Surat Pembaca Edisi 107

Koreksi I

Asy Syariah edisi 106, halaman 83, tentang cara melindungi anak perempuan pada masa kini. Ada 8 hal, tetapi yang no. 2 tidak ada dan untuk no. 8 ada 2, yang benar yang mana? Syukran.

08564xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Alhamdulillah, isi artikel tidak terkurangi dari aslinya. Akan tetapi, ada kesalahan dari kami sehingga terjadi kekeliruan penomoran poin sebagaimana yang Anda sebutkan. Jazakumullah khairan atas koreksi Anda.

 

Koreksi II

Afwan, ada sedikit koreksi untuk Majalah Asy Syariah edisi 106, hlm. 65, at-Taghabun: 14, di bawahnya tercantum: (HR. at-Tirmidzi dan beliau berkata, “Hasan sahih,” dan dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani.)

08783xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Penjelasan riwayat yang tercetak dalam kurung tersebut tidak hanya terkait dengan surat dan ayat yang Anda sebutkan, tetapi terkait dengan jawaban Ibnu Abbas tentang sebab turunnya ayat ini. Kami memohon maaf atas kekurangan yang terjadi sehingga timbul kesalahpahaman. Jazakumullah khairan atas koreksi Anda.

 

Koreksi III

Saya menemukan beberapa ganjalan pada Majalah Asy Syariah edisi 105, Vol. IX/1436 H/2014 M. Di antaranya:

  1. Pada hlm. 25, bagian kanan tengah, di situ tertulis “imagi”. Yang betul “image” atau seperti yang disebutkan?
  2. Pada hlm. 37, disebutkan firman Allah l dalam surat an-Nur ayat 19. Ayat tersebut diakhiri dengan lafdzul jalalah, padahal lanjutan ayat tidak demikian. Demikian pula pada halaman 42.
  3. Pada hlm. 41, tentang lafadz li’an, tertulis ‘alaihi inkunta. Kalau mengikuti terjemahan, maka seharusnya ‘alayya inkuntu.
  4. Masih pada halaman yang sama, tentang ucapan li’an bagi istri, disebutkan ‘alaiha. Kalau mengikuti terjemahan, seharusnya ‘alayya.
  5. Pada hlm. 52, bagian tengah, tidak disebutkan perawi haditsnya.

08232xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:
  1. Penulisan yang benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “imaji”.
  2. Anda benar, seharusnya tidak ada lafdzul jalalah di belakang ayat tersebut.

3 & 4. Lafadz yang benar dengan dhammah, inkuntu.

Adapun lafadz ‘alaihi dan ‘alaiha, asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam asy-Syarhul Mumti’ (7/323-324, Kitabul Li’an) menjelaskan, dhamir (kata ganti) yang digunakan seharusnya untuk mutakallim (orang pertama). Akan tetapi, dalam rangka adab, lafadz tersebut diucapkan menggunakan dhamir ghaibah (orang ketiga), agar pembicara tidak menyandarkan laknat kepada dirinya sendiri.

  1. Diriwayatkan oleh Ahmad, Malik, dan al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinyatakan sahih oleh al-Albani dalam ash-Shahihah (1/75).

Kami memohon maaf atas berbagai kekurangan tersebut, seraya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan koreksi yang bermanfaat ini. Jazakumullah khairan.

Surat Pembaca Edisi 106

Banyak Pendapat dalam Satu Masalah

Kepada Redaksi Majalah Asy Syariah kami mohon agar bahasa Asy Syariah dipermudah. Terus terang kami terkadang malas membaca, karena bahasa yang sangat sulit dipahami, terutama ketika terlalu banyak pendapat dalam membahas suatu masalah.

Ini membuat kami pusing. Kalau bisa ambil pendapat yang paling kuat (saja).

08534xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Perbedaan pendapat dalam suatu perkara agama kadang memang tidak terhindarkan. Kami tidak mungkin memaksakan atau mengarahkan pada satu pendapat tertentu saja. Di bagian akhir, biasanya disebutkan pendapat yang menurut penulis rajih (kuat).

Pendapat penulis sendiri tidak berarti mewakili Asy Syariah secara umum. Inilah dinamika khilafiah yang patut kita hormati, selama merujuk kepada dalil yang benar tentunya. Kami memohon maaf apabila masih muncul redaksi atau kalimat-kalimat yang membingungkan pembaca.

