Kekejaman Syiah Hutsi di Yaman

Al-Ustadz Abu Mu’awiyah Askari

wilayah-hutsi

Hutsiyah merupakan kelompok Syiah pecahan dari Syiah Zaidiyah yang berkembang di Yaman. Pemimpinnya adalah Badruddin al-Hutsi, lahir pada tanggal 17 Jumadal Ula 1345 H di kota Dhahiyan dan dibesarkan di Sha’dah, Yaman Utara. Pada asalnya dia berpemikiran Zaidiyah, yang kemudian lebih condong kepada pemikiran Syiah Rafidhah yang berpusat di Iran. Dia pindah ke Iran setelah berselisih paham dengan sebagian ulama yang bermazhab Zaidiyah.

Pada tahun 1986 M, terbentuk lembaga “Persatuan Para Pemuda” di Sha’dah. Lembaga ini bertujuan untuk mengajarkan mazhab Zaidi bagi para penganutnya. Badruddin al-Hutsi yang termasuk ulama besar mazhab Zaidi ketika itu menjadi pengajar di lembaga tersebut.

Pada tahun 1990 M, terjadi persatuan antara Yaman Utara dan Yaman Selatan. Dibuka kesempatan untuk membuat partai. Lembaga ini berubah haluan menjadi Hizbul Haq (Partai Kebenaran) yang menjadi perwakilan partai Zaidiyah di Yaman. Husain Badruddin al-Hutsi—anak Badruddin—merupakan tokoh politik yang sangat populer ketika itu. Dia masuk ke dalam Majelis Perwakilan Rakyat pada tahun 1993 dan 1997 M.

Sempat terjadi perselisihan yang sengit antara Badruddin dengan ulama Syiah Zaidiyah di Yaman terkait seputar fatwa sejarah yang didukung oleh para ulama Zaidiyah yang dipimpin oleh Majduddin al-Mu’ayyidi. Mereka menyatakan bahwa persyaratan pemimpin harus dari al-Hasyimi (ahlul bait Nabi n) sudah tidak relevan lagi pada masa sekarang ini, karena kondisi sejarah mengharuskan hal itu. Sekarang, rakyat diberikan pilihan untuk menetapkan pemimpinnya tanpa harus ada syarat dari keturunan Hasan atau Husain c. Badruddin menentang keras fatwa tersebut. Terlebih lagi, Badruddin berasal dari Syiah Zaidiyah al-Jarudiyah yang memiliki kedekatan dengan Syiah Rafidhah Itsna ‘Asyariyah.

Masalahnya semakin berkembang hingga Badruddin membela pemikiran Syiah Rafidhah. Bahkan, dia menulis sebuah kitab yang berjudul “az-Zaidiyah fil Yaman”. Isinya menjelaskan adanya kedekatan antara pemikiran Zaidiyah dan Itsna Asyariyah. Namun, karena penentangan yang kuat terhadap pemikirannya yang menyelisihi mazhab Zaidiyah, dia pindah ke Iran dan tinggal di sana beberapa tahun.

Kepergian Badruddin dari Yaman tidak berarti pemikirannya mandek. Pemikirannya yang dibangun di atas pemahaman Syiah Rafidhah justru semakin berkembang, terkhusus di daerah Sha’dah dan sekitarnya sejak 1997 M. Pada masa itu pula, anaknya yang bernama Husain Badruddin keluar dari partai Hizbul Haq sekaligus keluar dari parlemen. Ia kemudian mendirikan kelompok sendiri yang diberi nama “asy-Syabab al-Mukmin”, artinya Pemuda Beriman. Ayahnya, Badruddin, menjadi rujukan utama dalam pergerakan ini. Pada awalnya, kelompok ini hanya dianggap fokus memerhatikan masalah agama. Namun, ternyata kelompok Pemuda Beriman ini semakin menampakkan sikap perlawanannya terhadap pemerintah Yaman pada 2002 M.

Saat pergerakan kelompok ini mulai tampak, sebagian ulama Zaidiyah meminta Presiden Yaman ketika itu, Ali Abdullah Saleh, untuk memulangkan Badruddin ke Yaman guna mempelajari kembali pemikiran-pemikiran yang diajarkan kepada para murid dan pengikutnya. Badruddin menyetujui hal itu dan kembali ke Yaman. Ketika itu, pemerintah Yaman tidak menyangka bahwa kelompok ini akan memiliki kekuatan besar yang dapat melakukan perlawanan terhadap pemerintah Yaman.

