Surat Pembaca edisi 12

Kritik Redaksi

Saya ingin memberikan sedikit kritikan terhadap antum sekalian yaitu pada edisi sebelumnya yaitu pada bab ibrah di mana di sana dicantumkan bahwa “PERTEMUAN ANTARA NABI MUSA DAN NABI HARUN” tapi kok pembahasannya tentang Nabi Musa pada waktu kecilnya. Mungkin itu saja kritikan dari saya, semoga pada edisi yang mendatang tidak ada lagi kesalahan dari redaksi. Biiznillah.

Ahmad Abu Ahmad

saifulxxx@sahab.cc

  • Jawaban Redaksi:

Jazakumullahu khairan katsiran atas kritikannya.

Kesesatan Agama Yahudi dan Nashrani

Asy-Syariah yang terhormat, saya harap bisa dibahas topik tentang kesesatan agama Yahudi dan Nashrani yang ada sekarang (Yahudi dan Nashrani yang selamat hanya yang ikut Nabi Musa dan Isa) karena kitab-kitab mereka sudah tidak orisinil lagi, kemudian disempurnakan oleh Al Qur’an, berdasarkan informasi-informasi yang ada dalam Al Qur’an. Ini penting untuk mendakwahi mereka, semoga diakomodasi pada edisi depan. Jazakallahu khairan.

Esa Amertha

the1xxx@telkom.net

  • Jawaban Redaksi:

Alhamdulillah, apa yang Anda usulkan telah dibahas pada edisi 11/Vol. 1 1425 H.

Semoga Asy Syariah Istiqamah

Ana sangat bersyukur dengan adanya dakwah Salaf di Indonesia ini. Ana berharap semoga Allah Ta’ala senantiasa mengistiqamahkan hati kita dalam meniti jalan da’wah ini.Amien. Jazakumullahu khairan katsira atas partisipasi antum semua dalam menyampaikan dakwah ini ke semua pihak.

Misbach Faikar At-Taufiq

misxxx@plasa.com

Adab Menuntut Ilmu

Saya suka majalah Asy Syariah. Apakah pernah dibahas tentang adab-adab ta’lim? Kalo belum, saya usul agar diulas.

Iqbal Sofyan

iqbxxx@yahoo.com

  • Jawaban Redaksi:

Insya Allah suatu saat kami akan membahasnya. Jazakallah khairan atas usulnya.

Asy Syariah di Jakarta

Kok ana nyari majalah yang baru udah habis ya. Untuk ngedapetin gimana dan di mana? Ana tinggal di kawasan Pulogadung, Jaktim.

Rofiq Hidayat Puspaningrum

rofiqxxx@yahoo.com

  • Jawaban Redaksi:

Anda bisa menghubungi agen kami di Jaktim: Al-Bataavi Jl. Radar AURI 43 Cibubur, Jakarta Timur Hp. 08129030726

Tanya Jawab di Situs

Ustadz, semoga Allah merahmati Anda. Ana mau usul, bagaimana kalau seluruh pertanyaan yang di kirimkan ke redaksi dijawab dan ditampilkan di situs, karena ana merasa mungkin pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh ikhwan-ikhwan lain juga dialami oleh ana. Juga melihat porsi tanya jawab di majalah sangat sedikit.

Handoko
andxxx@plasa.com

  • Jawaban Redaksi:

Semoga kami bisa segera merealisasikan usul anda. Jazakallah khairan.

Surat Pembaca edisi 11

Artikel Jihad

Semoga Allah selalu memberikan kita hidayah dan kekuatan untuk selalu taat kepada-Nya. Ana ingin tanya mengenai makna jihad secara benar dan metode atau cara yang benar untuk melaksanakannya pada zaman ini sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jazakallahu khairan katsiran.