 

Ralat Bundel

Assalamu’alaikum. Pada Bundel Asy Syariah edisi 07—12 hlm. 301, tentang memberi salam, surat an-Nisa: 86 yang dicantumkan salah teksnya. Barakallahu fik.

081373xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Walaikumus salam warahmatullah wabarakatuh. Anda benar. Seharusnya, ayat yang tercantum ialah,

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٖ فَحَيُّواْ بِأَحۡسَنَ مِنۡهَآ أَوۡ رُدُّوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَسِيبًا ٨٦

Adapun terjemahan yang tercantum sudah benar. Kami ucapkan jazakallah khairan atas koreksi Anda.

 

Rubrik Khutbah Jumat Kurang Teliti?

Ada ketidaktelitian dalam Rubrik Khutbah Jumat hlm. 84—85, edisi 104. Memakmurkan masjid ada dua bentuk, Pertama…. Tetapi, yang kedua tidak ada. Disebutkan juga bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atasburan

Mujiman-Lampung Selatan

081379xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Bentuk memakmurkan masjid yang kedua disebutkan pada hlm. 86. Karena terpisah agak jauh, kami memberinya tanda dengan cetak tebal. Kami memohon maaf apabila hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan.

Adapun pembahasan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  menyalati di atas kuburan seorang wanita, hal ini pernah dibahas pada Rubrik Problema Anda edisi 014. Silakan dibaca kembali.

Artikel tersebut bisa Anda baca pula di website kami pada link berikut: http://asysyariah.com/hukummenshalatkan-jenazah-di-kuburan/

Surat Pembaca Edisi 105

Bahas Tuntas Imunisasi

Mohon dibahas tentang imunisasi untuk bayi, wanita hamil, atau sebelum menikah. Bagaimana sikap yang benar bagi salafiyyin untuk menyikapi hal itu? Padahal pemerintah telah mencanangkan program imunisasi dasar. Apakah hal itu berarti wajib bagi WNI untuk patuh imunisasi? Ataukah pemerintah hanya menganjurkan saja?

08573xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Insya Allah kami akan mengangkat beberapa masalah fikih aktual dalam Rubrik Kajian Utama pada edisi 112. Semoga Allah memudahkan urusan kita semua.

 

Kesalahan Teks Hadits

Ralat, pada Majalah Asy Syariah edisi 104 hlm. 105 terdapat dalil, “Ya’ti ‘ala at-tasi.” seharusnya, “Ya’ti ‘ala an-nasi.”

08571xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Anda benar, ada kesalahan penulisan teks hadits. Jazakumullah khairan atas koreksi Anda. Hal ini sekaligus sebagai ralat atas kesalahan tersebut.

 

Makna Zuhud

Pada majalah Asy Syariah edisi 104 hlm. 106 terdapat kalimat zuhud bermakna tidak butuh kepada akhirat? Bukankah zuhud bermakna tidak butuh kepada dunia? Mohon penjelasannya.

08529xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Zuhud yang dimaksud di sini ialah arti secara bahasa, yaitu merasa tidak perlu. Artinya, di antara makar musuh-musuh Islam ialah membuat kaum muslimin lupa dan merasa tidak memerlukan urusan akhirat. Barakallahu fikum.

 

Adil Terhadap Anak

Pada edisi 104 hlm. 100 terdapat pembahasan Masalah Adil Terhadap Anak. Yang dimaksud dengan adil pada masalah apa dan apa hukumnya?

08572xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Insya Allah sudah jelas, yang dimaksud adalah adil dalam hal pemberian. Hukumnya juga sudah dijelaskan oleh asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pada jawaban tersebut. Barakallahu fikum.

 

Rubrik Cerminan Shalihah

Mengapa Majalah Asy Syariah sudah tidak menampilkan rubrik Cerminan Shalihah?

08572xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Karena beberapa kendala, kami belum bisa menampilkan kembali Rubrik Cerminan Shalihah. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan kami untuk kembali menayangkannya.

Surat Pembaca Edisi 104

Tata Cara Shalat Berjamaah

Mohon dibahas tentang cara shalat berjamaah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiallahu ‘anhum. Barakallahu fikum.

