Browsing tag

kafir

Hukum Mengingkari Hari Kebangkitan

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan, “Barang siapa mengingkari al-ba’ts (hari kebangkitan) berarti dia telah kafir.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن لَّن يُبۡعَثُواْۚ قُلۡ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبۡعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلۡتُمۡۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, “Bahkan, demi Rabbku, benar-benar […]

Donor Darah Untuk Nonmuslim

Pertanyaan: Apakah boleh saya melakukan donor darah untuk orang yang sakit atau orang nonmuslim yang sedang sekarat? Jawaban: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah menjawab, “Aku tidak mengetahui adanya larangan dalam hal ini. Sebab, Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya yang agung,  لَّا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُقَٰتِلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ […]

Melakukan Kekafiran dalam Keadaan Mabuk

Pertanyaan: Apakah berlaku pengkafiran terhadap orang yang mengolok-olok Sunnah Nabi dalam keadaan mabuk? Apakah berlaku hukum had terhadap orang yang meng-qadzaf dalam keadaan mabuk? Jawab: Yang jelas, khamr (minuman yang memabukkan) wajib ditinggalkan. Orang yang mengonsumsinya harus bertobat darinya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَٰمُ رِجۡسٌ مِّنۡ عَمَلِ […]

Pembatal-Pembatal Keimanan

Di negeri kita, banyak sekali terdapat acara ritual persembahan baik berupa makanan atau hewan sembelihan untuk sesuatu yang dianggap keramat. Seperti di daerah pesisir selatan Pulau Jawa, banyak masyarakat memiliki tradisi memberikan persembahan kepada “penguasa” Laut Selatan. Begitupun di tempat lain, yang intinya adalah agar yang “mbau rekso” berkenan memberikan kebaikan bagi masyarakat setempat. Dilihat […]

Kafir

Kafir atau kufur dalam bahasa Arab asalnya berarti penutup. Adapun dalam istilah syariat, kafir adalah lawan dari iman. Baca juga: Iman Kufur bisa terjadi karena beberapa sebab, antara lain: Mendustakan atau tidak mempercayai sesuatu yang harus diyakini dalam syariat. Ragu terhadap sesuatu yang jelas dalam syariat. Berpaling dari agama Allah. Kemunafikan yakni menyembunyikan kekafiran dan […]

Fatwa Ulama tentang Karikatur Nabi

HUKUM MEMBOIKOT PRODUK DENMARK   Pertanyaan: Apabila kita mengetahui bahwa pemerintah tidak memerintahkan kita untuk memboikot produk Denmark dan tidak melarangnya, apakah boleh bagi saya pribadi untuk memboikot produk mereka? Sebab, saya tahu bahwa mereka akan dirugikan dengan pemboikotan tersebut. Hal itu dilakukan dalam rangka membela Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam. Syaikh Shalih bin […]