Menu Click to open Menus
Home » Asy Syariah Edisi 094 » Pengantar Redaksi

Pengantar Redaksi

(186 Views) September 10, 2013 11:02 pm | Published by | No comment

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

SEGALANYA MUDAH DENGAN SABAR

Hidup tak selamanya mulus. Setiap saat, kesulitan atau ujian hidup bisa datang menghampiri, baik itu berupa musibah maupun godaan berbuat maksiat. Lebih-lebih, di zaman yang konon katanya serbasulit, godaan untuk menempuh jalan pintas dalam mencari rezeki demikian kuat. Demikian pula di zaman yang penyalahgunaan teknologi sudah mengepung, kemaksiatan pun seakan dalam genggaman.

Tinggal mencet keypad handphone atau keyboard komputer, kerusakan dengan mudah kita akses. Bahkan, saking rusaknya manusia dan jauhnya umat dari ajaran Islam, menjalankan ketaatan pun butuh kesabaran ekstra. Yang menjalankan ketaatan siap-siap dituding sesat, eksklusif, tekstual, tidak berjiwa kebangsaan, dianggap suka benar sendiri, dan sebagainya.

Itulah di antara saat-saat kesabaran kita diasah. Betapa sabar laksana memegang bara api. Dipegang panas, tidak dipegang akan membakar semuanya. Akan tetapi, sabar juga ibarat matahari, bersifat panas namun mampu menumbuhkan tanaman di muka bumi. Oleh karena itu, muncullah anekdot, orang yang sabar jiwanya akan subur, dan orang yang tidak sabaran akan cepat masuk kubur.

Lepas dari itu, orang yang beriman memang harus meyakini bahwa manusia pasti diuji. Dia pun harus bersedia menerima ujian dari Allah Subhanahu wata’ala dan memupuk kekuatan untuk bersabar. Kita juga perlu merenungi, ujian yang kita terima belum ada apa-apanya dibandingkan dengan orang-orang sebelum kita. Betapa banyak contoh ujian berat yang dialami para nabi. Bagaimana pula dengan kisah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang disiksa karena keimanan mereka?

Seberat apa pun ujian itu, sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Mahasabar kepada hamba-Nya. Walaupun hamba-Nya bergelut kemaksiatan, namun Allah Subhanahu wata’ala masih saja memberikan kita banyak kenikmatan. Kalau toh ada sekelompok manusia yang diberi azab, itu lebih karena manusianya yang sudah bertindak melampaui batas. Memang, sabar mudah diucapkan, namun tidak mudah dipraktikkan. Saking sulitnya bersikap sabar, Allah Subhanahu wata’ala pun menjanjikan banyak ganjaran bagi orangorang yang bersabar, di antaranya janji surga dan ampunan dosa.

Adapun di dunia, banyak hal yang bisa kita petik kala kita bisa bersabar. Orang yang bersabar tidak akan mudah putus asa dengan suatu masalah yang sedang dihadapi, bahkan masalah lebih bisa teratasi dengan baik. Selanjutnya, dia akan lebih hati-hati dan tetap semangat dalam menghadapi masalah hidup. Dengan sabar, kita juga bisa menumbuhkan empati atau merasakan penderitaan orang lain, sehingga tumbuh rasa syukur bahwa ternyata kita masih lebih beruntung daripada orang lain. Konflik rumah tangga yang biasanya “diselesaikan” dengan kekerasan dan sikap tidak mau kalah pun, bisa dicairkan dengan sikap sabar.

Intinya, sebagaimana dalam hadits, tiada pemberian yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas manfaatnya daripada kesabaran. Dengan kesabaran, jiwa seseorang akan tenang dan tidak akan goyah saat mendapat cobaan. Sabar juga menjadi ukuran iman dan takwa seseorang. Semakin tinggi keimanan seseorang, semakin tinggi pula tingkatan masalah yang dihadapi, dan semakin besar pula kesabaran yang dibutuhkan. Oleh karena itu, jangan sekali-kali “mencari masalah”. Namun, apabila ada masalah, kita harus siap menghadapinya. Yakin dan percayalah, dengan bersabar, kitaakan mendapat pemecahan dan kemudahan.Di sinilah letak kesabaran itu diuji,sehingga kita berharap dapat menjadi pribadi yang kokoh dan tangguh, serta tidak mudah tergiur dengan hal-hal yang memupus kesabaran yang telah kita pupuk.

والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Comment Closed: Pengantar Redaksi

Sorry, comment are closed for this post.