Surat Pembaca Edisi 96

Bahasan Takfir

Tolong masalah takfir mutlak dan takfir mu’ayyan yang pernah disinggung di no. 8/I/1425 hlm. 9 dibahas kembali dengan lebih rinci, luas, dan jelas.

085227xxxxxx

 

Insya Allah, semoga di edisi-edisi mendatang kami bisa mengangkattema tersebut secara lebih mendalam.

Jazakumullahu khairan atas masukanAnda.

 

Bantuan Dana untuk Kampung Laut

Saya membaca di Asy-Syariah tentang kisah mualaf Kampung Laut.

Saya ingin membantu dana. Bisa diberi tahu caranya?

087737xxxxxx

 

Untuk mendapatkan informasidan menyalurkan bantuan bagi mualafKampung Laut, Anda bisa menghubungial-Ustadz Fauzan di no.081219209841

Jazakumullahu khairan.

 

Salut dengan Tim Asy-Syariah

Masya Allah saya salut dengan kinerja seluruh Tim Redaksi Asy-Syariah yang sabar dan legowo dalam menghadapi segala bentuk saran dan kritikan yang tidak hanya karena kesalahan teknis dari

Redaksi tetapi bisa juga karena kejahilan dari Pembaca sendiri karena pembaca adalah dari berbagai kalangan. Semoga tetap istiqamah.

081556xxxxxx

 

Kesalahan dan kekhilafan tentumengiringi langkah kami sebagai manusiabiasa. Betapa pun kami berupayamengeliminir kesalahan, kelalaian niscayaakan tetap dan selalu ada.Di sisi lain, Majalah Asy-Syariahadalah bagian dari dakwah. Setiapdakwah tentu akan menghadapi beragampermasalahan bahkan ujian di dalamnya.Semoga kami bisa sabar dan istiqamahdalam menghadapinya.

Jazakumullahukhairan.

 

Menulis Ulang Artikel

Saya sering menulis ulang artikel dalam majalah ini kemudian mempostingnya di blog tanpa izin redaksi terlebih dahulu. Saya baru baca persyaratannya ternyata tidak boleh. Mohon kemaklumannya

karena saya tetap menuliskan sumberdari majalah Asy-Syariah beserta nomer halamannya juga.

Ummu Tsubaitah

085740xxxxxx

Pada prinsipnya, siapa pundiperkenankan mengutip artikelartikelAsy-Syariah selama tidak untukkepentingan komersial, dikutip utuhtanpa pengurangan dan penambahan,serta syarat lainnyasebagaimana terteradi halaman 3.

 

Bagi-Bagi Stiker

Bismillah. Saya mau mengusulkan agar membagikan stiker berisi hadits-hadits atau nasihat-nasihat sehingga bisa kami tempel, insya Allah akan memperluas syiar-syiar Sunnah.

085782xxxxxx

 

Insya Allah, semoga di waktu mendatang kami bisa merealisasikannya.

Surat Pembaca Edisi 95

Peristiwa Dibelahnya Dada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam

Pada Asy-Syariah edisi 93 hlm. 34 pada sub judul Mukjizat Dibelahnya Dada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, paragraf ke-2, disebutkan bahwa peristiwa pembelahan dada beliau terulang kembali 50 tahun kemudian saat beliau di-isra’-kan. Apa tidak seharusnya, terulang kembali ketika beliau berumur 50 tahun? Karena jika terulang 50 tahun kemudian, hal ini terjadi ketika beliau berumur 54 tahun, dan beliau sudah hijrah ke Madinah. Sedangkan peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi di Makkah, sebelum beliau hijrah ke Madinah. 082332xxxxxx

Berikut ini Redaksi sampaikan jawaban dari penulis.

Kejadian dibelahnya dada dua kali adalah perkara yang tsabit (pasti) dalam hadits sahih. Pertama di bani Sa’d, kemudian 50 tahun berikutnya. Yang dimaksud di sini adalah taqrib (pendekatan). Yang jelas, terjadinya masih di kota Makkah setahun sebelum hijrah, dan umur beliau ketika dibelah dadanya lebih dari 50 tahun, demikian dinukil dalam referensi sirah.


