Menjauhi Majelis Syubhat

 وَإِذَا رَأَيۡتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِيٓ ءَايَٰتِنَا فَأَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيۡرِهِۦۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَلَا تَقۡعُدۡ بَعۡدَ ٱلذِّكۡرَىٰ مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ٦٨

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, tinggalkanlah mereka hingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).”  (Al-An’am: 68)

  Lanjutkan membaca Menjauhi Majelis Syubhat

Tanya Jawab Ringkas Edisi 107

Berharap Pahala=Berharap Imbalan?

Saya selalu membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan saya. Terkadang ada ketakutan bahwa kelak hidup saya tidak seenak sekarang. Saya sangat setuju bahwa hidup di dunia ini sudah diatur oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Apapun yang kita lakukan yang akan kita dapatkan hasilnya kelak. Saya sengaja selalu berusaha untuk melakukan hal baik sekarang, karena saya sangat berharap kelak saya akan hidup bahagia. Apakah hal ini sama seperti memberi tetapi mengharapkan imbalan?

Dijawab oleh al-Ustadz Qomar Suaidi

Lakukanlah kebaikan semampu Anda, niscaya Allah tidak akan menyianyiakan amalan Anda, asalkan kebaikan itu ada contohnya dalam syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan disertai niat yang ikhlas.

Perlu diketahui, tidak ada seorang pun yang masuk surga dengan sebab amalnya semata, sampaipun Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hanya saja, Allah subhanahu wa ta’ala memberi rahmat-Nya kepada beliau.

Oleh karena itu, beramallah demi mendapat rahmat Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak ada istilah imbal-balik ketika kita beramal untuk mendapatkan pahala dari Allah. Amal kita terlalu sedikit, sedangkan nikmat-Nya terlalu banyak. Akan tetapi, dengan amal, kita akan mendapatkan rahmat-Nya.

 


Ikhtilath Saat Latihan Bela Diri

Apa boleh ikut bela diri yang pada waktu latihan antara laki-laki dengan wanita tidak dipisah?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Bela diri tanpa ada ilmu hitam atau bantuan jin, hukumnya boleh. Akan tetapi, saat mempelajarinya tidak boleh ada pelanggaran syariat, seperti ikhtilath.

 


Titip Doa di Depan Ka’bah

Apa hukum menitipkan doa lewat orang yang sedang ibadah umrah agar dia mendoakan kita di depan Ka’bah dengan doa yang kita inginkan?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Hadits yang menjelaskan titip doa kepada seseorang yang safar, haji, atau umrah adalah dhaif.

 


Oper Kontrak Rumah

Saya mengontrak rumah dua tahun. Sebelum masa kontrak selesai, saya pindah. Rumah kontrakan lama tidak boleh dioper/ditempati orang lain oleh pemilik rumah. Apakah salah jika kontrakan itu saya operkan kepada orang lain tanpa sepengetahuan pemilik rumah?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Tergantung kesepakatan sebelumnya. Jika disepakati bahwa apabila rumah kontrak tidak ditempati, dikembalikan kepada pemilik rumah dan tidak boleh dioper kepada orang lain harus ditepati. Jika tidak ada kesepakatan apapun sebelumnya, sang penyewa punya hak oper kontrak selama waktu kontrak tersisa.

 


BPJS

Apa hukumnya kita ikut BPJS? Yang saya tahu, kalau ikut BPJS setiap bulan harus mengangsur uang ke bank, padahal transaksi lewat bank biasanya ada bunganya.

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Faidah yang kita dapatkan dari asy-Syaikh Ali asy-Syarafi bahwa BPJS dengan membayar setoran tiap bulan untuk dapat layanan kesehatan saat sakit, termasuk asuransi bisnis yang ribawi. Karena itu, kita tidak boleh mengikutinya. Seorang dokter tidak boleh mengadakan BPJS dalam praktiknya. Namun, apabila dia tidak mengadakannya dan hanya buka praktik, tidak mengapa walaupun pasien membayar dengan sistem asuransi. Wallahu alam.

 


Daging Kurban Disimpan Lebih dari Tiga Hari

Bolehkah orang yang berkurban kemudian mengambil daging dan disimpan lebih dari tiga hari?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Boleh, kecuali jika daerah tempat Anda tinggal tertimpa kelaparan karena kurang makanan, maka tidak boleh.

 


Istri Diminta Keluar dari PNS

Istri saya seorang PNS. Saat diminta keluar, istri bersedia, tetapi orang tuanya tidak setuju. Apa nasihat ustadz kepada saya?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Pada asalnya istri lebih wajib taat kepada suami daripada orang tua.

 


Berkurban Tanggal 9 Dzulhijjah

Bolehkah menerima tawaran untuk menyembelih hewan kurban yang dilaksanakan pada hari Sabtu (sedangkan penetapan Idul Adha berdasarkan pemerintah jatuh pada hari Ahad -red.)?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Jangan penuhi tawaran itu demi menasihati mereka agar bersatu bersama pemerintah dalam masalah ini.

 


Berbuka Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah

Benarkah ada hadits yang menyebutkan bahwa ketika mendengar takbir kita harus membatalkan puasa? Hari ini (9 Dzulhijjah berdasarkan penetapan pemerintah -red.) saya berniat puasa Arafah, tetapi saya mendengar sudah ada yang bertakbir. Apakah saya harus membatalkan puasa?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Jangan batalkan, yang keliru adalah mereka yang menyelisihi pemerintah dalam masalah ini.

