Tanya Jawab Ringkas Edisi 117

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin.

 Menyediakan Tempat Tinggal Untuk Istri

Seorang wanita sudah 4 tahun lamanya masih hidup bersama mertua. Si wanita sering digoda untuk berbuat layaknya suami isteri oleh bapak mertuanya ketika suami tidak di rumah.

Apa yang harus dilakukan wanita tersebut jika suami belum punya tempat tinggal dan tidak mempunyai nafkah yang cukup untuk mengontrak rumah?

 Jawaban:

Suami wajib menempatkan istrinya di rumah yang aman. Dalam kondisi di atas, suami wajib mencarikan tempat tinggal untuk istri, walau dengan mengontrak, bahkan walaupun harus berutang. Sebab, keberadaan istri di rumah mertua sudah terancam kehormatannya.

Di samping itu, suami wajib menegur dan menasihati orang tuanya.

 ——————————————————————————————————————————————

Pembelian Bayar di Muka

Seorang produsen pakaian menjual pakaian dengan warna tertentu di internet. Ada pembeli yang ingin dibuatkan pakaian tersebut dengan warna lain. Produsen mengecek ketersediaan warna yang diminta di toko kain. Jika warna itu ada, produsen meminta pembeli membayar di muka. Setelah menerima pembayaran, produsen membeli bahan yang diminta dan membuatnya untuk si pembeli.

Apakah ini termasuk larangan menjual barang yang belum dikuasai?

Jawaban:

Akad di atas lebih dikenal dengan istishna’, yang rajih hukumnya boleh. Diperbolehkan ada uang muka. Apabila barang sudah jadi sesuai dengan permintaan, pemesan tinggal melengkapi pembayaran. Apabila barang tidak sesuai dengan permintaan, pemesan bisa membatalkan akad dan uang kembali. Harga barang sesuai dengan kesepakatan bersama.

Apabila pembayaran utuh sesuai dengan harga barang dan dilakukan di muka untuk barang tertentu, dengan spesifikasi tertentu, dan diserahkan pada waktu tertentu, akad itu disebut akad salam. Hukumnya boleh.

 ——————————————————————————————————————————————

Ziarah Kubur Orang Tua yang Tidak Pernah Shalat

Apakah boleh menziarahi kubur dan mendoakan ortu yang tidak pernah shalat? Beberapa bulan sebelum meninggal, orang tua sempat minta diajari shalat, tetapi sampai akhir hayatnya belum bisa melakukan dan belum mengerjakannya.

Apakah ia sudah dihukumi kafir? Apa kewajiban anak bagi yang memiliki orang tua yang meninggal dengan keadaan seperti itu?

 Jawaban:

Orang yang tidak pernah shalat adalah kafir, bukan muslim. Dia tidak boleh didoakan, namun boleh diziarahi makamnya dengan tujuan:

  1. Mengingat mati.
  2. Mengingat akhirat.

Hanya saja, tidak boleh didoakan.

 ——————————————————————————————————————————————-

Kuburan di Depan Masjid

Saya shalat berjamaah di masjid yang depannya (sebelah tembok) ada kuburan. Bagaimana sebaiknya?

 Jawaban:

Kalau ada pembatas, semacam jalan setapak, selokan, pagar, dll, tidak masalah shalat di masjid tersebut.

Tidak ada pembatas, hanya saja shalatnya agak mundur dari mihrab. Kata takmirnya, belum bisa memberi pembatas karena terhalang dana. Bagaimana solusinya?

 Jawaban:

Lebih baik tidak shalat di masjid itu untuk kehati-hatian. Wallahu a’lam.

 ——————————————————————————————————————————————-

Sering Cemas karena Masalah Kecil

Ada seorang wanita sering merasa putus asa, resah, cemas, dan menangis, bahkan stres jika ada masalah walaupun masalah kecil, misal hanya tersandung sedikit.

Wanita tersebut lalu menikah. Setelah menikah juga demikian, ia sering menangis, ketakutan, putus asa, seolah-olah tidak ada harapan hidup padahal hanya dihadapkan pada masalah kecil.

Apakah itu termasuk gangguan jin? Bagaimana cara mengatasinya? Wanita tersebut juga sering meruqyah diri sendiri, berdoa, dan thalabul ilmi. Muncul ketenangan, tetapi gangguan itu tetap hilang-datang? Hubungan dengan suami & keluarga baik-baik saja.

 Jawaban:

Wanita tersebut berjiwa sensitif. Solusinya adalah:

  1. Mempertebal keimanan kepada takdir Allah.
  2. Meningkatkan dan melatih kesabaran dengan selalu berupaya meredam hati, lisan, dan anggota badan dari segala yang mungkar dan keluh kesah.
  3. Meningkatkan rasa tawakal kepada Allah dengan memasrahkan segala urusan kepada Allah setelah berikhtiar secara maksimal.
  4. Meningkatkan ibadah dan taqarub (pendekatan diri) kepada Allah.
  5. Membaca sejarah Nabi dan kaum salaf yang penuh keteladanan dalam mengarungi kehidupan.
  6. Meminta wejangan kepada orang yang bisa menenteramkan hati.

 —————————————————————————————————————————————–

Zakat Diserahkan kepada Ibu

Kalau ada kewajiban harta yang harus dikeluarkan, semisal zakat dan kafarah, apakah boleh diberikan kepada ibu kandung yang janda dan miskin, tetapi bukan saya yang menanggung kebutuhan hidup beliau?

 Jawaban:

Zakat mal, zakat fitrah, dan kafarah bisa diserahkan kepada sanak famili dengan dua syarat:

  1. Mereka termasuk mustahiq.
  2. Mereka bukan orang yang kita tanggung kehidupan kesehariannya.

 —————————————————————————————————————————————–

Tetangga Putar Musik

Bagaimana hukumnya memutar murattal atau kajian ilmiah untuk mengimbangi tetangga yang memutar musik?

 Jawaban:

Tujuan utama adalah mengambil faidah ilmiah dari ceramah tersebut dan tadabbur dari murattal tersebut.

Tindakan di atas bukan solusi persoalan, bahkan bisa jadi menambah runyam. Lebih baik berbicara dan menasihati tetangga dengan cara yang baik tentang haramnya musik. Target minimalnya adalah suaranya kecil supaya tidak mengganggu ketenangan.

——————————————————————————————————————————————-

Pendidikan Anak

Anak memasuki usia sekolah. Rencana saya masukkan di pondok salafi. Istri kurang setuju dengan alasan belum tega karena sehari tidak melihat anak. Bagaimana solusinya? Jarak rumah saya dengan pondok sekitar 1/4 jam perjalanan sepeda motor.

 Jawaban:

Seyogianya anak mendapatkan kasih sayang dan perhatian orang tuanya secara maksimal. Anak tidak dilepas jauh untuk dipondokkan (asrama) kecuali apabila sudah mandiri dan siap secara psikologis.

Apabila belum siap, anak diikutkan belajar di pondok salafi yang full day atau setengah hari. Apalagi jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.

Orang tua yang bertanggung jawah atas tarbiyah anak-anaknya harus siap berkorban. Di sisi lain, istri juga perlu dinasihati dan dibimbing agar meyakini kebenaran manhaj salaf dan mendukung tarbiyah salafiyah untuk anak-anaknya.

——————————————————————————————————————————————-

Wali Wanita Tidak Setuju

Seorang wanita ingin menikah, tetapi orang tua wanita tidak setuju/tidak merestui dengan calon laki-lakinya tersebut karena si laki-laki tersebut duda. Bolehkah wanita itu menikah siri dengan laki-laki duda tersebut tanpa persetujuan orang tua si wanita?

Pertanyaan ini dari si duda, karena dia khawatir terjatuh dalam hal-hal yang tidak diinginkan.

 Jawaban:

Apabila yang dimaksud nikah siri adalah tanpa wali, pernikahannya tidak sah.

Nasihat secara umum dalam pernikahan: Lakukan pernikahan sesuai dengan syariat dari jalur yang benar dan aman baik secara syar’i maupun aturan negara, agar tidak timbul fitnah di kemudian hari.

Apabila ortu wanita belum setuju, berjuanglah untuk meluluhkan hatinya dengan cara-cara yang baik. Itulah perjuangan. Apabila sudah berusaha secara maksimal dan tanpa hasil, cari wanita lain yang orang tuanya bisa menerima keadaan.

 ——————————————————————————————————————————————-

Keutamaan Tarawih Bersama Imam bagi Wanita

Apakah keutamaan melaksanakan shalat tarawih dengan imam sampai selesai juga berlaku bagi para wanita? Ataukah tetap lebih utama bagi kami untuk melaksanakannya munfarid di rumah sebagaimana shalat-shalat yang lain? Mohon penjelasannya.

 Jawaban:

Wanita lebih afdal shalat di rumah berdasarkan keumuman hadits dan tentu akan mendapat pahala besar. Apabila wanita tersebut shalat berjamaah dengan imam, dia mendapat pahala seperti yang tersebut dalam hadits.

——————————————————————————————————————————————-

Satu Barang, Satu Toko, Beda Harga

Pada 24/05/2016 saya membeli obat di sebuah toko dengan harga 155 ribu. Karena obat akan habis, pada 11/06/2016 saya akan membeli obat yang sama, dengan harga 255 ribu.

Karena harga naik terlalu tinggi, saya bertanya mengapa naiknya tinggi sekali. Saya menyebutkan harga dan menunjukkan nota bulan kemarin. Penjaga yang lain heran dengan harganya yang murah. Dia mengatakan bahwa obat yang dahulu salah harga. Dia meminta tambahan kekurangan uang dari harga yang kemarin.

Melihat kasus ini saya mempunyai pertanyaan. Bagaimana sikap saya sebagai pembeli? Bagaimana sikap saya apabila sebagai penjual?

 Jawaban:

Pada kasus jual beli di atas sang penjual perlu menunjukkan bukti valid terkait harga jual obat tersebut. Apabila benar harganya salah pada akad pertama, langkah berikutnya adalah islah antara penjual dan pembeli. Dicari solusi terbaik yang disepakati.

Namun, apabila alot dan sang pembeli tidak mau, itu menjadi risiko penjual. Sebab, pembeli sedikit pun tidak melakukan penipuan atau kecurangan.

