Berhiasnya Wanita

HUKUM MEMAKAI MAKE UP

Apa hukum make up modern yang biasa dipakai wanita, ada yang dioleskan di bibir, di wajah, di mata, ataupun di kuku. Semua itu hanya untuk diperlihatkan di hadapan suami, tidak ditunjukkan pada lelaki yang bukan mahram. Sebab, saya pernah mendengar bahwa sebagian orang yang memiliki ilmu agama tidak membolehkan pemakaian make up tersebut, walaupun hanya untuk diperlihatkan di depan suami, dengan alasan termasuk tasyabbuh dengan wanita-wanita kafir. Bagaimana sebenarnya masalah make up ini?

make-up-kit

Jawab:

Berhias itu ada dua macam.

  1. Berhias atau memperindah diri yang sifatnya permanen atau selamanya.

Yang seperti ini hukumnya haram, seperti wasyr, wasym, dan namsh. Wasyr adalah mengikir gigi agar jarang dengan menggunakan gergaji atau alat tertentu hingga gigi geligi tampak cantik. Wasym adalah melubangi kulit lalu diletakkan di dalamnya celak atau semisalnya dengan celupan dan benda tersebut tetap akan menempel di situ (tatto). Namsh adalah mencabut rambut yang tumbuh di wajah seperti rambut alis dan semisalnya. Semua ini diharamkan dan termasuk dosa besar, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pelakunya.

 

  1. Berhias yang sifatnya tidak permanen, bisa dihilangkan.

Yang seperti ini tidak apa-apa, seperti berhias dengan memakai celak, wars (jenis dedaunan yang dipakai untuk memerahkan wajah), dan yang semisalnya. Akan tetapi, dengan syarat tidak mengantarkan pada hal yang terlarang atau berbahaya menurut syariat, seperti berhias meniru gaya wanita-wanita kafir (tasyabbuh dengan wanita kafir). Atau berhias untuk tabarruj, dipertontonkan kepada lelaki yang bukan mahram dan semisalnya. Berhias dengan pelanggaran yang seperti ini haram dan haramnya karena faktor yang lain, bukan karena berhiasnya.

 

MENYEMIR RAMBUT DENGAN WARNA HITAM

Saya pernah membaca sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melarang menyemir rambut dengan warna hitam. Apakah hadits tersebut sahih? Apakah larangan tersebut berlaku umum untuk lelaki dan wanita, ataukah khusus bagi lelaki saja? Lalu apa hikmah dibalik larangan tersebut?

Kuas Sisir

Jawab:

Hadits tersebut sahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mengubah uban dan menyuruh untuk menjauhi warna hitam. Beliau mengancam orang yang menyemir jenggotnya dengan warna hitam bahwa mereka tidak akan mencium wanginya surga. Hal ini menunjukkan semiran dengan warna hitam termasuk dosa besar.

Maka dari itu, wajib bagi seseorang untuk bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla dan menjauhi apa yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar dia termasuk orang-orang yang taat kepada Allah ‘azza wa jalla dan Rasul-Nya. Allah ‘azza wa jalla berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا ٧٠

“Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah beruntung dengan keberuntungan yang besar.” (al-Ahzab: 71)

Dia ‘azza wa jalla juga berfirman,

وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلٗا مُّبِينٗا ٣٦

“Siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka sunguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (al-Ahzab: 36)

Hikmah dari larangan tersebut adalah menyemir rambut dengan warna hitam berarti menentang atau melawan hikmah Allah ‘azza wa jalla yang menciptakan manusia di atasnya. Sebab, jika seseorang mengubah rambut ubannya yang putih menjadi warna hitam, seakan-akan dia ingin mengembalikan ketuaannya kepada kemudaan. Ini adalah sikap penentangan hikmah yang Allah ‘azza wa jalla ciptakan manusia di atasnya, yaitu rambut-rambut mereka akan memutih yang sebelumnya berwarna hitam ketika mereka telah berusia tua.

Sementara itu, kita maklum bahwa menentang kodrat Allah ‘azza wa jalla adalah perkara yang tidak sepantasnya. Tidak boleh seorang pun melawan Allah ‘azza wa jalla dalam hal ciptaan-Nya, sebagaimana tidak boleh dirinya melawan Allah ‘azza wa jalla dalam hal syariat-Nya.