Pada tahun 2004, tatkala pengikut Hutsi semakin berkembang dan kuat, mereka melakukan demonstrasi besar-besaran di jalanan negeri Yaman. Mereka menyebutkan bahwa al-Hutsi mengaku sebagai Imam Mahdi yang harus ditaati. Bahkan, sebagian menyebutkan bahwa dia mengaku sebagai nabi.

Pemerintah Yaman menentang keras hal ini sehingga menyebabkan terjadinya perang terbuka melawan kelompok Hutsi. Pemerintah mengerahkan lebih dari 30.000 tentara dan menggunakan pesawat serta senjata berat. Ketika itu, pemerintah berhasil membunuh pemimpin Hutsi, Husain Badruddin, menahan ratusan pemberontak, dan merebut senjata mereka dalam jumlah besar.

Setelah kematian Husain Badruddin, kelompok ini dipimpin langsung oleh ayahnya, Badruddin al-Hutsi. Dia menjelaskan, kelompoknya mempersenjatai diri secara diam-diam dengan sangat rapi hingga mampu melakukan perlawanan terhadap pemerintah Yaman.

Pada tahun 2008, Pemerintah Qatar berusaha menjadi penengah antara kelompok Hutsi dan Pemerintah Yaman. Akhirnya, disepakati adanya perjanjian damai. Dengan kesepakatan ini, senjata milik Hutsi diserahkan kepada pemerintah Yaman. Namun, tidak lama berlangsung kesepakatan tersebut, kelompok Hutsi melanggarnya sehingga peperangan kembali meletus. Bahkan, Hutsi berhasil memperluas daerah kekuasaannya dengan menguasai beberapa daerah yang ada di sekitar Sha’dah. Mereka juga berusaha menguasai tepi Laut Merah dengan menguasai salah satu pelabuhan agar leluasa menerima bantuan yang berasal dari luar negeri, khususnya dari Iran.

Hutsi tidak hanya melakukan perlawanan terhadap Pemerintah Yaman. Mereka juga benar-benar ingin mendirikan negara Syiah Rafidhah dengan membunuh dan mengusir siapa saja yang menyelisihi pemikiran mereka. Hal ini menyebabkan terjadi pengungsian penduduk besar-besaran dari kampung halaman mereka yang dikuasai oleh kelompok Hutsi. Diberitakan bahwa hingga hari Kamis tanggal 22 Sya’ban 1430 H, bertepatan dengan tanggal 13 Agustus 2009 M, jumlah para pengungsi dari Kabupaten Sha’dah mencapai 130.000 orang dalam waktu dua pekan terakhir. Mereka seluruhnya dari kalangan Ahlus Sunnah yang enggan mengikuti keyakinan Hutsi.

Mereka tidak membiarkan adanya pondok pesantren Ahlus Sunnah yang dibangun oleh ahli hadits dari negeri Yaman, Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah. Padahal isinya hanyalah para penuntut ilmu yang menjauhkan diri dari berbagai permasalahan politik. Mereka hanya fokus mendalami kitabullah dan sunnah Rasulullah dengan pemahaman salafus saleh. Meski demikian, kelompok Hutsi tidak henti-hentinya mengusik ketenangan mereka.

Mereka berusaha meratakan pondok pesantren Ahlus Sunnah dengan senjata berat berupa tank, basoka, mortir, dan lainnya. Selama lebih dari dua bulan, kelompok Hutsi berhasil mengepung ma’had (pondok pesantren) tersebut dari berbagai arah dan melarang masuknya bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan lainnya. Hal ini menyebabkan banyak wanita, anak-anak, dan orang yang terluka mati karena kelaparan dan kedinginan; tanpa mendapatkan pertolongan sama sekali.

Ini semua akibat perbuatan bejat kelompok Hutsi yang sangat berkeinginan untuk membasmi Ahlus Sunnah dan melenyapkannya dari negeri Yaman, khususnya di daerah yang telah menjadi kekuasaan mereka.

Anehnya, tatkala menghancurkan bangunan ma’had Ahlus Sunnah yang terletak di daerah Kitaf dengan bahan peledak yang dahsyat, mereka meneriakkan slogan palsu, “Kematian untuk Amerika, laknat untuk Israel, kemuliaan untuk Islam.”

