Bacaan Tasyahud

التَّحِيَّاتُ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ

عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مَحمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“Segala penghormatan (pengagungan), shalat, kebaikan-kebaikan (berupa perkataan, amalan, dan sifat-sifat) adalah untuk Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan barakah-Nya. Keselamatan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah subhanahu wa ta’ala, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu)

Lanjutkan membaca Bacaan Tasyahud

Penjagaan Terhadap Si Kecil di Awal Malam

Datangnya malam usai matahari tenggelam hingga datangnya waktu Isya adalah saat bertebarnya para setan. Tak heran jika rutinitas masyarakat semisal aktivitas jual beli justru mengalami puncak keramaian (baca: godaan) nya di waktu ini. Sesungguhnya agama mulia yang sempurna ini telah mensyariatkan kepada kita utamanya anak-anak kita untuk tidak keluar rumah di waktu-waktu ini.

Lanjutkan membaca Penjagaan Terhadap Si Kecil di Awal Malam

Boleh Menampakkan Perhiasan didepan Paman

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِي ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٰتِ ٱلنِّسَآءِۖ

“Dan janganlah mereka (para wanita) menampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami mereka, atau ayah-ayah mereka, atau ayah mertua mereka, atau di hadapan putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka (keponakan laki-laki), atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau di hadapan wanita-wanita mereka, atau budak yang mereka miliki, atau laki-laki yang tidak punya syahwat terhadap wanita atau anak laki-laki kecil yang belum mengerti aurat wanita.” (an-Nur: 31)

Lanjutkan membaca Boleh Menampakkan Perhiasan didepan Paman

Melepas Hijab Dihadapan Lelaki Buta

Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz Ibnu Baz rahimahullah berkata, “Tidak ada dosa bagi seorang wanita untuk membuka hijabnya di depan lelaki yang buta berdasarkan hadits dalam Shahih Muslim dari Fathimah bintu Qais radhiallahu ‘anha. Ketika Fathimah ini dicerai oleh suaminya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, Lanjutkan membaca Melepas Hijab Dihadapan Lelaki Buta

Perhiasan Wanita dihadapan Anak Laki-laki

Saudariku yang mulia… semoga rahmat Allah subhanahu wa ta’ala selalu besertamu… Kita masih melanjutkan pembicaraan tentang beberapa golongan yang diperkenankan memandang perhiasan/tubuh wanita sebagaimana termaktub dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat an-Nur ayat 31. Dan kita dapatkan golongan terakhir yang disebutkan dalam ayat adalah anak laki-laki yang belum mengerti aurat wanita. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, Lanjutkan membaca Perhiasan Wanita dihadapan Anak Laki-laki

Permasalahan Rumah Tangga Sebuah Kemestian

Beragam persoalan, dari yang ringan hingga yang sifatnya berat, akan selalu mendera setiap rumah tangga. Keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, manusia termulia di muka bumi, juga tak luput dari terpaan “badai” yang menggoncang rumah tangganya. Di sini, jelas dibutuhkan ilmu dalam memecahkan setiap persoalan agar tidak berkembang menjadi prahara yang mengancam keutuhan rumah tangga.

Lanjutkan membaca Permasalahan Rumah Tangga Sebuah Kemestian

Hukum Shalat di Masjid Nabawi, di mana terdapat Kuburan Nabi di dalamnya

Setelah membaca pembahasan “Problema Anda” tentang larangan shalat di area pekuburan (termasuk masjid yang dibangun di atas kuburan) dan shalat menghadap kuburan, banyak pembaca setia majalah Asy Syariah yang menanyakan hukum shalat di masjid Nabawi di Madinah mengingat kuburan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di dalam masjid.

Lanjutkan membaca Hukum Shalat di Masjid Nabawi, di mana terdapat Kuburan Nabi di dalamnya

Kisah Nabi Dawud dan Sulaiman

Kisah Nabi Dawud dan Sulaiman

Pernahkah kita berpikir, hewan-hewan yang ada di sekitar kita mengenal Allah ‘azza wa jalla dan suka memuji kepada-Nya? Dari kisah Nabi Sulaiman ‘alaihissalam ini, kita ketahui bahwa ternyata hewan juga mengenal Allah ‘azza wa jalla sebagai Rabbnya dan mereka suka bertasbih kepada-Nya. Yaitu dari kejadian burung Hud Hud yang melihat peribadatan Ratu Saba’ dan rakyatnya, yang tidak ditujukan kepada Allah ‘azza wa jalla, tetapi menyembah matahari.

