Tanya Jawab Ringkas Edisi 89

Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini.

Anak dari Kakek yang Menikahi Janda

Kakek menikah lagi dengan janda beranak dua (laki-laki). Apakah kedua anak tersebut mahram bagi saya (perempuan)? Kemudian dari pernikahan tersebut lahir anak laki-laki. Apakah dia mahram bagi saya? 085215XXXXXXX

Anak lelaki dari janda yang dinikahi kakek Anda bukan mahram Anda. Adapun anak lelaki yang lahir dari pernikahan kakek dan janda itu adalah paman Anda yang merupakan mahram.

_____________________________________________________________________________________

Menyucikan Diri setelah Memakan Makanan Haram

Jika kita memakan sesuatu yang belum pasti halal (haram), apakah diri (tubuh) kita tetap tidak suci lagi hingga hari akhir kelak? Bagaimana cara menyucikan tubuh kita dari makanan haram yang telah kita makan? 085767XXXXXX

Cara membersihkan diri dari makanan yang haram adalah dengan bertobat kepada Allah Subhanahu wata’ala.

______________________________________________________________________________________

Hukum Merokok

Bagaimana hukum merokok atas seseorang yang sudah berusaha berhenti tetapi tidak mampu? Kalau sehari saja tidak merokok, dia akan merasa pusing dan menderita. Mohon nasihatnya. 089693XXXXXX

Tetap haram atasnya. Dia wajib menahan diri dan berhenti dari rokok, walaupun ia merasa pusing dan menderita tanpa merokok. Hal itu jauh lebih ringan daripada mudarat penyakit akibat rokok. Lagi pula hal itu akan berlalu dengan berjalannya waktu, bahkan mungkin teratasi dengan mengisap permen khusus. Konsultasikan ke dokter.

_______________________________________________________________________________________

Hukum Barang Tertinggal

Apa yang harus dilakukan jika ada pembeli yang tidak sengaja meninggalkan barangnya di toko saya dalam jangka waktu yang lama? 0811XXXXXX

Umumkan di depan toko Anda atau di tempat umum lainnya tanpa menyebut semua ciri-ciri dan wujud barangnya agar jika ada yang datang mengaku, Anda bisa mengujinya. Jika dalam setahun pemiliknya tidak datang, Anda punya beberapa pilihan:

1. Tetap menyimpannya sampai pemiliknya datang.

2. Memanfaatkannya, dengan catatan jika setelah itu pemiliknya datang, Anda ganti.

3. Menyedekahkannya atas nama pemiliknya. Jika setelah itu ia datang dan tidak ridha, wajib Anda ganti, dan pahalanya untuk Anda.

_______________________________________________________________________________________

Hukum Menyemir Rambut Pirang

Jika rambut seseorang berwarna pirang, apakah ia boleh menyemirnya dengan warna hitam, karena warna asli rambutnya memang bukan hitam? 085740XXXXXX

Rambut pirang tidak boleh disemir dengan warna hitam.

______________________________________________________________________________________

Istri Tidak Memenuhi Kewajiban

Saya sudah menikah, tetapi saya tidak melakukan kewajiban sebagai istri, karena saya tidak mencintai suami saya lagi. Apakah saya berdosa? 082267XXXXXX

Anda berdosa jika tidak melaksanakan kewajiban sebagai istri kepada suami. Jika Anda tidak mencintainya dan tidak sanggup bersabar bersamanya menjalankan kewajiban sebagai istri, mintalah khulu’ dengan menebus bayaran senilai mahar atau semisalnya yang disepakati bersama. Ajukan permohonan khulu’ ke KUA atau pengadilan agama.

_______________________________________________________________________________________

Warisan untuk Anak Angkat

Apakah anak angkat berhak mendapatkan harta warisan orang tua angkatnya? 082136XXXXXX

Anak angkat tidak berhak mendapat warisan dari orang tua angkatnya. Namun, ia bisa diberi wasiat harta maksimal 1/3 jumlah warisan.

_______________________________________________________________________________________

Cara Membayar Kafarah

Bagaimanakah cara membayar kafarah? Apakah boleh diberikan kepada anak-anak pondok? 085743XXXXXX

Boleh diberikan kepada anak-anak pondok yang miskin. Adapun anak pondok yang tercukupi nafkahnya oleh orang tuanya, tidak boleh.