085259XXXXXX

  • Jawaban Redaksi:

Alhamdulillah, pembahasan tentang shalat berjamaah telah kami angkat pada edisi 87. Silakan dilihat kembali. Bisa juga Anda baca di website kami, www.asysyariah.com. Barakallahu fikum.

 

Hadits Palsu Buatan Syiah

Saya sangat jijik membaca rubrik Hadits di Asy Syariah edisi 102 karena memuat hadits palsu buatan Syiah. Mohon untuk rubrik Hadits membahas hadits yang sahih saja. Membahas hadits Syiah hanya akan membuat mereka bangga karena dagangannya laku.

085228XXXXXX

  • Jawaban Redaksi:

Sengaja kita angkat pembahasan tentang hadits-hadits palsu yang dikarang oleh Syiah untuk menunjukkan kepada umat tentang kelancangan mereka berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di samping itu, masih ada yang belum mengetahui bahwa banyak hadits palsu—baik buatan Syiah atau hadits palsu yang lain secara umum—yang bertebaran di masyarakat. Diharapkan pembahasan seperti ini membangkitkan kewaspadaan umat.

 

Bongkar Terus Kejahatan Syiah

Saya sangat mengharapkan Majalah Asy Syariah tetap terus membongkar kejahatan-kejahatan kaum Syiah terutama yang di negara kita ini. Sebab, masyarakat awam banyak yang belum mengerti tentang agama Syiah.

082164XXXXXX

  • Jawaban Redaksi:

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan keistiqamahan kepada kita semua dan memudahkan kami untuk mewujudkan harapan Anda. Insya Allah kami akan terus berusaha menyuarakan kebenaran, karena para pengusung kebatilan juga tidak pernah diam menyuarakan kesesatan mereka. Wallahul muwaffiq.

 

Sururiyah

Asy Syariah pernah membahas tentang Sururiyah? Pada edisi berapa? Jazakallahu khairan.

085743XXXXXX

  • Jawaban Redaksi:

Apabila yang Anda maksud adalah pembahasan komprehensif sebagai Kajian Utama, belum pernah. Akan tetapi, sudah pernah disinggung pada beberapa artikel terpisah. Kami sarankan Anda untuk mengunjungi website kami dan menggunakan fasilitas pencarian artikel yang tersedia. Barakallahu fikum.

 

Shalat Sunnah

Tolong Asy Syariah memuat masalah shalat sunnah/shalat malam yang sesuai dengan bimbingan sunnah. Syukran.

082333XXXXXX

  • Jawaban Redaksi:

Usulan Anda insya Allah kami pertimbangkan.

Surat Pembaca Edisi 103

Lanjutan Pembahasan Shalat

Setelah kajian tentang shalat sudah tamat. Mudah-mudahan bisa segera dibukukan beserta kajian tentang azan (jadi satu buku). Berikutnya, mohon juga dimuat di majalah ini tentang zikir-zikir setelah shalat fardhu. Barakallahu fikum.

Ulul Albab—0852597xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Usul Anda menarik, insya Allah kami pertimbangkan. Wa barakallahu fikum.

 

Ukuran Majalah Diperkecil

Saya mau usul, bagaimana kalau Majalah Asy Syariah dibuat ukuran kecil  (ukuran saku, 8x12cm) agar bisa dibawa dengan mudah/praktis. Barakallahu fikum.

085221xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Kami ucapkan jazakallahu khairan atas usul Anda. Perlu diketahui, untuk mewujudkannya, banyak hal yang harus diubah. Bisa jadi, ukuran huruf diperkecil, bahkan beberapa rubrik mungkin perlu dihilangkan agar jumlah halaman tidak terlalu tebal. Karena itu, untuk saat ini, kami anggap ukuran yang ada merupakan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Barakallahu fikum.

 

Menyebarluaskan Isi Asy Syariah

Apa boleh isi Majalah Asy Syariah saya perbanyak dengan cara difotokopi lalu saya sebarluaskan?

085250xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Pada dasarnya, kami sangat senang dan menghargai setiap pihak yang berkeinginan membantu menyebarkan dakwah Ahlus Sunnah wal Jamaah melalui majalah kesayangan kita ini. Selama memenuhi syarat yang kami cantumkan pada halaman 3, kami persilakan.