Sungguh, teriakan yang sangat aneh lagi palsu. Mereka tidak sedang menghancurkan Gedung Putih kebanggaan Amerika atau meledakkan fasilitas milik Amerika dan Yahudi. Namun, yang mereka hancurkan adalah markaz Ahlus Sunnah, tempat para penuntut ilmu mengkaji al-Qur’an dan as-Sunnah.

Sungguh, ini bukanlah kebohongan pertama yang dilakukan oleh para penjahat Syiah yang tidak memiliki kasih sayang.

Wallahul Musta’an.

 

Tanya Jawab Ringkas Edisi 97 (1)

Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Muhammad Afifuddin.

 Daging Akikah untuk Orang Kafir

Apakah kita boleh memberikan daging akikah kepada saudara kita yang bukan muslim?

08522xxxxxxx

  • Jawaban:

Boleh, dengan niat untuk hadiah atau melembutkan hati mereka. Begitu pula daging hewan kurban. Jadi, akikah dan hewan kurban sebagian menjadi sedekah untuk fakir miskin, sebagian menjadi hadiah untuk orang kaya, termasuk di dalamnya orang yang kafir.

 

Kuas Sisir

Semir Rambut Hitam Kecoklatan

Bolehkah menyemir rambut dengan warna coklat kehitaman karena rambut sudah mulai memutih? Ini atas permintaan suami agar terlihat lebih muda.

081327xxxxxx

  • Jawaban:

Dalam Islam rambut yang memutih karena uban disunnahkan untuk disemir, tetapi dilarang memakai warna hitam. Selama bukan warna hitam, diperbolehkan baik untuk laki-laki maupun perempuan.

 

Sandal Wanita

Wanita Shalat Memakai Sendal

Apakah shalat memakai sendal hukumnya sunnah? Jika wanita sesekali tidak memakai sendal, apakah bisa dihukumi seperti Yahudi?

08539xxxxxxx

  • Jawaban:

Tidak, karena hukumnya sunnah. Yang tidak melakukannya tidak mendapatkan dosa, apalagi dihukumi seperti Yahudi. Yang dinasihatkan ketika hendak shalat menggunakan sendal adalah mempertimbangkan maslahat dan muadarat dalam pandangan masyarakat umum.

 

Derajat Hadits Tentang Talak

Bagaimana kedudukan hadits, “Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah talak”?

08781xxxxxxx

  • Jawaban:

Hadits ini mursal, termasuk riwayat mursal Muharib bin Ditsar. Mursal termasuk golongan hadits dhaif.

 

Berlepas Diri dari Hizbiyah

Apakah beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya berkonsekuensi bahwa saya juga harus berlepas diri dari mereka yang berdakwah tentang agama, namun dalam wadah atau kelompok baru yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Abu Abdillah—Lampung

08574xxxxxxx

  • Jawaban:

Benar, itu temasuk konsekuensi tauhid kita. Kita harus berlepas diri dari kaum musyrikin dan kesyirikan serta dari kebid’ahan dan ahli bid’ah.

koko-batik-biru

Shalat Memakai Pakaian Bermotif

Bagaimana hukumnya memakai pakaian, seperti sarung, songkok, jubah, gamis yang bermotif/tidak polos dalam shalat?

08524xxxxxxx

  • Jawaban:

Selama motifnya tidak ramai dan tidak mengganggu orang yang shalat, tidak mengapa. Afdalnya memakai yang polos sehingga tidak menganggu pandangan orang yang shalat.

 

Partai Politik = Ashabiyah?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Bukan dari golongan kami, orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan).” (HR. Abu Dawud)

Apakah orang-orang yang masuk ke partai politik tertentu dan mengampanyekan partainya termasuk dalam hadits ini?

08524xxxxxxx

  • Jawaban:

Ya. Semua riwayat yang melarang kita dari ashabiyah maka termasuk di antaranya adalah partai-partai politik yang ada ini.

kaus-kaki-pria

Kaos Kaki Tinggi = Musbil?

Jika seseorang memakai celana sampai setengah betis kemudian memakai kaos kaki tinggi, apakah termasuk musbil?

