Memohon Barakah Hanya Kepada Allah

Betapa indah pengajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Betapa besar semangat beliau menanamkan akidah tauhid kepada umatnya.

Saudaraku, perhatikanlah! Di saat air keluar deras dari jari-jemari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, segera beliau ingatkan umat ini bahwa barakah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun beliau, tidak ada sedikit pun mampu memberi manfaat atau mudarat.

قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي نَفۡعٗا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ

Katakanlah, “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki oleh Allah.” (al-A’raf: 188)

Itulah yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Barakah berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala. Hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala sajalah barakah itu diminta.

Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memohon barakah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan mengajari umatnya untuk selalu memohon barakah kepada-Nya subhanahu wa ta’ala.

 

Doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Memohon Barakah

Sangat banyak doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon berkah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Insya Allah akan bermanfaat bagi kita membaca dan menghafalkan beberapa doa tersebut.

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan penduduk Madinah agar mendapatkan barakah.

Doa itu beliau panjatkan saat kepulangan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Khaibar usai menikahi Ibunda kaum Mukminin, Shafiyah bintu Huyai radhiallahu ‘anha. Beliau menatap Madinah seraya berdoa,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مُدِّهِمْ وَصَاعِهِمْ

“Ya Allah, berkahilah penduduk Madinah dalam takaran mud dan sha’ mereka.”

 

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh kepada umat beliau agar mendoakan keberkahan bagi saudaranya yang menjamunya.

Al-Imam Abu Dawud ath-Thayalisi meriwayatkan dari Abdullah bin Busr as-Sulami radhiallahu ‘anhu, beliau mengisahkan,

، أَتَانَا رَسُولُ الله فَأَلْقَتْ لَهُ أُمِّي قَطِيفَةً فَجَلَسَ عَلَيْهَا، وَأَتَتْهُ بِتَمْرٍ، فَجَعَلَ يَأْكُلُ وَيَقُولُ بِالنَّوَى هَكَذَاقَالَ أَبُو دَاوُدَ: هَكَذَا السَّبَّابَةُ وَالْوُسْطَىكَمَا يَرْمِي بِالنَّوَاةِ فَوْقَ إِصْبُعَيْهِ، ثُمَّ دَعَا بِشَرَابٍ فَشَرِبَ، ثُمَّ سَقَى الَّذِي عَنْ يَمِينِهِ، فَقَالَتْ أُمِّي: يَا رَسُولَ الله، ادْعُ اللهَ لَنَا .فَقَالَ رَسُولُ الله. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا : رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengunjungi kami. Ibuku menghamparkan sebuah tikar, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di atasnya. Ibuku menyuguhkan kurma. Mulailah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikmati kurma sembari meletakkan biji-bijinya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta air. Beliau meminumnya dan memberikan sisa minuman kepada yang di sebelah kanan beliau.

Ibuku berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk kami!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, “Ya Allah. berkahilah untuk mereka rezeki yang engkau berikan pada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka!”

Demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuk orang yang menjamunya, demikian pula yang disunnahkan untuk kita lakukan.

 

  1. Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah mendoakan beberapa sahabat secara khusus agar Allah subhanahu wa ta’ala memberkahinya.

Di antara mereka yang didoakan keberkahan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Anas radhiallahu ‘anhu bercerita,

دَخَلَ النَّبِيُّ عَلَيْنَا وَمَا هُوَ إِلَّا أَنَا وَأُمِّي وَأُمُّ حَرَامٍ خَالَتِي، فَقَالَ: قُومُوا فَلِأُصَلِّيَ بِكُمْ فِي غَيْرِ وَقْتِ صَلَاةٍ. فَصَلَّى بِنَافَقَالَ رَجُلٌ لِثَابِتٍ: أَيْنَ جَعَلَ أَنَسًا مِنْهُ؟ قَالَ: جَعَلَهُ عَلَى يَمِينِهِثُمَّ دَعَا لَنَا أَهْلَ الْبَيْتِ بِكُلِّ خَيْرٍ مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَقَالَتْ أُمِّي: يَا رَسُولَ اللهِ، خُوَيْدِمُكَ، ادْعُ اللهَ لَهُ. قَالَ: فَدَعَا لِي بِكُلِّ خَيْرٍ وَكَانَ فِي آخِرِ مَا دَعَا لِي بِهِ أَنْ قَالَ: اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيهِ

Rasulullah mengunjungi kami. Ketika itu tidak ada yang di rumah selain aku, ibuku, dan Ummu Haram, bibiku. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bangkitlah kalian, aku akan mengimami kalian bukan pada waktunya (yakni bukan shalat lima waktu –pen,).” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami.

—Seorang perawi berkata kepada Tsabit, “Di manakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memosisikan Anas dalam shalat?” Kata Tsabit, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memosisikannya di sebelah kanan.”—

Kemudian beliau mendoakan kebaikan untuk kami dengan segala kebaikan dunia dan akhirat. Lalu ibuku berkata, “Wahai Rasulullah, pembantu kecilmu (yakni Anas), mohonlah kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuknya.” Beliau pun mendoakan untukku dengan semua kebaikan. Di akhir doa, beliau memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya dan berkahilah untuknya.”