Bahasan Aliran Sesat Dirutinkan

Ada sedikit masukan hendaknyamajalah Asy-Syariah setiap bulan memuat sedikit tulisan tentang aliran-aliran sesat di masa sekarang ini karena begitu banyak sekali bentuk dan ragamnya terutama sekali tentang Syiah yang mulai mendapat angin segar di negara kita ini. 085206xxxxxx

Kita semua memang prihatin, di alamreformasi yang kebablasan ini, aliran sesat tumbuh subur di negara kita. Banyak pihak seperti LSM, kelompok Islam Liberal, serta kaki tangan Salibis dan Yahudi lainnya, bahu-membahu mendukung Ahmadiyah, Syiah, dan lainnya dengan kedok HAM dan demokrasi. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita semua untuk terus mengingatkan umat dari bahaya aliran/agama sesat yang ada. Insya Allah kami akan terus menyinggung kesesatan demi kesesatan aliran tersebut dalam setiap kesempatan walaupun mungkin tidak bisa dalam setiap edisi dan rubrik khusus. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan kemudahan kepada kami walaupun ketika membeberkan kesesatan suatu aliran/agama yang mengatasnamakan Islam, akan selalu ada orang-orang bodoh yang menentang dengan dalih akan memecah belah umat.


Fikih Shalat Dibukukan

Afwan, bisakah saya minta tolong mengenai masalah bimbingan shalat yang ada di Asy-Syariah dibuatkan satu buku khusus sebagai panduan saya untuk mempermudah saya belajar serta untuk bimbingan keluarga dan masyarakat. 081254xxxxxx

Banyak usulan yang masuk agar rubrik “Seputar Hukum Islam” dibukukan, semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan kemudahan kepada kami untuk dapatmerealisasikannya.

Surat Pembaca Edisi 94

Tema Teroris

Masyarakat sering salah paham dengan cara berpakaian dan penampilan Ahlus Sunnah yang katanya identik dengan teroris (memakai gamis panjang, berjanggut, celana di atas mata kaki, dll). Mohon dalam edisi berikutnya membahas tentang teroris di negara kita dan menjelaskan siapa sebenarnya kelompok tersebut agar masyarakat umum bisa membedakan paham Ahlus Sunnah dengan teroris. Teguh-085293xxxxxx

Tema teroris sudah beberapa

kali kami angkat sebagai tema utama dalam beberapa edisi yang telah lalu, di antaranya edisi 8, 13, dan 86. Namun, insya Allah, dalam kesempatankesempatan mendatang, dalam artikel atau tema-tema yang masih terkait, kami akan selalu menekankan perbedaan ajaran Islam yang benar dengan ajaran teroris. Jazakumullahu khairan.

Tentang Bunga Bank

Mohon dikupas tuntas tentang haramnya bunga bank karena masih banyak saudara-saudara yang belum tahu manfaat dan mudaratnya uang riba sehingga mereka masih berbisnis dengan uang riba dan diulas pula fatwa MUI tentang hal tersebut. 081235xxxxxx

Masalah seputar perbankan pernah kami angkat sebagai tema utama pada edisi 28, 29, dan 53. Namun, tidak menutup kemungkinan tema bunga bank akan kembali diangkat dengan sudut pandang yang berbeda dengan edisi-edisi tersebut, insya Allah.

Salah Ketik

Asy-Syariah edisi terbaru halaman 62 salah ketik, harusnya “qod aflakha” bukan “fad aflakha”. Hlm. 1 “Permata Salaf” ada salah letak dalam penulisan rahimahumallah. 089670xxxxxx

Anda benar, jawaban ini sekaligus sebagai ralat. Jazakumullahu khairan.

Dimuat Ulang?

