Tanya Jawab Ringkas Edisi 095

Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini.

Wali Setelah Ayah

Siapakah yang lebih berhak menjadi wali bagi wanita yang ayahnya telah meninggal, kakak atau paman? 0857XXXXXXXX

Kakak sekandung atau seayah lebih berhak daripada paman.


Pembatal Wudhu

Apakah memegang kemaluan anak kita yang masih berumur dua tahun membatalkan wudhu 0878XXXXXXXX

Memegang kemaluan anak tidak membatalkan wudhu.


Potong Kuku Saat Haid

Apakah boleh memotong kuku dan rambut saat waktu haid? 0852XXXXXXXX

Boleh potong rambut dan kuku saat haid, tidak ada larangannya.


Menyimpan Foto di HP/Komputer

Apakah hukum menyimpan foto di dalam HP/komputer? 085710XXXXXX

Menyimpan foto makhluk bernyawa dalam HP atau komputer tanpa hajat hukumnya haram.


Nasihat bagi Bibi yang Sudah Tua

Bibi saya sudah tua dan hanya di tempat tidur saja. Apa nasihat bagi beliau? Adakah zikir yang mudah dihafal bagi beliau? 08523XXXXXXX

Nasihati agar shalat sesuai dengan kemampuannya dengan cara berbaring. Sebab, orang yang meninggalkan shalat sama sekali adalah kafir menurut salah satu pendapat ulama, dan pendapat itu kuat.


Daging Akikah

Apakah daging akikah harus habis pada waktu itu juga? 0856XXXXXXXX

Tidak harus habis hari itu juga. Boleh disimpan sesuai hajat, seperti halnya daging kurban.


Kewajiban Menafkahi Anak bagi Suami yang Dikhulu’ Istri

Apabila seorang istri meminta khulu’ kepada suami, apakah suami masih memiliki kewajiban memberi nafkah kepada anak-anak yang masih kecil? 0888XXXXXXX

Ya, wajib bagi suami memberi nafkah anak-anaknya yang masih kecil dari istri yang dikhulu’.


Madzi Membatalkan Puasa

Jika madzi keluar, apakah puasa batal? 0831XXXXXXXX

Keluarnya madzi bukan pembatal puasa.


Puasa Awal Rajab

Apakah ada perintah melaksanakan puasa pada awal bulan Rajab? 081973XXXXXX

Tidak ada anjuran khusus untuk puasa Rajab. Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahumallah menegaskan dalam kitab Tabyin al-‘Ajab bi Ma Warada fi Fadhli Rajab bahwa tidak ada hadits sahih yang bisa dijadikan hujah mengenai keutamaan bulan Rajab dan keutamaan puasa Rajab serta ibadah lainnya di bulan itu. Abu Dawud rahimahumallah meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair rahimahumallah yang bertanya kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu tentang puasa Rajab.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa sampai-sampai kami berkata, ‘Beliau tidak berbuka,’ dan beliau berbuka sampai-sampai kami berkata, ‘Beliau tidak berpuasa’.” (Dinyatakan sahih oleh al-Albani)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu memberi jawaban yang bersifat umum, karena tidak ada sunnah Rasul secara khusus untuk puasa Rajab. Urusan puasa di bulan Rajab sama seperti di bulan-bulan lainnya yang tidak memiliki keutamaan khusus. Akan tetapi, ada sunnah puasa tiga hari setiap bulan dan puasa Senin-Kamis. Kecuali bulan tertentu yang dianjurkan berpuasa padanya, seperti Muharam dan Sya’ban.


Akhwat Mengurus KTP

Bagaimana solusinya jika seorang akhwat yang diharuskan membuat KTP, sedangkan petugasnya ada yang laki-laki? 0877XXXXXXX

Cari waktu saat kantor sepi dan minta pengertian agar yang menangani adalah petugas wanita disertai akhwat lain yang menutupi arah pandangan petugas lelaki dengan kain.


Makan Daging Ular

Apa hukum seseorang yang makan daging ular? 0823XXXXXXXX

Makan ular adalah perbuatan haram, karena ular termasuk binatang yang haram dimakan, karena diperintahkan dibunuh dan merupakan predator.


Memandikan Mayat yang Hancur

Jika mayat yang organ tubuhnya hancur, apakah perlu dicuci/dimandikan? 085228XXXXXX

Cukup ditayammumkan.


Mengubur Jenazah dengan Peti

Bolehkah menguburkan jenazah tanpa menyentuh tanah? Jenazah yang dimasukkan peti kebanyakan dikuburkan tanpa dikeluarkan jenazahnya. 0858XXXXXXXX

Penguburan dengan peti hukumnya makruh dan tasyabuh dengan orang kafir, kecuali dalam keadaan darurat.


Ganti Nama, Akikah Ulang?

Kalau anak sudah diakikahi, tetapi nama anak tersebut diganti/ditambah namanya, apakah anak tersebut harus diulang lagi akikahnya? 08572XXXXXXX

Tidak disyariatkan akikah lagi untuk penggantian nama.


Mahar Hafalan Al-Qur’an

Bolehkah memberi mahar hafalan al-Qur’an sedangkan pengantin perempuan sudah hafal al-Qur’an? 08573XXXXXXX

Mahar mengajarkan surat tertentu dari al-Qur’an, artinya harga pengajaran yang menguras pikiran, tenaga, dan waktu untuk mengajari sang istri sampai hafal surat itu menjadi nilai berharga yang bisa dijadikan mahar. Jadi, bukan sekadar membacakan al-Qur’an kepadanya dan itu dianggap mahar.

Membaca al-Qur’an adalah ibadah, tidak boleh mengambil harga atasnya. Berbeda halnya dengan mengajari al- Qur’an hingga bisa. Hal itu mempunyai nilai yang boleh dihargai dan dijadikan sebagi mahar. Jadi, kalau calon istri sudah hafal al-Qur’an, tidak butuh diajari lagi. Beri mahar yang lain.


Status Istri Saat Proses Khulu’

Seorang istri mengajukan khulu’. Proses pengadilan belum selesai, istri sudah tidak tinggal serumah dengan suami. Bagaimana status istri? Berapa masa iddahnya dan terhitung mulai kapan?

Hak asuh anak ada di tangan siapa? 0838XXXXXXXX

Jika suami sudah mengabulkan khulu’-nya dan melepasnya dengan pembayaran tebusan yang disepakati atau hakim telah menjatuhkan putusan, berarti sudah bukan istrinya lagi. Masalah surat-surat hanya kelengkapan saja. Tidak ada hak lagi untuk tinggal di rumah suaminya. Masa iddahnya hanya sekali haid, karena khulu’ adalah fasakh.

Namun, jika terjadi persengketaan yang belum diputuskan oleh hakim, berarti masih suami istri. Dia (istri) tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin suami. Hak asuh anak yang masih kecil (belum mumayyiz) pada asalnya diutamakan ibu selama belum menikah dengan lelaki lain.


Gigi Palsu & Pen Pada Mayat

Bagaimana seharusnya jika gigi palsu permanen dan pen (alat penopang tulang yang dipasang di dalam tubuh) masih terpasang pada jenazah muslim? 08157XXXXXX

Gigi palsu dan pen itu dibiarkan saja tanpa dicabut.


Shalat Tahiyatul Masjid

Bagaimana jika shalat tahiyatul masjid dikerjakan pada waktu terlarang seperti menjelang azan shalat zuhur dan magrib? 08218XXXXXXX

Shalat tahiyatul masjid dan shalat sunnah yang ada sebabnya tetap dilaksanakan meskipun pada waktuwaktu terlarang, menurut pendapat yang rajih.


Pendarahan Mengganggu Shalat

Seorang wanita mengalami pendarahan karena keguguran dengan usia janin sekitar dua bulan. Ketika dia sedang shalat, ada darah keluar. Apakah sah shalatnya? 08529XXXXXXX

Pendarahan karena keguguran usia janin dua bulan bukan nifas, menurut pendapat yang difatwakan oleh al- Lajnah ad-Da’imah dan Ibnu ‘Utsaimin. Hukumnya adalah darah fasad seperti hukum darah istihadah.


Zakat Sawit

Bagaimana zakat sawit dan berapa nishabnya? 08526XXXXXXX

Sawit tidak ada zakatnya menurut pendapat yang benar.


