Batasan Aurat Wanita Muslimah

Apa batasan aurat seorang wanita di hadapan sesama wanita muslimah, wanita fajirah, dan kafirah?

 

Jawab:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah berfatwa,

“Aurat wanita di hadapan sesama wanita tidaklah berbeda karena perbedaan agama. Jadi, aurat muslimah sama dengan aurat wanita kafirah, dan aurat dengan wanita yang ‘afifah (menjaga kehormatan diri) sama dengan aurat wanita fajirah. Kecuali apabila ada sebab lain yang mengharuskan untuk lebih menjaga diri.

Akan tetapi, kita wajib mengetahui bahwa aurat tidak diukur dari pakaian, karena pakaian harus menutupi tubuh. Walaupun aurat sesama wanita adalah antara pusar dan lutut, tetapi pakaian dan aurat adalah hal berbeda.

Jika seorang wanita memakai pakaian yang menutup tubuhnya dengan baik, lantas tampak dada atau buah dadanya karena satu dan lain hal di hadapan wanita lain1, padahal dia telah mengenakan pakaian yang menutupi tubuhnya dengan baik, hal ini tidak apa-apa.

Apabila ia mengenakan pakaian pendek yang hanya menutupi pusar sampai ke lututnya, dengan alasan aurat sesama wanita adalah dari pusar ke lutut, hal ini tidak boleh. Aku tidak yakin ada orang yang berpandangan demikian.” (Majmu’ah As’ilah Tuhimmul Usratil Muslimah, hlm. 8384)

Perhiasan Wanita dihadapan Anak Laki-laki

Saudariku yang mulia… semoga rahmat Allah subhanahu wa ta’ala selalu besertamu… Kita masih melanjutkan pembicaraan tentang beberapa golongan yang diperkenankan memandang perhiasan/tubuh wanita sebagaimana termaktub dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat an-Nur ayat 31. Dan kita dapatkan golongan terakhir yang disebutkan dalam ayat adalah anak laki-laki yang belum mengerti aurat wanita. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, Lanjutkan membaca Perhiasan Wanita dihadapan Anak Laki-laki