Pada rubrik SHI vol. 8 no. 93 Posisi Kedua Tangan Saat Tasyahud isinya sama dengan Asy-Syariah vol. 8 no. 91 Isyarat Telunjuk Saat Tasyahud. Apakah memang demikian, ataukah ada kesalahan cetak? 085743xxxxxx

Anda benar, terjadi kesalahan fatal pada edisi 93 sebagaimana dimaksud. Kami dari Redaksi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para Pembaca atas kesalahan ini. Barakallahu fikum.

Surat Pembaca Edisi 93

Mengapa Tidak Sunni-Syiah, Benarkah?

Tolong saya mau tanya, Asy-Syariah no. 92 tahun 2013 kover depan tertera Islam Sama Dengan Syiah, Benarkah? Saya heran kenapa kok tidak Suny Sama Dengan Syiah, Benarkah? Itu baru klop, bukan Islam. Tolong jangan mencaricari. Mengadu domba justru paham yang menghambat Islam. Mohon dikaji ulang kalau menulis di media. 081249xxxxxx

Jawaban redaksi

Kami mohon Anda membaca isi majalah, bukan hanya kovernya. Hal ini agar tidak terjadi justifikasi yang tidak pada tempatnya. Tema Syiah diangkat, di antaranya karena dilatarbelakangi masih banyaknya anggapan sederhana sebagaimana yang Anda ungkapkan. Jika Anda bisa memahami secara bijak kajian demi kajian dalam edisi 92, insya Allah Anda akan bisa menyimpulkan, pantas ataukah tidak, Syiah (Rafidhah) disebut bagian dari Islam. Kewajiban kami hanyalah menyampaikan kebenaran walaupun itu bertentangan dengan opini yang telanjur tertanam di benak banyak orang. Sebab, kebenaran itu datang dari al-Qur’an dan as-Sunnah, bukan opini yang berkembang di masyarakat. Apakah memperingatkan saudara-saudara kita agar tidak terjerumus dalam kesesatan, disebut mengadu domba, memecah belah, atau antiukhuwah? Renungkanlah, wahai orang-orang yang berakal.

Gelar ‘Alaihissalam

Afwan, di Asy-Syariah edisi 92 hlm. 19 tertulis Abu Abdillah Ja’far ash-Shadiq q? Benarkah demikian? 02718xxxxxx

Jawaban redaksi

Dalam edisi 92, kami memang banyak menukil dari kitab-kitab agama Syiah, jadi gelar itu memang nukilan aslinya. Gelar tersebut memang sudah lazim mereka sematkan kepada orangorang yang mereka anggap imam. Sengaja kami nukilkan apa adanya untuk menunjukkan sikap ghuluw (melampaui batas) yang ada pada Syiah terhadap imam-imam mereka. Namun, perlu digarisbawahi, tidak berarti tokoh yang mereka gelari itu sepaham dengan mereka (Syiah). Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali, Husain bin Ali g, Ali bin Husain Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, dan Ja’far ash-Shadiq rahimahumullah adalah para pemuka Islam yang justru menentang Syiah. Silakan lihat kembali rubrik “Manhaji” hlm. 6—7.

Catatan Kaki Sama?

Pada Asy-Syariah edisi 92 hlm. 90, catatan kaki no. 9 dan 10 kok sama. Apakah memang demikian? 085643xxxxxx

Jawaban redaksi

Anda benar. Catatan kaki no. 10 seharusnya: Yakni Abu Zar’in memenuhi kedua telinga Ummu Zar’in dengan berbagai perhiasan dari emas, mutiara, dan semisalnya.

Kesalahan

Pada Asy-Syariah edisi 92 rubrik “Problema Anda” hlm. 79 tertulis “Lagi pula, apa gunanya imam membaca dengan jahar jika imam tidak menyimaknya melainkan sibuk dengan bacaannya sendiri?” Mungkin yang dimaksud dengan kata “imam” kedua adalah makmum? 089605xxxxxx

Jawaban redaksi

Anda benar, seharusnya “makmum”. Jazakumullahu khairan atas koreksi Anda.

Surat Pembaca Edisi 92

Koreksi

Bismillah.