Sumpah Disambar Petir

Bolehkah bersumpah, “Aku rela mati disambar petir kalau aku yang melakukannya”? 0853XXXXXXXX

Tidak boleh bersumpah semacam itu. Bersumpah yang syar’i adalah bersumpah dengan bersandar pada salah satu nama atau sifat Allah, seperti Demi Allah, Demi Rabbku, Demi Rabb Penguasa Alam Semesta, Demi Dzat yang Jiwaku di Tangan-Nya, atau semisalnya.


Donor Organ Tubuh

Bolehkah seseorang mendonorkan salah satu organ tubuhnya untuk membantu orang lain, dan proses pengambilan organ dilakukan pada saat pendonor sudah meninggal? 0838XXXXXXXX

Boleh, tanpa mengambil bayaran.


Jual Beli Dua Harga

Bolehkah membeli barang dengan dua harga (secara kredit dan kontan)? 08521XXXXXXX

Seseorang boleh membelinya secara kredit dengan syarat kreditnya tidak mengandung riba, yaitu denda apabila menunggak. Hal itu bukan dua harga yang terlarang, karena bersifat pilihan sebelum akad. Saat akad hanya satu harga yang disepakati.


Perbudakan

Apabila seorang budak memiliki anak dengan tuannya, apakah anak tersebut menjadi anak tuannya atau anak budaknya dan apakah punya hak waris? 03418XXXXXX

Budak wanita yang digauli oleh tuannya dan memiliki anak, anak itu berstatus merdeka (bukan budak) sebagai anak tuannya dengan budak wanitanya. Berarti, anak itu mewarisi dari ayahnya tersebut dan sebaliknya. Namun, pada masa kita sekarang ini tidak ada perbudakan yang syar’i.


Puasa Ulang Tahun

Bolehkah seseorang berpuasa saat bertambahnya usia setiap satu tahunnya? 08529XXXXXXX

Berpuasa ulang tahun adalah bid’ah. Tidak ada dalil untuk berpuasa khusus di hari ulang tahun. Istilah ulang tahun sendiri dan perayaannya adalah tasyabbuh (meniru-niru) kebiasaan khas orang kafir yang tercela.


Zakat Penjualan Sapi

Saya mempunyai empat ekor sapi. Apabila 1 atau 2 ekor di antaranya dijual, apakah wajib dikeluarkan zakat mal? 08218XXXXXXX

Tidak, kecuali jika uang hasil penjualan sapi itu mencapai nisab zakat uang senilai harga 595 gram perak dan tersimpan selama setahun (hitungan tahun hijriah) tanpa berkurang dari nishab tersebut, wajib dikeluarkan zakatnya 2,5%.


Makanan Peringatan Kematian

Bolehkah menerima/memakan makanan yang diberikan tetangga karena peringatan meninggal anggota keluarganya? 08139XXXXXXX

Tidak boleh demi mengingkari kemungkaran peringatan kematian yang merupakan bid’ah.


Ikan yang Diberi Pakan Bangkai

Bolehkah kita memakan ikan yang diberi pakan bangkai? 08569XXXXXXX

Boleh, kecuali jika bangkainya berefek pada dagingnya berupa warna, bau, atau rasa.


Puasa Setiap Hari

Apakah kita boleh berpuasa setiap hari tanpa ada alasan, maksudnya tidak membayar hutang puasa atau mengerjakan puasa sunah? 08535XXXXXXX

Berpuasa setiap hari haram menurut pendapat yang rajih.


Menerima Hadiah dari Bank

Bolehkah kita menerima hadiah dari bank? 08783XXXXXXX

Jangan menerima hadiah dari bank. Sebab, hadiahnya mengandung unsur bujukan untuk bermuamalah dengan bank seperti menabung yang mengandung riba. Lagi pula, hadiah itu bersumber dari riba yang tidak pantas diterima oleh orang yang bersifat wara’.


Mencium Mayat yang Sudah Dimandikan

Bagaimanakah hukum mencium mayat yang sudah dimandikan? 08156XXXXXXX

Mencium jenazah yang sudah dimandikan diperbolehkan. Ada fatwa al-Lajnah ad-Daimah dalam masalah ini.


Menjual Alat Pancing

Bolehkah berjualan alat pancing? 08529XXXXXXX

Berjualan alat pancing halal.


Menikahi Wanita Hamil Karena Zina

Bagaimana hukumnya menikahi wanita yang sedang mengandung anak hasil perbuatan zina oleh pria tersebut? 081330XXXXXX

Hukumnya haram dan tidak sah. Secara lengkap bersama dalilnya dapat dilihat pada rubrik Problema Anda “Status Anak Zina” edisi 39.


Jamak-Qashar bagi Musafir

Apa boleh orang yang sedang safar (tidak dalam perjalanan) dan tidak tahu kapan dia kembali ke tempat asal menjamak-qashar shalat lima waktunya? 081336XXXXXX

Jika Anda musafir dalam perjalanan tanpa ada kepastian kapan pulang, boleh jamak-qashar sampai pulang. Namun, jika Anda telah turun menginap di suatu pemukiman kaum muslimin, wajib ikut shalat berjamaah di masjid setiap waktu shalat tanpa jamak dan qashar.

Kecuali jika ada teman musafir lainnya, boleh jamak qashar bersama. Afdalnya, shalat berjamaah di masjid dengan kaum muslimin.


Rujuk Setelah Dua Kali Talak

Apabila seorang suami telah menjatuhkan talak dua, apakah masih bisa rujuk dengan cara akad lagi? 082269XXXXXX

Jika suami telah menjatuhkan talak dua, boleh rujuk dalam masa ‘iddah dengan ucapan rujuk (kembali) atau jima’ yang diniatkan rujuk. Jika masa ‘iddah telah habis, boleh menikah kembali dengan akad baru.


Larangan Waktu Nikah

Apakah ada larangan waktu nikah secara syar’i? Misal: calon pengantin wanita yang masih haid, larangan nikah saat tanggal di atas 14 pada bulanbulan Hijriah. 085340XXXXXX

1. Boleh akad nikah meskipun pengantin wanita haid, tetapi sebaiknya ditunda sampai suci untuk maslahat malam pertama.

2. Tidak ada larangan menikah pada tanggal 1—14 Hijriah dan tanggal lainnya. Jika kebiasaan tersebut karena menganggap pernikahan pada tanggal tersebut adalah faktor kesialan rumah tangga, hal itu tergolong thiyarah; yaitu meninggalkan sesuatu khawatir bernasib sial karena bersandar kepada suatu faktor yang hakikatnya tidak demikian. Ini merupakan syirik kecil.


Hukum Nazar

Bagaimana hukum bernazar untuk sesuatu yang diinginkan?085349XXXXXX

Nazar tidak dianjurkan, bahkan hukumnya makruh. Nazar tidak bisa jadi faktor tercapainya harapan yang diinginkan, tidak berefek pada suatu takdir yang Allah kehendaki. Hal itu sebagaimana ditegaskan oleh Nabi dan beliau melarang bernazar (Hadits Ibnu ‘Umar, muttafaq ‘alaih). Rasul n sendiri dan tokoh-tokoh sahabat tidak bernazar.


Satpam Bank

Apa hukumnya kerja sebagai satpam di bank? 085255XXXXXX

Haram, karena termasuk kerjasama dalam perkara yang haram, yaitu kestabilan dan kemakmuran perbankan yang muamalahnya riba yang terlaknat.


Bacaan Shalat Sendirian

Apabila shalat sendirian di rumah karena terlambat tidak ikut berjamaah di masjid pada shalat magrib, isya’, atau shubuh, bagaimana bacaannya (al-Fatihah dan surat pendek) pada rakaat 1 dan 2? 081917XXXXXX

Dijahrkan (dikeraskan).


Puasa Untuk Diet

Bolehkah kita berpuasa berturutturut selama tiga minggu untuk menurunkan berat badan? 087829XXXXXX

Puasa adalah ibadah. Ibadah harus sesuai dengan dalil dalam 6 hal: jenis ibadah, sebabnya, kadarnya, sifatnya, waktunya, dan tempatnya. Tidak ada dalil yang menganjurkan puasa tiga minggu berturut-turut agar berat badan turun. Namun, berpuasalah dengan puasa sunnah yang diajarkan Nabi n. Bersama dengan itu, Anda akan merasakan manfaat yang banyak termasuk dalam hal kesehatan, insya Allah.


