Yang Tercecer dari IAIN (7) – Mengusung Tokoh Kafir dan Bid’ah

Di antara bukti kecintaan seorang muslim kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah ia selalu berusaha mencintai orang yang Allah subhanahu wa ta’ala cintai dan membenci siapa yang Allah subhanahu wa ta’ala benci. Sungguh aneh bila ia mengaku mencintai-Nya akan tetapi dia membenci siapa yang Allah subhanahu wa ta’ala cintai dan mencintai siapa yang Allah subhanahu wa ta’ala benci. Penyair Arab mengatakan:

   تَعْصِي اْلِإلَهَ وَأَنْتَ تَزْعُمُ حُبَّهُ

 هَذَا لَعَمْرِي في اْلقِيَاس بَدِيْعُ

لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقًا لَأَطَعْتَهُ

إِنَّ اْلمُحِبَّ لِمَنْ يُحِبُّ مُطِيْعُ

Kamu bermaksiat kepada Ilah sementara kamu mengaku cinta kepada-Nya

Aku bersumpah, ini sungguh kias yang aneh

Seandainya pengakuan cintamu jujur, tentu kamu akan menaatinya

karena seorang yang mencintai itu akan menaati yang dicintainya. (al-Qaulul Mufid, 3/55) Lanjutkan membaca Yang Tercecer dari IAIN (7) – Mengusung Tokoh Kafir dan Bid’ah

Membungkam Lolongan Para Thaghut Penyeru Pluralisme dan Inkluvisme

MEMBUNGKAM LOLONGAN PARA THAGHUT PENYERU PLURALISME DAN INKLUSIVISME[1]

Abu Hurairah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda,

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُوْدِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوْتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah mendengar dariku seseorang dari umat ini[2] baik orang Yahudi maupun orang Nasrani, kemudian ia mati dalam keadaan ia tidak beriman dengan risalah yang aku bawa, kecuali ia menjadi penghuni neraka.”

Lanjutkan membaca Membungkam Lolongan Para Thaghut Penyeru Pluralisme dan Inkluvisme

Tokoh-tokoh Penyeru Penyatuan Agama

Ironis memang, ketika didapati sebagian “muslimin” yang menisbatkan dirinya kepada Islam menyambut baik seruan penyatuan agama, paling bersemangat menghadiri seminar-seminarnya, serta paling tinggi suaranya. Bahkan mengalahkan kegigihan orang-orang kafir dalam menyuarakannya. Yang menyedihkan, di antara mereka adalah ‘tokoh’ yang suaranya sangat didengar umat.

Lanjutkan membaca Tokoh-tokoh Penyeru Penyatuan Agama