08154xxxxxxx

  • Jawaban:

Tidak, karena menggunakan kaos kaki diperbolehkan. Selain itu, diperbolehkan pula menggunakan khuf (sepatu yang menutupi mata kaki). Yang dilarang adalah yang dari atas, baik itu celana, sarung, jubah, maupun gamis.

 

Antara Umrah & Membantu Orang Miskin

Saya pelanggan Majalah Asy Syariah ingin bertanya. Sekarang ada fenomena adanya ibadah umrah. Yang saya tanyakan, lebih penting mana antara menjalankan ibadah umrah sementara di sekitar kita, bahkan mungkin saudara di sekitar kita, masih banyak yang hidup miskin?

08564xxxxxxx

  • Jawaban:

Dikerjakan dua-duanya. Kita sisihkan uang untuk membantu orang lain yang membutuhkan, di sisi lain kita juga melakukan umrah. Ringkasnya, ibadah umrah sangat besar keutamaannya dan tidak bertentangan dengan ibadah sedekah.

 

Perempuan Mendakwahi Lelaki

Bolehkah seorang perempuan mendakwahi laki-laki? Sebab, wanita tersebut lebih berilmu dan tidak tahan dengan kemungkaran yang dilakukan oleh si lelaki.

08967xxxxxxx

  • Jawaban:

Boleh, dengan syarat aman dari fitnah (godaan) dan dengan cara yang hikmah.

 

Orang Tua Ingin Anak Belajar ke Luar Negeri

Orang tua saya menyuruh saya untuk belajar di Yaman bersama para ulama. Namun, saya merasa belum pantas untuk pergi ke sana karena ilmu saya yang masih sedikit dan umur saya masih 17 tahun. Saya masih merasa takut apabila pergi terlalu jauh. Apa nasihat ustadz, sikap terbaik yang harus saya lakukan?

08237xxxxxxx

  • Jawaban:

Jika menunda keberangkatan dalam rangka memperdalam ilmu yang dirasa penting sehingga lebih mudah ketika belajar di Yaman, itu alasan yang tepat. Akan tetapi, jika ketidaksiapan tersebut karena takut, alasan itu kurang tepat. Sebab, keberangkatan biasanya bersama teman-teman dari Indonesia.

Di Yaman juga sudah ada teman-teman dari Indonesia yang akan membagikan pengalaman kepada kita. Kuatkan hati, azamkan tekad, ambil kesempatan ini sebelum hilang.

 

Wanita Memakai Sendal Lelaki

Wanita memakai sendal seperti laki-laki, apakah itu termasuk tasyabuh?

08579xxxxxxx

  • Jawaban:

Jika sendal tersebut khusus laki-laki, tidak boleh. Jika bukan sendal khusus laki-laki, boleh. Tasyabuh tidak hanya terjadi dalam hal pakaian, tetapi dalam hal yang lain pula.

 

Suami Merantau, Istri Menyuruh Pulang

Apakah seorang istri berdosa menyuruh suaminya pulang apabila suami tersebut tidak bekerja di rantau. Suami masih menunggu mendapatkan pekerjaan.

08575xxxxxxx

  • Jawaban:

Hal ini kembali terserah kerelaan istri. Jika istri meridhai suami tidak pulang, tidak masalah berada di rantauan. Jika tidak rela, hal itu tidak boleh. Sebab, istri punya hak terhadap suaminya. Jika dalam kondisi yang demikian istri meminta suami pulang, suami harus pulang. Demikian juga ketika suami menimba ilmu agama dan istri memintanya pulang, suami harus pulang. Sebab, itu adalah hak istri.

 

Menasihati Murid di Depan Umum

Apakah boleh seorang pengajar menasihati murid di hadapan orang banyak, seperti di majlis taklim umum? Padahal murid itu tidak senang dengan yang seperti itu, walaupun memang dia bersalah.

08236xxxxxxx

  • Jawaban:

Hukum asal menasihati seseorang adalah secara sembunyi-sembunyi, bukan di forum umum karena akan menimbulkan banyak mudarat, timbul kesan mencerca, melecehkan, dan menghina. Akan tetapi, dikecualikan (dibolehkan) jika nasihat tersebut menggunakan bahasa yang umum (tidak menunjuk orang tertentu) sehingga bermanfaat bagi semua pihak. Demikian pula ketika menasihati di depan umum memiliki maslahat yang besar.

