pengantar-redaksi-96

Hal-hal yang diprbolehkan Bagi Orang yang Berpuasa

  1. Bersiwak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Jika aku tidak memberatkan umatku, niscaya akan kuperintahkan mereka bersiwak setiap hendak shalat.” (Muttafaq ‘alaih)

 

  1. Masuknya waktu fajar dalam keadaan junub

Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati waktu fajar dalam keadaan junub setelah (bersetubuh dengan) istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa. (Muttafaq ‘alaihi)

 

  1. Berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung asal tidak berlebihan

Laqith bin Shabirah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَبَالِغْ فِي الْاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

“Dan bersungguh-sungguhlah kalian dalam ber-istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung ketika berwudhu) kecuali bila kalian berpuasa.” (HR. Abu Dawud, 1/132, dan at-Tirmidzi, 3/788, an-Nasa’i, 1/66, dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)

 

  1. Menggauli istri selain bersetubuh

Sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium (istrinya) dan beliau berpuasa, menggaulinya (bukan jima’) dan beliau berpuasa.” (Muttafaqun ‘alaihi)

 

  1. Mencicipi makanan dan menciumnya asal tidak memasukkan ke dalam kerongkongan

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu berkata, “Tidak mengapa seseorang mencicipi cuka atau sesuatu (yang lain) selama tidak masuk kerongkongannya dalam keadaan dia berpuasa.” (Diriwayatkan al-Bukhari secara mu’allaq dan disambung sanadnya oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Baihaqi)

 

  1. Mandi di siang hari

Sebagaimana yang terdapat pada kisah junub Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah lalu.

 

Perbuatan yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan

  1. Memperbanyak shadaqah
  2. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an, zikir, doa, dan shalat

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu meriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللهِ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya lalu membacakan kepadanya Al-Qur’an.” (HR. al-Bukhari)

  1. Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala (yang berpuasa) dalam keadaan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Ahmad, 4/114, at-Tirmidzi, 3/807, Ibnu Majah, 1/1746, ad-Darimi no. 1702, dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih at-Tirmidzi).

Wallahul muwaffiq.

 

ditulis oleh al-Ustadz Abu Abdirrahman al-Bugisi

4 pemikiran pada “Hal-hal yang diprbolehkan Bagi Orang yang Berpuasa”

  1. bismillah alhamdulillah saya bisa lebih memahami ilmu agama setelah membaca majalah asysyariah.jazakumullahu khairan

Komentar ditutup.