Browsing category

Oase

Menepis Godaan Syubhat dan Syahwat

Ibnu Qayyim al-Jauziyah   Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, كَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ كَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنكُمۡ قُوَّةً وَأَكۡثَرَ أَمۡوَٰلًا وَأَوۡلَٰدًا فَٱسۡتَمۡتَعُواْ بِخَلَٰقِهِمۡ فَٱسۡتَمۡتَعۡتُم بِخَلَٰقِكُمۡ كَمَا ٱسۡتَمۡتَعَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُم بِخَلَٰقِهِمۡ “(Keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin adalah) seperti keadaan orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya […]

Lawan Hawa Nafsumu, Kenali Sumber Keyakinanmu!

Renungan Kedelapan: Lawan Hawa Nafsumu Seseorang semestinya melakukan hal yang bertentangan dengan hawa nafsunya dalam hal yang hawa nafsunya jelas salah. Ia tidak boleh memberinya toleransi dalam hal meninggalkan yang wajib, atau yang mendekatkannya untuk meninggalkan yang wajib, demikian pula dalam hal melakukan maksiat, atau mendekatkan kepada maksiat, demikian pula dalam menerjang perkara yang syubhat. […]

Godaan Hawa Nafsu

Setan telah berikrar untuk menggoda manusia. Ia bersumpah di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala setelah Allah memutuskan bahwa dia harus keluar dari surga dalam keadaan terhina. Iblis menjawab sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ١٦ ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ […]

Sebab Hilangnya Nikmat

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, Di antara malapetaka yang tersembunyi dan banyak menyebar adalah keberadaan seorang hamba pada sebuah kenikmatan yang dikaruniakan dan dipilihkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuknya, lalu hamba tersebut merasa bosan dengannya. Dia justru meminta untuk beranjak menuju nikmat lain yang dia anggap lebih baik berdasarkan penilaiannya yang bodoh. Namun, dengan kasih […]

Mengapa Tidak Mendapat Pertolongan Allah?

Ketika kita mendapatkan sebuah hasil yang baik, kadang terlintas dalam benak kita bahwa itu memang sudah semestinya. Itu adalah hak kita karena kita telah membuat perencanaan, pengorganisasian, lalu bekerja keras melakukannya. Benarkah seperti itu? Sebab tidak datangnya pertolongan, hidayah, atau nikmat yang sempurna adalah karena seseorang sebagai media bertempatnya pertolongan tersebut memang tidak pantas mendapatkan […]

Sebab-Sebab Penghapus Dosa

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Dosa-dosa itu akan mengurangi keimanan. Jika seorang hamba bertobat, Allah azza wa jalla akan mencintainya. Derajatnya akan diangkat disebabkan tobatnya. Sebagian salaf mengatakan, ‘Dahulu setelah Nabi Dawud alaihis salam bertobat, keadaannya lebih baik dibandingkan sebelum terjatuh dalam kesalahan. Barang siapa ditakdirkan untuk bertobat, dirinya seperti yang dikatakan Said ibnu […]

Kalbu yang Selalu Mengingat Allah

Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda sambil memegang kedua pundakku, كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ “Tinggallah di dunia ini seakan-akan kamu sebagai orang asing atau orang yang numpang lewat.” Ibnu Umar radhiallahu anhuma kemudian menyatakan, إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ […]

Amalan Tanpa Ilmu Laksana Fatamorgana

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَعۡمَٰلُهُمۡ كَسَرَابِۢ بِقِيعَةٖ يَحۡسَبُهُ ٱلظَّمۡ‍َٔانُ مَآءً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَهُۥ لَمۡ يَجِدۡهُ شَيۡ‍ٔٗا وَوَجَدَ ٱللَّهَ عِندَهُۥ فَوَفَّىٰهُ حِسَابَهُۥۗ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ ٣٩ أَوۡ كَظُلُمَٰتٖ فِي بَحۡرٖ لُّجِّيّٖ يَغۡشَىٰهُ مَوۡجٞ مِّن فَوۡقِهِۦ مَوۡجٞ مِّن فَوۡقِهِۦ سَحَابٞۚ ظُلُمَٰتُۢ بَعۡضُهَا فَوۡقَ بَعۡضٍ إِذَآ أَخۡرَجَ يَدَهُۥ لَمۡ يَكَدۡ يَرَىٰهَاۗ وَمَن لَّمۡ يَجۡعَلِ ٱللَّهُ […]

Manusia Terbaik dan Terburuk

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَالَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا “Permisalan seorang mukmin yang membaca (mempelajari) al-Qur’an seperti buah limau: enak rasanya dan harum baunya. Permisalan seorang mukmin yang tidak membaca al-Qur’an seperti buah kurma: enak […]

Perbedaan Shabr, Tashabbur, Ishtibar, dan Mushabarah

Perbedaan istilah-istilah di atas dapat ditinjau dari keadaan seorang hamba dalam menerapkan kesabaran pada dirinya atau pada orang lain.  Shabr Menahan diri dan mengekangnya dari hal-hal yang tidak pantas disebut shabr (sabar), jika didasari oleh karakter asli dan akhlak bawaan.   Tashabbur Jika menahan diri dan mengekangnya dengan memaksa diri, berlatih, dan berusaha menenggak pahitnya […]