______________________________________________________________________________________

Ayah Meninggal, Belum Sempat Membayar Utang Puasa

Dalam bulan Ramadhan kemarin, bapak tidak puasa kurang lebih dua minggu karena sakit jantung. Setelah Idul Adha, bapak meninggal dan belum sempat mengganti puasanya. Bolehkah ahli waris menggantikan? Dengan berpuasa atau membayar fidyah? Jazakumullah khairan. 081359XXXXXX

Diutamakan bagi ahli waris untuk mengqadhakannya atau menfidyahkannya dari harta peninggalannya, meski tidak wajib. Jika yang meninggal tidak memiliki harta warisan, tidak ada kewajiban untuk memfidyahkannya. Hal itu jika bapak Anda sempat membaik dan kuat berpuasa, tetapi ternyata meninggal sebelum mengqadha. Jika sakitnya berlanjut hinggga meninggal, tidak disyariatkan bagi walinya melakukan hal itu, menurut pandangan yang rajih. Wallahu a’lam.

______________________________________________________________________________________

Menghadiri Hajatan yang Diperdengarkan Musik

Apakah boleh menghadiri suatu hajatan yang diperdengarkan musik yang berasal dari VCD atau semisalnya? Jazakumullah khairan. 081542XXXXXX

Tidak boleh menghadiri hajatan yang ada acara maksiatnya, seperti musik atau kemungkaran lainnya.

_______________________________________________________________________________________

Jima’ Saat Puasa

Empat tahun yang lalu saya pernah berjima’ waktu bulan puasa. Bagaimana kafaratnya? 082141XXXXXX

Kafaratnya adalah berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, memberi makan 60 fakir miskin dengan cara:

– masing-masing diberi beras 1 mudd (kurang lebih 525 gr)

– masing-masing diberi nasi satu porsi yang mengenyangkan. Baik cara pertama maupun kedua, sebaiknya dilengkapi lauk-pauk, tetapi tidak wajib. Keterangan lebih lengkap, lihat buku kami “Fikih Puasa Lengkap”.

_______________________________________________________________________________________

Shalat Orang yang Sedang Koma

Bagaimana tata cara shalat bagi seseorang yang sedang koma? 085383XXXXXX

Terdapat perbedaan pendapat di antara ulama dalam masalah hukum qadha shalat orang yang pingsan atau koma. Yang dirajihkan oleh Ibnu ‘Utsaimin dalam asy-Syarh al-Mumti’ (pada awal Kitab ash-Shalah) dan difatwakan al-Lajnah ad-Da’imah (diketuai oleh Ibnu Baz) adalah tidak ada kewajiban qadha atasnya, lantaran ia bukan mukallaf saat pingsan/komanya. Masalah ini tidak bisa diqiyas dengan orang tidur, karena dua perbedaan:

1. Orang tidur bisa dibangunkan, sedangkan orang pingsan/koma tidak demikian.

2. Tidur adalah keadaan yang banyak terjadi dan terulang-ulang setiap hari, sedangkan pingsan/koma adalah hal yang jarang terjadi pada diri seseorang. Jadi, tidak ada kewajiban qadha shalat hari-hari koma yang dialami oleh bapak Anda. Wallahu a’lam.

_______________________________________________________________________________________

Hitungan Talak

Ada seorang lelaki menalak istrinya dua kali. Setiap kali talak, diikuti rujuk setelahnya. Setelah talak yang kedua, istrinya bertanya kepada salah seorang ustadz, “Apakah dua talak yang diikuti rujuk tersebut masih terhitung dan tersisa satu talak?” Ustadz tersebut menyatakan terhapus/dihitung dari awal lagi. Istrinya pun menyampaikan hal ini kepada suaminya. Setelah beberapa lama, terjadi pertikaian yang berujung kepada jatuhnya kata talak dengan kalimat, “Saya menalakmu dengan talak satu,” karena menyangka jawaban ustadz tersebut benar. Namun, ketika ditanyakan kepada ustadz yang lain, ternyata dua talak yang lalu masih terhitung, dan sekarang telah jatuh talak tiga. Apakah talak tersebut benar-benar jatuh ataukah ini merupakan kesalahan yang bisa dimaafkan? 083150XXXXXX