Puasa Agar Anak Lulus Ujian

Apa hukumnya berpuasa agar anak lulus ujian? 087712XXXXXX

Hal itu tidak disyariatkan.


Pengantin Baru Tunda Kehamilan

Bolehkah pengantin baru menunda kehamilan? 081938XXXXXX

Tidak mengapa jika ada kebutuhan yang menuntut hal itu, misalnya karena fisiknya sakit dan lemah yang akan bertambah parah jika hamil. Adapun jika karena khawatir tidak bisa memberi nafkah, hal itu tidak boleh.


Hukuman Pelaku Zina

Apa hukuman yang diterima kedua orang yang berzina pada masa mudanya dan sekarang telah menikah? 082330XXXXXX

Cukup bagi keduanya bertobat dengan benar dan merahasiakan aibnya di antara mereka berdua. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penerima tobat.


Zakat Harta Curian

Apakah harta hasil dari korupsi/ mencuri juga wajib dizakati bila telah mencapai nishab dan haulnya? +62XXXXXXXXX

Harta hasil curian/korupsi tidak terkena zakat, karena harta itu bukan milik koruptor/pencurinya. Kewajibannya adalah mengembalikan harta itu kepada pemiliknya yang berhak.


Hadits Keutamaan Bulan Rajab dan Sya’ban

“Allahumma bariklana fii Rajab wa Sya’ban wa balighna Ramadhan.”

“Ya Allah, Berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke dalam bulan Ramadhan.” Apakah hadits tersebut sahih? 0896XXXXXX

Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakr al-Bazzar dalam Musnad-nya dengan kelemahan yang keras sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Tabyin al-‘Ajab bi Ma Warada fi Syahri Rajab. Dikeluarkan pula oleh al-Baihaqi dan Ibnu ‘Asakir, dinyatakan dha’if (lemah) oleh al-Albani dalam kitab Dha’if al-Jami’ no. 4395. Alhasil, tidak ada hadits yang tsabit (benar) dalam hal keutaman bulan Rajab dan keutamaan ibadah secara umum di bulan Rajab, termasuk shalat dan puasa.


Shalat bagi Orang Sakit

Bolehkah shalat orang sakit diqashar atau dijamak-qashar? 085720XXXXXX

Dijamak boleh, tetapi diqashar tidak boleh. Karena qashar hanya untuk musafir.


Istri Nusyuz

Seorang istri berbuat nusyuz dan lari ke rumah orang tuanya dengan dalih istri ingin bekerja di luar rumah untuk membantu orang tuanya. Suami sudah melarangnya dengan hikmah dan istri tetap nekat. Apa yang harus suami lakukan? Apa suami mempunyai kewajiban untuk menafkahi dan membayarkan zakat fitrah istri dan anaknya? 085272XXXXXX

Nasihati dengan cara memutuskan nafkahnya dan tidak membayarkan zakat fitrahnya. Adapun anak yang dibawanya, suami tetap berkewajiban memberi nafkah dan membayarkan zakat fitrahnya (jika berpendapat bahwa zakat fitrah adalah kewajiban orang yang menanggung nafkah). Jika perlu, ancam akan dicerai jika tidak berhenti dari nusyuznya. Jika tidak ada hasilnya, tidak mengapa diceraikan untuk maslahat suami.


Qadha bagi Wanita yang Baru Melahirkan

Bagaimana jika seorang wanita mempunyai utang puasa hampir satu bulan penuh di bulan Ramadhan karena melahirkan? Kapan batas waktu mengqadhanya? 08572XXXXXX

Tidak boleh menunda qadha puasa hingga Ramadhan berikutnya tanpa uzur. Jika hal itu terjadi karena uzur, tidak berdosa. Jika terjadi tanpa uzur, berdosa. Pada kedua keadaan tersebut tetap wajib mengqadha setelah Ramadhan itu berlalu sampai selesai.


Nazar Baca Al-Qur’an 30 Juz Dalam Semalam

Seorang siswa bernazar kalau lulus sekolah, dia akan membaca al-Qur’an 30 juz dalam satu malam, kemudian dia mngatakan tidak sanggup, apa yang harus dia lakukan? 087898XXXXXX

Nazar itu akibat kebodohan mengenai syariat dari dua sisi:

1. Menyangka bahwa nazar ketaatan dapat menjadi faktor tercapainya suatu keinginan, padahal tidak demikian. Nabi telah melarang untuk bernazar dan menegaskan bahwa nazar tidak punya pengaruh secara hukum takdir Allah Subhanahu wata’ala untuk tercapainya suatu keinginan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri dan sahabat tidak pernah bernazar.

2. Bernazar akan membaca al- Qur’an (30 juz) semalam suntuk, padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang ‘Abdullah bin ‘Amr melakukan hal itu. Padahal Ibnu ‘Amr mampu melakukannya (HR. al- Bukhari).

Jadi siswa itu telah bernazar dengan nazar yang tidak dianjurkan dalam syariat, apalagi Anda tidak mampu. Alhasil hendaklah Anda membayar kafarat nazar (sumpah), yaitu memberi makan yang layak kepada 10 orang fakir miskin atau pakaian. Jika tidak mampu, berpuasalah 3 hari berturut-turut.


Wali Nikah Janda

Jika seorang janda menikah, siapakah walinya? 085222XXXXXX

Harus ada walinya. Wali yang paling berhak adalah ayah, kemudian saudara lelaki sekandung, dst. Tidak boleh dinikahkan oleh siapa saja dalam arti meskipun bukan wali.


Cairan Keputihan

Jika keputihan membatalkan wudhu, apakah kita harus mengganti celana yang terkena cairan keputihan itu dulu sebelum wudhu lagi? 085743XXXXXX

Masalah mengganti celana tergantung najis tidaknya keputihan. Keputihan diperselisihkan kenajisannya. Yang menyatakan suci berdalil dengan hukum asal sesuatu suci selama tidak ada dalil yang menyatakan najis. Apalagi jika keputihan keluarnya dari rahim, semakin jauh untuk diqiyaskan dengan air kencing.


Cara Mengetahui Hitungan Talak

Bagaimana kita mengetahui bahwa seorang suami sudah menjatuhkan talak 1, 2, atau 3 kepada istrinya? 08526XXXXXXX

Jika dia mengucapkan talak kepada istrinya pertama kali, berarti jatuh talak satu. Lalu dia rujuk pada masa ‘iddah atau menikahinya kembali (dengan akad nikah yang baru). Setelah masa ‘iddah habis, kemudian mengucapkan talak lagi, berarti jatuh talak dua. Kemudian dia rujuk di masa ‘iddah atau menikahinya kembali setelah masa ‘iddah habis, lalu mengucapkan talak lagi, berarti jatuh talak tiga. Dengan itu, keduanya bukan lagi suami-istri, tidak boleh rujuk dan menikahinya kembali, kecuali sudah dinikahi lelaki lain dan digauli olehnya kemudian berpisah dengannya, setelah itu bisa menikahinya kembali. Lihat Asy Syari’ah edisi 72 “Halal Haram Perceraian”.


Talak Orang Depresi

Apakah sah talak yang dilakukan oleh laki-laki yang depresi/stress dan menyakiti dirinya sendiri? 081520XXXXXX

Talak orang stress/depresi tidak jatuh, karena kesadarannya hilang. Hukumnya seperti orang yang terkena was-was setan yang bertindak dan berucap di luar kesadaran.


Istihadhah Boleh Digauli?

Jika istri istihadhah, apakah boleh suami menggaulinya/berjima’? 081911XXXXXX

Boleh.


Talak Via Handphone

Bila ada seorang istri mengaku telah berzina kepada suami. Kemudian suami menjatuhkan talak lewat handphone, apakah sah talaknya? 081311XXXXXX

Jika dipastikan bahwa itu benar suaminya (bukan orang yang mengaku), talak itu sah. Wallahu a’lam.

Tanya Jawab Ringkas edisi 94

Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari al- Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini.

Hadits Puasa

Ada hadits yang bunyinya, “Pembeda antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim, Ashabu as-Sunan, dan Ahmad)

Jika kita biasa mengerjakan puasa sunnah tanpa mengerjakan makan sahur, salahkah seperti itu? 08998XXXXXX

Hadits itu hanya menunjukkan makan sahur sunnah, tidak wajib. Lihat lebih lengkap buku kami Fikih Puasa Lengkap.