 


Darah Sebelum dan Sesudah Kiret

Saat ini, saya telah hamil tiga bulan dan mengalami pendarahan. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan janin bisa berkembang dan harus dikiret. Bagaimana hukum darah sebelum dan sesudah kiret?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Jika anggota tubuh janin belum terbentuk, maka bukan nifas. Hukumnya adalah darah fasad, seperti darah istihadhah.

 


Tobat dari Membatasi Kehamilan

Saya sudah terlanjur mengikat kandungan istri saya (sehingga tidak bisa hamil). Bagaimana yang harus saya lakukan karena ketidakpahaman saya saat itu?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Anda wajib bertobat dari hal itu. Adapun ketidakpahaman Anda tentang masalah ini semoga menjadi uzur dan dimaafkan. Jika memungkinkan, segera diperbaiki kembali. Jika sudah tidak bisa lagi diperbaiki, cukup bertobat.

 


Harta Istri Pemberian Orang Tua

Saya memiliki perhiasan pribadi pemberian orang tua dan sekarang saya telah menikah. Apakah boleh saya menjual perhiasan tersebut untuk keperluan pribadi tanpa minta izin suami terlebih dahulu, karena saya khawatir hal ini jadi beban bagi suami?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Boleh, karena harta itu milik Anda. Akan tetapi, secara adab sebaiknya disampaikan kepada suami.

 


Buang Air Kecil Sambil Berdiri

Apakah ada hadits yang meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah buang air kecil dengan berdiri yang tidak bertentangan dengan hadits buang air kecil dengan berjongkok?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Tidak ada larangan buang air dengan berjongkok. Adapun kencing berdiri terdapat riwayat sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau pernah melakukannya. Kesimpulan tentang masalah ini, tergantung keadaan masing-masing saat kencing, mana yang lebih sesuai baginya saat itu.

 


Kirim SMS/WA Pertanyaan ke Redaksi 081328078414 atau via email ke tanyajawabringkas@gmail.com
Jika pertanyaan Anda cukup dijawab secara ringkas, akan kami muat di rubrik ini. Namun, jika membutuhkan jawaban yang panjang lebar, akan kami muat di rubrik Problema Anda, insya Allah.
Seluruh materi rubrik Tanya Jawab Ringkas (Asy-Syariah) dapat di akses di www.tanyajawab.asysyariah.com

Melampaui Batas Ketika Mentahdzir

Ketika mentahdzir, seseorang harus bersikap adil dan meletakkan tahdzir tersebut sesuai dengan porsi dan keadaannya. Dia tidak boleh menganggap remeh tahdzir sehingga tidak mau mentahdzir dengan alasan akan menyebabkan perpecahan umat. Akhirnya, dia berdiam diri dari berbagai penyimpangan dan kesesatan yang terjadi. Akibatnya, penyimpangan dan kesesatan itu menjadi sesuatu yang dilestarikan tanpa ada yang mengingkarinya. Ini merupakan bentuk menyembunyikan ilmu yang diharamkan oleh Allah ‘azza wa jalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lanjutkan membaca Melampaui Batas Ketika Mentahdzir

Siapakah yang Berhak Mentahdzir?

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata tatkala menjelaskan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa agama itu nasihat, “Di antara bentuk nasihat karena Allah ‘azza wa jalla, kitab-Nya, dan Rasul-Nya (dan ini adalah kekhususan para ulama) ialah membantah hawa nafsu yang menyesatkan, dengan al-Kitab dan as-Sunnah serta menjelaskan kandungan keduanya yang menyelisihi seluruh hawa nafsu. Lanjutkan membaca Siapakah yang Berhak Mentahdzir?

Membaca Kitab Bantahan Mengeraskan Hati

Ada orang yang menganggap bahwa sering membaca kitab yang berkaitan dengan bantahan terhadap orang yang menyelisihi manhaj salaf dapat mengeraskan hati dan menyebabkan seseorang merasa imannya semakin melemah. Sebab, rudud (bantah-membantah) membahas tentang kelompok, orang yang menyimpang, dan semisalnya. Sebaliknya, dia menganjurkan untuk lebih memperbanyak kitab yang membahas masalah zuhud dan semisalnya. Lanjutkan membaca Membaca Kitab Bantahan Mengeraskan Hati

Manfaat Tahdzir

Berikut ini adalah beberapa manfaat pensyariatan tahdzir.

  1. Memelihara agama agar senantiasa terjaga dari berbagai perubahan

Dengan adanya tahdzir yang senantiasa ditegakkan oleh para nabi, rasul, dan para ulama yang menjadi pewaris para nabi; agama Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa terjaga dan terpelihara dari berbagai perubahan yang hendak disusupkan oleh orang yang hatinya berpenyakit. Lanjutkan membaca Manfaat Tahdzir

Amalan Tahdzir Oleh Ulama Salaf

Banyak sekali bentuk dan praktik tahdzir yang dilakukan oleh para ulama salaf atas berbagai penyimpangan dan penyelisihan terhadap syariat Allah ‘azza wa jalla. Ini merupakan hal yang sangat wajar. Sebab, mereka adalah generasi terbaik umat ini yang sudah tentu memiliki sifat kecemburuan terhadap Islam yang lebih kuat dibandingkan dengan generasi setelahnya. Lanjutkan membaca Amalan Tahdzir Oleh Ulama Salaf