Adapun menghilangkan cacat yang sifatnya tidak biasa, tidaklah terlarang. Misalnya, seseorang punya jari lebih dari yang semestinya lalu menjalani operasi untuk menghilangkan kelebihan jari tersebut. Hal ini tidak apa-apa selama tidak berdampak bahaya. Misalnya lagi, seseorang memiliki bibir sumbing, lalu dibetulkan dengan cara operasi dan semisalnya, maka semua ini tidak apa-apa, karena termasuk menghilangkan cacat yang tidak biasa.

 

HUKUM BERSISIR SAAT HAID

Ada yang mengatakan bahwa menyisir rambut, menggunting kuku, dan mandi tidak boleh dilakukan wanita selama masa haid. Apakah ucapan ini benar?

sisir

Jawab:

Perkataan tersebut tidak benar. Wanita haid boleh menggunting kukunya, menyisir rambutnya, dan melakukan mandi janabah—misalnya dia ihtilam (mimpi basah) dalam keadaan haid atau suaminya menggaulinya pada selain kemaluannya hingga dia keluar mani, maka dia pun mandi janabah.

 

 

Sementara itu, ucapan yang tersebar di kalangan sebagian wanita bahwa wanita haid tidak boleh mandi, tidak boleh bersisir, tidak boleh menggaruk kepalanya, dan tidak boleh menggunting kuku, sama sekali tidak ada dasarnya dalam syariat sepanjang yang kami ketahui.

 

HUKUM SHALAT WANITA YANG BERCAT KUKU

Apa hukum shalat wanita yang memakai cat kuku (kuteks)?

kuteks-cat-kuku

Jawab:

Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab, “Wudhunya tidak sah, shalatnya pun tidak sah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ يَقْبَلُ اللهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوضَّأَ

“Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian apabila dia berhadats sampai berwudhu.” (HR. al-Bukhari)

Jadi, selama wudhunya tidak sah, shalatnya pun tidak sah.”

 

APAKAH SHALATNYA DIULANGI?

Apakah shalat wanita yang bercat kuku itu harus diulangi?

Jawab:

Apabila si wanita mengetahui bahwa dia tidak boleh shalat dalam keadaan memakai cat kuku karena wudhunya tidak sah, dia harus mengulang shalatnya. Namun, apabila tidak mengetahui hukumnya (jahil), dia tidak wajib mengulang shalatnya.

Hal ini berdasarkan kaidah yang dikenal oleh ahlul ilmi, yang ditunjukkan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah, yaitu orang yang jahil atau bodoh tidak wajib mengulangi kewajiban yang dia tinggalkan dan tidak berdosa atas perbuatan terlarang yang dilakukannya.

Akan tetapi, perlu dipahami bahwa terkadang seseorang jahil karena bersikap masa bodoh, tidak peduli, tidak mau bertanya, dan tidak mau mencari tahu kebenaran. Orang jahil yang seperti ini kita haruskan dia mengulangi ibadahnya, karena kejahilannya disebabkan dia meninggalkan kewajiban belajar ilmu agama.

Adapun apabila dia jahil tanpa bersikap masa bodoh, tetapi dia memang benar-benar tidak tahu perkara-perkara tersebut dan tidak pula terbetik di hatinya bahwa itu haram atau yang semisalnya, hukum diangkat darinya[1].

Karena itulah, orang yang salah dalam shalatnya (al-musi’u fi shalatihi) karena tidak thuma’ninah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyuruhnya mengulangi shalat-shalatnya yang dahulu dikerjakannya, dalam keadaan orang tersebut tidak bisa lagi shalat sebaik yang dikerjakannya di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam[2]. Ketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya,

ارْجِعْ فَصَلِ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِ

“Kembalilah engkau lalu shalatlah lagi, karena sesungguhnya engkau belum shalat.”(HR. al-Bukhari dan Muslim.)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyuruhnya mengulang shalat yang dikerjakannya saat itu[3], karena waktunya belum habis (masih ada waktu shalat). Jadi, untuk shalat yang masih tersisa waktunya tersebut, dia dituntut untuk mengerjakannya dengan cara yang sempurna[4].