 

Mengubur Ari-Ari

Apakah menguburkan ari-ari bayi harus dibungkus dengan kain kafan? Bagaimanakah cara yang syar’i? 085740XXXXXX

Ari-ari bayi dikuburkan begitu saja di sembarang tempat tanpa dikafani.

 

Anak Meninggal Usia 11 Tahun

Jika anak meninggal di usia sekitar 11 tahun dan belum diajari shalat, apakah nantinya akan ditanya di akhirat? 085260XXXXXX

Anak yang belum balig belum mukallaf, tetapi diwajibkan bagi walinya atau pendidik yang dipercayanya untuk mengajarinya shalat sejak dia mumayyiz. Anak yang meninggal sebelum balig termasuk penghuni surga jika kedua orang tuanya atau salah satunya muslim, menurut jumhur ulama. Ini hukum yg bersifat umum.

Namun, secara adab jangan memastikan anak tertentu (fulan atau allan) bahwa ia masuk surga, sebagaimana yang diajarkan Nabi n kepada ‘Aisyah ketika memastikan seorang anak yang meninggal bahwa anak itu masuk surga (HR. Muslim).

 

Menikahi Mantan Istri Saudara

Saya mempunyai saudara kembar meninggal 4 bulan lalu dengan meninggalkan seorang istri dan bayi. Bagaimana hukumnya saya menikahi janda kakak kembar saya? Mohon penjelasannya. 087764XXXXXX

Boleh menikahi janda saudara kembar Anda yang ditinggal mati olehnya setelah masa iddahnya berakhir, yaitu 4 bulan 10 hari.

 

Hak Orang Tua sebagai Wali

Seorang wanita yang hendak menikah harus dengan persetujuan wali (ayah) jika memang walinya masih ada. Bagaimana jika wali tersebut tidak penah memberi nafkah dan tidak bertanggung jawab hampir seumur hidup wanita tersebut? 081217XXXXXX

Hal itu tidak menggugurkan hak kewalian dia atas anaknya. 

 

Menghadiri Undangan

Bagaimana hukumnya memenuhi undangan seorang muslim selain walimah? Misalnya acara syukuran. 085377XXXXXX

Menghadiri undangan sesama muslim adalah hak muslim yang mengundang. Rasulullah n bersabda, “Jika ia mengundangmu, penuhilah undangannya.” Hukum menghadiri undangan selain walimahan diperselisihkan apakah wajib atau sunnah.

 

Penerima Zakat Karena Utang

Saya mempunyai utang untuk usaha dan renovasi rumah. Sekarang saya kesulitan melunasi. Apa saya digolongkan orang yang berhak menerima zakat? Apakah boleh meminta-minta zakat? 085239XXXXXX

Anda tergolong orang yang berhak menerima zakat untuk membayar utang, bukan untuk nafkah. Jika pada saat yang sama Anda miskin, Anda berhak pula mendapatkan zakat untuk nafkah Anda.

 

Belum Melaksanakan Nazar

Sebelum saya mengetahui nazar muqayyad, saya pernah melakukannya. Pada waktu saya sakit, saya bernazar untuk puasa sekian hari jika sembuh, Ketika sembuh, saya belum melaksanakan nazar saya tepat pada waktu saya sembuh. Apakah saya harus membayar kafarat nazar saya atau melaksanakan nazar saya? 083190XXXXXX

Kewajiban Anda adalah melaksanakan nazar itu sekarang, berpuasalah sejumlah hari yang Anda nazarkan sekarang juga, tanpa menundanya lagi agar tanggung jawab Anda terlepas dan meraih pahala menunaikan nazar.

 

Berdoa Pada Sujud Terakhir

Bolehkah berdoa saat sujud terakhir pada shalat fardhu? Doa apakah yang boleh dilafadzkan? 08987XXXXXX

Disyariatkan banyak berdoa dalam sujud baik pada shalat sunnah maupun shalat wajib dengan doa yang bermanfaat untuk dunia akhirat. Tidak ada dalil pengkhususan pada sujud terakhir saja, tetapi pada seluruh sujud.

 

Jual Beli Kredit yang Mengandung Ribawi

Apakah proses jual beli motor secara kredit sebagaimana yang ada pada zaman sekarang ini termasuk dalam praktik ribawi? 085730XXXXXX

Akad jual beli motor/mobil dengan cara kredit yang ada pada zaman sekarang adalah riba, dari dua sisi:

1. Ada syarat denda pada akad bagi yang menunggak. Tidak bisa dikatakan boleh dengan alasan dia akan membayarnya tanpa menunggak sehingga tidak terkena denda. Sebab, hal itu adalah akad riba dari asalnya walaupun dengan niat akan melunasinya tanpa denda. Lagi pula, siapa yang bisa memastikan peminjam tidak akan menunggak?

2. Angsuran dibayarkan ke lembaga pembiayaan (leasing) yang menalangi setiap motor/mobil yang dicicil nasabah, bukan ke dealer (penjual). Hal itu karena motor/mobil yang dikreditkan oleh dealer telah dibayar tunai oleh lembaga pembiayaan tersebut. Artinya, pembeli sebenarnya diutangisecara tidak langsung oleh lembaga pembiayaan tersebut agar bisa membeli motor/mobil yang diinginkan. Lalu pembeli membayar utang itu kepadanya dengan nilai lebih besar (harga cicil) Ini adalah rekayasa riba yang dikenal dengan istilah ‘inah model tiga pihak. Wallahu a’lam.

 

Ingat Kena Najis Setelah Shalat

Saat kita shalat, kita lupa bahwa pakaian kita kena najis dan baru ingat setelah shalat, apakah shalat tersebut harus diulangi lagi? 085381XXXXXX

Jika ingat terkena najis setelah shalat, hal itu dimaafkan dan shalat Anda sah. Adapun lupa wudhu, hal itu tidak dimaafkan dan shalat itu wajib diulangi.

 

Uang Pinjaman Dikembalikan dari Hasil Judi

Bismillah. Jika kita meminjamkan uang kepada seseorang, kemudian uang tersebut dikembalikan kepada kita dengan wujud hasil keuntungan judi, bagaimana hukum uang tersebut? 08561XXXXXX

Pada asalnya, keharaman uang dari penghasilan yang haram adalah bagi pemiliknya, tidak bagi orang lain. Hal ini ditegaskan oleh Ibnu ‘Utsaimin dalam tafsirnya. Berdasarkan hal ini, boleh menerima pembayaran utang itudari hasil judinya. Sikap wara’ adalah  menolaknya dan minta dibayar dengan harta selainnya.

 

Suami Suruh Gugurkan Kandungan

Jika suami menyuruh istri untuk menggugurkan kandungan yang berusia satu setengah bulan, apakah diperbolehkan? Sebab, pendapatan suami sedikit, banyak utang, dan masih mempunyai anak-anak kecil. 085732XXXXXX

Tidak boleh menuruti kemauan suami untuk menggugurkan kandungan, karena tidak ada kebutuhan mendesak yang menuntut. Adapun kesulitan nafkah dan mengurus anak tidak bisa dijadikan alasan.

 

Ambil Gaji di Bank

Saya bekerja di satu perusahaan dan penggajiannya melalui bank. Apakah tidak termasuk riba jika gaji saya simpan di bank dalam jangka waktu lama? Saya hanya mengambil gaji saya dan bunganya tidak saya ambil? 087841XXXXXX

Hal itu bukan riba. Akan tetapi, tidak boleh menabung di bank kecuali jika uang Anda tidak aman ketika disimpan sendiri.

Tanya Jawab Ringkas Edisi 83

Jin Mendapat Syariat?
Apakah jin mendapatkan syariat seperti kita (shalat, puasa, dsb.)? Apakah mereka juga bisa membaca mushaf al- Qur’an dan hafalan?

081391XXXXXX

Ya, kehidupan jin seperti manusia, hanya beda alam. Lihat surat adz- Dzariyat ayat 56.
al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Takbir Ied bagi Wanita
Bolehkah wanita takbir pada ied? Apa syarat-syaratnya?

081391XXXXXX

Wanita diperbolehkan takbir ied sebagaimana laki-laki. Namun, tidak boleh mengeraskan suaranya sampai terdengar oleh laki-laki yang bukan mahram, juga tanpa ikhtilath. Cukup sendiri atau di tengah-tengah wanita atau mahramnya.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Jumlah Lafadz Takbir Ied
Berapa kali lafadz takbir ied?

