Tawasul, Syubhat dan Bantahannya

        Kaum muslimin yang “hobi” melakukan ziarah kubur, hampir dipastikan mereka juga memiliki agenda untuk melakukan tawassul. Ritual doa melalui perantara ini sepertinya telah menjadi menu wajib dari rangkaian kegiatan ziarah kubur. Sayang, perbuatan tawassul itu mayoritas menjurus kepada amalan syirik yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Ketika diingatkan, mereka menolak dengan keras karena mereka juga punya “dalil”. Apa saja “dalil” mereka itu dan bagaimana bantahannya?

        Sebagai lanjutan dari pembahasan tentang tawassul yang disyariatkan pada edisi lalu, kali ini akan dibahas tentang tawassul yang dilarang.

  Lanjutkan membaca Tawasul, Syubhat dan Bantahannya

Apa yang Bisa Menjadi Perantara dalam Doa

Seseorang yang berdoa kepada Allah ‘azza wa jalla tentu mengharapkan doanya akan dikabulkan. Demikian besar harapan agar doanya itu terkabul, sampai ada orang yang menjadikan orang yang telah mati sebagai perantara untuk menyampaikan doanya itu kepada Allah ‘azza wa jalla. Dia berkeyakinan, dengan adanya perantara itu, doanya akan lebih besar kemungkinannya terkabul karena orang yang menjadi perantara (menurutnya) dahulu adalah orang yang saleh.

Inilah alasan yang dikemukakan oleh orang-orang yang suka berziarah ke makam tokoh-tokoh tertentu. Bagaimana syariat melihat praktik semacam ini?

  Lanjutkan membaca Apa yang Bisa Menjadi Perantara dalam Doa

Awas, Dukun & Tukang Ramal, Penciduk Agama dan Harta (bagian 2)

Profesi dukun banyak bertebaran di sekitar kita. Mereka mengklaim bisa membantu urusan manusia dalam banyak hal, mulai dari mencari kesembuhan sampai meluluskan berbagai hajat. Bolehkah kita meminta tolong pada dukun? Bahasan berikut menjawab pertanyaan ini sekaligus melengkapi pembahasan edisi lalu.

Lanjutkan membaca Awas, Dukun & Tukang Ramal, Penciduk Agama dan Harta (bagian 2)

Awas, Dukun & Tukang Ramal, Penciduk Agama dan Harta (bagian 1)

Kebodohan identik dengan kesesatan. Karenanya, orang yang bodoh terhadap agama akan mudah ditipu, sekalipun oleh orang yang bodoh pula. Di antaranya adalah perilaku para dukun –yang sebenarnya mereka adalah orang-orang bodoh– yang mengaku mengetahui perkara-perkara gaib. Dengan pengakuannya itu mereka berhasil menipu demikian banyak kaum muslimin yang jauh dari agamanya. Seandainya setiap kaum muslimin tahu bahwa hanya Allah saja yang mengetahui perkara gaib, tentu mereka akan mudah mematahkan tipu daya dukun sang pendusta. Inilah antara lain pentingnya kita belajar akidah Islam yang benar. Lanjutkan membaca Awas, Dukun & Tukang Ramal, Penciduk Agama dan Harta (bagian 1)

Jimat, Benarkah dalam Agama?

Jimat sepertinya telah menjadi ‘teknologi’ yang mengiringi kehidupan manusia di zaman yang konon telah sangat rasional ini. Batu akik, ikat pinggang, liontin, koin, tasbih, istambul, dan semacamnya, kini tidak sekadar benda mati tapi telah ‘naik kelas’ karena diyakini mampu menjadi pelindung, mendatangkan rezeki, atau pemikat lawan jenis. Parahnya, benda-benda semacam itu kini juga menjadi komoditas dagang yang laris diperjualbelikan lewat media.

Lanjutkan membaca Jimat, Benarkah dalam Agama?

Hinanya Sesembahan Kaum Musyrikin

Hinanya Sesembahan Kaum Musyrikin

Barangkali kita pernah mendengar adanya sekelompok orang yang suka melakukan pemujaan terhadap seekor kerbau yang berwarna bule. Demikian hormatnya mereka terhadap kerbau itu sampai-sampai kotorannya pun menjadi rebutan karena diyakini memiliki berkah. Lanjutkan membaca Hinanya Sesembahan Kaum Musyrikin

Bila Kuburan Diagungkan (2)

Bagian ke-2


Bagi sebagian kaum muslimin, kuburan telah menjadi tempat yang istimewa. Bagaimana tidak, di sejumlah kuburan, terutama bila yang dikubur dianggap sebagai orang saleh dan kuburannya dianggap keramat, berduyun-duyun orang dari berbagai tempat datang untuk menyampaikan hajat kepadanya. Lanjutkan membaca Bila Kuburan Diagungkan (2)

Bila Kuburan Diagungkan

Suatu ketika mungkin kita pernah menyaksikan sebuah bus besar membawa rombongan yang di sampingnya terdapat sebuah tulisan “Rombongan Ziarah Makam Sunan Fulan”. Mereka terkadang datang dari tempat yang jaraknya ratusan kilometer, semata hanya ingin berdoa di sisi kuburan Sunan Fulan karena memiliki keyakinan bahwa doanya akan lebih terkabul. Pemandangan seperti ini dan yang sejenisnya banyak dijumpai di sekitar kita. Padahal kalau kita mau menelaah, praktik demikian merupakan perbuatan yang dilarang oleh Islam. Lebih jauh lagi ia merupakan bagian dari perilaku jahiliah, yaitu amalan orang-orang sebelum Islam datang.

Lanjutkan membaca Bila Kuburan Diagungkan

Sihir Melenyapkan Aqidah

Sihir dan segala bentuknya adalah amalan yang sangat berbahaya bagi keutuhan akidah seorang muslim. Bahkan pada keadaan tertentu, ia bisa menyebabkan pelakunya keluar dari Islam (kafir). Ironisnya, sangat sedikit yang menyadari bahaya perbuatan ini. Bahkan akhir-akhir ini, dengan dukungan berbagai media massa, makin banyak orang yang menyukai perbuatan ini. Laa haula walaa quwwata illa billah.

  Lanjutkan membaca Sihir Melenyapkan Aqidah