 

Makanan Orang Kafir

Tiap daerah ada makanan khasnya, gudeg khasnya Yogya; empek-empek khasnya Palembang; rujak cingur khasnya Surabaya, dst. Demikian pula di negara kafir Eropa dan Amerika ada makanan khas masing-masing, spaghetti, makaroni, dan pizza khas Italia; hotdog, hamburger, dan fried chicken khas USA, dst. Demikian halnya di negara kafir Asia punya kekhasan, misalnya sukiyaki dan tenpura hana adalah khas Jepang.

Pertanyaan:

  1. Apakah memasak, membeli, dan mengonsumsi makanan khas negeri kafir tersebut adalah bentuk tasyabuh dan mendukung syiar mereka?
  2. Bagaimana dengan makan di restoran Pizza Hut, McDonald, KFC, dan semacamnya?

0815xxxxxxx

  • Jawaban:

Hukum asal makanan adalah halal kecuali ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Selagi makanan itu halal maka boleh dikonsumsi, baik itu makanan yang dibuat oleh kaum muslimin maupun yang dibuat oleh orang kafir. Demikian pula makan di Pizza Hut dan yang semisalnya; jika makanan yang dimakan adalah makanan halal, tidak ada hal-hal yang negatif, diperbolehkan.

 

Mengaji di Tempat Kematian

Kami pelanggan Asy Syariah mau tanya, mengaji di tempat orang meninggal itu boleh atau tidak? Katanya untuk “sangu” orang yang meninggal. Apa pula hukumnya peringatan 7 hari sampai 1000 harinya orang yang meninggal.

08783xxxxxxx

  • Jawaban:

Semua yang disebutkan dalam pertanyaan Anda tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Zikir Khusus Setelah Witir

Apakah ada zikir khusus setelah shalat sunnah witir?

08232xxxxxxx

  • Jawaban:

Tidak ada zikir tertentu setelah shalat sunnah. Yang ada zikir khusus adalah setelah shalat fardhu.

 

Makna Hadits Roh Ibarat Pasukan

Apa maksud hadits, “Roh-roh ibarat sebuah pasukan kokoh. Jika saling kenal, akan bertemu. Jika tidak mengenal, akan berpisah”? (HR. al-Bukhari)

08525xxxxxxx

  • Jawaban:

Maksudnya, Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kecocokan hati kepada setiap roh. Roh orang baik akan mencari orang baik yang semisalnya. Roh orang yang jelek juga akan mencari yang jelek semisalnya. Ini adalah introspeksi bagi diri kita, siapa yang kita cintai? Jika kita mencintai orang saleh, patut disyukuri. Akan tetapi, kalau kita mencintai orang yang tidak baik, tandanya roh kita juga tidak baik; perlu segera diperbaiki.

 

Menabung Untuk Kurban

Bolehkah menabung untuk kurban? Bagaimana jika ada orang yang berkata, “Daripada menabung untuk kurban, lebih baik menabung untuk thalabul ilmi.”

08570xxxxxxx

  • Jawaban:

Keduanya boleh. Boleh menabung untuk kurban karena hukumnya sunnah muakkadah; dan boleh menabung untuk thalabul ilmi. Jadi, dua amalan tersebut tidak bertentangan. Kita bisa melakukan kedua-duanya.

 

Suara Manusia Menyerupai Musik

Tidak diragukan lagi bahwa alat musik hukumnya haram. Bagaimana hukumnya suara manusia yang menyerupai suara alat musik (misal acapella atau beatbox)?

08574xxxxxxx

  • Jawaban:

Sebaiknya ditinggalkan, karena suaranya adalah suara musik.

 

Masbuk Satu Rakaat

Bagaimana cara shalat makmum yang masbuk satu rakaat saat shalat Isya?

08526xxxxxxx

  • Jawaban:

Jika maksudnya tertinggal satu rakaat, ketika imam salam dia bangkit menyelesaikan rakaat keempat sampai salam. Jika maksudnya tertinggal tiga rakaat, dia bangkit untuk rakaat kedua dan tasyahud awal, lalu melanjutkan rakaat ketiga dan keempat hingga salam.

 

Tobat Pemelihara Tuyul

Apa dosa seseorang yang memelihara tuyul masih bisa diampuni?