081391XXXXXX

Semuanya boleh, karena lafadz takbir datangnya dari perbuatan salaf, tidak adariwayat dalam sunnah. Bahkan, semata-mata mengulang lafadz takbir juga boleh. Namun, yang afdal adalah bertakbir sesuai dengan contoh salaf.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Keputihan Membatalkan Wudhu?
Bismillah. Apakah keputihan itu dapat membatalkan wudhu dan shalat? Apakah keputihan itu najis? Jazakumullah khairan.

085647XXXXXX

Pendapat yang rajih, hukum asal sesuatu adalah suci dan tidak membatalkan wudhu sampai ada nash dalil yang menjelaskannya.Tidak ada nash yang menjelaskan najisnya keputihan atau termasuk pembatal wudhu.
Adapun lafadz“ yangk eluard ari dua jalan qubul dan dubur” bukan lafadz hadits, melainkan pernyataan jumhur ulama; itu pun tidak baku untuk semua permasalahan. Wallahul muwaffiq.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Zakat dari Jualan Sabu-Sabu
Bismillah. Apakah boleh seseorang mengeluarkan zakat harta dari hasil yang haram, misal dari hasil jual sabu-sabu. Bagaimana orang yang menerimanya? Jazakallahu khairan.

085260XXXXXX

Allah Subhanahuawata’ala tidak menerima selain yang baik. Orang yang mempunyai harta haramatau dari hasil yang haram,tidak boleh memakainya kecuali apabila dia mendapatkannya sebelum mengetahui ilmunya, maka apa yang telah berlalu, halal baginya.
Adapun setelah mempunyai ilmu, dia harus alokasikan untuk kepentingan umum. Sebagian ulama berpen dapat boleh bagi pihak lain untuk menerimanya, tetapi yang wara’ adalah tidak menerimanya; karena termasuk syubhat.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Wakaf Bersyarat
Bismillah. Bagaimana status tanah orang yang mengatakan, “Saya wakafkan tanah ini kalau untuk dibangun masjid.” Apakah masih sebagai tanah wakaf ketika diketahui hampir tidak mungkin membangun masjid di tanah tersebut?

085221XXXXXX

Wakaf itu tergantung niat dan lafadz siwaqif. Sementara itu, nazir hanya menjalankan amanat wakaf tersebut selama tidak melanggar syar’i. Wakaf di atas diistilahkan wakaf mu’allaqbi syarthi (wakaf yang terikat dengans yarat). Apabila sesuai dengan syarat, statusnya wakaf. Jika tidak,tidak dianggap wakaf kecuali apabila waqif mempunyai lafadzlain.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Contoh Jual Beli Istishna’ & Salam
Seseorang menjual tanah dan rumah yang baru dibangun setelah akad jual beli dan membayar DP 50%. Apakah yang demikian termasuk jual beli yang terlarang karena belum ada barang (rumah)? Pertanyaan yang sama, seseorang membeli baju, namun stoknya habis, jadi barang baru diberikan setelah datang. Jazakumullahu khairan. 081254XXXXXX

Kasus pertama disebut istishna’; boleh menurut pendapat yang rajih, dengan syarat rumah itu sesuai dengan kriteria yang disepakati. Waktu pelunasannya adalah pada waktu penyerahan rumah atau sebelumnya.
Kasuske-2 menggunakan sistem salam; yaitu uang kontan dimuka untu kbarang yang disepakati dengan sifat, timbangan, ukuran, dan waktu penyerahan yang disepakati. al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Memukul Anak Agar Jera
Bismillah. Bolehkah menghukum anak dengan memukulnya agar jera sehingga menjadi pelajaran baginya dan bagi teman-temannya? 08179XXXXXX

Pendidikan Islam dibangun di atas rahmah dan kelembutan, khususnya tarbiyahanak-anak. Kekerasan dan kekasaran dalam pendidikan tidak dibenarkan dalam syariat. Yang ada adalah ketegasan dan ke disiplinan dengan rambu-rambunya.
Apabila ada anak yang salah melanggar, hukumannya disesuaikan dengan kadar dan jenis kesalahan, juga kondisi setiap anak. Bisa jadi diberi peringatan, hukuman ringan, sedang, ataumungkinberat, asalkan tidak membahayakan.
Hukuman tidak dilihat dari usia, karena hadits tentang pembeda antar umur tujuh dan sepuluh tahun hanya dalam urusan shalat dan tempat tidur. Apabila terpaksa menghukum dengan pukulan, tidak boleh memukul wajah atau bagian tubuh yang rawan d an tidakbolehmelukai. Wallahulmuwaffiq.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Bayar Pajak karena Terpaksa
Bagaimana hukum orang yang membayar pajak karena terpaksa? Sebab, kita akan diberi sanksi kalau tidak membayar. 085867XXXXXX

Dengan kondisi seperti di negara kita, mau tidak mau kita harus membayar pajak. Oleh karena itu, lakukan demi meredam fitnah; sedangkan dosanya ditanggung oleh pihak yang mewajibkan.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Haramnya Bekerja di Kantor Pajak
Apa penyebab haramnya bekerja di kantor pajak? 082173XXXXXX

Pajak dihukumi haram, karena:
1. Memakan harta sesama muslim dengan cara yang batil.
2. Tidakberdasarkan al-Qur’an, as-Sunnah, danpemahamansalaf.
3. Tasyabbuh perbuatan orangorangkafirdanpemerintahzalim.
4. Pajak dizaman salaf diterapkan terhadap orang kafir, bukan terhadap muslim. Selainitu, terdapat hadits yang menunjukkan bahwa pajak termasuk dosa besar. Lihat halaman 41 majalah edisi ini pada akhir hadits yang menyebutkan kisah wanita Ghamidiyah yang meminta agar dirinya dirajam karena telah berzina.
Ada kitab khusus yang membahas tentang pajak, ditulis oleh Fahd Nahsyali al-‘Adani, dan diberi pendahuluan oleh asy-SyaikhMuhammadal-Imam.
al-Ustadz Muhammad Afifuddin
al-Ustadz Qomar Suaidi

Contoh Kasus Waris
Seorang kakek mempunyai 4 putra, 7 putri, dan 1 putri angkat. Ayah saya adalah salah seorang putra kakek tersebut. Kami tiga bersaudara, putra semua. Ayah saya lebih dahulu meninggal dari kakek atau nenek. Ketika kakek meninggal dengan meninggalkan sejumlah harta, harta tersebut tidak segera dibagi. Ketika nenek meninggal, baru dilakukan pembagian warisan.
Bagaimana pembagian harta waris tersebut? Apakah kami mendapatkan warisanjuga? Jazakumullahukhairan.081370XXXXXX

Anda semua tidak mendapatkan warisan, karena orang tua meninggal sebelum kakek-nenek yang memiliki harta.Dalam ilmu waris, Anda semua gugur karena masih ada anak-anak dari kakek-nenek tersebut.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Sudah Tidak Bekerja, Masih Digaji
Seseorang yang sudah tidak bekerja lagi mendapatkan gaji tiap bulan sampai bulan keempat. Bolehkah ia mempergunakan uang gaji tersebut?085275XXXXX

Jika dari pemerintah atau perusahaan sebagai subsidi, diperbolehkan. Namun, apabila bukan subsidi, tetapi gaji bulanan atas pekerjaan kita (yang ternyata kita sudah tidak bekerja), tidak boleh diambil. Jika dari asuransi,dirinci lagi. JikaDari uang gaji kita yang dipotong tiap bulan, boleh diambil sejumlah nominal gaji saja; tetapi jika dari selain itu, lebih baik tidak diambil karena bukan hak kita.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Anak Menghajikan Orang Tua
Apa hukumnya seorang anak yang menghajikan bapak dan ibunya yang sudah meninggal? 08156XXXXXX

Jika orang tua pada masa hidupnya termasuk mampu haji, tetapi tidak ada kesempatan berangkat hingga wafat, anak boleh menghajikannya dengan syarat yang menjadi wakil sudah pernah haji sebelumnya. Begitu pula apabila orang tua berwasiat dan tidak lebih dari1/3 harta, maka ditunaikan wasiatnya.

al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Tanya Jawab Ringkas Edisi 82