Dalam sebagian riwayat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mendoakan agar Allah subhanahu wa ta’ala memanjangkan umur Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu.

Sungguh, doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu terkabul. Allah subhanahu wa ta’ala memanjangkan umurnya dan memberkahinya. Anas radhiallahu ‘anhu meninggal pada usia 93 tahun, menurut pendapat yang masyhur.

Beliau meninggal di kota Bashrah, sebagai sahabat Nabi terakhir yang meninggal di sana, sebagaimana dikatakan oleh al-Waqidi dan lainnya. Di antara yang menyalati beliau adalah Ibnu Sirin.

Beliau wafat dalam keadaan memiliki anak lebih dari seratus orang. Bahkan, sangat banyak anak dan cucu Anas yang dia makamkan sendiri.

Di antara berkah yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada umur Anas radhiallahu ‘anhu, beliau tercatat sebagai salah seorang sahabat yang terbanyak meriwayatkan hadits. Setidaknya ada 2.286 hadits yang beliau riwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Anas bin Malik memiliki harta yang banyak, seperti doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dikisahkan bahwa Anas bin Malik memiliki kebun kurma dan anggur yang setiap tahun mengeluarkan hasil panen dua kali. Sebuah hal yang menakjubkan dan di luar kebiasaan.

 

  1. Selain Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah mendoakan keberkahan untuk sahabat ‘Urwah al-Bariqi radhiallahu ‘anhu.

Sungguh, barakah Allah subhanahu wa ta’ala melimpah atas sahabat yang mulia ini. Al-Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan,

أَنَّ النَّبِيَّ أَعْطَاهُ دِينَارًا يَشْتَرِي لَهُ بِهِ شَاةً فَاشْتَرَى لَهُ بِهِ شَاتَيْنِ فَبَاعَ إِحْدَاهُمَا بِدِينَارٍ وَجَاءَهُ بِدِينَارٍ وَشَاةٍ فَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ فِي بَيْعِهِ وَكَانَ لَوِ اشْتَرَى التُّرَابَ لَرَبِحَ فِيهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan satu dinar kepada Urwah untuk membelikan seekor kambing untuk beliau. Dengan satu dinar itu, Urwah membeli dua ekor kambing. Yang seekor ia jual lagi dengan harga satu dinar. Urwah pun kembali kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan seekor kambing dan uang satu dinar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendoakan barakah untuknya. Sungguh, seandainya Urwah membeli debu (tanah), tentu dia akan mendapat keuntungan.” ( HR. al-Bukhari bab “‘Alamat Nubuwah”)

Saudaraku, sungguh kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam penuh dengan doa. Seperti itulah seharusnya seorang muslim.

 

  1. Termasuk doa-doa yang beliau panjatkan memohon barakah Allah subhanahu wa ta’ala adalah doa dalam qunut witir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari umatnya memohon barakah kepada Allah subhanahu wa ta’ala,

اللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ

“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan (dari penyakit dan apa yang tidak disukai) sebagaimana orang yang telah Engkau lindungi, sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku….”[1]

 

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kita berdoa agar Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi dua mempelai

Doanya sebagai berikut.

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

“Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberi berkah kepadamu dan atasmu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.”[2]

 

  1. Doa memohon keberkahan untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Nabi Ibrahim beserta keluarga mereka dalam tasyahud yang kita baca di setiap shalat wajib dan sunnah.

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Ya Allah, berkahilah Nabi Muhammad beserta keluarga beliau sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim beserta keluarga beliau. Sungguh, Engkau adalah Dzat Yang Maha Terpuji lagi Mahamulia.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Tidak lupa, sebagai penutup, sejenak kita renungkan betapa indahnya doa seorang muslim untuk saudaranya saat berjumpa. Mereka saling mendoakan agar Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi saudaranya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا لَقِيَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ فَلْيَقُلْ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Jika seorang berjumpa dengan saudaranya muslim, ucapkanlah: Semoga keselamatan Allah subhanahu wa ta’ala limpahkan atas kalian, demikian pula rahmat Allah subhanahu wa ta’ala dan barakah-Nya.” (HR. at-Tirmidzi [3/394] dan dinyatakan sahih oleh al-Albani dalam ash-Shahihah)

Inilah sebagian doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau amalkan dan ajarkan kepada umat agar manusia menyadari bahwa hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang memberkahi, dan agar manusia senantiasa memohon barakah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bukan kepada makhluk.

Bukan makhluk yang memberikan barakah, melainkan Allah subhanahu wa ta’ala lah satu-satunya Dzat yang melimpahkan barakah kepada siapa pun dan apa pun yang Dia subhanahu wa ta’ala kehendaki.

Wallahul musta’an.

 

Ditulis oleh al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc.


[1] HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, dan al-Baihaqi. Doa yang ada di antara dua kurung ada dalam riwayat al-Baihaqi. Lihat Shahih at-Tirmidzi (1/144), Shahih Ibnu Majah (1/194), dan Irwaul Ghalil (2/172), semuanya karya al-Imam al-Albani.

[2] HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dinyatakan sahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi (1/316).

barakahdoa rasul