 —————————————————————————————————————————————–

Tamu Berpemahaman Menyimpang

Bagaimana sikap sebagai seorang muslim yang cendikia dan berilmu ketika didatangi tamu yang berpemahaman menyimpang:

  1. Tamu tersebut dari kalangan ustadz (orang yang sudah mengerti)?
  2. Simpatisan (orang yang terkadang ikut kajian mereka dan belum mengerti ilmu syar’i secara benar)?

 Jawaban:

Muamalah dengan orang yang menyimpang atau pelaku bid’ah dalam perspektif manhaj salaf ada perincian:

  1. Pelaku bid’ah karena keawamannya atau yang tertipu dengan penyimpangan. Kaidah bermuamalah dengan mereka adalah ta’liful qulub, melembutkan hati mereka dengan nasihat yang baik, berinteraksi secara umum dengan baik tanpa kita mengorbankan prinsip. Mereka inilah ladang dakwah kita.

Sikap ta’lif ini ada batasnya, yaitu sampai mereka menunjukkan penentangan, tidak lagi mau mendengar nasihat dan justru menebar fitnah. Jika demikian keadaannya, kita terapkan prinsip hajr.

 

  1. Para dai dan dedengkot penyimpangan.

Kaidah bermuamalah dengan mereka adalah hajr (boikot) dan tahdzir (memperingatkan dan mewaspadai) dengan ketentuan-ketentuannya. Perincian di atas dikecualikan kondisi tertentu yang tidak terelakkan. Pada saat itu sajalah kita lakukan prinsip ta’lif dalam rangka meredam keburukan. Inilah siyasah syar’iyah yang disebut mudarah.

Contohnya, ada tokoh penyimpangan bertamu ke rumah kita. Ada dua keadaan:

  1. Kita bisa mengusirnya atau menolaknya tanpa menimbulkan fitnah di tengah masyarakat.

Jika demikian keadaannya, itulah yang harus kita lakukan sebagai kaidah asal bermuamalah dengan mereka. Praktik salaf dalam bab ini banyak, seperti tindakan Thawus, Ibnu Sirin, dll.

  1. Tidak mungkin menolak dan mengusirnya karena banyak sebab, misalnya:
  • kita menunggu tamu dari kalangan awam atau pejabat, ternyata dia numpang ikut tanpa konfirmasi.
  • dia sudah di ruang tamu karena dipersilakan oleh orang tua atau anak kita karena ketidaktahuan.
  • dia datang bertamu dalam keadaan di luar rumah banyak masyarakat awam, bahkan mungkin pihak yang tidak suka dengan dakwah kita.

Dalam kondisi-kondisi semisal di atas, kita terapkan kaidah ta’lif. Kita temui mereka dengan baik sesuai dengan hajatnya dan berinteraksi secara umum tanpa kita mengorbankan prinsip. Inilah yang dicontohkan dalam sunnah.

 

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dijawab oleh al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini.

 Masjid yang Boleh Menjadi Tempat I’tikaf

Apakah benar pendapat yang mengatakan itikaf hanya bisa dilaksanakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi?

 Jawaban:

Pendapat itu marjuh (lemah). Lihat secara lengkap di buku kami Fikih Puasa Lengkap.

 —————————————————————————————————————————————–

Bekerja di Diler Kendaraan

Saya mau bertanya, bagaimana hukumnya bekerja di diler kendaraan? Sebagaimana kita ketahui, diler mustahil tidak menjual kendaraan secara kredit.

 Jawaban:

Jika demikian, tidak boleh bekerja di situ.

 —————————————————————————————————————————————-

Menikahi Sepupu

Saya ingin bertanya tentang pernikahan. Sepupu saya yang bila dirujuk dari hukum pernikahan Islam boleh dinikahi. Namun, suatu hari sepupu saya tersebut mengatakan bahwa saya sudah dianggap sebagai saudara/kakak. Pertanyaan saya, jika kami tetap menikah, apakah pernikahan itu halal atau haram? Sebab, dia sudah mengatakan saya dianggap sebagai kakak.

 Jawaban:

Ucapannya tidak menghalangi pernikahan Anda berdua. Wallahu a’lam.

 ——————————————————————————————————————————————-

Mahar dari Pemberian

Apakah sah suatu perkawinan dengan mahar yang diberikan oleh seseorang. Terima kasih.

 Jawaban:

Maksudnya pengantin tidak punya mahar atau kesulitan, kemudian ada yang bantu memberikan kepadanya harta untuk jadi mahar pernikahannya? Jika demikian, sah.

 ——————————————————————————————————————————————

Menikah Saat Hamil

Saya ingin bertanya. Saya sekarang sudah menikah, tetapi saya menikah karena saya sudah hamil. Apakah pernikahan saya sah menurut agama? Yang menikahi saya adalah laki-laki yang menghamili saya.

 Jawaban:

Tidak sah. Anda harus berpisah hingga anak zina itu lahir. Anak tersebut dinisbahkan kepada ibunya tanpa ayah.

Setelah itu Anda boleh menikah, dengan syarat Anda berdua telah tobat dari zina dengan tobat yang benar.

 —————————————————————————————————————————————-

Tidak Mau Menikah

Apakah saya berdosa jika tidak mau menikah? Sebelumnya saya sudah hampir menikah dengan laki-laki yang saleh dan sesuai dengan apa yang saya inginkan, namun ia meninggal dunia. Sejak saat itu saya menutup diri dari semua laki-laki.

Sekarang saya hanya menyibukkan diri mencari ilmu dan berusaha untuk mengamalkannya dengan harapan dapat berkumpul dengannya di akhirat kelak. Mohon nasihatnya.

 Jawaban:

Menikah adalah sunnah Nabi. Kami nasihatkan agar Anda tetap menikah dengan pria saleh lainnya untuk menjalankan sunnah Nabi dan menjaga diri Anda. Sebab, menikah lebih menjaga diri dari godaan syahwat.

Apalagi seorang wanita butuh mahram, pelindung, dan pemberi nafkah agar jalan hidupnya lebih mudah dan ringan. Lihatlah para wanita sahabat, walau ditinggal mati suami, mereka tetap menikah lagi setelahnya.

 —————————————————————————————————————————————–

Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam

Bolehkah shalat tarawih 4 rakaat dengan sekali salam? Apakah diperbolehkan shalat malam/tarawih dikerjakan 4 rakaat, 4 rakaat, lalu 3 rakaat?

 Jawaban:

Sebagian ulama, seperti an-Nawawi dan al-Albani, berpendapat boleh.

Akan tetapi, shalat tarawih 4 rakaat, 4 rakaat, lalu 3 rakaat pada hadits Aisyah (muttafaq ‘alaih) ditafsirkan oleh riwayat Muslim yang merincikan bahwa 4 rakaat itu adalah 2 rakaat 2 rakaat dengan dua salam, lalu istirahat.

 Demikian pula hadits Ibnu ‘Umar,

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى

        “Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat.”

Ini yang ditegaskan oleh Ibnu Baz dan Ibnu ‘Utsaimin.

 Adapun witir ada dua cara:

  • Dua rakaat ditutup salam, lalu satu rakaat.
  • Tiga rakaat dengan satu tahiyat.

 ——————————————————————————————————————————————

Ucapan Talak

Saya mau tanya, seorang suami mengucapkan, “Kamu saya antar pulang ke rumah orang tuamu,” karena merasa sudah tidak kuat sama si istri.

Apakah itu dinamakan talak? Sebab, si suami mengucapkannya dengan perasaan marah dan kesal. Bagaimana hukumnya?

 Jawaban:

Tergantung niatnya. Jika dia niatkan talak, jatuh talak. Jika tidak dia niatkan talak, tidak jatuh talak.

 —————————————————————————————————————————————–

Resepsi Pernikahan Nonmuslim

Saya mau tanya, apakah kita boleh menghadiri resepsi pernikahan orang nonmuslim yang makanannya dari katering (halal) tetapi acaranya di dekat kompleks gereja, tidak di dalamnya?

 Jawaban:

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam masalah ini membolehkan menghadiri undangan acara resepsi pernikahan nonmuslim, karena tidak tergolong acara momen keagamaan.

Namun, perlu diperhatikan syarat lainnya, di antaranya syarat tidak ada perkara haram pada acara itu, seperti musik, campur baur laki-laki dan wanita, kedua pengantin dipajang, dokumentasi gambar dengan foto atau video, dan semcamnya.

Jika syarat ini tidak terpenuhi, resepsi tersebut tidak boleh dihadiri. Wallahu a’lam.

——————————————————————————————————————————————

Talak Saat Suci Setelah Digauli

Tiga bulan lalu A menalak istrinya dengan sadar 100% dalam masa suci tetapi telah digauli.

Bagaimana status istrinya sekarang? Sampai sekarang istrinya belum haid, hamil pun tidak.

Perempuan yang haidnya tidak lancar tiap bulan, pernah dalam setahun hanya 3 kali, bagaimana menghitung masa iddahnya?

 Jawaban:

Talaknya sah menurut pendapat yang rajih. Masa iddahnya adalah 3 kali haid.

Dia menanti sampai melewati 3 kali haid, meskipun setahun. Wallahu a’lam.

 ——————————————————————————————————————————————

Khulu’ Saat Haid

Mohon bimbingannya secara syariat. Khulu’ saat keadaan haid, apakah sah?

 Jawaban:

Khulu’ saat haid boleh dan sah. Sebab, khulu’ bukan talak, melainkan fasakh dan atas permintaan istri.

 ——————————————————————————————————————————————-

Kasus Waris

Saudara kandung almarhum hanya tinggal bapak saya dan adik lelaki bapak saya, sementara almarhum tidak punya anak. Ada keponakan bapak saya yang ikut tinggal di rumahnya. Rumah tersebut hasil penjualan dari rumah peninggalan kakek saya.

Tanpa sepengetahuan bapak saya, ternyata sertifikat rumah tersebut sudah dibalik nama atas nama keponakan bapak saya. Katanya, sudah dihibahkan almarhum kepada keponakan bapak saya.

Secara hukum bagaimana? Orang tua saya sudah menggugat secara kekeluargaan dengan kerabat keluarganya.

 Jawaban:

Tampak dari pertanyaan bahwa rumah itu diwarisi oleh anak-anak sang kakek, yaitu bapak Anda dan saudaranya itu.