 

Pembahasan Mengurus Jenazah

Berkat kemudahan dari Allah ‘azza wa jalla kami senang bisa menjadi pelanggan Asy Syariah, membacanya tidaklah membosankan. Alhamdulillah. Namun, kami menunggu Majalah Asy Syariah untuk membahas seputar ‘kematian’ dan yang terkait dengannya, semisal cara mengafani, cara memandikan, cara menyalati disertai bacaannya.

Abu Affan—087839xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Pembahasan pengurusan jenazah pernah kami muat—meski bukan dalam Rubrik “Kajian Utama”—secara berurutan pada Rubrik “Wanita Dalam Sorotan” edisi 016—023. Bisa Anda baca di website kami, www.asysyariah.com, pada tautan edisi terkait. Kami sarankan pula Anda baca Panduan Mudah Mengurus Jenazah, karya al-Ustadz Muhammad as-Sarbini, Penerbit Oase Media.

 

Bahas ISIS

Mohon dibahas tuntas tentang kelompok ISIS yang mulai memasuki Indonesia, dan dikhawatirkan merupakan kelompok teroris baru.

081327xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Alhamdulillah, pada Rubrik “Kajian Khusus” edisi ini kami muat penjelasan Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi, asy-Syaikh Abdul Aziz alu asy-Syaikh, tentang pemahaman Khawarij dan terorisme secara umum, serta ISIS sebagai salah satu titisan kelompok tersebut. Demikian pula kami muat penjelasan asy-Syaikh Dr. Khalid azh-Zhafiri tentang hal ini.

Surat Pembaca Edisi 102

Alaihissalam Untuk Ulama Syiah?

Pada Asy Syariah edisi 101 vol. IX hlm. 26, tertulis “Imam Maulana al-Kazhim ‘alaihissalam”. Pertanyaan saya, siapa Imam Maulana al-Kazhim? Mengapa ditulis alaihissalam?

08139XXXXXXX

  • Jawaban Redaksi:

Redaksi menerima beberapa SMS serupa. Sebenarnya, kami hanya menukilkan apa adanya dari kitab-kitab Syiah, bukan untuk mendukung mereka. Bagaimanapun juga, kami ucapkan jazakumullah khairan kepada para pembaca yang telah memberi masukan tentang hal ini. Insya Allah pada edisi-edisi mendatang, penukilan semacam ini akan kami ubah. Barakallahu fikum.

 

Lafadz Hadits Keliru

Saya mau memberi masukan untuk Majalah Asy Syariah edisi vol.IX/no.100/1435/2014. Barangkali lafadz yang benar pada hlm. 61, hiya adharru bukan adharra. Berikutnya pada hlm. 63, tertulis wallau amrahum imra’atan, seharusnya imra’atun. Wallahu a’lam.

  • Jawaban Redaksi:

Untuk lafadz hadits pada hlm. 61, Anda benar. Memang ada lafadz lain menggunakan adharra, tetapi tanpa lafadz hiya.

Adapun lafadz hadits pada hlm. 63, sudah benar seperti itu, imra’atan. Karena kata imra’atan di sini sebagai maf’ul bih tsani. Barakallahu fikum.

 

Ada Kata yang Hilang?

Pada Asy Syariah no. 101, halaman 36, kalimat terakhir, apakah ada kata yang hilang?

08157XXXXXXX

  • Jawaban Redaksi:

Benar, seharusnya kalimat tersebut berbunyi, “Sungguh, ini bukanlah kebohongan pertama yang dilakukan oleh para penjahat Syiah yang tidak memiliki kasih sayang.”

 

Tanya Jawab Melalui Telepon

Saya ingin memberi masukan kepada Asy Syariah. Bagaimana kalau diadakan dua kali sebulan tanya jawab via telepon langsung? Ini sangat penting khususnya di wilayah yang belum ada ustadz yang kokoh keilmuannya. Harap solusinya.

08239XXXXXX

  • Jawaban Redaksi:

Saran Anda sebenarnya sangat bagus. Hanya saja, karena keterbatasan yang ada, kami memohon maaf belum bisa mewujudkan saran Anda dalam waktu dekat. Sampai saat ini, kami hanya bisa membuka tanya jawab melalui SMS atau WA melalui nomor redaksi. Itupun tidak bisa kami jawab langsung. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua.