08773xxxxxxx

  • Jawaban:

Semua dosa masih bisa bertobat darinya, asal bertobat dengan taubatan nasuha. Di antara cara tobat memelihara tuyul, dia melepaskan semua tuyul itu dan tidak ada lagi keterkaitan dengan tuyul-tuyul tersebut. Tinggalkan semua klenik yang selama ini dilakukan. Tinggalkan semua bentuk kesyirikan dan khurafat. Kembalilah kepada agama yang benar, bertauhid kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan banyak beramal saleh.

 

Cara Berjamaah Dua Orang

Bagaimana tatacara shalat berjamaah dengan dua orang? Saya pernah membaca buku tuntunan shalat, jika berjamaah hanya dua orang, imam dan makmum berdiri berjajar. Akan tetapi, yang ada di masyarakat luas sekarang, imam berdiri di depan, makmum di belakangnya. Kalau seperti itu shalatnya mendapat pahala jamaah atau tidak?

08771xxxxxxx

  • Jawaban:

Yang sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, imam berdiri sejajar dengan makmum. Adapun imam di depan dan makmum di belakang, hal itu menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Definisi Ahlul Bait

Apa makna ahlul bait? Apa saja ketentuan-ketentuan ahlul bait? Apa yang harus dilakukan jika dia diberi suatu barang atau makanan?

08525xxxxxxx

  • Jawaban:

Ahlul bait adalah keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah keluarga Ali bin Abi Thalib, Ja’far bin Abi Thalib, Aqil bin Abi Thalib, dan Harits bin Abi Thalib. Ahlul bait yang mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimuliakan karena dua alasan:

(1) di atas sunnah, dan

(2) keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika mereka termasuk ahli bid’ah, tidak dimuliakan. Ahlul bait tidak boleh memakan barang sedekah, tetapi boleh menerima dan memakan hadiah.

 

Tata Cara Azan

Apakah gugur syariat menengok ke arah kanan dan kiri ketika muazin mengucapkan, “Hayya ‘ala….” karena sekarang menggunakan pengeras suara?

08572xxxxxxx

  • Jawaban:

Tidak, sebab itu adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga tetap dikerjakan. Hikmahnya memang untuk mengeraskan suara.

 

Lafadz Azan Subuh

Apakah azan subuh hanya 1 kali, menggunakan lafadz ash-shalatu khairun min an-naum?

08125xxxxxxx

  • Jawaban:

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan, lafadz tersebut pada azan pertama, ada pula yang mengatakan pada azan kedua ketika masuk waktu subuh. Pendapat tersebut sama-sama kuat sehingga perlu dikaji. Pendapat yang dianggap kuat diamalkan, dengan tetap toleransi terhadap pendapat yang lain.

 

Antara Infak dan Sedekah

Mohon penjelasan antara infak dan sedekah, manakah yang lebih utama?

08xxxxxxxxx

  • Jawaban:

Infak ada yang sunnah dan wajib. Infak yang wajib contohnya menafkahi keluarga yang kita tanggung. Infak yang sunnah contohnya infak kepada fakir miskin. Sedekah ada yang wajib (zakat fitrah dan zakat mal) dan sedekah sunnah (sedekah kepada fakir miskin). Jadi, yang lebih afdal adalah yang wajib, kemudian yang sunnah setelahnya.

 

Tobat dari Dusta

Ustadz, bagaimana cara bertobat dari dosa dusta?

08586xxxxxxx

  • Jawaban:

Tinggalkan sifat dan akhlak berdusta, jangan lagi berdusta di kemudian hari. Gantilah dengan kejujuran.

 

Meminjam Uang di Bank

Apa hukum meminjam uang di bank untuk modal usaha?

08536xxxxxxx

  • Jawaban:

Meminjam uang di bank adalah riba, baik untuk usaha, menikah, atau apa pun; baik dalam bentuk rupiah, dolar, maupun mata uang lainnya.

 

Jam Warna Kuning

Apa boleh laki-laki memakai jam berwarna kuning tanpa mengandung emas?

08575xxxxxxx

  • Jawaban:

Selama bukan emas, diperbolehkan.

 

Syahwat Terhadap Wanita

Bagaimana cara menjaga diri dari syahwat terhadap wanita?

08xxxxxxxxx

  • Jawaban:
  1. Tundukkan pandangan.
  2. Cepat-cepat menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.