Sigit
sigit_m…@yahoo.com

Ana mau usul sedikit. Bagaimana kalau redaksi juga mengkritisi bukunya Imam Samudra (Aku Melawan Teroris). Supaya tidak ada syubhat dan ada pencerahan kitab-kitab/ulama-ulama salaf yang bisa dijadikan rujukan jihad. Jazakumullah khairan.

Fajar W
fw_a…@yahoo.com

  • Jawaban Redaksi:

Insya Allah kami akan membahas tentang permasalahan jihad pada edisi-edisi mendatang. Kami menyadari permasalahan ini memang sangat penting untuk diangkat agar masyarakat lebih mengerti dan bisa membedakan mana jihad yang syar’i dan tidak, serta bagaimana menyikapi ‘jihad’ ala Imam Samudra dan kelompoknya. Harap sabar menunggu. Jazakumullahu khairan katsiran.

Tentang Alam Ghaib

Sekarang ini di televisi banyak ditayangkan kisah-kisah mistis tentang fenomena alam ghaib. Saya usul agar Majalah Asy-Syariah pada edisi berikutnya membahas tentang Alam Jin dan hubungannya dengan manusia.

Ade
Eretan-Indramayu

  • Jawaban Redaksi:

Masukan anda bagus. Insya Allah ada saatnya nanti kami angkat.

Tulisan yang Diterima Redaksi

Yang saya hormati dewan redaksi majalah Asy Syariah, mudah-mudahan majalah ini tetap eksis memperjuangkan sunnah dan manhaj yang lurus. Saya selaku thalib yang juga sama ingin sekali bersama memperjuangkan manhaj yang lurus, maka dari itu saya ingin mengajukan satu pertanyaan, apakah redaksi menerima tulisan? Sebelumnya terima kasih atas jawabannya.

  1. Abdurrahman Hidayat
    abu_el…@yahoo.com

  • Jawaban Redaksi:

Barakallahu fikum. Redaksi membatasi penerimaan naskah/tulisan hanya pada rubrik info praktis saja. Adapun untuk rubrik yang lain telah diampu oleh redaktur ahli, di mana silabus materi yang akan ditulis telah ditentukan sebelumnya. Atas perhatiannya kami ucapkan jazakumullahu khairan katsira.

Bahan-Bahan Kajian

Mohon kiranya dibuatkan suatu kolom yang menyediakan bahan-bahan untuk kajian Islam yang dapat kami gunakan sebagai syi’ar Islam dalam lingkungan kami. Terima kasih.

Ardi
ard…@yahoo.com

  • Jawaban Redaksi:

Maaf, kami sementara ini belum menyediakan kolom khusus seperti yang anda inginkan, namun  artikel yang ada di majalah/ situs kami boleh disalin dengan ketentuan:

  1. Artikel dikutip utuh, tidak ditambah atau dikurangi, dan tidak pula digabungkan dengan sumber yang lain.
  2. Menyebutkan sumbernya.

Semoga apa yang kami sajikan bisa bermanfaat bagi Anda dan lingkungan tempat anda tinggal. Jazakumullahu khairan.

Terima Kasih

Saya berterima kasih karena mendapatkan informasi yang saya butuhkan di sini. Semoga Allah memberikan pahala yang berlipat dalam ibadah menyebarkan ilmu agama.

Ernita Diansari
roy…@indo.net.id

 

  • Jawaban Redaksi:

Barakallahu fikum. Kami hanyalah menyampaikan ilmu dari apa yang kami ketahui. Keluasan ilmu dan keistiqamahan -setelah hidayah dari Allah- berpulang kepada kesungguhan anda pembaca dalam menuntut ilmu. Tidak hanya dari majalah ini juga dari majelis-majelis taklim yang di dalamnya dibahas tentang sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan pemahaman shahabat radhiallahu ‘anhum.

Surat Pembaca edisi 10

Belajar Agama Cukup Lewat Situs?

Saya sangat tertarik dengan situs “Asy-Syariah”. Terus terang selama ini saya tidak tahu madzhab apa yang saya anut. Tetapi dengan adanya situs ini, hati saya menjadi terbuka. Cukupkah saya mempelajari atau menjadi anggota hanya dengan mempelajarinya lewat situs ini?