 


 

[1] Tidak dibebani pengulangan ibadah dan tidak berdosa karena meninggalkan kewajiban.

[2] Itulah shalat terbaik yang bisa dilakukannya sebatas pengetahuannya tentang tata cara shalat.

[3] Diulang shalatnya saat itu karena shalatnya tidak benar, ada rukun yang luput dikerjakannya karena ketidaktahuannya.

[4] Adapun shalat yang sudah lewat waktunya tidak diperintahkan untuk diulangi.

Tanya Jawab Ringkas Edisi 97 (1)

Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Muhammad Afifuddin.

 Daging Akikah untuk Orang Kafir

Apakah kita boleh memberikan daging akikah kepada saudara kita yang bukan muslim?

08522xxxxxxx

  • Jawaban:

Boleh, dengan niat untuk hadiah atau melembutkan hati mereka. Begitu pula daging hewan kurban. Jadi, akikah dan hewan kurban sebagian menjadi sedekah untuk fakir miskin, sebagian menjadi hadiah untuk orang kaya, termasuk di dalamnya orang yang kafir.

 

Kuas Sisir

Semir Rambut Hitam Kecoklatan

Bolehkah menyemir rambut dengan warna coklat kehitaman karena rambut sudah mulai memutih? Ini atas permintaan suami agar terlihat lebih muda.

081327xxxxxx

  • Jawaban:

Dalam Islam rambut yang memutih karena uban disunnahkan untuk disemir, tetapi dilarang memakai warna hitam. Selama bukan warna hitam, diperbolehkan baik untuk laki-laki maupun perempuan.

 

Sandal Wanita

Wanita Shalat Memakai Sendal

Apakah shalat memakai sendal hukumnya sunnah? Jika wanita sesekali tidak memakai sendal, apakah bisa dihukumi seperti Yahudi?

08539xxxxxxx

  • Jawaban:

Tidak, karena hukumnya sunnah. Yang tidak melakukannya tidak mendapatkan dosa, apalagi dihukumi seperti Yahudi. Yang dinasihatkan ketika hendak shalat menggunakan sendal adalah mempertimbangkan maslahat dan muadarat dalam pandangan masyarakat umum.

 

Derajat Hadits Tentang Talak

Bagaimana kedudukan hadits, “Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah talak”?

08781xxxxxxx

  • Jawaban:

Hadits ini mursal, termasuk riwayat mursal Muharib bin Ditsar. Mursal termasuk golongan hadits dhaif.

 

Berlepas Diri dari Hizbiyah

Apakah beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya berkonsekuensi bahwa saya juga harus berlepas diri dari mereka yang berdakwah tentang agama, namun dalam wadah atau kelompok baru yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Abu Abdillah—Lampung

08574xxxxxxx

  • Jawaban:

Benar, itu temasuk konsekuensi tauhid kita. Kita harus berlepas diri dari kaum musyrikin dan kesyirikan serta dari kebid’ahan dan ahli bid’ah.

koko-batik-biru

Shalat Memakai Pakaian Bermotif

Bagaimana hukumnya memakai pakaian, seperti sarung, songkok, jubah, gamis yang bermotif/tidak polos dalam shalat?

08524xxxxxxx

  • Jawaban:

Selama motifnya tidak ramai dan tidak mengganggu orang yang shalat, tidak mengapa. Afdalnya memakai yang polos sehingga tidak menganggu pandangan orang yang shalat.

 

Partai Politik = Ashabiyah?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Bukan dari golongan kami, orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan).” (HR. Abu Dawud)

Apakah orang-orang yang masuk ke partai politik tertentu dan mengampanyekan partainya termasuk dalam hadits ini?

08524xxxxxxx

  • Jawaban:

Ya. Semua riwayat yang melarang kita dari ashabiyah maka termasuk di antaranya adalah partai-partai politik yang ada ini.

kaus-kaki-pria

Kaos Kaki Tinggi = Musbil?

Jika seseorang memakai celana sampai setengah betis kemudian memakai kaos kaki tinggi, apakah termasuk musbil?

08154xxxxxxx

  • Jawaban:

Tidak, karena menggunakan kaos kaki diperbolehkan. Selain itu, diperbolehkan pula menggunakan khuf (sepatu yang menutupi mata kaki). Yang dilarang adalah yang dari atas, baik itu celana, sarung, jubah, maupun gamis.

