Kesudahan Orang-Orang Yang Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kedudukan demikian tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, sungguh mengherankan, ada orang-orang yang berani melecehkan mereka dan senantiasa berusaha mencari kelemahan mereka. Orang-orang yang berani merendahkan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar tidak tahu diri, tidak tahu kapasitas dirinya.

Lanjutkan membaca Kesudahan Orang-Orang Yang Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Surat Pembaca edisi 17

Pengetikan Lafal Allah

Ana seorang pembaca baru majalah ini. Alhamdulillah isi kandungan majalah ini Insya Allah dapat mewakili kekeringan ilmu tentang Islam yang kian hari kian asing mendekati akhir zaman ini. Langsung saja, ana cuma mau kasih saran dan usul:

  1. Bagaimana jika lafadz Allah diganti dengan Alloh saja agar mendekati pengucapan yang sebenarnya dan menyelisihi Nashrani yang menyebut Allah dengan Allah?
  2. Bagaimana jika ditambah lagi rubrik tentang hadits-hadits dha’if dan maudhu’ khususnya yang banyak beredar di negeri kita ini dan yang banyak telah diamalkan oleh masyarakat muslim kita?

Semoga amal-amal antum sekalian yang ikhlas ini diridhai oleh Allah. Amin.

Insan Filaniinsan…@yahoo.com

        Jawaban Redaksi:

  1. Sementara ini kami memang menggunakan cara penulisan yang sudah lazim di masyarakat, meski pengucapan lafadz tersebut berbeda dengan ejaan latinnya. Termasuk dalam hal ini adalah semua ejaan dari huruf hijaiyah yang dibaca ‘au’, seperti ra pada kata Rabb, sha pada kata shalat, dan lain sebagainya. Namun untuk membedakannya, kami sudah menambahkan tazkiyah berupa Subhanahu wa Ta’ala atau azza wa jalla (yang ditulis dengan logo Arab) –meski karena kekhilafan kami, barangkali masih banyak yang terlewat–.
  2. Dalam setiap kajian yang kami suguhkan, sudah sering disinggung hadits-hadits dha’if (lemah)/ maudhu’ (palsu) berkaitan dengan tema yang diangkat berikut bantahannya. Tapi jika yang anda maksud adalah rubrik khusus, akan kami pertimbangkan. Jazakumullahu khairan katsiran.

Tidak Setuju Info Praktis

Pada edisi terakhir majalah, di surat pembaca, ana nggak setuju kalau ditambahkan artikel ilmu dunia (masakan, kesehatan, bengkel, dsb). Karena ana beli majalah ini untuk nambah ilmu dien, “sayang” karena jumlah halamannya udah mungil. Dan ana usul ganti kertas majalah dengan yang murah, yang penting halaman & isinya banyak dan berbobot. Halaman belakang jangan diisi dengan gambar, isi aja dengan iklan, sehingga halaman terakhir dapat diisi sama artikel.

Abu Fadiah

        Jawaban Redaksi:

Info praktis memang sekedar info ringan, pengalaman, atau tips-tips ringkas berkaitan dengan bidang atau disiplin ilmu (dunia) tertentu. Tapi insya Allah hal ini memberikan manfaat yang tidak sedikit. Bayangkan bila pembaca justru harus ‘direpotkan’ dengan membeli media cetak lain atau menonton tayangan tertentu (yang dikhawatirkan di dalamnya mengandung banyak kemungkaran) untuk sekedar mendapatkan informasi sejenis.

Karena ini memang media dakwah, porsinya memang kami batasi maksimal 2 halaman. Itupun dalam beberapa edisi terakhir tidak muncul karena sengaja kami kalahkan dengan artikel dakwah sebagaimana misi utama kami.

Bahasan tentang Musafir

Tolong dibahas mengenai shalat bagi musafir dan siapa-siapa yang disebut musafir, karena ana bekerja di laut. Jazakumullah khairan.

Syamsudin syam…@yahoo.com

       Jawaban Redaksi:

Usul Anda semoga dapat segera terealisasi, insya Allah.

Huruf Ada yang Hilang?

Masukan untuk redaksi: Ana lihat di kover edisi 16, ada huruf alif yang hilang pada kata “illa” di bendera. Jazakumullah khairan.

Hamba Allah di bumi Allah

0815xxxxxxxx

        Jawaban Redaksi:

Jazakumullah khairan atas masukan antum. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan pembaca sekalian sehubungan dengan hilangnya tulisan “bersambung ke hal. 37” di halaman 33.

Jalan Keselamatan: Kembali kepada Shahabat!

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

 

Ketika mendengar nama Dakwah Salafiyyah, ada sebagian orang yang dalam benaknya langsung terbayang berbagai gambaran buruk. Mereka beranggapan bahwa Dakwah Salafiyyah adalah dakwah yang keras, suka membid’ahkan, mau benar sendiri, dan berbagai kesan negatif lainnya. Benarkah demikian? Lanjutkan membaca Jalan Keselamatan: Kembali kepada Shahabat!

Penghalang Terkabulnya Doa

Seseorang berkata kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah, “Allah ‘azza wa jalla telah berfirman dalam kitab-Nya,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

‘Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doa kalian.’ (al-Mu’min: 60)

Kami telah berdoa kepada Allah ‘azza wa jalla sekian lama, namun tidak juga Allah ‘azza wa jalla mengabulkan doa kami.”

Beliau pun menjawab, “Hati kalian telah mati karena sepuluh perkara:

  1. Kalian mengenal Allah ‘azza wa jalla, namun tidak menunaikan hak-Nya.
  2. Kalian membaca Kitabullah, namun tidak mengamalkannya.
  3. Kalian mengaku mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun meninggalkan Sunnahnya.
  4. Kalian mengaku memusuhi setan, namun sepakat dengannya.
  5. Kalian mengatakan bahwa kalian cinta jannah (surga), namun tidak beramal untuk itu.
  6. Kalian katakan bahwa kalian takut an-naar (neraka), namun menggadaikan diri-diri kalian kepadanya (an-naar).
  7. Kalian katakan bahwa sesungguhnya kematian itu pasti (terjadi), namun kalian tidak bersiap-siap untuknya.
  8. Kalian sibuk dengan aib saudara-saudara kalian dan mencampakkan aib-aib diri sendiri.
  9. Kalian memakan nikmat Rabb kalian, namun tidak mensyukurinya.
  10. Kalian mengubur mayit-mayit kalian dan tidak mengambil pelajaran darinya.

 

(al-Hilyah, 8/1516)

Doa Memohon Ampunan dan Rahmat Sebelum Salam

 

       عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ، أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللهِ: عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي. قَالَ :قُلْ :اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Dari Abdullah bin ‘Amr ibnil ‘Ash radhiallahu ‘anhuma, dari Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, dia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ajarilah aku doa yang akan aku baca dalam shalatku.”

Beliau mengatakan, “Bacalah,

       اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

‘Ya Allah, aku telah banyak menganiaya diriku, tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku, karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.” (HR. al-Bukhari no. 834, Kitabul Adzan, Bab “Doa Sebelum Salam,” dan Muslim no. 2705, Kitab adz-Dzikr wad Du’a,” Bab “Merendahkan Suara Ketika Berzikir”)