Pada edisi 91 hlm. 11 tertulis tahun kelahiran asy-Syaikh ‘Utsaimin 1247 H? Mohon dicek lagi, setahu saya beliau lahir tahun 1347 H. 08538xxxxxxx

Jawaban redaksi

Anda benar, ada salah cetak. Redaksi juga menerima beberapa SMS senada. Jazakumullah khairan atas koreksi Anda. Ini sekaligus sebagai ralat.

 

Kovernya Bagus

Asy Syariah edisi 91 kovernya tampak menawan sekali, menambah minat baca. Jazakumullahu khairan kepada para ustadz semua yang berkenan berbagi ilmu kepada kami yang bodoh ini dan bersemangat untuk memperbaiki umat. Asy Syariah semoga tetap istiqamah. Amin. Semoga Allah tetap menjaga kita semua di atas istiqamah.

 

Pertanyaan Tidak Dijawab

Syarat/kriteria yang bagaimanakah pertanyaan-pertanyaan yang dijawab oleh Asy Syariah? Saya beberapa kali bertanya via SMS atau email tentang masalah yang memang kami belum paham ragu, berdasarkan rubrik yang disediakan Asy Syariah, tetapi tidak pernah ada jawaban. Jazakumullah khairan.

Jawaban redaksi

Pada dasarnya, tidak ada kriteria khusus tentang pertanyaan yang masuk. Terkait dengan SMS dan email pertanyaan ke rubrik “Tanya Jawab Ringkas” atau “Problema Anda” yang telah mencapai ribuan, kami memohon kesabaran para Pembaca. Kami tidak bisa menjanjikan bahwa SMS tersebut akan dibalas pada hari itu juga, dalam sekian hari, atau dalam sekian minggu. Kami harap para Pembaca lebih mencermati pertanyaan dan jawaban yang dimuat di edisi cetak, agar pertanyaan sejenis tidak sering terulang.

Demikian juga dengan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya telah termuat di artikel edisi-edisi lama. Bagaimana pun kami terus berupaya maksimal untuk tidak mengecewakan seluruh Pembaca. Namun, dengan banyaknya pertanyaan yang masuk dan keterbatasan kami, kami memprioritaskan pertanyaan “ringan” yang langsung bisa dijawab; bersifat mendesak; atau muatannya sering ditanyakan karena hal itu sering dijumpai di masyarakat, walau pertanyaan semacam ini juga ratusan kami terima.

Kami juga mohon pengertian dari Pembaca, menjawab pertanyaan yang bersifat keagamaan jelas butuh kehatihatian, butuh waktu untuk membuka referensi, sehingga tidak bisa dilakukan secepat kilat dan serampangan. Oleh karena itu, sekali lagi, kami mohon pengertian dari para Pembaca, dan kami memohon maaf kepada para Pembaca yang hingga saat ini pertanyaannya belum kami jawab.

 

Bundel Terbit Lagi

Kapan Asy Syariah menerbitkan lanjutan bundelnya? Saya punya saran, bagaimana bila bundel majalah Asy Syariah diterbitkan setahun sekali? Jazakumullahu khairan. Herry Setiawan – Bogor

Jawaban redaksi

Insya Allah bundel Asy Syariah ketiga (edisi 07–12) akan segera terbit. Semoga Allah memudahkan kami memenuhi harapan Anda.

Surat Pembaca Edisi 91

Rubrik SHI Hilang?

Bismillah. Afwan, mengapa rubrik “Seputar Hukum Islam” (untuk empat edisi terakhir) sering tidak ada? Mohon rubrik ‘Khazanah’ dibukukan. Abu Ibrahim-Tegalan 085728xxxxxx

Jawaban redaksi

Kami memohon maaf jika dalam beberapa edisi terakhir, Pembaca tidak menjumpai rubrik “Seputar Hukum Islam”. Ini karena ada hal-hal teknis keredaksian yang membuat rubrik tersebut tidak termuat. Jazakumullahu khairan atas masukan Anda.

 

Ungkapan Berlebihan?