Sjachrul HP
mahendra_…@yahoo.com

  • Jawaban Redaksi:

Alhamdulillah, barakallahu fikum.  Dakwah yang dikembangkan majalah ini adalah dakwah As-Sunnah yakni madzhab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Madzhab sendiri muncul di masa-masa belakangan (muta’akhirin). Sehingga para imam madzhab seperti Al-Imam Malik, Al-Imam Asy-Syafi’i, Al-Imam Ahmad, maupun Abu Hanifah rahimahumullah tidak mengenal model madzhab sebagaimana yang dipahami umat saat ini. Mereka dalam banyak riwayat, bahkan meminta murid-muridnya untuk tidak mengambil pendapat mereka jika pendapat tersebut bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah.

Mempelajari ilmu agama tentu saja jauh lebih baik jika kita dapat menghadiri majelis taklim (tentunya yang mendakwahkan Al Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman salaful ummah) secara langsung. Sebagaimana ulama-ulama terdahulu yang menempuh perjalanan jauh dalam waktu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan satu hadits. Dengan adanya bimbingan seorang guru atau ustadz, kita akan lebih terbimbing dan lebih mudah dalam memahami ilmu-ilmu agama.

Mempelajari ilmu agama, sedikit tetapi rutin memang lebih baik daripada jarang mengikuti taklim. Namun akan lebih baik lagi jika kita mampu meningkatkan frekuensi kehadiran kita di majelis taklim semaksimal kita.

Bahasa Standar

Redaksi hafizhakumullah, ana ingin memberikan sedikit kritikan, bagaimana kalau bahasa kajiannya dibuat standar orang-orang awam seperti kita. Karena selama ini ana merasa ketika membaca majalah ini kurang begitu memahami jalannya pembahasan yang ada pada majalah tersebut…
Jazakumullah atas dimuatnya uneg-uneg ana.

Abu Ayyub

abuayyub…@yahoo.com

  • Jawaban Redaksi:

Barakallahu fikum.

Kami memang mengusahakan untuk memakai bahasa yang semudah mungkin, hanya saja kami masih menghadapi kendala pada beberapa istilah yang sulit dicari padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Selain itu, redaksi hadits atau kalimat yang berupa komentar dari para ulama memang diterjemahkan semirip mungkin, meski bagi sebagian orang kemudian hal ini dipahami sangat letterlijk atau tekstual. Karena ini menyangkut ilmu agama yang pertanggungjawabannya di akhirat sangat besar, mau tidak mau kita harus menonjolkan sikap kehati-hatian. Jangan sampai terjemahan hadits atau ucapan ulama tersebut melenceng dari maksud dan substansi aslinya.

Namun Insya Allah kami terus mengusahakan untuk bisa lebih baik. Jazakumullahu khairan katsiran.

Pesan Bundel

Saya termasuk suka membaca majalah Asy-Syariah, apalagi dibubuhi dengan dalil dengan teks bahasa Arab. Bisa tidak saya memesan dalam bentuk bundel dari edisi pertama? Syukron katsiran ala musa’adatikum.

Akim

akim_76…@yahoo.com

  • Jawaban Redaksi:

Afwan, untuk sementara waktu kami belum bisa menyediakan bundel majalah. Mungkin antum bisa langsung menanyakan ke agen terdekat apabila mereka menyediakannya. Sebagai catatan, kami mengijinkan bagi para pembaca untuk memfotocopy majalah apabila memang tidak didapati lagi sisa majalah.