 

Ayat Tidak Tercantum?

Pada Asy Syariah edisi 101, Rubrik Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, catatan kaki no. 2 tertulis, “Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,” tetapi firman-Nya tidak tertulis?

  • Jawaban Redaksi:

Alhamdulillah, sebenarnya ayatnya ada di halaman 97. Akan tetapi, karena kami kurang teliti mengatur tata letak sehingga timbul kebingungan ketika dibaca. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami.

Surat Pembaca Edisi 101

Donasi Dakwah Muallaf Lauje

Saya sudah membaca majalah Asy-Syariah no. 100 rubrik “Potret”. Bisa minta nomor HP ustadz atau ikhwan yang koordinasi untuk dakwah muallaf Lauje?

085358xxxxxx

Setelah membaca Asy-Syariah no.100/lX/1435H/2014 kisah muallaf suku Lauje, saya ingin berpartisipasi untuk dakwah di sana dalam bentuk dana. Bagaimana caranya?

085640xxxxxx

Jawaban Redaksi:

Anda yang hendak berpartisipasi untuk kegiatan dakwah kepada suku Lauje bisa mengirimkan dana ke rekening berikut.

  • Bank BRI Poso No. Rek. 0072-01-006008-53-0 a.n. Sarmin Paroso

ATAU

  • Bank Syariah Mandiri Poso No. Rek. 70-699-3950-8 a.n. Atjo Ishak Andi Mapatoba

Untuk mengetahui informasi dakwah muallaf suku Lauje, silakan menghubungi al-Ustadz Abu Hafsh Umar 081383314075.

 

Koreksi Arti Hadits

Pada Asy-Syariah vol. IX no. 100 halaman 62, pada arti hadits tertulis, “Rasa malu itu akan mendatangkan kecuali kebaikan”. Bukankah seharusnya, “Rasa malu itu tidak akan mendatangkan kecuali kebaikan”?

082231xxxxxx

 

Jawaban Redaksi:

Ya, Anda benar. Jazakumullahu khairan atas masukan Anda.

 

Terjemahan Hadits Kurang

Pada Asy-Syariah vol. IX/No. 100/1435 H/2014 pada halaman 10 pada bagian pojok atas kanan

sepertinya ada lafadz hadits yang kurang.

085290xxxxxx

 

Jawaban Redaksi:

Lafadz hadits selengkapnya adalah sebagai berikut.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Jazakumullahu khairan atas koreksi Anda.

 

Permata Salaf Kurang Jelas?

Saya sulit memahami Permata Salaf edisi 100. Siapa imam Ahlus Sunnah dan siapa yang berpaham Asy’ariyah?

085646xxxxxx

 

Jawaban Redaksi:

Ad-Daraquthni adalah imam pada masanya. Di hadapan al-Harawi, beliau memuji al-Qadhi Abu Bakr al-Baqillani, yang memiliki pemahaman Asyariyah, dengan menyebutnya sebagai imam kaum muslimin dan pembela agama.

Pujian ad-Daraquthni terhadap al-Baqillani membuat al-Harawi (dan ayahnya) berguru kepada al-Baqillani. Akhirnya, al-Harawi mengikuti mazhab Asyariyah yang dianut oleh al-Baqillani.

Semoga keterangan ini bisa memperjelas kisah tersebut. Barakallahu fikum.

Surat Pembaca Edisi 100

Nabi Seorang yang Ummi?

Bismillah. Pada rubrik “Hadits” Asy-Syariah no. 99 ada yang saya tidak mengerti.

Pada hadits tersebut diartikan “Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membacanya. Beliau kemudian marah….”

Pertanyaan saya:

  1. Bukankah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam seorang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis). Mengapa dalam hadits ini beliau bisa membaca?
  2. Apa iya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca sendiri kitab itu lalu beliau marah dengan bentuk kemarahan yang ditujukan pada ‘Umar radhiallahu ‘anhu? Atau mungkin ‘Umar yang membaca dan ia perdengarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau marah dan mencela ‘Umar? Konteks yang seperti ini pernah saya baca dan dengarkan di taklim-taklim para ustadz.