 

Antara Umrah & Membantu Orang Miskin

Saya pelanggan Majalah Asy Syariah ingin bertanya. Sekarang ada fenomena adanya ibadah umrah. Yang saya tanyakan, lebih penting mana antara menjalankan ibadah umrah sementara di sekitar kita, bahkan mungkin saudara di sekitar kita, masih banyak yang hidup miskin?

08564xxxxxxx

  • Jawaban:

Dikerjakan dua-duanya. Kita sisihkan uang untuk membantu orang lain yang membutuhkan, di sisi lain kita juga melakukan umrah. Ringkasnya, ibadah umrah sangat besar keutamaannya dan tidak bertentangan dengan ibadah sedekah.

 

Perempuan Mendakwahi Lelaki

Bolehkah seorang perempuan mendakwahi laki-laki? Sebab, wanita tersebut lebih berilmu dan tidak tahan dengan kemungkaran yang dilakukan oleh si lelaki.

08967xxxxxxx

  • Jawaban:

Boleh, dengan syarat aman dari fitnah (godaan) dan dengan cara yang hikmah.

 

Orang Tua Ingin Anak Belajar ke Luar Negeri

Orang tua saya menyuruh saya untuk belajar di Yaman bersama para ulama. Namun, saya merasa belum pantas untuk pergi ke sana karena ilmu saya yang masih sedikit dan umur saya masih 17 tahun. Saya masih merasa takut apabila pergi terlalu jauh. Apa nasihat ustadz, sikap terbaik yang harus saya lakukan?

08237xxxxxxx

  • Jawaban:

Jika menunda keberangkatan dalam rangka memperdalam ilmu yang dirasa penting sehingga lebih mudah ketika belajar di Yaman, itu alasan yang tepat. Akan tetapi, jika ketidaksiapan tersebut karena takut, alasan itu kurang tepat. Sebab, keberangkatan biasanya bersama teman-teman dari Indonesia.

Di Yaman juga sudah ada teman-teman dari Indonesia yang akan membagikan pengalaman kepada kita. Kuatkan hati, azamkan tekad, ambil kesempatan ini sebelum hilang.

 

Wanita Memakai Sendal Lelaki

Wanita memakai sendal seperti laki-laki, apakah itu termasuk tasyabuh?

08579xxxxxxx

  • Jawaban:

Jika sendal tersebut khusus laki-laki, tidak boleh. Jika bukan sendal khusus laki-laki, boleh. Tasyabuh tidak hanya terjadi dalam hal pakaian, tetapi dalam hal yang lain pula.

 

Suami Merantau, Istri Menyuruh Pulang

Apakah seorang istri berdosa menyuruh suaminya pulang apabila suami tersebut tidak bekerja di rantau. Suami masih menunggu mendapatkan pekerjaan.

08575xxxxxxx

  • Jawaban:

Hal ini kembali terserah kerelaan istri. Jika istri meridhai suami tidak pulang, tidak masalah berada di rantauan. Jika tidak rela, hal itu tidak boleh. Sebab, istri punya hak terhadap suaminya. Jika dalam kondisi yang demikian istri meminta suami pulang, suami harus pulang. Demikian juga ketika suami menimba ilmu agama dan istri memintanya pulang, suami harus pulang. Sebab, itu adalah hak istri.

 

Menasihati Murid di Depan Umum

Apakah boleh seorang pengajar menasihati murid di hadapan orang banyak, seperti di majlis taklim umum? Padahal murid itu tidak senang dengan yang seperti itu, walaupun memang dia bersalah.

08236xxxxxxx

  • Jawaban:

Hukum asal menasihati seseorang adalah secara sembunyi-sembunyi, bukan di forum umum karena akan menimbulkan banyak mudarat, timbul kesan mencerca, melecehkan, dan menghina. Akan tetapi, dikecualikan (dibolehkan) jika nasihat tersebut menggunakan bahasa yang umum (tidak menunjuk orang tertentu) sehingga bermanfaat bagi semua pihak. Demikian pula ketika menasihati di depan umum memiliki maslahat yang besar.

