اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

 

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh dalam kesesatan atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, bodoh atau dibodohi.” (HR. Abu Dawud dari Ummu Salamah x, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani; lihat Shahih Abi Dawud, Misykah al-Mashabih 2/783, cetakan ke-2, al-Maktabah al-Islami)

Makna أّنْ أَضِلَّ ialah menyimpang dari al-haq, berasal dari kata الضَّلَالُ yang bermakna lawan dari petunjuk dan hidayah.

Makna أَوْ أُضِلَّ ialah aku disesatkan oleh orang lain atau aku menyesatkan orang lain.

(Lihat ‘Aunul Ma’bud, 14/296 no. 5083, cetakan Darul Kutub al-Ilmiah)