Jika anak kakek Anda hanya tinggal mereka berdua, saudaranya tersebut seharusnya hanya menghibahkan bagiannya dari rumah itu. Adapun bagian bapak Anda diserahkan kepada bapak Anda.

Jadi, hibah tersebut untuk keponakan bapak Anda dari rumah itu tidak sah. Bapak Anda punya hak menggugatnya untuk meminta bagian warisan yang merupakan haknya dari rumah itu. Wallahu a’lam.

Tersisa sebuah masalah, kami mengingatkan Anda agar tidak menggunakan istilah almarhum. Sebab, menurut orang Indonesia istilah semacam itu berstatus gelar, bukan doa, yang berarti memastikan dia dirahmati dan masuk surga.

 ———————————————————————————————————————————

Oper Kredit Mobil

Si A membeli mobil ke diler dengan DP sekitar 5 juta rupiah, diangsur per bulan 2 juta rupiah lebih selama 5 tahun.

Baru berjalan 3 tahun, keluarga Si A oper kredit ke B karena tidak mampu membayar. Si A sudah meninggal. Keluarga Si A meminta uang kepada Si B sebagai ganti uang DP dan angsuran selama 3 tahun, setelah dikurangi kerusakan akibat pemakaian, dsb.

Bagaimana hukumnya? Apabila mobil dikembalikan ke diler, uang tidak kembali, barang pun hilang.

 Jawaban:

Ketahuilah bahwa jual beli dengan diler mobil/motor dengan sistem kredit adalah riba, ditinjau dari dua sisi:

  1. Ada denda apabila menunggak pembayaran.
  2. Dibayari/dilunasi dulu oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan diler, lalu pembeli membayar ke pihak ketiga tersebut.

Sistem seperti ini hakikatnya diutangi uang senilai harga kontan barang, lalu membayar utang secara kredit dengan nominal lebih besar daripada utang sebenarnya. Oleh karena itu, pembeli membayar melalui bank ke pihak ketiga tersebut.

Jika sudah terlanjur membeli/mengambil alih mobil cicilan itu dari pemiliknya, terpaksa Anda melunasinya daripada terzalimi lebih besar lagi, disertai bertobat kepada Allah karena telah terlibat dalam urusan muamalah dengan bank dan kredit riba yang terlaknat.

 —————————————————————————————————————————————

Mahar Tertunda Diserahkan

Saya ingin bertanya apabila dalam ijab kabul disebutkan jenis maharnya dan dibayarkan tunai. Akan tetapi, saat akad uang tunai tersebut tidak diserahkan langsung. Uangnya baru diserahkan seminggu kemudian dan istri ikhlas akan hal itu.

Apakah pernikahan tersebut sah?

Jawaban:

Pernikahan tersebut sah.

 ——————————————————————————————————————————————

Buka Bersama Puasa Arafah

Apakah ada atsar dari salaf tentang mengadakan buka bersama pada puasa sunnah Arafah?

 Jawaban:

Jika maksudnya buka bersama dengan keyakinan hal itu lebih utama daripada berbuka sendiri lantas sengaja berkumpul untuk buka bersama, hal itu bid’ah.

Adapun jika ada orang yang memiliki rezeki dan ingin mendapatkan keutamaan memberi buka puasa orang yang berpuasa sampai kenyang, hal itu tidak masalah.

Adapun atsar salaf yang ditanyakan, kami tidak mengetahui adanya hal itu.

——————————————————————————————————————————————-

Daging Kurban Sebagai Lauk Fidyah

Bolehkah membayar fidyah dengan memberi makan dari daging kurban sebagai lauknya?

Jawaban:

Boleh. Akan tetapi, harus diingat bahwa yang wajib adalah beras atau nasi dengan kadar/porsi yang mengenyangkan untuk satu kali makan sebagai pembayar satu puasa. Lauk hanyalah menjadi pelengkap.

—————————————————————————————————————————————–

Suami Ingin Mendaftarkan Cerai

Apakah sudah jatuh talak apabila suami sudah berkeinginan ingin mendaftarkan perceraian kami, tanpa mengucapkan mau cerai dengan saya? Suami pernah bilang, “Kalau memang harusnya pisah, ya pisah, mau gimana lagi.”

 Jawaban:

Diperjelas saja kepada suami, apakah dia telah menjatuhkan cerai dengan kalimat itu atau tidak. Sebab, konotasinya begitu, apalagi dia sudah ingin mendaftarkan perceraian ke pengadilan.

 —————————————————————————————————————————————

Melihat yang Tidak Pantas di Internet

Saya mau tanya, jika suka melihat hal-hal yang tidak pantas di internet, apa yang harus saya lakukan untuk menghapus dosa saya?

 Jawaban:

Bertobat dan istighfar, mohon ampun kepada Allah. Imbangi dengan amal saleh.

Lawan dorongan hawa nafsu Anda dengan iman, jangan sampai berkelanjutan, menjadi kebiasaan dan penyakit.

 —————————————————————————————————————————————–

Kirim SMS/WA Pertanyaan ke Redaksi 081328078414 atau via email ke tanyajawabringkas@gmail.com Jika pertanyaan Anda cukup dijawab secara ringkas, akan kami muat di rubrik ini. Namun, jika membutuhkan jawaban yang panjang lebar, akan kami muat di rubrik Problema Anda, insya Allah.

Tanya Jawab Ringkas Edisi 116

Berikut ini beberapa pertanyaan yang dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin.

 Mengambil Untung Sebagai Perantara

Seseorang membeli barang melalui internet dengan alamat orang lain. Setelah barang sampai, orang tersebut mengirim uang kepada orang yang membelikan tadi. Apakah orang yang membelikan tadi boleh mengambil keuntungan dari barang tersebut?

 Jawaban:

Jawabannya dirinci sesuai dengan keadaan orang tersebut:

  1. Apabila sifatnya menolong, dia tidak boleh mengambil keuntungan kecuali dapat upah dari pihak yang menyuruh. Semua keuntungan yang didapat, baik berupa diskon atau semisalnya, menjadi milik yang menyuruh.
  2. Dia sebagai makelar, wakil, atau cabang dari yang menyuruh. Dia mendapat upah sesuai dengan kesepakatan bersama sebelumnya. Segala keuntungan yang didapat, semisal diskon, dll., hukum asalnya kembali kepada yang menyuruh kecuali apabila ada kesepakatan lain sebelumnya.

Wallahul Muwaffiq.

 —————————————————————————————————————————————–

Puasa Agar Lulus Ujian

Di sebagian daerah terbiasa berpuasa pada hari-hari yang diharapkan keberhasilannya, seperti tes kelulusan, ujian, dan perlombaan. Harapannya supaya menang dalam perlombaan atau ujian tersebut. Apakah yang demikian itu disyariatkan?

Jawaban:

Puasa dengan niat-niat semacam itu tidak dibenarkan karena orientasinya adalah dunia, dan justru untuk urusan yang mungkar. Yang benar, niatnya ikhlas mengharap pahala hanya dari Allah semata. Buahnya nanti adalah kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

——————————————————————————————————————————————-

Minta Diruqyah Agar Semangat Ibadah

Apakah boleh seseorang minta diruqyah karena dirinya merasa kurang semangat dalam beribadah, seperti:

  • sering melalaikan shalat (mengakhirkan waktu shalat)
  • sering ragu-ragu jumlah rakaat ketika sedang shalat
  • sering merasa mengulangi beberapa ayat al-Fatihah, bahkan ragu al-Fatihah yang dibacanya
  • berzikir setelah shalat seadanya (seperti doa untuk kebaikan dunia dan akhirat serta doa untuk orang tua saja), namun dalam hati ingin sekali untuk berzikir lebih lama.
  • sering lalai dalam mengaji dan menghadiri kajian-kajian ilmu.

 

Jawaban:

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan:

  1. Minta diruqyah hukumnya makruh. Pelakunya luput dari kesempatan menjadi orang yang masuk surga tanpa hisab dan azab.
  2. Tidak semua keluhan dan masalah kejiwaan harus dengan cara ruqyah.
  3. Malas belajar dan ibadah adalah penyakit futur. Solusinya:
  4. Tanamkan dalam hati fadhilah (keutamaan) amal.
  5. Bergaullah dengan sahabat yang saleh salafi.
  6. Mendatangi orang yang saleh salafi untuk mendapatkan nasihat dan secara langsung melihat amaliahnya.
  7. Banyak membaca sejarah para nabi dan para salaf untuk diambil ibrahnya.
  8. Keluhan lainnya yang disebutkan di atas disebut waswas. Solusinya:
  9. Membangun semua amalan di atas ilmu syar’i.
  10. Menanamkan rasa yakin dalam beramal dengan dasar ilmu.
  11. Menolak semua bisikan yang membuat ragu dalam beramal. Misalnya, dia shalat dan sudah membaca al-Fatihah lalu muncul waswas. Dia langsung melawan dan yakin sudah membaca al-Fatihah dan yakin shalatnya sah.

 Mengobati waswas perlu kesungguhan, kesabaran, dan proses waktu.

——————————————————————————————————————————————

Jumlah Rakaat Tarawih

Bagaimana cara shalat tarawih dengan munfarid (sendirian) 11 rakaat yang dituntunkan oleh Nabi, apakah 4 rakaat 4 rakaat dilanjutkan witir 3 rakaat? Ataukah 2 rakaat sebanyak 4 kali lalu 2 rakaat dan 1 rakaat witir?

 Jawaban:

Semuanya diperbolehkan karena ada riwayat yang menjelaskannya. Namun, yang paling afdal adalah 2 rakaat 2 rakaat, terakhir 1 rakaat.

—————————————————————————————————————————————–

Bacaan Rakaat Terakhir Shalat Witir

Apakah benar dituntunkan oleh Nabi, pada rakaat terakhir witir membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas sekaligus?

 Jawaban:

Hadits yang sahih hanya membaca al-Ikhlas. Hadits yang menyebutkan tambahan al-Falaq dan an-Nas derajatnya dha’if.

 ——————————————————————————————————————————————

Memisahkan Waktu Tarawih & Witir

Bolehkah setelah shalat tarawih tidak dilanjutkan dengan witir karena berniat pada sepertiga malam nanti akan melakukan qiyamul lail lainnya lagi? Sebab, yang saya tahu, witir dilakukan setelah/untuk menutup qiyamul lail yang telah dilakukan.