Dengan itu, talak tiga (talak ba’in) telah jatuh. Jawaban yang diberikan kepadanya adalah kesalahan fatal, karena tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama bahwa talak yang diselingi rujuk tetap berlanjut hitungannya sampai jatuh talak tiga. Ketidaktahuan dia akan hukum tersebut tidak ada pengaruhnya. Hal ini sebagaimana tidak tahunya sahabat yang menggauli istrinya pada siang hari bulan Ramadhan tentang konsekuensi perbuatannya yang mengharuskan kafarat, tetapi tetap dikenakan kafarat oleh Rasulullah n. Begitu pula dalam hal ini, ketidaktahuan akan konsekuensi talak yang dijatuhkannya tidak berarti dia tidak terkena konsekuensi tersebut.

Tanya Jawab Ringkas Edisi 82

Buang Angin Terus-Menerus

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Saya seorang wanita yang memiliki masalah dengan shalat. Terkadang saya harus berwudhu berkali-kali karena buang angin yang tidak bisa ditahan, apakah itu penyakit atau bukan? Saya sedih karena hal itu sering terjadi sehingga shalat tidak bisa tenang karena sering buang angin dan terkadang shalat belum selesai karena harus berkali-kali wudhu, sedangkan anak sedang menangis. Apa yang harus saya lakukan supaya shalat saya bisa khusyuk? Mohon jawaban dari ustadz. (Ummu Fulan)

Jawab :

Anda tidak perlu bersedih. Bersabarlah atas takdir Allah Subhanahu wata’ala. Hal itu adalah ujian bagi Anda yang harus dihadapi dengan kesabaran. Ada kemungkinan hal itu karena masuk angin. Cobalah atasi dengan menggunakan jaket dan kaos kaki serta ikhtiar-ikhtiar lainnya. Carilah waktu redanya buang angin itu untuk melaksanakan shalat di waktu itu. Selain itu, upayakanlah menenangkan anak Anda dengan memberinya makanan atau mainan, lalu Anda melaksanakan shalat agar dapat lebih khusyuk. Jika anak Anda menangis saat shalat, tidak mengapa mempercepat shalatnya. Sebab, pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami di masjid dan bermaksud memanjangkan shalat, tetapi mendengar suara tangis bayi di belakangnya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mempercepat shalatnya. Wallahua ’lam.

 

Tidur Sebelum Zhuhur, Bangun Waktu Ashar

Ustadz, saya mau tanya. Kalau kita ketiduran melewati waktu zhuhur kemudian baru bangun waktu ashar, terus shalat yang kita lakukan bagaimana tata caranya? Apakah boleh diringkas jadi

dua rakaat dua rakaat? Terima kasih. (timxxxx@yahoo.co.id)

Jawab :

Ketika Anda terbangun, maka langsung mengqadha shalat zhuhur tersebut empat rakaat, setelah itu baru shalat Ashar empat rakaat. Tidak boleh diqashar menjadi dua rakaat dua rakaat karena qashar khusus untuk musafir.

 

Urutan Shalat Ketika Jamak Ta’khir

Saya mau bertanya tentang shalat yang dijamak ta’khir, seperti shalat maghrib dan isya. Urutan shalat yang dikerjakan pertama shalat apa dahulu? Kemudian masalah mandi janabah, bagaimana tata caranya menurut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam? Terima kasih. (Nusa)

Jawab :

  1. 1.    Sesuai urutan shalat : shalat zhuhur kemudian shalat ashar; shalat maghrib kemudian shalat isya.
  2. 2.    Tata cara mandi janabah menurut tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :
  • Berniat untuk mandi suci dalam kalbu.
  • Kemudian membaca basmalah.
  • Kemudian berwudhu dengan wudhu yang sempurna.
  • Kemudian mengguyurkan air di atas kepala dengan cidukan tangan (dan meratakannya di seluruh kulit kepala)
  • Setelah itu mengguyur kepala tiga kali; dimulai dengan mengguyur belahan kanan kepala kemudian belahan kiri, kemudian mengguyur pertengahan kepala.
  • Terakhir, mengguyur sekujur tubuh yang tersisa; dimulai dengan belahan kanan tubuh, kemudian yang kiri. Wallahu a’lam.