Surat Pembaca edisi 7

Biografi Ahli Hadits

Saya mau usul nih, bagaimana kalau dimuat biografi para ahli hadits dari salaful ummah. Sebab saya pernah baca bahwa Ahlus Sunnah juga merujuk tulisan ahli hadits yang dianggap berpaham Asy’ariyyah, Jahmiyyah, dan lainnya seperti Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. Menurut saya ini sangat naif sekali, dilihat banyak sekali kitab-kitab beliau yang menjadil rujukan bagi para penuntut ilmu agama. Tolong diluruskan berdasarkan pemahaman salaful ummah dengan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai barometer umat. Barakallahufikum.

Darwin Fitriadi

bat…@bolehmail.com

  • Jawaban Redaksi:

Biografi para ulama insya Allah akan kami tampilkan secara khusus dalam rubrik Biografi, yang dimulai dari para tabi’in, kemudian tabi’ut tabi’in dan para ulama sesudah mereka.

Adanya kalangan Ahlus Sunnah yang merujuk kepada ahli hadits yang berpemahaman Asy’ariyyah atau lainnya, menurut kami -wallahu a’lam- ulama tersebut sesungguhnya tidak berpemahaman demikian. Namun kadang terjatuh dalam beberapa permasalahan pada pemahaman mereka. Hal ini biasa disebut dengan zallatul ‘ulama (ketergelinciran ulama) pada sebagian pendapat. Ulama yang seperti ini tidaklah disebut Asy’ari (berpemahaman Asy’ariyyah). Ataupun bila memang dia seorang Asy’ari, maka penukilan ucapan itu bukan dalam rangka sebagai dalil namun dalam konteks pemaparan pendapat-pendapat manusia dalam masalah tertentu.

Hal yang demikian tentu tidaklah menjadi problem. Dan jika hal itu dilakukan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, maka sama sekali tidak menjadikan cacat bagi Ibnul Qayyim rahimahullah. Apalagi beliau adalah orang yang sangat mengerti ilmu agama, mengetahui mana yang haq dan mana yang batil. Berbeda halnya dengan orang yang tidak mempunyai kemampuan ilmu agama. Sehingga beliau mampu memilih dan memilah antara yang benar dan yang salah. Terlebih setelah membawakan pendapat-pendapat itu, beliau biasanya merajihkan salah satu pendapat yang beliau nilai paling kuat berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Wallahu a’lam.

Bahasa Sarkasme

Setelah membaca beberapa edisi Majalah Asy Syariah yang telah lalu yaitu pada edisi 5 dan 6, ada beberapa sedikit ganjalan yang ada di hati saya yang ingin saya sampaikan kiranya sebagai masukan dan saran sebagai berikut:

  1. Majalah Asy Syariah dalam tema atau tampilan judul awal terkesan memaksakan diri untuk mengadopsi perkembangan jaman atau informasi yang tengah berlangsung di masyarakat, bahkan terkesan kebablasan dalam memberikan judul atau tema yang diangkat, dengan alasan adanya bahasa sarkasme (bombastis?-red) seperti menggugat pemilu (demokrasi?, red), kejahatan penguasa yang hal ini identik kepada peribahasa (?, red) Khawarij dalam bersikap terhadap Ulil Amri menggunakan lisannya yang tentunya itu adalah merupakan kesalahan yang fatal dalam prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. Padahal untuk dakwah salaf untuk saat ini semestinya kita semua tahu kata kunci yang dikedepankan adalah kehati-hatian dalam mendekati sumber fitnah tersebut.
  2. Adapun alasan untuk menjelaskan kesalahan sistemik yang sedang berlangsung semestinya mendapat pertimbangan yang matang dari para asatidz yang bertanggung jawab terhadap majalah ini, tentang apakah hal tersebut memenuhi kepantasan bahasa (syar’i) atau memang merupakan hal yang prioritas untuk dikedepankan. Sehingga dengan demikian jangan sampai ada terlontar ucapan terlanjur salah dalam ralat edisi yang akan datang.
  3. Ada baiknya fokus majalah Asy Syariah ke depan nantinya, lebih baik untuk mengutamakan hal yang paling prioritas untuk disampaikan kepada masyarakat yakni persoalan tentang tauhid dan manhaji yang hal ini adalah merupakan alat vital bagi kelangsungan dakwah salaf.
  4. Adapun untuk merespon keluhan kekinian semestinya adalah bukan dijadikan sebagai bahasan utama atau tema utama melainkan semata menjadi sub bahasan saja, sehingga persoalan ketauhidan dikesampingkan dengan hal yang sifatnya insidentil atau temporer. Semoga saran ini bermanfaat.