Abu ‘Abdillah

085258xxxxxx

 

  • Jawaban Redaksi:

Berikut ini kami nukilkan jawaban dari penulis.

Hadits-hadits serupa ini banyak, seperti hadits yang menyebutkan bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menulis surat-surat kepada para raja dan pembesar. Maknanya, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan membaca dan menulis. Yang seperti ini biasa dalam bahasa, yakni perbuatan dinisbatkan pada yang memerintah. Contoh lain, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun Masjid Nabawi; apakah maknanya semua dibangun rasul? Misal yang lain, perluasan Masjid Haram dilakukan oleh Raja Fahd, apakah berarti beliau yang membangunnya sendirian?

Barakallahu fikum.

 

Penomeran Hadits

Bismillah. Untuk redaksi Majalah Asy-Syariah, mau usul kalau bisa semua hadits yang dimuat dalam majalah ini diberi nomer hadits supaya ana lebih mudah untuk tambahan ilmunya. Contoh di edisi vol. VII/No. 80/1433H/2012 hlm. 51 (Mengharap Berkah….), itu hadits-haditsnya tidak ada nomer kitab yang bersangkutan.

081322xxxxxx

 

  • Jawaban Redaksi:

Walaupun tidak mudah, kami akan terus berupaya memenuhi usulan Anda. Jazakumullahu khairan atas masukannya.

 

SMS Tak Pernah Dibalas

Kami sering SMS tanya lewat redaksi, tapi sering tidak dibalas, kan kita bukan orang pondok, dangkal ilmunya. Kita kan ingin solusi agar tidak terjerumus pada hal yang dilarang. Maka dari itu, mohon bagi para asatidz yang berilmu, memberi ta’awun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan bagi yang masih jahil, semoga Allah ‘azza wa jalla membalas kebaikan yang banyak.

085728xxxxxx

 

  • Jawaban Redaksi:

Kami mohon maaf jika banyak SMS masuk ke redaksi yang belum dibalas hingga kini. Hal ini dikarenakan SMS yang masuk jumlahnya ribuan. Selain itu, pertanyaan agama membutuhkan penelaahan yang tentu tidak semudah menjawab pertanyaan nonagama. Lebih-lebih tidak sedikit pertanyaan yang mengandung tingkat kesulitan yang tinggi, yang untuk menjawabnya, harus membuka kitab hadits dan perlu pengkajian mendalam. Mohon dimaklumi karena ustadz-ustadz yang mengasuh rubrik di Majalah Asy-Syariah juga memiliki kesibukan di pondok pesantren dan berdakwah baik di dalam maupun luar kota.

Surat Pembaca Edisi 99

Catatan Kaki dan Sambungan

Afwan pada edisi 98 hlm. 78, catatan kaki no. 1 tidak ada. Kemudian pada halaman 69 dikatakan bersambung ke hlm. 103, setelah dicek ternyata tidak ada.

Wahidin-Jakarta Selatan

  • Jawaban Redaksi

Anda benar, sambungan dari halaman 69 seharusnya ke halaman 107 bukan 103. Adapun catatan kaki no. 1 hlm. 78 seharusnya tertulis, “HR. al-Bukhari no. 1339 dan Muslim no. 2372 dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu.” Jazakumullahu khairan. Jawaban ini sekaligus sebagai ralat.

 

Zikir Setelah Shalat Witir

Saya baru baca majalah Asy-Syari’ah edisi 97/1435 hlm. 32 rubrik “Tanya Jawab Ringkas” ada menemui kejanggalan. Disebutkan bahwa zikir khusus setelah witir tidak ada. Jadi, subhaanal malikil qudduus …dst apa bukan zikir?

Drs. Sudarno-Medan

08126xxxxxx

  • Jawaban Redaksi

Benar, zikir tersebut disunnahkan setelah witir dan hanya itu yang disunnahkan. Yang kami maksud tidak ada sunnahnya adalah membaca zikir setelah witir sebagaimana zikir setelah shalat fardhu. Mohon maaf atas kesalahan ini. Jazakumullahu khairan atas koreksi Anda.