 

Menikahi Wanita yang Dizinai

Bolehkah seorang lelaki yang sudah bertobat menikahi wanita yang pernah dizinainya?

Jawab :

Boleh, dengan dua syarat :

  1. 1.    Wanita tersebut juga telah bertobat.
  2. 2.    Wanita tersebut telah menjalani istibra’ (pembebasan) rahim dari kemungkinan adanya janin hasil hubungan zina itu dengan haid satu kali (jika tidak hamil) atau melahirkan bayinya (jika hamil).

Puasa Dawud

Apa ada sunnahnya puasa Dawud dan apa pernah ada sahabat yang menjalankan puasa itu?

Jawab :

Puasa Dawud adalah puasa sunnah yang afdal (paling utama), tidak ada puasa sunnah yang lebih utama darinya. Hal ini sebagaimana bimbingan Rasululah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat yang mulia Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma (dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih).

 Puasa Ayyamul Bidh

Bagaimana cara puasa sunnah ayyamulbidh (tanggal13,14, dan15) tiap bulan, sedangkan kita tidak tahu kapan tanggal 1 setiap bulan hijriah. Apakah boleh bersandar kepada kalender hijriah karena kita susah ru’yatul hilal?

Jawab :

Anda dapat melihat langsung bulan yang bersinar terang diatas langit pada tanggal 13,14, dan 15 bulan qamariah. Tidak mengapa menggunakan kalender yang ada sebagai acuan untuk membantu Anda mengamati bulan yang ada di atas Anda, karena pada malam malam itu bulan terlihat sangat terang di atas langit. Anda dapat mengetahui secara langsung dengan melihat bulan tersebut, insya Allah. Wallahu a’lam.

 

Wali Nikah Seorang Dukun

Bismillah. Sahkah sebuah perkawinan yang akhwat tersebut walinya seorang dukun?

Jawab :

Jika walinya itu telah dinasihati dan ditegakkan hujah atasnya tentang kafirnya perdukunan yang bekerja dengan ilmu sihir (kerjasama dengan setan), mengklaim ilmu gaib, dan semacamnya, namun dia tetap menekuninya karena hawa nafsu, dia kafir. Jika demikian, tidak sah perwaliannya. Wallahu a’lam.

 

Mertua Tetap Mahram Meski Sudah Bercerai

  1. Setelah wanita bercerai dari suaminya, apakah mertua laki-laki tetap menjadi mahram bagi wanita tersebut?
  2. Jika suami istri cerai dan hak asuh jatuh kepada wanita, sampai usia berapa si anak berhak dinafkahi oleh ayahnya?
  3. Apakah merencanakan untuk mencerai sudah termasuk talak?

Jawab :

  1.    Ya, tetap mahram.
  2.   Seorang ayah yang punya kemampuan menafkahi berkewajiban menafkahi anaknya sampai si anak mampu menafkahi dirinya sendiri dengan penghasilannya.
  3.   Rencana mencerai tidak termasuk mencerai.

Suami Mengancam Talak

Seorang suami mengancam istrinya dengan kata-kata, “Kalau berani pulang ke rumah orang tuamu, kau bukan istriku lagi. “Apakah termasuk talak? Suami hanya ingin mengancam agar istri takut, karena istri tidak betah di tempat mertua. Mohon penjelasannya.

Jawab :

Hukumnya adalah sumpah yang dapat ditebus dengan kafarat sumpah jika dilanggar. Jadi, jika ternyata suatu saat istrinya pulang kerumah orang tuanya, si suami terkena kafarat sumpah yang dilanggar itu.