Jawaban:

Boleh, asalkan belum melaksanakan shalat witir. Yang afdal dilakukan 11 rakaat dan shalat bersama imam hingga selesai witir.

 —————————————————————————————————————————————-

Doa Khusus Selesai Baca al-Qur’an

Apakah ada doa khusus setelah selesai baca al-Qur’an?

Jawaban:

Ada hadits sahih yang menunjukkan bahwa yang dibaca setelah membaca al-Qur’an adalah doa kaffaratul majlis. Adapun bacaan shadaqallahul ‘azhim tidak ada sunnahnya.

 —————————————————————————————————————————————-

Harta Gonogini

Apa hukum harta gonogini dan bagaimana menurut timbangan syariat tentang hal tersebut?

Jawaban:

Terkait harta gonogini dalam kasus perceraian, harus diperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Dalam Islam, setiap orang memiliki harta sendiri, termasuk pasangan suami istri. Hanya saja, suami diwajibkan memberikan nafkah kepada istri.
  2. Ketika terjadi perceraian, maka ada beberapa keadaan:
    1. Harta yang ada baik properti maupun lainnya adalah murni milik suami. Dalam keadaan ini, tidak ada harta gonogini untuk istri karena semuanya milik suami, kecuali harta yang diberikan suami kepada istrinya semampunya untuk mut’ah (menyenangkan hati).
    2. Semua harta adalah milik istri. Dalam keadaan ini, tidak ada harta gonogini untuk suami, tidak ada pula harta mut’ah. Semuanya kembali kepada istri. Justru suami yang memberi harta mut’ah kepada istri.
    3. Harta yang bercampur kepemilikan antara suami dan istri. Dalam hal ini ada 2 perincian:
  3. Bisa diupayakan identifikasi harta masing-masing; maka harta suami untuk suami dan harta istri untuk istri, lalu suami memberi harta mut’ah.
  4. Tidak bisa diidentifikasi; maka harta dibagi dua untuk suami dan istri, lalu suami memberi harta mut’ah.

 ——————————————————————————————————————————————

Wanita Haid Memegang Mushaf

Bolehkah wanita yang sedang haid memegang dan membca al-Qur’an?

 Jawaban:

Wanita haid boleh membaca al-Qur’an baik dengan hafalan maupun dari mushaf. Sebab, waktu sucinya lama. Berbeda halnya dengan junub, yang bisa langsung bersuci.

 ——————————————————————————————————————————————-

Sumpah Tidak Mau Melayani Suami

Saya pernah bersumpah tidak akan memberikan hak suami untuk menggauli saya. Itu spontan terucap karena rasa marah. Bagaimana hukumnya, ustadz? Apa saya harus membayar kafarah?

Jawaban:

Ada dua rincian keadaan:

  1. Apabila amarah tersebut sampai pada tingkat tidak sadar apa yang dia ucapkan, tidak ada hukum baik dalam hal talak, khulu’, maupun sumpah.
  2. Apabila masih sadar apa yang dia ucapkan, jatuh hukum, dalam hal ini yaitu kafarah sumpah.

 ——————————————————————————————————————————————-

Membunuh Semut

Apa hukumnya membunuh sekawanan semut dengan kapur khusus serangga, meskipun tidak memberi gangguan berupa gigitan?

 Jawaban:

Membunuh semut hukum asalnya terlarang. Kecuali apabila semut itu menyakiti, semut tersebut bisa dibunuh; atau apabila mengganggu, bisa dihalau sebisa mungkin dengan kapur atau yang lain. Kalau tidak mungkin kecuali dengan membunuhnya, tidak masalah.

——————————————————————————————————————————————-

Zakat Fitrah Diberikan kepada Orang Kafir

Apakah boleh memberi zakat fitrah kepada nonmuslim yang tidak mampu?

 Jawaban:

Boleh, terutama dalam rangka ta’lif (melembutkan hati) supaya tertarik masuk Islam. Wallahu a’lam.

 ——————————————————————————————————————————————-

Batas Akhir Bayar Fidyah

Kapan batas akhir membayar fidyah, apakah boleh setelah bulan Ramadhan?

Jawaban:

Utamakan membayar fidyah dalam bulan Ramadhan. Bisa di awal, tengah, atau akhir Ramadhan. Bisa dibayarkan tiap hari atau 30 hari langsung. Bisa dalam bentuk bahan mentah atau matang, bisa untuk orang miskin yang sama atau yang berbeda.

 ——————————————————————————————————————————————

Rebonding Rambut

Bolehkah wanita meluruskan (rebonding) rambutnya agar terlihat lebih rapi?

 Jawaban:

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Setiap insan diciptakan oleh Allah dengan kondisi rambut yang berbeda. Ada yang keriting, lurus, berombak, dll. Itu merupakan asal penciptaan yang Allah kodratkan untuknya.
  2. Islam tidak memperbolehkan pengubahan sesuatu dari asal penciptaannya.
  3. Jadi, rambut yang asalnya lurus tidak boleh dibuat keriting, atau yang asalnya keriting tidak boleh dibuat lurus, dengan cara apa pun.
  4. Adapun mengembalikan sesuatu kepada asal penciptaannya, hukumnya boleh. Misalnya, seseorang memiliki gigi yang sangat menonjol keluar. Ini di luar kebiasaan gigi manusia pada umumnya, maka boleh dikembalikan kepada asalnya dengan kawat gigi atau lainnya. Dalam hal ini, para fuqaha memberikan batasan, yaitu apabila kondisi gigi tersebut merusak bentuk normal wajah manusia atau membuatnya kesulitan beraktivitas, seperti makan.
  5. Apabila tindakan rebonding hanya sedikit memperbagus yang sudah ada, tidak sampai mengubah asal penciptaan, hal ini tidak masalah.

 ——————————————————————————————————————————————-

Menahan Buang Angin Saat Shalat

Saya dengar bahwa hukum menahan buang angin ketika shalat adalah makruh. Yang makruh perbuatannya atau shalatnya?

 Jawaban:

Menahan buang angin saat shalat ada beberapa keadaan:

  1. Sedikit pun tidak mengurangi kekhusyukan shalat, maka tidak masalah.
  2. Mengganggu atau mengurangi kekhusyukan shalat, maka hukumnya makruh.
  3. Membuat pelakunya tidak bisa lagi khusyuk dan konsentrasi dalam shalatnya, maka hukumnya terlarang dan shalatnya batal.

 ——————————————————————————————————————————————-

Bacaan Tasyahud pada Shalat 2 Rakaat

Bagaimana kaidah fikih tentang bacaan pada tasyahud shalat dua rakaat? Apakah membaca kalimat tasyahud awal kemudian salam, ataukah membaca kalimat tasyahud akhir kemudian salam?

Jawaban:

Pada tasyahud akhir, baik itu shalat yang 1, 2, 3, atau 4 rakaat, yang dibaca adalah:

  1. Tasyahud.
  2. Shalawat.
  3. Ta’awudz dari empat perkara
  4. Membaca doa sesuai dengan kehendak kita baru salam.

Bacaan di atas ada yang hukumnya wajib, ada yang sunnah.

——————————————————————————————————————————————-

Makanan yang Dimasak, Membatalkan Wudhu?

Saya mendengar bahwa memakan dan meminum makanan dan minuman yang dimasak/direbus dengan api dapat mengakibatkan batalnya wudhu. Apakah benar?

 Jawaban:

Benar, namun itu dahulu di masa awal Islam. Setelah itu hukum tersebut dihapus. Jadi, hal tersebut tidak membatalkan wudhu.

——————————————————————————————————————————————-

Kirim SMS/WA Pertanyaan ke Redaksi 081328078414 atau via email ke tanyajawabringkas@gmail.com Jika pertanyaan Anda cukup dijawab secara ringkas, akan kami muat di rubrik ini. Namun, jika membutuhkan jawaban yang panjang lebar, akan kami muat di rubrik Problema Anda, insya Allah.

Tanya Jawab Ringkas Edisi 115

Berikut ini beberapa pertanyaan yang dijawab oleh al-ustadz Muhammad as-Sarbini.

 Haid, Qadha Shalat?

Mau tanya, apakah benar wanita yang haid itu punya kewajiban untuk mengqadha shalat?

Jawaban:

Itu tidak benar. Pada hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha dinyatakan, wanita haid diperintah mengqadha puasa dan tidak diperintah mengqadha shalat. Berbeda halnya jika yang dimaksud adalah wanita mendapati waktu shalat, tetapi belum sempat menunaikannya lantas tertimpa haid. Ia wajib mengqadhanya, dengan syarat sempat mendapati waktu yang cukup untuk melaksanakan satu rakaat. Lihat rincian penjelasan masalah ini pada Rubrik Problema Anda edisi 97.

 

Nikah Tanpa Wali

Bagaimana hukumnya pernikahan seorang janda yang menikah tanpa wali, sah atau tidak pernikahannya? Kalau tidak sah, haruskah kami berpisah dahulu untuk sementara guna memperbarui pernikahan? Kami sudah menikah delapan tahun, anak kami ada lima. Kami menikah secara siri karena suami sudah punya istri. Suami sudah punya niat untuk ke pengadilan, tetapi qaddarallah banyak halangannya. Bagaimana cara kami memperbaiki semuanya, ustadz? Mohon solusinya.

Jawaban:

Pernikahan tanpa wali hukumnya tidak sah, baik perawan maupun janda. Apabila salah satu dari Anda berdua sudah mengetahui hukum ini saat menikah, tetapi tetap melangsungkannya karena dorongan hawa nafsu, berarti Anda berdua telah berzina. Lima anak itu berstatus anak zina, tidak punya bapak. Mereka dinisbahkan kepada ibunya.

Apabila Anda berdua benar-benar tidak tahu hukum ini, lima anak itu berstatus anak syubhat, seperti halnya anak syar’i (yang sah). Yang mana saja dari kedua kemungkinan di atas, Anda wajib langsung berpisah saat ilmu ini sampai. Setelah itu, perbarui pernikahan dengan wali yang sah, walau belum disahkan oleh pengadilan.

