Saat Bergaul dengan Manusia

Maimun bin Mihran rahimahullah mengisahkan…

Seorang lelaki mendatangi Salman al-Farisi radhiallahu ‘anhu dan berkata, “Berilah aku wasiat!”

Salman mengatakan, “Jangan berbicara!”

Lelaki itu menjawab, “Seseorang yang hidup di tengah-tengah manusia tidak mampu untuk tidak berbicara.”

Salman berkata, “Jika engkau berbicara, bicaralah dengan kebenaran, atau (jika tidak,) diamlah.”

Lelaki itu berkata, “Tambahlah wasiat untukku!”

Salman berkata, “Jangan marah!”

Lelaki itu berkata, “Ia berbuat sesuatu yang membuatku tidak bisa menahan diri.”

Salman berkata, “Kalau engkau marah, tahanlah lisan dan tanganmu.”

Lelaki itu berkata, “Tambah lagi untukku!”

Salman berkata, “Jangan engkau bergaul dengan manusia!”

Si lelaki menjawab, “Orang yang hidup bersama manusia tidak bisa tidak bergaul dengan mereka.”

Salman berkata, “Jika engkau bergaul dengan mereka, jujurlah dalam berucap dan tunaikanlah amanat.”

(Shifatu ash-Shafwah hlm. 199)

Memohon Keistiqamahan

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ ٨

“Wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kalbu kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi (karunia).” (Ali Imran: 8)

 

Asy-Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata,

“Janganlah Engkau simpangkan kalbu kami dari kebenaran karena kebodohan dan penentangan kami. Jadikanlah kami orang-orang yang istiqamah, selalu mendapatkan petunjuk. Kokohkanlah kami di atas hidayah-Mu, dan selamatkanlah kami dari apa yang dengannya Engkau uji orang-orang yang menyimpang.”

(Tafsir as-Sa’di hlm. 106)