, memberi jalan keluar bagi yang kesusahan, menghilangkan kesedihan, menolong yang terzalimi, mencegah yang berbuat zalim, melepaskan kesulitan, membuat kaya yang miskin, menghibur yang sedih, menyembuhkan yang sakit, menutup aurat, memuliakan yang hina, menghinakan yang mulia, memberi yang meminta, menciptakan sebuah negara dan melenyapkan yang lain, membuat hari silih berganti di antara manusia, mengangkat derajat sebagian kaum dan merendahkan kaum lain, menjalankan takdir yang Dia tetapkan lima puluh ribu tahun sebelum terciptanya langit dan bumi kepada waktu-waktunya tanpa bergeser sedikitpun waktunya; semuanya seperti yang Allah subhanahu wa ta’ala tetapkan, seperti yang ditulis oleh pena takdir, dan seperti yang Allah subhanahu wa ta’ala tetapkan, seperti yang Allah subhanahu wa ta’ala ketahui.

Dialah sendiri yang mengatur segala yang ada dalam kerajaan-Nya seluruhnya; pengaturan Maharaja yang Mahamampu, Mahamemaksa, Mahaadil, Maha Pengasih Penyayang, yang sempurna kerajaan-Nya. Tidak ada sesuatupun yang melawan-Nya dalam kerajaan-Nya. Tidak ada sesuatupun yang menentang-Nya. Pengaturan-Nya dalam kerajaan-Nya berjalan antara keadilan dan kebaikan, hikmah, maslahat, kasih sayang, dan perbuatan-Nya tidak keluar dari itu. (Thariqul Hijratain)

 

Buah Mengimani Nama Allah al-Malik

Di antara buah mengimani nama Allah al-Malik adalah merasakan betapa kecil dan betapa lemahnya kita sebagai hamba Allah di hadapan Allah, Maharaja bagi semua raja; Yang Menciptakan, memiliki, menguasai, dan mengatur langit, bumi, dunia, dan akhirat.

Kita juga merasa bangga dengan keyakinan kita di mana kita adalah hamba Dzat Yang Mahaperkasa. Kita tidak salah menghambakan diri kepada-Nya. Tidak seperti orang-orang yang menghambakan diri kepada patung, pohon, jin, setan, binatang, dan lainnya; yang tidak lain adalah sesama makhluk.

Walhamdulillah atas kenikmatan Islam.

 

Ditulis oleh al-Ustadz Qomar Suaidi