 ——————————————————————————————————————————

“Saya Selesai Jadi Suamimu”

Saya mempunyai suami yang bekerja di luar kota. Suami selingkuh dan saya maafkan. Suatu hari suami ketahuan selingkuh kembali dengan wanita yang mengaku sudah menjalin hubungan dengan suami saya selama 4 tahun. Atas kejadian itu, suami meminta maaf. Akan tetapi, setelah kejadian ini hati saya jadi gampang curiga.

Dengan kecurigaan itu, suami berkata kepada saya, “Selesai saya jadi suami kamu.” Dengan ucapan itu, apakah suami sudah menalak saya? Akan tetapi, suami masih pulang ke rumah dan masih memberi materi kepada anak-anak dan saya, tetapi tidak untuk nafkah batin.

Pertanyaannya, bagaimanakah hukum pernikahan saya secara Islam? Suami sudah sering mengucapkan kata talak kepada saya, sebanyak 4 kali. Akan tetapi, pada akhirnya suami mengajak saya rujuk kembali karena kasihan terhadap anak.

Jawaban:

Jika suami Anda sudah mengucapkan/menjatuhkan talak sampai3 kali yang diselingi oleh rujuk di antara setiap fase talak, Anda sudah bukan istrinya lagi.

Bahkan, Anda tidak bisa menikah lagi dengannya sampai Anda dinikahi oleh pria lain dan berhubungan biologis (senggama) dengannya, lalu terjadi perceraian dengannya atau ditinggal mati olehnya. Setelah itu baru boleh kembali kepada suami yang lama dengan akad yang baru.

 —————————————————————————————————————————–

Akikah dengan Harta Warisan

Bolehkah akikah dengan harta warisan?

Jawaban:

Jika Anda sudah mewarisi suatu harta, itu jadi milik Anda, terserah untuk apa.

——————————————————————————————————————————

Talak Tiga Sekaligus dalam Satu Kesempatan

Saya bertengkar dengan istri saya. Terus saya telepon ayahnya dan saya berkata, “Pak, hari ini Fulanah (nama istri) saya talak tiga.”

Apakah itu sah atau bagaimana itu? Mohon penjelasannya.

Jawaban:

Talaknya sah, tetapi hanya terhitung satu talak. Talak tiga dalam satu majelis sekaligus tidak sah.

 ——————————————————————————————————————————-

Niat Puasa Bulan Sya’ban

Saya mau bertanya, berpuasa sunnah pada bulan Sya’ban, apakah niatnya khusus untuk puasa Sya’ban atau bisa dengan niat puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin Kamis, puasa Dawud, dll.?

Jawaban:

Semuanya disunnahkan, tergantung niatnya. Yang membedakan adalah niatnya, apakah puasa Syaban, puasa Senin-Kamis, atau puasa Dawud.

 ————————————————————————————————————————–

Puasa Ayyamul Bidh 2 Hari Saja

Kalau puasa ayyamul bidh dilakukan 2 hari bagaimana? Soalnya baru tahu pada hari ke-2 dan ke-3. Bagaimana hukumnya?

Jawaban:

Puasa ayyamul bidh dilakukan tiga hari, yaitu tanggal 13, 14, 15 setiap bulan hijriah. Namun, ada hadits-hadits lain yang menganjurkan berpuasa 3 hari setiap bulan secara umum, kapan saja, berturut-turut ataupun tidak. Ada juga hadits yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa 3 hari dalam sebulan tanpa peduli kapan harinya. Pahalanya senilai puasa setahun. Tentunya dilaksanakan pada selain hari terlarang, seperti pengkhususan puasa hari Jumat.

——————————————————————————————————————————

Tukar Biodata untuk Taaruf

Bolehkah seorang wanita memberikan biodatanya kepada orang yang melamarnya?

Jawaban:

Boleh, sampaikan sejujur-jujurnya. Proses pria untuk melamar wanita melalui tahapan hingga tahap pelamaran. Tahap pertama adalah perkenalan dengan tukar menukar biodata yang disebut dengan istilah taaruf.

 ——————————————————————————————————————————–

Menikah dengan Orang Lain Setelah Talak Tiga

Delapan bulan yang lalu saya ditalak tiga oleh suami saya. Talak pertama, kami rujuk. Talak kedua kami juga rujuk. Setelah talak ketiga kami langsung pisah rumah. Sekarang kami tidak pernah berkomunikasi lagi, bahkan dia tidak menafkahi anak kami yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

Yang menjadi pertanyaan, saya saat ini berencana menikah pada Idul Fitri tahun ini. Apakah itu boleh ustadz? Apakah pernikahan kami sah?

Jawaban:

Jika masa iddah Anda sudah selesai, sah menikah lagi dengan pria lain dengan syarat-syarat pernikahan yang syar’i, seperti dinikahkan oleh wali.

 ——————————————————————————————————————————–

Mandi Menjelang Ramadhan

Apakah ada sunnahnya untuk mandi khusus sebelum Ramadhan seperti yang sering dilakukan oleh kaum muslimin saat ini, baik di tempat pemandian umum, di rumah, memakai kembang, dll.?

Jawaban:

Hal itu tidak ada sunnahnya, justru tergolong bid’ah tercela.

 ——————————————————————————————————————————–

Waktu Sahur & Berbuka

Kapan waktu sahur dan berbuka?

Jawaban:

Waktu sahur dimulai sejak pertengahan malam sampai menjelang tebitnya fajar. Semakin mendekati terbitnya fajar, semakin utama.

——————————————————————————————————————————–

Niat Puasa Ramadhan

Apakah niat melakukan amalan puasa Ramadhan dilakukan seperti niat-niat amalan lainnya, yakni cukup di dalam hati tanpa diucapkan? Kapan waktu melakukan niat ini, apakah sehari sebelum Ramadhan, malam akan puasa, atau sebelum sahur? Apakah ini dilakukan sekali saja untuk puasa sebulan atau setiap harinya?

Jawaban:

Niat adalah amalan hati, tidak boleh dilafadzkan. Niat puasa Ramadhan dilakukan setiap malam sebelum terbit fajar yang ditandai dengan azan subuh, bisa dilakukan sebelum sahur atau setelah sahur; yang jelas sebelum masuk waktu shalat subuh.

——————————————————————————————————————————-

Sahur Belum Selesai, Azan Berkumandang

Bagaimana dengan makanan yang masih tersisa di dalam piring serta minuman yang tersisa dalam gelas saat sahur namun azan dikumandangkan? Apakah tetap dihabiskan atau hanya menghabiskan yang sudah berada di dalam mulut saja?

Bagaimana dengan makanan yang masih dikunyah di mulut, apakah dikeluarkan atau tetap ditelan?

Jawaban:

Jika azan dikumandangkan dengan berpatokan melihat fajar, yang berarti telah pasti terbitnya, tidak boleh sama sekali melanjutkan sahur. Anda wajib berhenti, yang di dalam mulut harus dikeluarkan. Jika azan berpatokan pada perkiraan jadwal waktu shalat, yang berarti tidak pasti tetapi hanya pendekatan, hati-hatinya berhenti dan mengeluarkan yang ada di mulut. Akan tetapi, jika menyelesaikan yang di mulut dan yang di piring/gelas, boleh sampai azan berakhir.

——————————————————————————————————————————–

Jumlah Rakaat Tarawih

Bagaimana dengan jumlah rakaat shalat tarawih yang sunnah, apakah 2, 2, 2, 2, 2, 1 atau 2, 2, 2, 2, 3 rakaat?

Jawaban:

Dua-duanya sunnah. Yang afdal adalah cara yang pertama, dan terkadang yang kedua.

 ——————————————————————————————————————————-

Ziarah Wali Songo

Mohon penjelasan hukum ziarah kubur wali songo, dengan tujuan mencari kesembuhan, usaha lancar, dll. Ini sedang marak di daerah kami.

Jawaban:

Jika ziarah itu untuk berdoa dan memohon kepada wali songo yang dikubur di situ, itu jelas syirik akbar (pembatal Islam).

Jika menziarahi kuburan mereka untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada mereka agar mereka menjadi wasilah kesembuhan, usaha lancar, dan lain-lain, itu juga syirik akbar.

 ——————————————————————————————————————————-

Jual Beli ‘Inah = Riba

Ketika ada orang membutuhkan uang semisal 250 ribu, saya memberikan emas 1 gram yang harganya 250 ribu tetapi saya jual kepada orang tersebut dengan harga 300 ribu karena secara angsuran. Setelah diterima, kemudian emas tersebut dijual lagi kepada saya dengan harga 245 ribu.

Apakah itu suatu riba, dan haramkah jual beli itu?

Jawaban:

Itu tergolong transaksi riba terlaknat yang direkayasa, yang dikenal dengan istilah ‘inah. Rekayasa itu tidak menjadikannya halal, tetapi semakin haram, karena mengandung unsur mempermainkan syariat pengharaman riba. Seakan-akan Allah ‘azza wa jalla tidak tahu, seperti mempermainkan anak kecil.

 

Kalau saya mengkreditkan emas 1 gram seharga 250 ribu, tetapi saya jual 300 ribu karena mengangsur 4 bulan, dan saya TIDAK mau membeli emas itu lagi dari orang tersebut. Saya serahkan mau diapakan emas tersebut oleh si pembeli; apakah itu tetap sama riba?

Jawaban:

Hal itu tetap tergolong riba, karena tidak kontan, tidak serah terima langsung dengan tuntas antara kedua belah pihak sebelum pisah majelis.

Ketahuilah bahwa emas, perak, dan uang adalah barang-barang ribawi yang illat (faktor) hukum ribawinya sama. Jika diperjualbelikan satu sama lainnya dengan sejenis, harus sama nilainya dan serah terima langsung (tuntas) sebelum pisah majelis. Jika diperjualbelikan dengan berbeda jenis, harus serah terima langsung (tuntas) sebelum pisah majelis. Jika syarat itu ada yang dilanggar, itu adalah riba.

——————————————————————————————————————————

Utang Puasa 60 Hari, Fidyah Saja?

Saya memiliki utang puasa yang banyak, 60 hari, karena melahirkan sebelum puasa dan menyusui. Saya tidak mampu mengqadha puasa di hari biasa karena bayi saya lemah jika saya berpuasa. Bagaimana jika saya membayar fidyah dengan mengundang orang-orang yang berpuasa untuk berbuka di rumah saya hingga kenyang? Apakah ini bisa mencukupi utang puasa saya?

