Kemurnian Agama Terjaga dengan Peringatan Ulama

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: تَلَا رَسُولُ اللهِ :

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ مِنۡهُ ءَايَٰتٞ مُّحۡكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٞۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمۡ زَيۡغٞ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنۡهُ ٱبۡتِغَآءَ ٱلۡفِتۡنَةِ وَٱبۡتِغَآءَ تَأۡوِيلِهِۦۖ وَمَا يَعۡلَمُ تَأۡوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِي ٱلۡعِلۡمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلّٞ مِّنۡ عِندِ رَبِّنَاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٧

قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ: فَإِذَا رَأَيْت الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ، فَأُولَئِكَ الَّذِينَ سَمَّى اللهُ فَاحْذَرُوهُمْ

Lanjutkan membaca Kemurnian Agama Terjaga dengan Peringatan Ulama

Melampaui Batas Ketika Mentahdzir

Ketika mentahdzir, seseorang harus bersikap adil dan meletakkan tahdzir tersebut sesuai dengan porsi dan keadaannya. Dia tidak boleh menganggap remeh tahdzir sehingga tidak mau mentahdzir dengan alasan akan menyebabkan perpecahan umat. Akhirnya, dia berdiam diri dari berbagai penyimpangan dan kesesatan yang terjadi. Akibatnya, penyimpangan dan kesesatan itu menjadi sesuatu yang dilestarikan tanpa ada yang mengingkarinya. Ini merupakan bentuk menyembunyikan ilmu yang diharamkan oleh Allah ‘azza wa jalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lanjutkan membaca Melampaui Batas Ketika Mentahdzir

Siapakah yang Berhak Mentahdzir?

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata tatkala menjelaskan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa agama itu nasihat, “Di antara bentuk nasihat karena Allah ‘azza wa jalla, kitab-Nya, dan Rasul-Nya (dan ini adalah kekhususan para ulama) ialah membantah hawa nafsu yang menyesatkan, dengan al-Kitab dan as-Sunnah serta menjelaskan kandungan keduanya yang menyelisihi seluruh hawa nafsu. Lanjutkan membaca Siapakah yang Berhak Mentahdzir?

Membaca Kitab Bantahan Mengeraskan Hati

Ada orang yang menganggap bahwa sering membaca kitab yang berkaitan dengan bantahan terhadap orang yang menyelisihi manhaj salaf dapat mengeraskan hati dan menyebabkan seseorang merasa imannya semakin melemah. Sebab, rudud (bantah-membantah) membahas tentang kelompok, orang yang menyimpang, dan semisalnya. Sebaliknya, dia menganjurkan untuk lebih memperbanyak kitab yang membahas masalah zuhud dan semisalnya. Lanjutkan membaca Membaca Kitab Bantahan Mengeraskan Hati

Manfaat Tahdzir

Berikut ini adalah beberapa manfaat pensyariatan tahdzir.

  1. Memelihara agama agar senantiasa terjaga dari berbagai perubahan

Dengan adanya tahdzir yang senantiasa ditegakkan oleh para nabi, rasul, dan para ulama yang menjadi pewaris para nabi; agama Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa terjaga dan terpelihara dari berbagai perubahan yang hendak disusupkan oleh orang yang hatinya berpenyakit. Lanjutkan membaca Manfaat Tahdzir

Amalan Tahdzir Oleh Ulama Salaf

Banyak sekali bentuk dan praktik tahdzir yang dilakukan oleh para ulama salaf atas berbagai penyimpangan dan penyelisihan terhadap syariat Allah ‘azza wa jalla. Ini merupakan hal yang sangat wajar. Sebab, mereka adalah generasi terbaik umat ini yang sudah tentu memiliki sifat kecemburuan terhadap Islam yang lebih kuat dibandingkan dengan generasi setelahnya. Lanjutkan membaca Amalan Tahdzir Oleh Ulama Salaf