Buang Angin Terus-Menerus

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Saya seorang wanita yang memiliki masalah dengan shalat. Terkadang saya harus berwudhu berkali-kali karena buang angin yang tidak bisa ditahan, apakah itu penyakit atau bukan? Saya sedih karena hal itu sering terjadi sehingga shalat tidak bisa tenang karena sering buang angin dan terkadang shalat belum selesai karena harus berkali-kali wudhu, sedangkan anak sedang menangis. Apa yang harus saya lakukan supaya shalat saya bisa khusyuk? Mohon jawaban dari ustadz. (Ummu Fulan)

Jawab :

Anda tidak perlu bersedih. Bersabarlah atas takdir Allah Subhanahu wata’ala. Hal itu adalah ujian bagi Anda yang harus dihadapi dengan kesabaran. Ada kemungkinan hal itu karena masuk angin. Cobalah atasi dengan menggunakan jaket dan kaos kaki serta ikhtiar-ikhtiar lainnya. Carilah waktu redanya buang angin itu untuk melaksanakan shalat di waktu itu. Selain itu, upayakanlah menenangkan anak Anda dengan memberinya makanan atau mainan, lalu Anda melaksanakan shalat agar dapat lebih khusyuk. Jika anak Anda menangis saat shalat, tidak mengapa mempercepat shalatnya. Sebab, pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami di masjid dan bermaksud memanjangkan shalat, tetapi mendengar suara tangis bayi di belakangnya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mempercepat shalatnya. Wallahua ’lam.

 

Tidur Sebelum Zhuhur, Bangun Waktu Ashar

Ustadz, saya mau tanya. Kalau kita ketiduran melewati waktu zhuhur kemudian baru bangun waktu ashar, terus shalat yang kita lakukan bagaimana tata caranya? Apakah boleh diringkas jadi

dua rakaat dua rakaat? Terima kasih. (timxxxx@yahoo.co.id)

Jawab :

Ketika Anda terbangun, maka langsung mengqadha shalat zhuhur tersebut empat rakaat, setelah itu baru shalat Ashar empat rakaat. Tidak boleh diqashar menjadi dua rakaat dua rakaat karena qashar khusus untuk musafir.

 

Urutan Shalat Ketika Jamak Ta’khir

Saya mau bertanya tentang shalat yang dijamak ta’khir, seperti shalat maghrib dan isya. Urutan shalat yang dikerjakan pertama shalat apa dahulu? Kemudian masalah mandi janabah, bagaimana tata caranya menurut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam? Terima kasih. (Nusa)

Jawab :

  1. 1.    Sesuai urutan shalat : shalat zhuhur kemudian shalat ashar; shalat maghrib kemudian shalat isya.
  2. 2.    Tata cara mandi janabah menurut tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :
  • Berniat untuk mandi suci dalam kalbu.
  • Kemudian membaca basmalah.
  • Kemudian berwudhu dengan wudhu yang sempurna.
  • Kemudian mengguyurkan air di atas kepala dengan cidukan tangan (dan meratakannya di seluruh kulit kepala)
  • Setelah itu mengguyur kepala tiga kali; dimulai dengan mengguyur belahan kanan kepala kemudian belahan kiri, kemudian mengguyur pertengahan kepala.
  • Terakhir, mengguyur sekujur tubuh yang tersisa; dimulai dengan belahan kanan tubuh, kemudian yang kiri. Wallahu a’lam.

 

Menikahi Wanita yang Dizinai

Bolehkah seorang lelaki yang sudah bertobat menikahi wanita yang pernah dizinainya?

Jawab :

Boleh, dengan dua syarat :

  1. 1.    Wanita tersebut juga telah bertobat.
  2. 2.    Wanita tersebut telah menjalani istibra’ (pembebasan) rahim dari kemungkinan adanya janin hasil hubungan zina itu dengan haid satu kali (jika tidak hamil) atau melahirkan bayinya (jika hamil).

Puasa Dawud

Apa ada sunnahnya puasa Dawud dan apa pernah ada sahabat yang menjalankan puasa itu?

Jawab :

Puasa Dawud adalah puasa sunnah yang afdal (paling utama), tidak ada puasa sunnah yang lebih utama darinya. Hal ini sebagaimana bimbingan Rasululah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat yang mulia Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma (dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih).

 Puasa Ayyamul Bidh

Bagaimana cara puasa sunnah ayyamulbidh (tanggal13,14, dan15) tiap bulan, sedangkan kita tidak tahu kapan tanggal 1 setiap bulan hijriah. Apakah boleh bersandar kepada kalender hijriah karena kita susah ru’yatul hilal?

Jawab :

Anda dapat melihat langsung bulan yang bersinar terang diatas langit pada tanggal 13,14, dan 15 bulan qamariah. Tidak mengapa menggunakan kalender yang ada sebagai acuan untuk membantu Anda mengamati bulan yang ada di atas Anda, karena pada malam malam itu bulan terlihat sangat terang di atas langit. Anda dapat mengetahui secara langsung dengan melihat bulan tersebut, insya Allah. Wallahu a’lam.

 

Wali Nikah Seorang Dukun

Bismillah. Sahkah sebuah perkawinan yang akhwat tersebut walinya seorang dukun?

Jawab :

Jika walinya itu telah dinasihati dan ditegakkan hujah atasnya tentang kafirnya perdukunan yang bekerja dengan ilmu sihir (kerjasama dengan setan), mengklaim ilmu gaib, dan semacamnya, namun dia tetap menekuninya karena hawa nafsu, dia kafir. Jika demikian, tidak sah perwaliannya. Wallahu a’lam.

 

Mertua Tetap Mahram Meski Sudah Bercerai

  1. Setelah wanita bercerai dari suaminya, apakah mertua laki-laki tetap menjadi mahram bagi wanita tersebut?
  2. Jika suami istri cerai dan hak asuh jatuh kepada wanita, sampai usia berapa si anak berhak dinafkahi oleh ayahnya?
  3. Apakah merencanakan untuk mencerai sudah termasuk talak?

Jawab :

  1.    Ya, tetap mahram.
  2.   Seorang ayah yang punya kemampuan menafkahi berkewajiban menafkahi anaknya sampai si anak mampu menafkahi dirinya sendiri dengan penghasilannya.
  3.   Rencana mencerai tidak termasuk mencerai.

Suami Mengancam Talak

Seorang suami mengancam istrinya dengan kata-kata, “Kalau berani pulang ke rumah orang tuamu, kau bukan istriku lagi. “Apakah termasuk talak? Suami hanya ingin mengancam agar istri takut, karena istri tidak betah di tempat mertua. Mohon penjelasannya.

Jawab :

Hukumnya adalah sumpah yang dapat ditebus dengan kafarat sumpah jika dilanggar. Jadi, jika ternyata suatu saat istrinya pulang kerumah orang tuanya, si suami terkena kafarat sumpah yang dilanggar itu.

 

Puasa Sunnah Hari Sabtu

Bagaimana hukum melakukan puasa sunnah bertepatan dengan hari Sabtu? Sebab, saya membaca hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud, terdapat larangan puasa pada hari Sabtu kecuali apa-apa yang diwajibkan. Kalau jadwal puasa Dawud kami bertepatan dengan hari Sabtu, apa yang harus kami lakukan? Apakah kami melompatinya ke hari Ahad atau bagaimana? (Rahmat-Situbondo)

Jawab :

Yang rajah (kuat), boleh berpuasa sunnah pada hari Sabtu. Hadits larangan puasa sunnah pada hari Sabtu adalah hadits yang keliru dan tidak bisa dijadikan hujah. Apalagi terkait dengan puasa Dawud, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membimbing Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma agar berpuasa Dawud; berpuasa sehari dan berbuka sehari (Muttafaq ‘alaih), tanpa mengecualikan hari Sabtu. Artinya, meskipun puasa Dawud itu bertepatan jatuhnya dengan hari Sabtu, tetap berpuasa. Masalah ini telah kami kupas tuntas dengan taufik Allah Subhanahu wata’ala  pada buku kami, Fikih Puasa Lengkap.

 

Halalkah Kadal?

Apakah kadal boleh dimakan?

Jawab :

Terdapat perbedaan pendapat. Yang kami pandang lebih hati-hati adalah pendapat jumhur ulama yang mengatakan haram.