 

Makanan Orang Kafir

Tiap daerah ada makanan khasnya, gudeg khasnya Yogya; empek-empek khasnya Palembang; rujak cingur khasnya Surabaya, dst. Demikian pula di negara kafir Eropa dan Amerika ada makanan khas masing-masing, spaghetti, makaroni, dan pizza khas Italia; hotdog, hamburger, dan fried chicken khas USA, dst. Demikian halnya di negara kafir Asia punya kekhasan, misalnya sukiyaki dan tenpura hana adalah khas Jepang.

Pertanyaan:

  1. Apakah memasak, membeli, dan mengonsumsi makanan khas negeri kafir tersebut adalah bentuk tasyabuh dan mendukung syiar mereka?
  2. Bagaimana dengan makan di restoran Pizza Hut, McDonald, KFC, dan semacamnya?

0815xxxxxxx

  • Jawaban:

Hukum asal makanan adalah halal kecuali ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Selagi makanan itu halal maka boleh dikonsumsi, baik itu makanan yang dibuat oleh kaum muslimin maupun yang dibuat oleh orang kafir. Demikian pula makan di Pizza Hut dan yang semisalnya; jika makanan yang dimakan adalah makanan halal, tidak ada hal-hal yang negatif, diperbolehkan.

 

Mengaji di Tempat Kematian

Kami pelanggan Asy Syariah mau tanya, mengaji di tempat orang meninggal itu boleh atau tidak? Katanya untuk “sangu” orang yang meninggal. Apa pula hukumnya peringatan 7 hari sampai 1000 harinya orang yang meninggal.

08783xxxxxxx

  • Jawaban:

Semua yang disebutkan dalam pertanyaan Anda tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Zikir Khusus Setelah Witir

Apakah ada zikir khusus setelah shalat sunnah witir?

08232xxxxxxx

  • Jawaban:

Tidak ada zikir tertentu setelah shalat sunnah. Yang ada zikir khusus adalah setelah shalat fardhu.

 

Makna Hadits Roh Ibarat Pasukan

Apa maksud hadits, “Roh-roh ibarat sebuah pasukan kokoh. Jika saling kenal, akan bertemu. Jika tidak mengenal, akan berpisah”? (HR. al-Bukhari)

08525xxxxxxx

  • Jawaban:

Maksudnya, Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kecocokan hati kepada setiap roh. Roh orang baik akan mencari orang baik yang semisalnya. Roh orang yang jelek juga akan mencari yang jelek semisalnya. Ini adalah introspeksi bagi diri kita, siapa yang kita cintai? Jika kita mencintai orang saleh, patut disyukuri. Akan tetapi, kalau kita mencintai orang yang tidak baik, tandanya roh kita juga tidak baik; perlu segera diperbaiki.

 

Menabung Untuk Kurban

Bolehkah menabung untuk kurban? Bagaimana jika ada orang yang berkata, “Daripada menabung untuk kurban, lebih baik menabung untuk thalabul ilmi.”

08570xxxxxxx

  • Jawaban:

Keduanya boleh. Boleh menabung untuk kurban karena hukumnya sunnah muakkadah; dan boleh menabung untuk thalabul ilmi. Jadi, dua amalan tersebut tidak bertentangan. Kita bisa melakukan kedua-duanya.

 

Suara Manusia Menyerupai Musik

Tidak diragukan lagi bahwa alat musik hukumnya haram. Bagaimana hukumnya suara manusia yang menyerupai suara alat musik (misal acapella atau beatbox)?

08574xxxxxxx

  • Jawaban:

Sebaiknya ditinggalkan, karena suaranya adalah suara musik.

 

Masbuk Satu Rakaat

Bagaimana cara shalat makmum yang masbuk satu rakaat saat shalat Isya?

08526xxxxxxx

  • Jawaban:

Jika maksudnya tertinggal satu rakaat, ketika imam salam dia bangkit menyelesaikan rakaat keempat sampai salam. Jika maksudnya tertinggal tiga rakaat, dia bangkit untuk rakaat kedua dan tasyahud awal, lalu melanjutkan rakaat ketiga dan keempat hingga salam.

 

Tobat Pemelihara Tuyul

Apa dosa seseorang yang memelihara tuyul masih bisa diampuni?