Bismillah. Di Asy-Syariah edisi lama no. 77 (Ulama Hadits Dinista) pada hlm. 11. Tema wafatnya ulama, sungguh benar kita sangat kehilangan, ilmu mulai dicabut. Hanya saja pada paragraf ke-2 tertulis ‘matahari itu kini tenggelam’, bukankah hal ini berlebihan? Pada hlm. 54 paragraf ke-2 ‘ulama adalah rembulan di langit…’, jika ada tambahan kata ‘ibarat/seperti’ maknanya akan lebih tepat. Wallahu a‘lam. 085692xxxxxx

Jawaban redaksi

Ungkapan semacam ini hal yang sudah dimaklumi di kalangan ulama, dan yang dimaksud bukan matahari atau bulan yang sebenarnya. Al-Imam asy- Syafirahimahullah pernah berucap, “Apabila disebutkan tentang para ulama, maka (al-Imam) Malik adalah bintang.” Lihat kitab Jami’ Ushul fi Ahadits ar-Rasul (1/182). Contoh pemakaian lainnya adalah nama/julukan para ulama, semisal Ibnul Qayyim rahimahullah yang dijuluki Syamsuddin (matahari agama). Perlu kita perhatikan, sebaiknya kita tidak bermudah-mudah menyikapi sebuah masalah berdasarkan perasaan atau pemahaman yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. Kita sangat perlu melihat bagaimana para ulama kita menyikapi hal-hal semacam ini. Barakallahu fikum.

Koreksi

Pada edisi Asy-Syariah edisi 89 rubrik doa sama seperti edisi sebelumnya? 08988xxxxxx

Ada sedikit kesalahan cetak pada majalah Asy-Syariah edisi 90 hlm. 29, teks dalam kotak terlihat kacau. 081392xxxxxx

Jawaban redaksi

Ya, Anda benar. Ini murni kesalahan redaksi. Jazakumullahu khairan atas masukan Anda.

Pada edisi 89 hlm. 12-13, dalam ayat al-Baqarah ayat 29, lafadznya “tsummastawa ilassamai, terjemahannya “Dia berkehendak menciptakan langit”? Tolong jelaskan makna istiwa dalam ayat tersebut. Barakallahu fikum. Abu Abdillah – Sulawesi 085299xxxxxx

Anda benar, ada kesalahan dari Redaksi. Kalimat tersebut hasil copy paste dari program terjemahan, dan qaddarallah lolos dari editan. Makna istiwa sebagaimana yang menjadi akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah tinggi dan berada di atas. Kami bertobat kepada Allah atas kesalahan tersebut. Jazakumullah khairan atas koreksi Anda.

Surat Pembaca Edisi 90

Bahasan Poligami Ditulis Wanita

Dalam pembahasan masalah poligami di edisi 85, sebagai masukan kenapa banyak kaum hawa kurang begitu tertarik pada poligami karena para penyampai fatwa atau penjelasan adalah dari para ustadz saja (pria), mungkin hal tersebut akan lebih mengena kepada kaum hawa bila penyampainya adalah ustadzah (wanita) pula. Mungkin untuk ke depan, bagaimana Asy-Syariah memberikan pembahasan-pembahasan tentang poligami yang penyampainya adalah ustadzah. Porsinya ustadzah 60% dan ustadz 40%. Eko P-Bugisan Selatan 081331xxxxxx