Jawaban:

Hal itu tidak mencukupi. Sebab, yang benar dalam masalah ini wajib diganti dengan qadha puasa, bukan fidyah. Jadi, tunggu sampai Anda sehat dan bayi Anda tidak menyusui lagi, saat itulah Anda mengqadhanya.

———————————————————————————————————————–

Kirim SMS/WA Pertanyaan ke Redaksi 081328078414 atau via email ke tanyajawabringkas@gmail.com Jika pertanyaan Anda cukup dijawab secara ringkas, akan kami muat di rubrik ini. Namun, jika membutuhkan jawaban yang panjang lebar, akan kami muat di rubrik Problema Anda, insya Allah.

Tanya Jawab Ringkas Edisi 114

Azan, Bisa Langsung Shalat?

Kapankah terhitung masuk waktu shalat? Dan kapan kita bisa shalat, apakah sejak azan berkumandang ataukah harus menunggu selesai iqamah? Mohon penjelasannya.

 Jawaban:

Masuknya waktu shalat biasanya ditandai dengan azan yang dikumandangkan oleh para muazin di masjid-masjid kaum muslimin. Sejak itu, shalat sudah bisa dilakukan, tidak harus menunggu iqamah selesai. Akan tetapi, alangkah bagusnya apabila bisa mengamalkan beberapa amalan berikut sebelum shalat fardhu.

  1. Menjawab azan; hukumnya sunnah muakkadah menurut jumhur ulama.
  2. Shalat rawatib qabliah pada shalat yang ada rawatibnya, atau shalat ba’da wudhu, atau ba’da azan; hukumnya mustahab (sunnah).
  3. Berdoa; sebab waktu antara azan dan iqamah termasuk waktu dikabulkannya doa. Setelah itu, seseorang menunaikan shalat fardhu secara berjamaah.

 


Menikah Tanpa Mahar

Ustadz, apa hukum menikah tanpa mahar, padahal lelakinya mampu?

 Jawaban:

Tidak boleh dan tidak sah. Menikah harus ada mahar.

 


 

Melahirkan, Diampuni Semua Dosanya?

Ada dalil yang berbunyi bahwa wanita yang melahirkan diampuni segala dosanya. Dosa seperti apakah yang diampuni? Jika wanita itu hamil di luar nikah karena zina, apa mungkin dosa zina itu akan diampuni hanya karena melahirkan? Kemudian dosa-dosa lain seperti durhaka kepada kedua orang tua atau dosa karena tidak pernah berhijab, apakah juga diampuni?

 

Jawaban:

Dosa-dosa besar akan terampuni dengan tobat secara khusus darinya.

 


Menggauli Istri Saat Haid

Bagaimana kalau terjerembab dalam godaan setan sehingga sampai terjadi dua kali seseorang menggauli istrinya yang sedang haid dalam rentang waktu antara yang pertama dan yang kedua sekitar setahun. Apakah kafarahnya cukup dengan 1 kali ditebus dengan 1 dinar?

 

Jawaban:

Kafarahnya dua kali, karena dua kali melanggar. Setiap kafarah memilih antara 1/2 dinar atau 1 dinar. Satu dinar islami setara dengan 4,25 gram emas.

 


Surat Nikah Menurut Syariat

Apakah dalam syariat Islam ketika menikah diharuskan punya surat nikah? Apakah ada dalilnya?

 

Jawaban:

Secara syariat tidak. Akan tetapi, itu adalah aturan pemerintah. Apabila tidak punya surat nikah, dia akan kesulitan dalam urusan-urusannya. Misalnya, anaknya tidak bisa dibuatkan akte kelahiran dan KTP.

 


Hamil di Luar Nikah

Jika ada dua orang yang hubungan lalu hamil di luar nikah, apakah mereka dinikahkan?

 

Jawaban:

Tidak boleh dan tidak sah, sampai keduanya tobat dengan benar dan anak zina itu lahir.

 


Gumpalan Sebelum Cairan Putih

Bagaimana hukum gumpalan sangat kecil yang keluar setelah darah haid sebelum cairan putih? Masihkah dihitung haid? Bagaimana pula hukumnya jika ia keluar setelah cairan putih bening? Demikian pula gumpalan berwarna kuning yang keluar setelah 3 hari suci dari haid, masihkah dihitung sebagai haid?

 

Jawaban:

Yang keluar sebelum cairan putih (tanda suci) terhitung haid. Yang keluar setelah cairan putih bukan haid, baik itu gumpalan kuning atau lainnya, selama itu bukan darah haid dengan ciri/sifatnya.


 

Barang Temuan

Kita menemukan barang, seperti peci, di tempat umum, seperti sekolah/ pondok, sudah lama tetapi tidak ada yang mencari/mengakui. Bagaimana kita memperlakukan barang tersebut? Apakah boleh dimanfaatkan?

 

Jawaban:

Jika harganya murah, sekitar Rp5.000 atau semisalnya, yang biasanya dianggap remeh dan tidak dicari pemiliknya apabila hilang, boleh dimanfaatkan. Apabila peci itu bagus, harganya mahal, dan bakal dicari pemiliknya ketika hilang, harus diumumkan setahun penuh. Setelah itu jika pemiliknya tidak datang, boleh dimanfaatkan sendiri atau disedekahkan atas nama pemiliknya.

 


Hadiah dari Pegawai Bank

Bolehkah menerima hadiah atau uang dari orang yang bekerja di bank?

 

Jawaban:

Boleh. Akan tetapi, jika dipastikan bahwa uang itu bersumber dari gajinya bekerja di bank dan Anda ingin bersikap wara’, dihindari.

 


Beli Emas Tidak Kontan

Mau bertanya, ustadz. Jika pesan emas atau perak, misalnya pesan cincin sesuai keinginan, dengan cara kita bayar dulu DP-nya dan dilunasi apabila pesanan sudah selesai. Apakah ini terkena riba?

 

Jawaban:

Itu termasuk riba nasi’ah. Emas, perak, dan uang adalah badang-barang ribawi yang illat (faktor hukum) ribawinya sama. Apabila diperjualbelikan dengan yang sejenis, harus sama nilainya dan serah terima langsung. Apabila berbeda jenisnya, hanya dipersyaratkan serah terima langsung.

Berbeda halnya jika Anda membeli terlebih dahulu emasnya dan sudah dilakukan serah terima barang dan pembayaran, setelah itu Anda minta dibuatkan cincin dengan emas yang sudah Anda miliki itu dengan akad upah pembuatan.

 


Kirim SMS/WA Pertanyaan ke Redaksi 081328078414 atau via email ke tanyajawabringkas@gmail.com

Jika pertanyaan Anda cukup dijawab secara ringkas, akan kami muat di rubrik ini. Namun, jika membutuhkan jawaban yang panjang lebar, akan kami muat di rubrik Problema Anda, insya Allah.

Tanya Jawab Ringkas Edisi 113

Pernikahan yang Tidak Sah

Setelah berumah tangga 20 tahun, terbukti pernikahan ibu dan bapak tiri saya tidak sah secara agama dan pemerintah. Kami, anak-anak, menerangkan hal tersebut kepada orang tua, juga tentang dosa zina.

Alhamdulillah, ibu telah agak menjaga jarak, sementara bapak tiri tetap tidak merasa menyesal dan bersalah. Belum lagi dengan praktik perdukunan yang dilakukan bapak tiri.

Kami mohon nasihat, langkah apa yang harus kami lakukan? Kami sebagai anak-anak telah bersedia memproseskan pernikahan beliau berdua supaya sah secara agama dan pemerintah, dengan catatan bapak tiri bertobat. Akan tetapi, kenyataannya bapak tiri tetap pada perangai yang dahulu.

 Jawaban:

Urusannya kembali kepada ibu kalian selaku isterinya. Apabila ibu kalian tidak mampu bersabar terhadap suaminya (bapak tiri kalian) dan khawatir akan rusak pula akibat pengaruh akhlak buruk suaminya, sebaiknya minta cerai (khulu’).

Adapun jika dia masih menekuni perdukunan setelah nasihat yang cukup untuk penegakan hujah atasnya, pernikahan itu tidak boleh diteruskan sama sekali.

 


Mengucapkan Selamat Tahun Baru Cina

Bagaimana hukum mengucapkan selamat tahun baru Cina, Imlek, atau sejenis itu? Apakah itu juga menyangkut akidah?

 Jawaban:

Itu adalah hari raya orang kafir, tidak boleh mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir.

 


Jumlah Rakaat Kurang

Bagaimana shalatnya orang yang lupa (kurang jumlah rakaat shalatnya). Baru ingat saat mau salam.

 Jawaban:

Segera berdiri dan menyempurnakan rakaat yang kurang, lalu sujud sahwi setelah salam.

Bagaimana jika ini terjadi beberapa hari yang lalu karena sebelumnya tidak tahu? Apa yang harus dilakukan sekarang?

 Jawaban:

Diulang shalatnya dari awal sekarang juga. Ini dikiaskan dengan orang yang lupa dan tertidur. Ini adalah pendapat jumhur ulama.

 Rakaat Kurang, Jamaah Sudah Bubar

Saya mau tanya, apakah sah shalat jamaah dengan imam yang melakukan kesalahan dalam hal jumlah rakaat? Imam shalat isya tiga rakaat. Namun, sampai akhir tidak ada yang mengingatkan. Apakah saya harus sujud sahwi?

 Jawaban:

Kalau rakaatnya kurang, semuanya wajib menambah kekurangannya jika waktunya masih dekat. Akan tetapi, kalau sudah lama selang waktunya, shalat diulang dari awal, tanpa sujud sahwi. Kecuali ketika menyempurnakan kekurangannya tersebut bersama-sama dengan imam, jika imamnya sujud sahwi, kita sujud sahwi bersamanya. Dalam kasus ini, sujud sahwi dilakukan setelah salam.

Jadi, maksudnya kita berdiri menyempurnakan satu rakaat tersebut? Bagaimana kalau jamaahnya tidak tahu ilmunya? Mereka bubar setelah35 shalat itu. Akhirnya saya sendirian menyempurnakannya, tanpa sujud sahwi.

