التَّحِيَّاتُ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ

عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مَحمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“Segala penghormatan (pengagungan), shalat, kebaikan-kebaikan (berupa perkataan, amalan, dan sifat-sifat) adalah untuk Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan barakah-Nya. Keselamatan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah subhanahu wa ta’ala, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada umatnya beberapa bacaan tasyahud, di antaranya adalah hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu ini.

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah telah menukilkan kesepakatan para ulama tentang bolehnya membaca salah satu dari doa-doa tersebut. (Syarah Shahih Muslim, 4/336)

Mayoritas fuqaha (ahli fikih) dan ahlul hadits berpendapat bahwa bacaan tasyahud Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu adalah tasyahud yang paling afdal. (Syarah Shahih Muslim, 4/336)

Al-Imam at-Tirmidzi rahimahullah berkata dalam Jami’-nya (2/82), “Dan hadits Ibnu Mas’ud diriwayatkan dari beberapa jalan, dan dia (hadits Ibnu Mas’ud) adalah hadits yang paling sahih di dalam (permasalahan) tasyahud, serta merupakan amalan yang dikerjakan kebanyakan ahli ilmu dari kalangan sahabat dan tabi’in.”

Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Jabbar