jawaban redaksi

Kesan buruk poligami (baca: menikah lagi) sudah telanjur mengakar di masyarakat. Ini diperparah dengan propaganda musuh-musuh Islam dan buruknya praktik poligami di masyarakat. Jadi, penolakan poligami bukan soal jenis kelamin siapa yang memfatwakan atau menafsirkan. Memang ada alasan semacam ini dari kalangan feminis, bahwa poligami disuarakan oleh ulama yang menganut budaya patriarki (kedudukan laki-laki lebih tinggi). Dari sini sebenarnya sudah tampak, yang dimaukan oleh kalangan feminis tidak semata-mata menolak poligami, tetapi menolak syariat yang mendudukkan laki-laki lebih tinggi. Bahkan, tidak hanya ini, poligami sejatinya hanyalah secuil dari syariat-syariat yang terus dan akan terus ditolak dengan dalih persamaan hak, kesetaraan gender, ketidakadilan, demokrasi, dan sebagainya. Siapa yang menulis di majalah ini, tetap saja akan mengutip penjelasan ayat atau hadits yang dijelaskan para ulama (baca: laki-laki). Yang menulis ustadzah sekalipun, itu tidak banyak membantu jika akal atau hawa nafsu kita banyak bermain dalam urusan ini. Lebih dikhawatirkan lagi, akan merembet pada penolakan hadits, karena hadits disampaikan oleh Rasul n yang notabene adalah laki-laki. Oleh karena itu, mari tundukkan hati dan akal kita di bawah bimbingan syariat. Allah l tidak mungkin menciptakan syariat yang sia-sia dan menzalimi para hamba-Nya. Jika ada kezaliman, jangan salahkan syariatnya, tapi salahkan manusia sebagai pelaku-pelakunya. Sudahkah mereka mempraktikkan syariat sesuai dengan bimbingan Rasul Nya? Sudah luruskah niat mereka dalam berpoligami? Sudahkah kita mempersiapkan poligami

secara lahir & batin dengan baik, bukan karena dorongan syahwat semata, lantas memahami berbagai konsekuensinya? Semoga pertanyaan ini bisa menjadi jawaban dari kegalauan kita terhadap poligami. Wallahu alam.

Bahas Tuntas Syiah

Semoga majalah Asy-Syariah selalu tetap eksis dalam membimbing umat, amin. Saya punya usul agar majalah ini membahas juga tentang kejahatan Syiah, karena masyarakat kami sering tertipu oleh “permusuhan” mereka dengan Amerika Serikat dan Yahudi, semoga dipertimbangkan. Muhamad Rijal-Aceh Tamiang 082363xxxxxx

Jawaban redaksi

Sering sekali umat terkecoh dengan berita-berita di media yang sering menggambarkan heroisme Syiah (Iran) saat memusuhi AS. Padahal konspirasi politik berbicara lain, di belakang itu mereka justru bahu-membahu membantai kaum muslimin. Lebih-lebih jika kita mengingat Syiah lahir dari rahim Yahudi. Lihatlah buktinya di Yaman dan Suriah, berapa banyak nyawa kaum muslimin yang dibantai Syiah? Tunggu kehadiran bahasan Syiah di edisi 92, insya Allah.

Surat Pembaca Edisi 89

Kekejaman Syiah

Hendaklah umat Islam menyadari bahwa ajaran Syiah itu sesat menyesatkan. Cukuplah terbunuhnya 30.000 warga Sunni Syria menjadi bukti kebejatan dan kekejaman Syiah.

082363xxxxxx

Kami tidak mengetahui, dan ingin mengetahui sekarang tentang aliran Syiah secara garis besarnya, agar kami hatihati tidak terjatuh dalam pemikirannya. 082187xxxxxx

Jawaban Redaksi

Artikel paling lengkap yang mengulas sejarah Syiah dan penyimpanganpenyimpangannya bisa dilihat di rubrik “Manhaji” edisi 5. Di sejumlah rubrik Kajian Utama”, juga sudah acap disinggung, seperti pada edisi 17, 18, 33, dan 57, meskipun tema utama pada edisi-edisi tersebut tidak mengangkat “Syiah” secara khusus. Demikian juga di rubrik “Manhaji” edisi 33, 57, dan 60, karena setiap mengupas sejarah Islam, selalu ada perannya yang berlumuran darah. Syiah sekarang mayoritasnya memang mengerucut pada satu aliran, yakni Rafidhah, agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Iran dan Irak, serta dianut oleh sebagian penduduk Timur Tengah, seperti Syria (Suriah), Yaman, Lebanon, dan sebagainya. Krisis politik di Timteng baru-baru ini pun tak bisa dilepaskan dari tangan kotor Syiah. Insya Allah pada edisi 92, kami akan mengupas kembali Syiah (Rafidhah). Tidak menitikberatkan pada sejarah kemunculannya, namun lebih ke sepak terjangnya di masa sekarang dalam menikam Islam dan kaum muslimin, insya Allah. Jadi, mohon bersabar.