 

Qadha Shalat Lail

  1. Bolehkah qadha shalat lail? Seseorang shalat lail beberapa rakaat. Belum sebelas rakaat, ternyata masuk waktu subuh. Dia ingin menyempurnakan menjadi sebelas rakaat, bagaimana caranya? Kapan waktu qadhanya? Apakah pakai witir?
  2. Kapan mulai waktu puasa Syawal, apakah harus berurutan?

Jawab :

  1. Yang disyariatkan diqadha apabila luput karena uzur adalah shalat witir. Seperti halnya jika ketiduran dan terlambat bangun, lalu shalat lail beberapa rakaat, tetapi ternyata waktu subuh telah tiba, yang artinya waktu shalat witir telah habis. Jika demikian, shalat witirnya diqadha di waktu dhuha ditambah satu rakaat untuk menggenapkannya sesuai jumlah rakaat shalat witir yang menjadi kebiasaan seseorang. Jika biasanya dia shalat witir tiga rakaat, diqadha dengan empat rakaat; dengan cara dua rakaat dua rakaat. Jika biasanya dia shalat witir lima rakaat, diqadha dengan enam rakaat; dengan cara dua rakaat dua rakaat. Dalilnya adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwaRasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengqadha shalat witirnya yang luput karena sakit atau tertidur di waktudhuha dua belas rakaat (HR. Muslim).
  2. Mulai tanggal 2 Syawal dan tidak harus berurutan.

_______________________________________________________________________________________

Contoh Kasus Pembagian Warisan

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Seorang bapak meninggal dengan meninggalkan sejumlah harta. Ahli warisnya terdiri dari istri, dua anak perempuan, dua anak laki-laki, seorang saudara perempuan sekandung dan dua orang saudara laki-laki sekandung. Bagaimana pembagian harta waris tersebut? Jazakallahu khair. (+6285868xxxxxx)

Jawab :

Istri mendapatkan 1/8 karena ada anak. Saudara dan saudari gugur karena adanya anak laki-laki. Sisa harta dibagi untuk anak laki-laki dan perempuan, dengan anak laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian anak perempuan.

 

Bisnis Valuta Asing

Saat ini marak orang tertarik bisnis valuta asing dengan keuntungan 10% dari modal, dengan cara menyerahkan sejumlah uang kepada orang lain tanpa tahu proses pembelian valuta tersebut. Setiap bulan kita menerima 10% dari modal kita. Bagaimana hukumnya? Jazakumullah khairan. (+6281354XXXXXX)

Jawab :

Jual beli valas disyaratkan harus serah terima di tempat. Sistem online tidak boleh karena terkena riba nasiah. Adapun hakikat akad di atas adalah mudharabah. Penetapan laba dengan nominal atau persentase tertentu adalah riba karena ada unsure pertaruhan dengan spekulasi tinggi. Yang benar, laba menggunakan persentase sesuai dengan kesepakatan, tergantung untung rugi usaha yang dijalankan. Apabila rugi, investor pun harus ikut menanggungnya. Lihat masalah mudharabah di Asy-Syariah edisi 28 dan 53. Waffaqakumullah.

Shalat Gerhana di Rumah

Bolehkah wanita shalat gerhana (shalat kusuf) sendirian di rumahnya? Apa yang lebih utama baginya?

Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab, “Tidak apa-apa wanita shalat kusuf di rumahnya karena perintah dalam hal ini bersifat umum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan,

فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ

“Shalatlah kalian dan berdoalah sampai tersingkap/hilang apa yang menimpa kalian.”[1]

Namun, kalau si wanita keluar ke masjid sebagaimana yang dilakukan oleh para wanita dari kalangan sahabat[2] dan ikut shalat bersama orang-orang, tentu ini adalah kebaikan. (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin, 16/310)

3 Catatan kaki seluruhnya dari penerjemah. HR. al-Bukhari no. 5996 dan Muslim no. 1212.

[1] Gerhana bulan atau matahari berakhir dengan bulan kembali bercahaya dan matahari kembali bersinar.

[2]  Seperti yang dilakukan oleh Aisyah dan Asma binti Abi Bakr g dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dan Muslim.

 

Tanya Jawab Ringkas Edisi 071

Mulai edisi ini, rubrik “Tanya Jawab Ringkas” menjadi suguhan baru kami. Sesuai namanya, rubrik ini berisi pertanyaan seputar Islam yang berjawab secara ringkas. Rubrik ini dilatarbelakangi banyaknya pertanyaan yang masuk via SMS ke nomor Redaksi, yang tidak memungkinkan kami muat semua dalam rubrik “Problema Anda”. Rubrik “Problema Anda” dengan kekhasan tersendiri tetap kami pertahankan. Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

Ucapan Suami ketika Marah, “Lebih baik putus saja.”
Bismillah. Afwan ustadz, ana mau tanya. Suami sedang marah lalu berkata, “Lebih baik putus saja.” Apakah sudah termasuk ucapan talak? Jika mau rujuk apakah harus ada saksi?
+6287869xxxxxx

Kalau dia meniatkannya sebagai penjatuhan talak, jatuh sebagai talak dan disyariatkan saat rujuk adanya dua saksi laki-laki yang ‘adl (istiqamah/bukan fasik). Namun kalau dia tidak meniatkannya untuk menjatuhkan talak maka tidak jatuh. Wallahu a’lam.

Rujuk di Masa ‘Iddah
Bismillah. Afwan, ana mau tanya. Apakah rujuk sebelum masa ‘iddah juga dengan dua saksi.
+6287869xxxxxx

Pertama, ada dua orang saksi laki-laki yang ‘adl (istiqamah/bukan fasik).
Kedua, rujuk adalah hak suami di masa ‘iddah, baik istri setuju maupun tidak.

Istri Menolak Rujuk di Masa ‘Iddah
Afwan, ana mau tanya lagi. Apakah ana berdosa karena ana menolak dirujuk walau masih dalam masa ‘iddah, karena ana masih shock. Mohon dijelaskan. Jazakumullahu khair.
+6287869xxxxxx

Perihal kerelaan istri untuk dirujuk, bukanlah syarat. Suami berhak merujuk istrinya pada masa ‘iddah talak satu dan dua, baik istri rela maupun tidak.

Mencabut Gigi Saat Berpuasa
Bagaimana hukumnya mencabut gigi saat puasa? Jazakumullah khairan.
Ummu Luchi (085851xxxxxx)

Cabut gigi saat berpuasa diperbolehkan dengan syarat tidak menelan darah yang keluar akibat pencabutan itu, karena menelan darah yang ada di mulut membatalkan puasa. Jika tertelan tanpa sengaja, tidak mengapa.

Shalat Memakai Parfum Beralkohol
Ustadz, ana mau tanya. Apakah sah shalat memakai parfum yang mengandung alkohol walau sedikit?
+6289637xxxxxx

Sah. Jika alkoholnya banyak dan unsurnya masih ada, yang benar alkohol bukan najis. Jika alkoholnya sedikit sehingga larut dan hilang, perkaranya lebih jelas lagi. Wallahu a’lam.
Namun, perlu diketahui bahwa haram hukumnya menggunakan parfum yang beralkohol dengan kadar alkohol yang tinggi sehingga efeknya masih ada, yang seandainya diminum akan memabukkan, atau masih tampak bau, warna, atau rasa alkoholnya.

Waktu Puasa Asyura
Bismillah. Saya mau tanya. Kapan afdhalnya waktu puasa Asyura, tanggal 9 atau 10 Muharram?
Abu Ihsan (08976xxxxxx)

Disunnahkan berpuasa Asyura (10 Muharram), tetapi sempurnanya dengan berpuasa tanggal 9 dan 10 Muharram. Wallahu a’lam.

Berpuasa Tanggal 11 Muharram Saja
Bismillah. Seseorang berpuasa pada tanggal 11 Muharram saja, tidak dimulai dari 9 Muharram. Apakah diperbolehkan?
08192xxxxxx

Hal ini disunnahkan, dengan keyakinan bahwa berpuasa sunnah di bulan Muharram berdasarkan hadits, “Seutama-utama puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.” Tetapi, statusnya adalah puasa sunnah mutlak, bukan puasa khusus 11 Muharram, sebagaimana puasa pada hari-hari lainnya di bulan ini. Adapun puasa 10 Muharram, memang disyariatkan secara khusus. Puasa ini lebih sempurna dengan digandeng bersama puasa 9 Muharram. Wallahu a’lam.