Abdurrahman Ats-Tsaqafy

Magelang

  • Jawaban Redaksi:

Perlu diketahui, seluruh tema untuk bahasan utama, sub bahasan, maupun artikel lainnya ditentukan melalui rapat redaksi yang melibatkan seluruh asatidz. Bahkan melalui rapat tersebut, telah disusun semacam silabus untuk 12 edisi (satu tahun). Jadi semua yang diputuskan, insya Allah melalui proses dan pertimbangan yang cukup matang. Tidak ada maksud sama sekali dari redaksi untuk mengesampingkan masalah tauhid yang menjadi inti dakwah para rasul ‘alaihimussalam.

Perlu juga kami tegaskan, segmen yang dituju dari majalah ini adalah masyarakat umum di mana terkadang perlu dimunculkan tema tertentu yang memang sangat mendesak ditampilkan sebagai bekal untuk beramal. Juga dalam rangka meluruskan aqidah yang salah yang terlanjur tertanam. Terlebih jika persoalan tersebut telah mendarah daging atau selama ini salah kaprah dipahami umat.

Jadi persoalannya bukan nilai aktualitasnya, momentum yang pas, atau mengikuti perkembangan isu-isu nasional. Sekali lagi, semua tema yang ditampilkan insya Allah telah ‘digodog’ dengan banyak pertimbangan.
Soal bahasa sarkasme, hal tersebut sangat relatif. Namun tak ada maksud sama sekali dari kami untuk menggunakan idiom-idiom Khawarij (kalau memang bisa disebut demikian) yang mereka memang menghalalkan pemberontakan kepada pemerintah muslim, wallahu a’lam.
Apalagi di kalangan ulama juga biasa menggunakan bahasa semacam ini. Seperti Al-Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim memberikan judul bab di antaranya: ‘Pimpinan-pimpinan yang baik dan pimpinan-pimpinan yang jahat’, ‘Perintah untuk bersabar dalam menghadapi kedzaliman penguasa dan sikap penguasa yang mementingkan harta untuk pribadi’, ‘Keutamaan pimpinan yang adil dan hukuman bagi pimpinan yang dzalim’. Itu semua bersifat umum, tidak tertuju kepada pemerintahan tertentu.

Adapun bahasan tentang tauhid dan manhaj, bisa Anda baca pada setiap edisi Majalah Asy-Syariah pada rubrik Manhaji dan Aqidah. Rubrik-rubrik yang lain pun, bila Anda cermati,  hampir-hampir tidak terlepas dari pembahasan tentang tauhid dan manhaj.

Khutbah Jum’at

Alhamdulillah majalah Asy Syariah sudah banyak memberi manfaat bagi saya khususnya dan kaum muslimin pada umumnya. Penuangan artikel yang sesuai dengan kondisi kehidupan membuat majalah ini memiliki suatu kelebihan tersendiri. Hal ini berimplikasi positif bagi para penuntut ilmu yang sekiranya tidak terdampingi penuh oleh ustadz atau ulama.

Namun saya punya usul bagaimana jika dalam majalah ini diberikan lembar khusus untuk Khutbah Jum’at sekaligus agar mengetahui rukun-rukunnya tentunya sesuai dengan Al-Qur’an was Sunnah. Demikian usul dari saya, sekian.

Muhammad Yani Ibnu Ahmad

yan…@yahoo.com

  • Jawaban Redaksi:

Semoga di waktu mendatang, kami dapat merealisasikan usulan antum. Insya Allah.