Khutbah Jumat Diperingkas

Kami pelanggan Asy-Syariah menyarankan untuk rubrik “Khutbah Jumat” dimuat lebih ringkas agar kami bisa langsung gunakan untuk teks khutbah Jumat. 085259xxxxxx

Jawaban Redaksi

Jazakumullahu khairan atas masukannya, akan menjadi perhatian kami, insya Allah.

Koreksi 1

Afwan pada edisi 87 hlm. 105 ada kesalahan dalam:

1. Catatan kaki sayyidul istighfar salah harakat pada kata bidzambi.

2. Hadits Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu pada kata syariikalahu tertulis syaribkalahu. 085221xxxxxx

Jawaban Redaksi

Jazakumullah khairan atas koreksinya. Jawaban ini sekaligus sebagai ralat atas kesalahan tersebut.

Koreksi 2

Asy-Syariah no. 87 hlm. 30, tertulis bab “Hadhdhil Maridhi an Yasyhadal Jama’ati”, dalam al-Fath “haddil” dengan “dal” tidak dengan “dhadh” dan “jama’ati” kok majrur, mengapa? 085790xxxxxx

Jawaban Redaksi

Kami memohon maaf karena ada kesalahan dari redaksi. Yang benar dengan huruf “dal” sebagaimana Anda sebutkan, dan dengan “jama’ata” dibaca manshub. Jazakumullah khairan wa barakallahu fikum.

Surat Pembaca Edisi 88

Jejak Rasul atau Jejak Kuda Jibril?

Pada Asy-Syariah no. 86/1433 H/2012, bani Israil menyembah anak sapi, ayat 96 surah Thaha, Samiri mengatakan, mengambil dari jejak rasul. Tetapi penjelasan dari penulis bekas tapak kuda kaki kuda Jibril. Yang manakah yang benar? Mohon penjelasannya. 085730xxxxxx

jawaban redaksi
Rasul yang dimaksud adalah Jibril yang naik kuda membawa rombongan Nabi Musa q dan bani Israil. Wallahu a’lam.

Pajak dan Pungutan Pemerintah
Saya sangat senang sekali dengan majalah Asy-Syariah. Saya ingin sekali majalah ini membahas tentang pajak dan pungutan pemerintah lainnya dalam tinjauan Islam secara lengkap. Rizki M 085292xxxxx

jawaban redaksi
Jazakumullahu khairan atas masukannya. Akan kami pertimbangkan.

Rubrik “Kaidah Fikih”
Mohon Asy-Syariah menambah rubrik “Kaidah Fikih”. Abu Ibrahim 085728xxxxxx

jawaban redaksi
Jazakumullahu khairan atas masukannya. Akan kami pertimbangkan.

Cuplikan Ayat Sama?
Mohon diteliti kembali pada Asy- Syariah edisi 86 pada artikel pandai bersyukur pada cuplikan ayat Ibrahim: 34 dan an-Nahl: 18, apakah memang sama seperti itu? Mohon untuk ke depannya lebih teliti lagi. 085326xxxxx

jawaban redaksi
Memang sama, silakan dilihat di mushaf pada ayat terkait. Barakallahu fikum.

Istilah “Kader”
Afwan, mau usul, di Asy-Syariah no. 85 hlm. 11 poin no. 8, terdapat istilah “kader”, mohon agar tidak digunakan lagi sebab istilah ini sering dipakai/dikenal untuk hal berbau politis, mungkin bisa diganti “insan”, dsb. Ummu Abdirrahman-Sebaung 085331xxxxxx

jawaban redaksi
Jazakumullahu khairan atas masukannya.

