Bentuk Fisik di Akhirat Menjadi Sempurna

Pertanyaan:

Seorang wanita telah dinikahi oleh seorang pria yang fisiknya cacat. Apakah pria tersebut akan sempurna ketika di akhirat nanti?

Jawaban:

Allah akan menjadikan kaum mukmin di akhirat dalam bentuk fisik yang paling sempurna.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَالَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً، لَا يَبُولُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَتْفُلُونَ، أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ، وَمَجَامِرُهُمُ الْأَلُوَّةُ، وَأَزْوَاجُهُمُ الْحُورُ الْعِينُ، أَخْلَاقُهُمْ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ آدَمَ سِتُّونَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ

“Sesungguhnya rombongan yang pertama masuk surga bagaikan bulan pada malam purnama. Kemudian (rombongan) yang setelah mereka bagaikan bintang yang paling terang kilauan cahayanya. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak ada ingus, dan tidak ada ludah. Sisir-sisir mereka terbuat dari emas. Keringat mereka (berupa) kasturi. Dupa-dupa mereka berupa kayu gaharu. Istri-istri mereka adalah bidadari. Akhlak mereka seperti akhlak satu orang laki-laki (yakni sama), dalam bentuk fisik ayah mereka, yaitu (Nabi) Adam, setinggi enam puluh hasta di langit.” (HR. Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu)

Baca juga: Sifat-Sifat Penghuni Surga

Demikian pula halnya perempuan. Allah akan menjadikan mereka sebagai perempuan yang paling sempurna. Dalam sebuah riwayat disebutkan,

أَتَتْ عَجُوزٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، أُدْعُ اللهَ أَنْ يُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ.

Ada seorang nenek datang menemui Nabi shallallahu alaihi wa sallam sembari berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke surga.”

Baca juga: Surga, Kenikmatan Abadi yang Telah Ada

فَقَالَ: يَا أُمَّ فُلَانٍ! إِنَّ الْجَنَّةَ لَا تَدْخُلُهَا عَجُوزٌ.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Ummu Fulan, sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek-nenek.”

فَوَلَّتْ تَبْكِي فَقَالَ: أَخْبِرُوهَا أَنَّهَا لَا تَدْخُلُهَا وَهِيَ عَجُوزٌ، إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُولُ:

إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءً ٣٥ فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا ٣٦ عُرُبًا أَتۡرَابًا ٣٧

Dia pun pergi sambil menangis. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lantas bersabda, “Katakan kepadanya bahwa tidaklah dia masuk ke surga dalam keadaan dia seorang nenek-nenek. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘Sesungguhnya Kami benar-benar menjadikan mereka bidadari-bidadari, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta kasih, dan sebaya umurnya’.” (al-Waqi’ah: 35—37)

(HR. at-Tirmidzi dalam kitab asy-Syamail al-Muhammadiyyah no. 230 dari sahabat Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhuma dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah)

Wallahu a’lam bish-shawab.

(Ustadz Abu Ishaq Abdullah Nahar)