 Jawaban:

Ya, yang Anda lakukan sudah betul. Jamaah lain yang masih mungkin diberitahu, disampaikan ilmunya. Adapun yang tidak memungkinkan, semoga Allah mengampuninya.

 


Dosa Meninggalkan Shalat

Orang yang meninggalkan shalat demi pekerjaan, apakah termasuk dosa terhadap Allah ataukah diri sendiri?

 Jawaban:

Dosa terhadap Allah di satu sisi, dan di sisi lain dia menzalimi diri sendiri, mendekatkan dirinya kepada murka Allah dan siksa-Nya.

 


Tawadhu Saat Salah

Apa bentuk sikap tawadhu yang berhubungan dengan kesalahan pribadi? Tolong dijawab.

 Jawaban:

Banyak minta ampun kepada Allah, istighfar.

 


Zikir Pagi Sore Berjamaah

Afwan apakah zikir pagi dan sore boleh dilakukan dengan berjamaah dalam satu suara? Bagaimana jika untuk anak-anak? Mereka masih butuh dibimbing dan dibiasakan.

 Jawaban:

Zikir tidak boleh dibaca secara bersama-sama. Akan tetapi, apabila dibutuhkan untuk mengajari anak-anak, boleh dilakukan seperti itu. Setelah mereka hafal, setiap anak membaca sendiri.

 


Akikah Anak 7 Tahun, Digundul?

Apakah anak umur 7 tahun harus dibotaki juga kepalanya ketika diakikahi?

 Jawaban:

Kalau sudah 7 tahun tidak perlu dicukur rambutnya. Cukup akikah saja.

 


Bacaan al-Fatihah bagi Makmum

Apakah dalam shalat maghrib & isya pada rakaat pertama dan kedua makmum diwajibkan mendengar bacaan imam dan tidak diwajibkan membaca surat al-Fatihah?

 Jawaban:

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari Ubadah bin ash-Shamit radhiallahu ‘anhu bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat subuh mengimami para sahabat. Beliau mendengar ada makmum yang ikut membaca.

Setelah selesai shalat, beliau bertanya, “Sepertinya di antara kalian ada yang ikut membaca. Janganlah kalian lakukan hal tersebut di belakang imam kalian, kecuali untuk membaca al-Fatihah karena tidak ada shalat tanpa membaca al-Fatihah.”

Hadis ini derajatnya hasan. Jadi, makmum tetap membaca al-Fatihah meskipun imam mengeraskan bacaannya seperti pada shalat subuh, dan dua rakaat pertama shalat magrib dan isya. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah.

 

Tanya Jawab Ringkas Edisi 112

Berikut ini adalah jawaban dari al-Ustadz Muhammad as-Sarbini.

Kosmetika Pemutih Wajah dan Kulit

Bagaimana hukumnya memakai obat pemutih wajah dan kulit?

 Jawaban:

Jika obat itu bersifat membersihkan dan menyegarkan kulit tanpa mengubah warna kulit dari aslinya secara permanen, maka boleh. Jika mengubah warna kulit dari aslinya dan bersifat permanen, maka tidak boleh.

Masalah ini telah kami bahas pada rubrik “Problema Anda” edisi 33.

 


Dilamar Lelaki yang Belum Ngaji

Ada seorang laki-laki yang belum mengenal dakwah salaf ingin melamar saya. Setahu saya, dia orang yang baik dan mau belajar agama. Apakah saya bisa menerimanya dengan alasan saya ingin menjaga diri dan ingin memperoleh pahala dengan menjadi istrinya?

 Jawaban:

Jika Anda sudah menjadi wanita salafiyah yang istiqamah dengan syariat Allah l, kami nasihatkan agar Anda tidak mengambil risiko menikah dengan pria yang belum mengenal dakwah salaf. Coba hubungi ummahat yang bisa membantu Anda agar mencarikan pasangan dari kalangan salafiyin. Kecuali jika Anda khawatir jatuh dalam keburukan karena sudah sangat ingin merasakan menjadi seorang istri. Wallahu a’lam.

 


Wali Tidak Diketahui Keberadaannya

Bagaimana hukum nikah dengan wali hakim, karena wali dari kalangan keluarga pergi sejak dia masih dalam kandungan ibunya. Dia pernah mencari ke alamat sang wali, tetapi tidak ketemu.

 Jawaban:

Jika pencarian sudah maksimal dan tidak ada hasil, tidak pula ada wali berikutnya yang berhak, laporkan ke wali hakim di Kantor Urusan Agama (KUA) agar mereka memutuskan perkara Anda. Jika mereka memutuskan dinikahkan dengan wali hakim, ikuti keputusan mereka. Wallahu a’lam.

 


Mengucapkan Cerai Setiap Kali Marah

Bagaimana hukumnya, setiap kali marah suami selalu berkata cerai kepada istri? Apakah boleh jika baru menikah 4 bulan istri meminta cerai karena sejak awal menikah suami tidak menafkahi dan suka berlaku kasar?

 Jawaban:

Jika ia marah tetapi terkendali, talak telah jatuh. Jika tidak mampu menasihatinya dan tidak mampu lagi bersabar bersamanya, istri boleh meminta pisah yang disebut khulu’, dengan syarat membayar tebusan senilai mahar atau semisalnya menurut kesepakatan kedua belah pihak.

 


Haid Pertama Kali

Seorang perempuan berumur 15 tahun baru pertama kali mengalami haid. Pada hari ke-5 dia melihat qashshatul baidha, lalu mandi dan shalat. Pada hari yang ke-6 dia melihat kembali darah yang sifatnya seperti darah haid selama dua hari. Apakah pada hari yang ke-5 itu dia mengerjakan shalat? Apakah darah yang keluar setelah suci itu termasuk darah haid?

 Jawaban:

Ya. Jika darahnya bersifat darah haid, dihukumi haid. Hukum berputar bersama ‘illat (faktor penyebabnya). Wallahu a’lam.

 


Puasa Asyura pada Hari Jumat

Apabila kita berpuasa pada tanggal 10 Muharram bertepatan pada hari Jumat, bagaimana hukumnya? Soalnya saya pernah membaca hadits tentang larangan berpuasa kalau hanya satu hari pada hari Jumat.

 Jawaban:

Larangan itu berlaku jika niat puasanya karena hari Jumat. Artinya, ia ingin mengagungkan hari Jumat dengan berpuasa.

Adapun berpuasa pada hari Jumat dengan niat puasa Asyura atau lainnya, tidak mengapa. Apalagi jika digandengkan dengan puasa sehari sebelumnya (Tasu’a) atau sehari setelahnya.

 


Antara Puasa Qadha & Puasa Kafarat

Mana yang didahulukan, puasa qadha atau puasa kafarat?

 Jawaban:

Dahulukan puasa kafarat.

 


Haid yang Terputus

Saya biasa haid selama tiga hari. Setelah itu saya mandi dan shalat. Haid berhenti waktu shalat isya. Warna darah sama seperti darah haid. Waktu asar esok harinya keluar lagi cukup banyak tetapi hanya satu kali. Selanjutnya tidak keluar lagi. Apakah itu termasuk darah haid?

 Jawaban:

Ketika keluar lagi dengan sifat yang sama dengan darah haid, berarti Anda haid lagi, sampai keluar tanda suci. Adapun darah berhenti keluar dalam jangka waktu kurang dari 24 jam, hal itu tetap dianggap masa haid.

 


Qashar Shalat Isya

Ketika safar, saya sudah mengqashar shalat isya saat dalam perjalanan. Ketika tiba di rumah, sesaat kemudian masuk waktu isya. Apakah saya berkewajiban shalat berjamaah isya di masjid?

 Jawaban:

Tidak.

 


Pemberian Kampanye Caleg

Bolehkah kita menerima pemberian berupa barang atau uang kampanye calon legislatif?

 Jawaban:

Tidak boleh, karena pemberian itu bermakna suap agar dipilih. Jika Anda mengambilnya dengan niat mendukung, Anda telah bekerja sama dalam kebatilan. Jika tanpa niat mendukungnya, Anda telah menipunya. Wallahu a’lam.

 


Bekerja di Surat Kabar

Apa hukum bekerja di dalam penerbitan surat kabar/koran?

 Jawaban:

Mengingat koran menerbitkan hal-hal yang bertentangan dengan syariat, Anda tidak boleh bekerja sama dengan menjadi karyawan di penerbitan surat kabar seperti itu. Wallahu a’lam.

 

Tanya Jawab Ringkas Edisi 111

Berikut ini adalah jawaban dari al-Ustadz Muhammad Afifuddin.

 Mewarnai Rambut & Jenggot yang Beruban

Apakah boleh mewarnai rambut atau jenggot yang telah beruban dengan warna hitam dengan tujuan untuk menyenangkan hati keluarga?

 Jawaban:

Tidak boleh mengubah uban dengan warna hitam, karena nash larangan dalam hadits. Namun, diperbolehkan mewarnainya selain warna hitam. Ketaatan kepada makhluk hanya dalam perkara makruf, bukan dalam kemungkaran.

 


Akibat Chatting

Ini kisah saudara saya. Saudara saya dulu suka chatting dengan wanita. Awalnya ada seorang wanita yang mengaku masih gadis. Berjalan selama sebulan, saudara saya ini mencintai wanita tersebut. Dua bulan kemudian, ternyata wanita ini jujur telah bersuami dan memiliki dua anak. Akan tetapi, saudara saya ini sudah sangat mencintainya. Si wanita juga sangat mencintai dan sering kepergok oleh sang suami. Namun, mereka berdua tetap berhubungan.

Selang satu tahun, mereka bertemu dan berbuat hal yang tidak diinginkan beberapa kali. Si istri meminta cerai, karena ingin menikah dengan saudara saya. Saudara saya pun ingin menikah dengan si perempuan tersebut. Bolehkah mereka menikah, ustadz? Saudara saya sudah bertobat dan sangat ingin menikahi perempuan tersebut untuk menebus dosa yang pernah mereka lakukan.

 

  • Jawaban:

Tidak boleh menikah dengan si wanita kecuali apabila telah bercerai dengan suaminya dan tidak dirujuk hingga selesai masa iddahnya.

Apabila wanita tersebut hamil karena perzinaan dengan laki-laki tersebut, keduanya tidak boleh menikah hingga janin lahir, menurut pendapat yang rajih.