Tema Mukjizat Rasul
Bismillah. Maaf, apakah majalah Asy Syariah pernah mengangkat permasalahan tentang mukjizat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam? Karena akhir-akhir ini tersebar di tengah-tengah kita buku yang menyatakan tentang ramalan beliau. Padahal itu sebenarnya bukanlah ramalan, melainkan mukjizat. Kalau sudah pernah diangkat di dalam majalah, pada edisi berapa? Kalau belum ada, bagusnya diangkat, guna meluruskan pemahaman umat. 08985xxxxxx

jawaban redaksi
Tema tersebut memang belum pernah kami angkat secara khusus. Alhamdulillah, tema tersebut sudah kami rencanakan untuk diangkat pada edisi 93. Tunggu kehadirannya, insya Allah.

Surat Pembaca Edisi 87

Tema “Bombastis” Poligami

Selamat atas termuatnya tema bombatis khususnya bagi ibu-ibu, POLIGAMI, dan menjadi senyuman renyah para suami. Jangankan menjalaninya, mendengar dan membacanya sudah membuat remuk seluruh rasa. Tetapi kami tidak membenci, walhamdulillahi, meski betapapun beratnya pasti layukallifullahu nafsan illa wus’aha. UA-081329xxxxxx

Tema poligami kami angkat, mohon untuk tidak dipahami secara sempit sebagai kampanye poligami. Namun, kami justru hendak mengurai secara panjang lebar bahwa ternyata ramburambu poligami itu banyak, poligami itu tidak semudah yang dibayangkan orang, poligami butuh ini dan itu yang mungkin bagi keumuman orang nyaris “mustahil” bisa melaksanakannya secara baik. Di sisi lain, kami juga ingin memberi pencerahan bahwa poligami itu tidak seseram yang dibayangkan, sehingga kita tidak perlu apriori, justru bisa mengapresiasi, tidak lantas berprasangka buruk terhadap agama kita sendiri atau terjatuh dalam sikap menghujat syariat.

Apa yang dipaparkan sekaligus sebagai bantahan terhadap tuduhan musuh-musuh Islam yang menjadikan poligami sebagai amunisi andalan untuk menyerang Islam. Kami berharap, dengan tema poligami ini, ada nasihat yang bisa dipetik. Suami tidak lagi bersikap seenaknya terhadap istri-istrinya—biasanya terhadap istri tua—, bisa memenej waktu untuk memerhatikan seluruh istri dan anaknya, bisa melaksanakan poligami dengan penuh tanggung jawab, serta kuat memegang  aturan syariat, tidak mudah terpengaruh oleh pihak lain yang hendak menzalimi salah satu istrinya. Kepada para istri yang “lebih berkuasa” atas suami—biasanya istri muda—, perlu menyadari bahwa ada wanita lain yang mempunyai hak yang sama.

Bagi wanita secara umum, diharapkan tumbuh kelapangan hati jika suami menikah lagi. Bagi laki-laki yang hendak berpoligami agar tidak hanya bermodal nekat, namun benar-benar memupuk kesiapan lahir dan batin serta menyiapkan segala tanggung jawab, sehingga kehidupan berpoligami yang dijalaninya bisa berjalan baik di bawah bimbingan syariat, dan sebagainya, wallahu a’lam. Jazakumullahu khairan.

Penulisan Huruf Singkatan

Sering saya jumpai penulisan singkatan seperti Rasulullah n, Nabi n, Allah k, Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz t. Mohon penjelasannya, adakah singkatan yang lainnya? dienz_xxx@yahoo.co.id

Huruf-huruf yang Anda maksud sebenarnya bukan singkatan, namun merupakan simbol font untuk doa. Dalam font Islamic, huruf l=subhanahu wata’ala=l; k=‘azza wajalla=k; n=shallallahu ‘alaihi wasallam=n; q=‘alaihis salam=q; w=‘alaihas salam=w, e=‘alaihimas salam=e; r=‘alaihimus salam=r; z=radhiyallahu ‘anhu=z; x=radhiyallahu ‘anha=x; c = radhiyallahu ‘ anhum a =c , g=radhiyallahu ‘anhum=g; dan t=rahimahullah=t. Kami mohon maaf, jika masih dijumpai penulisan seperti yang Anda tanyakan, berarti itu luput dari editan kami. Jazakumullahu khairan atas masukannya.