Suara Serak Saat Membaca Al-Qur’an

Pertanyaan:

Saat membaca Al-Qur’an, suara saya terkadang agak serak. Terkadang pikiran saya terlintas agar saya membaca Al-Qur’an dengan suara serak terus dan saya melakukannya. Saat itu ibu saya melewati kamar, tetapi saya tidak tahu apakah Ibu mendengar atau tidak ketika saya berbuat seperti itu. Saya menyesal dan merasa sudah melakukan pelecehan terhadap ayat Al-Qur’an. Kemudian saya bertobat dan membaca syahadat kembali. Apakah tobat saya sudah cukup ustadz?

Jawaban:

Alhamdulillah, tidak ada yang perlu disesali. Sebab, tidak ada larangan membaca Al-Qur’an dalam keadaan suara serak suara. Jika pun itu dilakukan, tidak termasuk pelecehan terhadap Al-Qur’an, baik didengar oleh orang lain maupun tidak.

Baca juga: Adab Para Pembawa Al-Qur’an

Anda cukup beristigfar. Sebab, memang kita dianjurkan agar banyak beristigfar, yaitu beristigfar dari segala bentuk dosa, kesalahan, dan kekurangan secara umum, baik yang diketahui maupun yang tidak. Jadi, istigfarnya bukan karena berdosa akibat suara serak saat membaca Alquran karena hal itu termasuk melakukan amalan sesuai dengan kesanggupan.

Baca juga: Memuliakan Al-Qur’an Bukan dengan Menciumnya

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ

Bertakwalah kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (at-Taghabun: 16)

Wallahu a’lam bish-shawab.

(Ustadz Abu Ishaq Abdullah Nahar)

adab membaca al-qur'anal qur'ankemuliaan al-qur'an