Mendakwahkan Sunnah kepada Keluarga

Pertanyaan:

Bagaimana cara menjelaskan kepada keluarga tentang bid’ah? Qadarullah, keluarga masih mengamalkan kebid’ahan. Mereka menolak dakwah As-Sunnah dan mengolok-olok sunnah, seperti jenggot dan cadar. Apakah saya berdosa karena membiarkan keluarga dalam kebid’ahan?

Jawab:

Wallahu a’lam, untuk menghadapi kondisi keluarga seperti ini, sebaiknya diawali dengan memahamkan kepada mereka amalan ibadah yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam, yaitu amalan yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Baca juga: Syarat Diterimanya Amal

Hindari untuk sementara kata-kata yang membuat mereka apriori, seperti bid’ah atau yang semisalnya. Kenalkan kepada mereka amalan-amalan yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Kemudian, hindari pula perdebatan yang bisa mengakibatkan mereka bertambah jauh atau membenci.

Adapun hal-hal yang kita anggap mereka mengolok-olok As-Sunnah, semoga itu hanya disebabkan kejahilan mereka. Mereka belum mengetahui hakikatnya.

Baca juga: Hukum Mengolok-Olok Sunnah Nabi

Semoga langkah seperti ini termasuk dari upaya mengamalkan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik; dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (an-Nahl: 125)

Baca juga: Hikmah Dakwah Nabi Ibrahim

Semoga kita semua mendapatkan taufik-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Ditulis oleh Ustadz Abu Ishaq Abdullah