Yang menikahi wanita tersebut hanya laki-laki yang berzina dengannya saja, karena kaum muslimin diharamkan menikah dengan wanita tersebut dengan nash al-Qur’an; kecuali apabila dia telah bertobat yang nasuha.

 


Membayar Utang Orang Tua atau Berkurban?

Manakah yang lebih utama dilakukan terlebih dulu, antara berkurban pada hari raya Idul Adha atau membayar utang orang tua?

 

  • Jawaban:

Ada beberapa keadaan:

  1. Apabila orang yang diutangi menuntut segera dilunasi, lebih didahulukan membayar utang orang tua, karena terkait dengan hak Bani Adam.
  2. Apabila ada kelonggaran dalam pelunasan, sementara sudah dekat waktu berkurban dan sudah memiliki kemampuan, laksanakan ibadah kurban, karena sangat dianjurkan.
  3. Apabila ada kelonggaran pelunasan dan waktu kurban masih jauh, Anda lakukan kedua hal tersebut; membayar utang orang tua dan siapkan dana untuk kurban pada waktunya.

 


Wali Nikah Adik Laki-Laki Ayah Seibu

Seorang wanita janda menikah dengan seorang pria. Namun, yang menjadi wali nikah adalah adik laki-laki ayah janda tersebut yang satu ibu beda bapak dengan ayah sang janda. Ayah wanita janda sudah menyerahkan perwalian kepada adiknya tersebut lantaran sang ayah tidak bisa datang untuk menjadi wali nikah. Apakah sah pernikahan wanita tersebut?

 

  • Jawaban:

Insya Allah sah, karena termasuk wali nasab dari pihak bapak karena perwalian sudah diserahkan.


 

Tugas Negara & Perintah Orang Tua

Antara tugas negara dan perintah orang tua, mana yang lebih berhak ditaati?

 

  • Jawaban:

Ada rincian:

  1. Apabila tugas negara bersifat fardhu ‘ain untuk maslahat agama, negara, atau rakyat, hal itu lebih didahulukan daripada orang tua. Contohnya, jihad yang fardhu ‘ain.
  2. Apabila tugas negara selain fardhu ‘ain dan ada saudara atau famili yang bisa mengurus segala keperluan orang tua, atau orang tua bisa mandiri, didahulukan tugas negara karena maslahatnya umum; lebih afdal lagi apabila direstui orang tua.
  3. Seperti poin ke-2, tetapi orang tua sangat tidak ridha, maka hak orang tua lebih didahulukan dengan dasar hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu dalam Shahihain yang menyebutkan bahwa berbakti kepada orang tua lebih Allah subhanahu wa ta’ala cintai daripada berjihad.
  4. Apabila tugas negara mengandung unsur kemaksiatan, rakyat tidak boleh menaatinya.

 


Hadits Doa Kaffaratul Majlis

Saya pernah membaca hadits dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata, ‘Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di suatu tempat, membaca al-Qur’an, atau melaksanakan shalat, kecuali beliau akhiri dengan membaca kalimat.’

Aku bertanya kepadanya, ‘Ya Rasulullah, tidaklah Anda duduk di suatu tempat untuk membaca al-Qur’an atau mengerjakan shalat kecuali Anda akihri dengan beberapa kalimat?’

Jawaban beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Benar, barang siapa yang mengucapkan kebaikan, maka dengan kalimat tersebut akan dipatri dengan kebaikan. Barang siapa mengucapkan kejelekan, maka kalimat tersebut akan menghapus dosa. Itulah ucapan, ‘Subhanakallahumma wa bihamdika….dst.’ (HR. Nasai dalam Sunan Kubra 9/123/1006, Thabrani dalam ad-Dua no. 1912, Sam’ani dalam Adab al-Imla’ wa al-Istimla’ hlm. 75)

Sahihkah hadits ini?

 

  • Jawaban:

Hadits tersebut sahih dan dikenal dengan doa kaffaratul majlis (penutup majelis).

 


Lupa Tasyahud Awal

Ketika shalat, kita lupa untuk duduk tasyashud pada rakaat kedua. Apa yang kita lakukan, apakah menambah rakaat atau cukup dengan sujud sahwi?

 

  • Jawaban:

Apabila sudah berdiri sempurna, Anda langsung melaksanakan rakaat berikutnya, tidak duduk kembali. Sebelum salam, Anda melakukan sujud sahwi.


 

 

Tanya Jawab Ringkas Edisi 110

Berikut ini adalah jawaban dari al-Ustadz Muhammad as-Sarbini.

Dzunub

Suami Sering Maksiat Via Internet, Istri Minta Khulu’

Bolehkah istri minta khulu’ dengan alasan suami sering bermaksiat melalui media internet? Hal ini menyebabkan istri tidak kuat dan sering tidak memenuhi kewajibannya.

  • Jawaban:

Jika demikian, istri boleh minta khulu’.


Hukum Menghilangkan Tahi Lalat

Apa hukum menghilangkan tahi lalat pada wajah agar terlihat lebih cantik?

  • Jawaban:

Haram mengubah ciptaan Allah. Syukuri apa yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada Anda. Sebagian orang justru merasa cantik dengan tahi lalatnya.


 

Anak Perempuan yang Masih Kecil dalam Shaf Laki-Laki

Ada seorang bapak yang mengajak anak perempuan yang masih kecil untuk shalat dan ikut dalam barisan shaf laki-laki. Apakah hal ini diperbolehkan?

  • Jawaban:

Tentu saja tidak boleh. Jika anak wanita itu belum mumayyiz (belum 7 tahun), dia memutus shaf, karena shalatnya tidak sah. Mestinya dia letakkan di depannya untuk menjaganya, tidak masuk shaf. Jika sudah mumayyiz, seharusnya dia shalat di shaf wanita. Wallahu a’lam.


 

Wanita yang Dinikahkan Wali Hakim

Bagaimana hukumnya jika ada seorang wanita yang ingin menikah tanpa menghadirkan wali nikahnya? Sebenarnya, wali wanita itu dapat menghadiri akad nikahnya. Namun, karena alasan tertentu, wanita tersebut hanya menggunakan wali hakim.

  • Jawaban:

Jika alasannya tidak syar’i, pernikahan itu tidak sah. Wali hakim hanya berlaku bagi wanita yang tidak mempunyai wali secara fisik dan makna.


 

Cara Membersihkan Najis & Waktu Shalat Rawatib

  1. Bagaimana cara membersihkan najis akibat percikan air kencing? Sebab, kita tidak tahu bagian tubuh mana yang terkena percikannya. Apakah cukup dengan berwudhu atau harus dibersihkan menggunakan air bersih (bukan wudhu)?
  2. Apakah diperbolehkan jika seseorang shalat rawatib tidak pada waktu shalat? Misal, jika waktu shalat Maghrib pada pukul 18.00, seseorang shalat Maghrib pada pukul 18.15, apakah orang tersebut masih dapat menunaikan shalat rawatib?
  • Jawaban:
  1. Jika demikian, wajib mencuci seluruh bagian tubuh yang diduga terkena percikan air kencing.
  2. Shalat sunnah rawatib mengikuti shalat wajib. Selama belum masuk waktu shalat berikutnya, menunaikan rawatib ba’diyyah hukumnya sah.

Status Anak Susuan

Jika anak susuan perempuan telah minum ASI hingga kenyang sampai lima kali, ia adalah mahram bagi anak lelaki dari ibu yang menyusui. Apakah anak perempuan susuan tersebut juga menjadi mahram bagi suami?

  • Jawaban:

Suami ibu susuannya juga menjadi mahramnya. Statusnya adalah bapak susuan.


 

Pengajian Hari Tertentu

Bolehkah menghadiri pengajian dalam rangka merayakan hari kemerdekaan?

  • Jawaban:

Jika menyakini hal tersebut memiliki keutamaan atau dilakukan dalam peringatan hari kemerdekaan, itu bid’ah, seperti halnya berkumpul untuk pengajian demi memperingati maulid dan Isra’ Mi’raj. Wallahu a’lam.


 

Berhaji Tanpa Mahram

Apa hukum pergi haji tanpa mahram? Bagaimana sikap seorang anak jika orang tuanya bersikeras ingin pergi haji tanpa mahram karena uangnya sudah cukup, sedangkan anaknya ingin menemani tetapi tidak memiliki biaya?

  • Jawaban:

Tidak boleh. Anaknya hendaknya berusaha menahan dan menasihatinya. Semoga orang tua mendapat petunjuk dan mengurungkan niat sampai ada mahramnya.


 

Telat Bangun Shalat Subuh

Jika kita bangun kesiangan saat pukul 06.00, apakah masih boleh shalat subuh?

  • Jawaban:

Jika kesiangan hingga matahari terbit karena tertidur (tidak sengaja), wajib diqadha dengan tata cara shalat yang sama. Jika sengaja menunda waktu shalat, wajib bertobat dan tidak disyariatkan qadha.


 

Menahan Amarah saat Berpuasa

Ketika kita berpuasa dan tidak bisa menahan amarah, apakah kita tidak akan mendapatkan pahala puasa?

  • Jawaban:

Jika Anda marah bukan karena Allah dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar, hal itu akan mengurangi pahala puasa.


 

Mimpi Berkumpul

Saya bermimpi berkumpul dengan seorang wanita. Namun, tidak sampai menyebabkan mani keluar. Apakah saya harus mandi wajib?

  • Jawaban:

Tidak. Lihat secara lengkap rincian masalah mimpi basah dan hukumnya dalam buku kami, “Panduan Syari Cara Bersuci”.


 

Menggugat Cerai Suami

Saya ingin menggugat cerai suami saya yang sudah 13 tahun tidak ada kabar. Apa saja yang perlu saya siapkan?

  • Jawaban:

Adukan kasus Anda ke pihak pengadilan dengan membawa bukti surat nikah dan KK. Hakim akan memutuskan perkaranya setelah itu.

Tanya Jawab Ringkas Edisi 108

Berikut ini adalah jawaban dari al-Ustadz Muhammad Afifuddin.

 

Harta Waris bagi Ahli Waris yang Meninggal

Jika salah seorang ahli waris telah meninggal, apakah bagian harta warisan untuknya diberikan kepada istri/suami dan anak-anak yang ditinggalkan? Lanjutkan membaca Tanya Jawab Ringkas Edisi 108