Hamil dan Keluar Flek, Tetap Shalat?
Bismillah. Saya sedang hamil tua, hampir sembilan bulan. Tadi pagi keluar flek agak coklat sedikit titik merah. Terus saya mandi besar dan shalat dhuha. Tadi keluar lagi sedikit agak coklat, tetapi belum terasa mulas layaknya mau melahirkan. Sekarang saya mau shalat dhuhur, apakah harus mandi janabah dulu? Atau saya dihukumi tidak boleh shalat?
Ummu Mashluchi, Surabaya
081515xxxxxx

Darah itu dianggap darah fasad (rusak) yang tidak menghalangi shalat dan semacamnya. Hukumnya hanya hadats kecil yang mewajibkan wudhu, tidak mewajibkan mandi. Wallahu a’lam.

Talak Tiga Langsung
Bismillah. Saya salah satu pelanggan majalah Asy-Syariah. Saya punya masalah, yaitu bertengkar dengan istri. Dalam keadaan marah, saya berkata, “Kamu sekarang aku talak tiga.” Bagaimana pandangan Al-Qur’an dan as-Sunnah? Saya minta penjelasannya dan dimuat di majalah Asy-Syariah. Jazakumullah khairan.
Abu Hijroh, Sampang-Madura
081904xxxxxx

Jika Anda menalaknya dalam keadaan marah yang tahapnya masih sadar dan dapat mengendalikan diri, tetapi Anda tetap marah kepadanya dan menalaknya, talak itu jatuh sebagai talak satu. Meskipun Anda menalaknya dengan talak tiga, jatuhnya tetap talak satu, menurut pendapat yang benar sesuai dengan sunnah Rasulullah n. Adapun penjelasan lengkapnya, nantikan dalam rubrik Kajian Utama edisi 72, insya Allah.

Anak Lahir di Atas Fitrah

Saya ingin memperoleh perincian dan keterangan serta apa perbedaan kedua hadits ini. Hadits yang mulia menyatakan:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”

Hadits lain berbunyi:

يُكْتَبُ رِزْقُهُ وَ عَمَلُهُ وَ شَقِيٌّ أَوْ سَعِيْد

“(Untuk janin yang ditiupkan ruhnya padanya, Allah subhanahu wa ta’ala perintahkan kepada malaikat penjaga janin agar) janin tersebut dicatat rezekinya, amalnya, dan apakah ia orang yang sengsara ataukah orang yang berbahagia.”

Jawab:
Pertama, hadits:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهُ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara), maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabir. Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dengan lafadz:

كُلُّ إِنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap manusia dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Adapun al-Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dengan lafadz:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَثَلِ الْبَهِيْمَةِ تَنْتِجُ الْبَهِيْمَةَ، هَلْ تَرَى فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟

“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagaimana permisalan hewan yang dilahirkan oleh hewan, apakah kalian melihat pada anaknya ada yang terpotong telinganya? (Anaknya lahir dalam keadaan telinganya tidak cacat, namun pemiliknya lah yang kemudian memotong telinganya, -pen.).”

Makna hadits di atas adalah manusia difitrahkan (memiliki sifat pembawaan sejak lahir) dengan kuat di atas Islam. Akan tetapi, tentu harus ada pembelajaran Islam dengan perbuatan/tindakan. Siapa yang Allah subhanahu wa ta’ala takdirkan termasuk golongan orang-orang yang berbahagia, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan menyiapkan untuknya orang yang akan mengajarinya jalan petunjuk sehingga jadilah dia dipersiapkan untuk berbuat (kebaikan).

Sebaliknya, siapa yang Allah subhanahu wa ta’ala ingin menghinakannya dan mencelakakannya, Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan sebab yang akan mengubahnya dari fitrahnya dan membengkokkan kelurusannya. Hal ini sebagaimana keterangan yang ada dalam hadits tentang pengaruh yang dilakukan kedua orang tua terhadap anaknya yang menjadikan si anak beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

Kedua dalam Shahihain dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

“Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menceritakan kepada kami, dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari sebagai setetes mani/nuthfah. Kemudian nuthfah tadi menjadi segumpal darah selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari. Lalu diutuslah malaikat kepada janin tersebut dan diitiupkanlah ruh kepadanya. Malaikat lalu diperintah untuk menulis empat perkara: ditulis rezeki si janin, ajalnya, amalnya, dan apakah ia orang yang sengsara ataukah orang yang berbahagia. Maka demi Allah yang tidak ada sesembahan yang patut disembah selain-Nya, sungguh salah seorang dari kalian melakukan amalan ahlul jannah hingga tidaklah antara dia dan surga melainkan tinggal sehasta, namun catatannya telah mendahuluinya (bahwa dia bukanlah ahlul jannah) lalu ia berbuat dengan perbuatan ahlul nar/neraka maka ia pun masuk neraka. Ada pula salah seorang dari kalian melakukan perbuatan ahlul nar hingga tidaklah jarak dia dengan neraka kecuali tinggal sehasta namun catatannya telah mendahuluinya (bahwa dia bukanlah ahlun nar tapi ahlul jannah) maka pada akhirnya ia beramal dengan amalannya ahlul jannah lalu ia pun masuk jannah.”

Kesengsaraan dan kebahagiaan yang telah dicatat tersebut adalah penulisan azali (sejak dahulu, sebelum makhluk diciptakan) dengan tinjauan ilmu Allah subhanahu wa ta’ala yang azali (yakni Allah subhanahu wa ta’ala sudah mengetahui dan menetapkan bahwa si hamba termasuk orang yang bahagia dengan beroleh surga atau termasuk orang yang celaka dengan masuk neraka, jauh sebelum si hamba diciptakan bahkan sebelum semua makhluk diciptakan, -pen.) dan akhir amalan seorang hamba sesuai dengan ilmu Allah subhanahu wa ta’ala yang azali (sengsarakah dia ataukah bahagia?)

Ketiga, melihat pertanyaan yang ada (seolah-olah menganggap kedua hadits di atas bertentangan), dengan merenungkan makna hadits yang pertama dan kedua akan jelas keduanya tidak bertentangan.

Hal ini karena manusia terfitrah dengan kuat di atas kebaikan. Jika dalam ilmu Allah subhanahu wa ta’ala, ia termasuk golongan orang-orang yang berbahagia dan kebahagiaan inilah yang ditetapkan pada akhir hidupnya, Allah subhanahu wa ta’ala akan menyiapkan orang yang akan menunjukinya kepada jalan kebaikan. Namun, jika dalam ilmu Allah subhanahu wa ta’ala ia termasuk golongan orang-orang yang celaka, Allah subhanahu wa ta’ala akan menggiring untuknya orang yang akan memalingkannya dari jalan kebaikan dan menyertainya pada jalan kejelekan, mendorongnya di atas kejelekan dan terus-menerus mendampinginya hingga ditutup umurnya dengan penutup yang jelek.

Sungguh, banyak nash menyebutkan adanya penulisan takdir yang telah terdahulu yang berisi ketentuan golongan yang berbahagia dan yang sengsara.

Di dalam ash-Shahihain dari Ali radhiallahu ‘anhu, dari Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Tidak ada satu jiwa pun melainkan Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan tempatnya di surga atau di neraka dan telah dicatat baginya kesengsaraan atau kebahagiaannya. Seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya kita pasrah saja dengan apa yang telah ditulis untuk kita dan tidak perlu beramal?” Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beramallah kalian karena setiap orang akan dimudahkan kepada apa yang dia diciptakan untuknya. Golongan yang berbahagia akan dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang yang berbahagia. Adapun golongan yang celaka akan dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang yang celaka.”

Kemudian Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat:

“Adapun orang-orang yang suka memberi lagi bertakwa. Dia juga membenarkan surga/pahala yang baik…” (al-Lail: 5—6).”

Hadits ini menunjukkan bahwa kebahagiaan dan kecelakaan telah tercatat dalam kitab/catatan takdir. Diperolehnya kebahagiaan dan kesengsaraan itu sesuai dengan amalan. Masing-masing orang akan dimudahkan melakukan amalan yang telah ditentukan/diciptakan untuknya, yang hal itu merupakan sebab kebahagiaan dan kesengsaraannya. Wabillahi at-taufiq. (Fatwa no. 6334, 3/525—527)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.