 

Puasa Sunnah Hari Sabtu

Bagaimana hukum melakukan puasa sunnah bertepatan dengan hari Sabtu? Sebab, saya membaca hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud, terdapat larangan puasa pada hari Sabtu kecuali apa-apa yang diwajibkan. Kalau jadwal puasa Dawud kami bertepatan dengan hari Sabtu, apa yang harus kami lakukan? Apakah kami melompatinya ke hari Ahad atau bagaimana? (Rahmat-Situbondo)

Jawab :

Yang rajah (kuat), boleh berpuasa sunnah pada hari Sabtu. Hadits larangan puasa sunnah pada hari Sabtu adalah hadits yang keliru dan tidak bisa dijadikan hujah. Apalagi terkait dengan puasa Dawud, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membimbing Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma agar berpuasa Dawud; berpuasa sehari dan berbuka sehari (Muttafaq ‘alaih), tanpa mengecualikan hari Sabtu. Artinya, meskipun puasa Dawud itu bertepatan jatuhnya dengan hari Sabtu, tetap berpuasa. Masalah ini telah kami kupas tuntas dengan taufik Allah Subhanahu wata’ala  pada buku kami, Fikih Puasa Lengkap.

 

Halalkah Kadal?

Apakah kadal boleh dimakan?

Jawab :

Terdapat perbedaan pendapat. Yang kami pandang lebih hati-hati adalah pendapat jumhur ulama yang mengatakan haram.

 

Qadha Shalat Lail

  1. Bolehkah qadha shalat lail? Seseorang shalat lail beberapa rakaat. Belum sebelas rakaat, ternyata masuk waktu subuh. Dia ingin menyempurnakan menjadi sebelas rakaat, bagaimana caranya? Kapan waktu qadhanya? Apakah pakai witir?
  2. Kapan mulai waktu puasa Syawal, apakah harus berurutan?

Jawab :

  1. Yang disyariatkan diqadha apabila luput karena uzur adalah shalat witir. Seperti halnya jika ketiduran dan terlambat bangun, lalu shalat lail beberapa rakaat, tetapi ternyata waktu subuh telah tiba, yang artinya waktu shalat witir telah habis. Jika demikian, shalat witirnya diqadha di waktu dhuha ditambah satu rakaat untuk menggenapkannya sesuai jumlah rakaat shalat witir yang menjadi kebiasaan seseorang. Jika biasanya dia shalat witir tiga rakaat, diqadha dengan empat rakaat; dengan cara dua rakaat dua rakaat. Jika biasanya dia shalat witir lima rakaat, diqadha dengan enam rakaat; dengan cara dua rakaat dua rakaat. Dalilnya adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwaRasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengqadha shalat witirnya yang luput karena sakit atau tertidur di waktudhuha dua belas rakaat (HR. Muslim).
  2. Mulai tanggal 2 Syawal dan tidak harus berurutan.

_______________________________________________________________________________________

Contoh Kasus Pembagian Warisan

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Seorang bapak meninggal dengan meninggalkan sejumlah harta. Ahli warisnya terdiri dari istri, dua anak perempuan, dua anak laki-laki, seorang saudara perempuan sekandung dan dua orang saudara laki-laki sekandung. Bagaimana pembagian harta waris tersebut? Jazakallahu khair. (+6285868xxxxxx)

Jawab :

Istri mendapatkan 1/8 karena ada anak. Saudara dan saudari gugur karena adanya anak laki-laki. Sisa harta dibagi untuk anak laki-laki dan perempuan, dengan anak laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian anak perempuan.

 

Bisnis Valuta Asing

Saat ini marak orang tertarik bisnis valuta asing dengan keuntungan 10% dari modal, dengan cara menyerahkan sejumlah uang kepada orang lain tanpa tahu proses pembelian valuta tersebut. Setiap bulan kita menerima 10% dari modal kita. Bagaimana hukumnya? Jazakumullah khairan. (+6281354XXXXXX)

Jawab :

Jual beli valas disyaratkan harus serah terima di tempat. Sistem online tidak boleh karena terkena riba nasiah. Adapun hakikat akad di atas adalah mudharabah. Penetapan laba dengan nominal atau persentase tertentu adalah riba karena ada unsure pertaruhan dengan spekulasi tinggi. Yang benar, laba menggunakan persentase sesuai dengan kesepakatan, tergantung untung rugi usaha yang dijalankan. Apabila rugi, investor pun harus ikut menanggungnya. Lihat masalah mudharabah di Asy-Syariah edisi 28 dan 53. Waffaqakumullah.