08773xxxxxxx

  • Jawaban:

Semua dosa masih bisa bertobat darinya, asal bertobat dengan taubatan nasuha. Di antara cara tobat memelihara tuyul, dia melepaskan semua tuyul itu dan tidak ada lagi keterkaitan dengan tuyul-tuyul tersebut. Tinggalkan semua klenik yang selama ini dilakukan. Tinggalkan semua bentuk kesyirikan dan khurafat. Kembalilah kepada agama yang benar, bertauhid kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan banyak beramal saleh.

 

Cara Berjamaah Dua Orang

Bagaimana tatacara shalat berjamaah dengan dua orang? Saya pernah membaca buku tuntunan shalat, jika berjamaah hanya dua orang, imam dan makmum berdiri berjajar. Akan tetapi, yang ada di masyarakat luas sekarang, imam berdiri di depan, makmum di belakangnya. Kalau seperti itu shalatnya mendapat pahala jamaah atau tidak?

08771xxxxxxx

  • Jawaban:

Yang sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, imam berdiri sejajar dengan makmum. Adapun imam di depan dan makmum di belakang, hal itu menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Definisi Ahlul Bait

Apa makna ahlul bait? Apa saja ketentuan-ketentuan ahlul bait? Apa yang harus dilakukan jika dia diberi suatu barang atau makanan?

08525xxxxxxx

  • Jawaban:

Ahlul bait adalah keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah keluarga Ali bin Abi Thalib, Ja’far bin Abi Thalib, Aqil bin Abi Thalib, dan Harits bin Abi Thalib. Ahlul bait yang mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimuliakan karena dua alasan:

(1) di atas sunnah, dan

(2) keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika mereka termasuk ahli bid’ah, tidak dimuliakan. Ahlul bait tidak boleh memakan barang sedekah, tetapi boleh menerima dan memakan hadiah.

 

Tata Cara Azan

Apakah gugur syariat menengok ke arah kanan dan kiri ketika muazin mengucapkan, “Hayya ‘ala….” karena sekarang menggunakan pengeras suara?

08572xxxxxxx

  • Jawaban:

Tidak, sebab itu adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga tetap dikerjakan. Hikmahnya memang untuk mengeraskan suara.

 

Lafadz Azan Subuh

Apakah azan subuh hanya 1 kali, menggunakan lafadz ash-shalatu khairun min an-naum?

08125xxxxxxx

  • Jawaban:

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan, lafadz tersebut pada azan pertama, ada pula yang mengatakan pada azan kedua ketika masuk waktu subuh. Pendapat tersebut sama-sama kuat sehingga perlu dikaji. Pendapat yang dianggap kuat diamalkan, dengan tetap toleransi terhadap pendapat yang lain.

 

Antara Infak dan Sedekah

Mohon penjelasan antara infak dan sedekah, manakah yang lebih utama?

08xxxxxxxxx

  • Jawaban:

Infak ada yang sunnah dan wajib. Infak yang wajib contohnya menafkahi keluarga yang kita tanggung. Infak yang sunnah contohnya infak kepada fakir miskin. Sedekah ada yang wajib (zakat fitrah dan zakat mal) dan sedekah sunnah (sedekah kepada fakir miskin). Jadi, yang lebih afdal adalah yang wajib, kemudian yang sunnah setelahnya.

 

Tobat dari Dusta

Ustadz, bagaimana cara bertobat dari dosa dusta?

08586xxxxxxx

  • Jawaban:

Tinggalkan sifat dan akhlak berdusta, jangan lagi berdusta di kemudian hari. Gantilah dengan kejujuran.

 

Meminjam Uang di Bank

Apa hukum meminjam uang di bank untuk modal usaha?

08536xxxxxxx

  • Jawaban:

Meminjam uang di bank adalah riba, baik untuk usaha, menikah, atau apa pun; baik dalam bentuk rupiah, dolar, maupun mata uang lainnya.

 

Jam Warna Kuning

Apa boleh laki-laki memakai jam berwarna kuning tanpa mengandung emas?

08575xxxxxxx

  • Jawaban:

Selama bukan emas, diperbolehkan.

 

Syahwat Terhadap Wanita

Bagaimana cara menjaga diri dari syahwat terhadap wanita?

08xxxxxxxxx

  • Jawaban:
  1. Tundukkan pandangan.
  2. Cepat-cepat menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.