Lanjutkan membaca Kisah Nabi Dawud dan Sulaiman

Tayammum

Tayammum tentu bukanlah amalan yang asing lagi bagi masyarakat kita meski barangkali kita jarang melakukannya karena kita hidup di lingkungan yang memiliki persediaan air yang melimpah. Namun akan lebih baik jika kita mengilmui tata cara tayammum yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena suatu saat mungkin kita harus melakukannya. Lanjutkan membaca Tayammum

Perang Badr Kubra (3); Kekalahan Pasukan Musyrikin

Sebelumnya dikisahkan, di awal pertempuran, kaum muslimin sempat terdesak oleh pasukan musyrikin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berdoa kepada Allah untuk meminta pertolongan-Nya. Turunlah pasukan dari langit, yang dengan itu pasukan musyrikin porak-poranda. Termasuk Iblis yang bergabung dengan pasukan musyrikin memilih kabur dari medan pertempuran karena takut binasa. Berikut kisah lengkapnya. Lanjutkan membaca Perang Badr Kubra (3); Kekalahan Pasukan Musyrikin

Awas, Dukun & Tukang Ramal, Penciduk Agama dan Harta (bagian 1)

Kebodohan identik dengan kesesatan. Karenanya, orang yang bodoh terhadap agama akan mudah ditipu, sekalipun oleh orang yang bodoh pula. Di antaranya adalah perilaku para dukun –yang sebenarnya mereka adalah orang-orang bodoh– yang mengaku mengetahui perkara-perkara gaib. Dengan pengakuannya itu mereka berhasil menipu demikian banyak kaum muslimin yang jauh dari agamanya. Seandainya setiap kaum muslimin tahu bahwa hanya Allah saja yang mengetahui perkara gaib, tentu mereka akan mudah mematahkan tipu daya dukun sang pendusta. Inilah antara lain pentingnya kita belajar akidah Islam yang benar. Lanjutkan membaca Awas, Dukun & Tukang Ramal, Penciduk Agama dan Harta (bagian 1)

Perpecahan Umat Antara Kemestian dan Azab

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

خَطَّ رَسُوْلُ اللهِ خَطًّا بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ: هَذَا سَبِيْلُ اللهِ مُسْتَقِيْمًا. قَالَ: ثُمَّ خَطَّ عَنْ يَمِيْنِهِ وَشِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ: هَذِهِ السُّبُلُ وَلَيْسَ مِنْهَا سَبِيْلٌ إِلاَّ عَلَيْهَا شَيْطاَنٌ يَدْعُو إِلَيْهِ. ثُمَّ قَرَأَ :

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggaris satu garis dengan tangannya, kemudian bersabda, “Ini adalah jalan Allah yang lurus.” Setelahnya beliau menggaris beberapa garis di sebelah kanan dan kirinya, kemudian beliau bersabda, “Ini adalah jalan-jalan. Tidak ada satu jalan pun dari jalan-jalan ini melainkan di atasnya ada setan yang mengajak kepadanya.” Beliau lalu membaca ayat, “Sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan ini dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan lain karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.”

Lanjutkan membaca Perpecahan Umat Antara Kemestian dan Azab

Kebenaran Hanya Datang Dari Allah

فَذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمُ ٱلۡحَقُّۖ فَمَاذَا بَعۡدَ ٱلۡحَقِّ إِلَّا ٱلضَّلَٰلُۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ٣٢

“Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah, Rabb kamu yang sebenarnya. Maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?” (Yunus: 32)

Lanjutkan membaca Kebenaran Hanya Datang Dari Allah

Persatuan Hakiki adalah Kesepakatan Mengikuti Jejak Para Shahabat Nabi

Inilah kunci persatuan dan keselamatan dalam memahami Islam. Apabila setiap “kepala” memahami Islam dengan pemahamannya sendiri, Islam akan menjadi berapa macam?

Lanjutkan membaca Persatuan Hakiki adalah Kesepakatan Mengikuti Jejak Para Shahabat Nabi

Wajib Menerima Sunnah Nabi  dalam Hal Akidah, Ibadah dan Muamalah

Dalil untuk hal ini sangat banyak. Di antaranya firman Allah subhanahu wa ta’ala,

مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ كَيۡ لَا يَكُونَ دُولَةَۢ بَيۡنَ ٱلۡأَغۡنِيَآءِ مِنكُمۡۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُواْۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٧

“Apa saja harta rampasan (fai) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota, itu adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, terimalah dia. Apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (al-Hasyr: 7)

Lanjutkan membaca Wajib Menerima Sunnah Nabi  dalam Hal Akidah, Ibadah dan Muamalah

Hakikat Halal dan Haram

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلۡسِنَتُكُمُ ٱلۡكَذِبَ هَٰذَا حَلَٰلٞ وَهَٰذَا حَرَامٞ لِّتَفۡتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ ١١٦

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, “Ini halal dan ini haram,” untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (an-Nahl :116)

Lanjutkan membaca Hakikat Halal dan Haram

Agama Islam Telah Sempurna

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ

“Pada hari ini, telah Kusempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah Kucukupkan Nikmat-Ku bagi kalian, dan telah Kuridhai Islam sebagai agama kalian.” (al-Maidah: 3)

Lanjutkan membaca Agama Islam Telah Sempurna

Jalan Kebenaran Hanya Satu

Jalan kebenaran yang akan menyampaikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala hakikatnya hanya satu. Allah berfirman,

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٥٣

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (al-An’am: 153)

Lanjutkan membaca Jalan Kebenaran Hanya Satu