 

Bahasan Tentang Bersuci

Isi dari majalah Asy-Syariah benar-benar ilmiah, ana ada usul pembahasan tentang bersuci (dari alif hingga ya) dibuat bersambung seperti pembahasan sifat shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ahmad Fikri al-Bali

  • Jawaban Redaksi

Pembahasan tentang bersuci telah kami angkat secara berseri pada rubrik yang sama sebelum pembahasan tentang Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun tentang usulan agar dibukukan, Anda bisa membaca buku terbitan kami, Panduan Syar’i Cara Bersuci. Jazakumullahu khairan.

 

Nama-Nama Islami

Terima kasih sudah mengangkat tema tentang menyambut kelahiran buah hati pada Vol. VIII/No. 96/1434 H/2013. Kalau boleh saya usul, agar majalah Asy-Syariah mengangkat kembali tema tersebut namun dengan lebih fokus lagi ke nama-nama yang baik bagi muslim dan muslimah. Edisi yang saya pikir dapat menjadi inspirasi bagi orang tua yang sedang menyambut kelahiran buah hati. Edisi yang menulis nama-nama yang indah beserta makna dan tokoh dengan nama tersebut baik dari kalangan muslim atau muslimah, rasul atau sahabat, ulama atau tokoh, baik dalam al-Qur’an.

081328xxxxxx

  • Jawaban Redaksi

Tentang nama-nama Islami memang kami hanya menyinggung sedikit, terutama kaidah-kaidah dalam memberi nama. Mungkin ke depan usulan Anda akan menjadi pertimbangan kami. Jazakumullahu khairan.

Surat Pembaca Edisi 98

Suami Ideal?

Bismillah. Selesai membaca tema suami ideal, masya Allah, terkhusus tulisan al-Ustadz Mukhtar, persis seperti masa ketika masih taraf pilih-pilih. Punya suami berjenggot dan berjubah. Betapa hati dan angan terbang melayang. Setelah tersadar, ternyata, “Ah teori, jauh api dari panggang.”

Inilah dunia yang memang tak pantas kita jadikan tujuan. Satu nasihat bagi ummahat yang belum berezeki suami ideal, tunaikan kewajibanmu, dan mintalah hakmu kepada Allah l, demi suami ideal dan sempurna di akhirat kelak. Hasbunallah wa ni’mal wakil.

081329xxxxxx

 

Ayat atau Riwayat?

Bismillah, afwan pada majalah Asy Syariah edisi 95 hlm. 90 bahasan Masih Tentang Wanita Bekerja, tertulis Allah subhanahu wa ta’ala berfirman… tetapi setelah terjemahan sumbernya dari HR. Bukhari dan Muslim semestinya QS apa?

Abu Ridlo-Majalengka

085324xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Apa yang tertulis sebenarnya adalah riwayat al-Bukhari dan Muslim tentang dialog sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dengan seorang wanita bernama Ummu Ya’qub. Di akhir dialog, Ibnu Mas’ud kemudian mengutip surat al-Hasyr: 7 untuk membantah ucapan wanita tersebut. Bisa jadi, ketiadaan sumber ayat, menjadikan sejumlah pembaca rancu dalam memahaminya. Kami mohon maaf.

 

Koreksi

Bismillah, saya membaca Asy- Syariah edisi 97 pada hlm. 49 poin 9 tertulis, “Bahkan hukum hijrah ke negeri kafir bila seorang tidak bisa menampakkan syiar Islam di negeri tersebut.” Apakah ada kata yang kurang dari kalimat tersebut?

085797xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Anda benar, kalimat yang benar adalah “Bahkan, haram hukum hijrah ke negeri kafir bila seorang tidak bisa menampakkan syiar Islam di negeri tersebut.” Jawaban ini sekaligus sebagai ralat.

 

Pemilu dan Demokrasi

Bismillah, mohon diangkat kembali pembahasan tentang kebobrokan sistem pemilu dan demokrasi (jual agama demi kursi), untuk mematahkan syubhat kaum hizbi di negeri ini.

Rohmadi-Banjarnegara

085328xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Jazakumullahu khairan atas masukan Anda.

 

Bahas Filsafat

Asy-Syariah bisa tidak kapan-kapan bahas tuntas tentang filsafat, atau jika sudah pernah edisi berapa ya?

085258xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Jazakumullahu khairan atas masukan Anda.