Mu’adzah Bintu ‘Abdillah

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)

 

Dia seorang tabi’iyah. Namanya Mu’adzah bintu Abdillah Al-’Adawiyyah Al-Bashriyyah rahimahallah. Berkuniah dengan Ummush Shahba’. Dia adalah istri seorang tabi’i yang mulia, Abush Shahba’, Shilah bin Asyyam t.
Dikenal sebagai seorang wanita yang berilmu. Dia mengambil hadits Rasulullah n dari ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Aisyah Ummul Mukminin, Hisyam bin ‘Amir Al-Anshari, dan Ummu ‘Amr bintu ‘Abdillah bin Az-Zubair. Sederet ulama meriwayatkan hadits darinya.
Al-Imam Yahya bin Ma’in t menyatakan bahwa Mu’adzah rahimahallah adalah seorang yang tsiqah hujjah, mengisyaratkan akan kekokohan riwayatnya. Hadits yang diriwayatkannya adalah hadits-hadits yang dapat menjadi hujjah, termaktub dalam kitab-kitab yang mengumpulkan hadits-hadits shahih.
Mu’adzah t juga dikenal sebagai seorang wanita ahli ibadah. Dia biasa menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah. Pernah dia menyatakan, “Aku sungguh heran dengan mata yang selalu tidur, padahal dia telah mengetahui adanya tidur panjang nanti di dalam kegelapan kubur.”
Dalam perguliran masa, ternyata Allah l tetapkan Mu’adzah ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya. Suami dan putranya meninggal dalam suatu peperangan. Para wanita pun berdatangan dan berkumpul di sisi Mu’adzah.
“Selamat datang jika kalian datang untuk memberikan ucapan selamat!” kata Mu’adzah menyambut mereka. Dia pun melanjutkan, “Adapun jika tidak, maka lebih baik kalian kembali.”
Wanita mulia ini wafat pada tahun 83 H, meninggalkan ilmu yang begitu berharga. Semoga Allah l meridhainya.
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

Sumber bacaan:
• Siyar A’lamin Nubala’, Al-Imam Adz-Dzahabi (4/508-509)
• Tahdzibul Kamal, Al-Imam Al-Mizzi (35/308-309)