Tanya Jawab Ringkas Edisi 106

Berikut ini kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Qomar Suaidi.

 

Berdoa Dan Menyalati Orang Tua Fasik Yang Telah Meninggal

Apa kewajiban anak terhadap orang tuanya yang telah meninggal yang sewaktu hidupnya tidak shalat dan bermaksiat (judi)? Adakah kewajiban menyalatkan dan mendoakannya setiap selesai shalat?

Jawaban:

Jika bapak tidak mengingkari wajibnya shalat dan tidak ada penghinaan terhadapnya, kita berharap dia masih muslim. Untuk itu, perbanyak doa agar bapak diampuni. Doa tidak dikhususkan setelah shalat fardhu. Jenazahnya juga harus dishalatkan.

 

Lafadz “sayyidina”

Apa hukum mengucapkan kata “sayyidina” untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan al-Khulafa ar-Rasyidin?

Jawaban:

Di luar bacaan zikir yang ma’tsur dari Nabi, diperbolehkan kita mengucapkan “sayyidina” kepada Nabi Muhammad atau al-Khulafa’ ar-Rasyidin. Adapun pada zikir yang ma’tsur, tidak boleh.

 

Kafarat Nazar yang Dilupakan

Saya adalah orang yang suka bernazar baik dengan puasa atau dengan janji lainnya, sedangkan saya sangat pelupa. Hanya beberapa nazar yang saya ingat. Saya hanya ingat ada nazar puasa, tetapi saya lupa nazar apa dan jumlahnya berapa. Pada saat tertentu, karena saya sedang panik atau takut dimarahi, saya biasa bernazar. Belakangan saya baru tahu kalau nazar itu ternyata tidak baik, dan kesannya memaksa. Saya mulai tidak membiasakan diri dengan kebiasaan nazar saya. Saya sering merasa gelisah dan merasa kurang bersemangat. Saya rasa itu karena nazar yang tak kunjung saya bayar dan bahkan banyak yang saya lupa. Tolong berikan saya saran.

Jawaban:

Memulai nazar tidak baik. Ulama mengatakan bahwa hukum nazar makruh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, nazar hanya muncul dari orang bakhil. Akan tetapi, jika sudah terlanjur bernazar, wajib dipenuhi selama bukan nazar maksiat dan pada apa yang dimiliki oleh manusia.

Hendaknya nazar yang dilakukan tidak memaksa kehendak Allah dan tidak boleh terkesan demikian . Sebab, tidak ada yang bisa memaksa Allah dengan cara apapun.

Pada kasus yang Anda alami, coba Anda ingat dengan dugaan kuat apa saja yang Anda nazarkan, kemudian tunaikanlah.

Apa yang Anda ingat sebagai nazar, tetapi tidak ingat nazar untuk apa, lebih hati-hati Anda lakukan kafarah, yaitu dengan memberi makan 10 orang miskin, memberi pakaian, atau membebaskan budak. Kalau tidak mampu, berpuasalah tiga hari.

 

Menasihati Orang yang Lebih Tua

Bagaimana cara menasihati saudara kita yang lebih tua dari kita agar jangan durhaka terhadap orang tua? Sebab, hampir tidak ada lagi yang dia segani dalam rumah walaupun orang tua kita sendiri.

Jawaban:

Coba cari orang yang dia segani atau bisa dia terima ucapannya, baik saudara atau teman. Jangan lupa perbanyak doa untuknya.

 


 

Berikut ini kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Muhammad as-Sarbini.

 

Tayammum dalam Safar di Kereta Api

Apabila sedang safar dalam kereta api, apakah boleh kami bertayammum untuk shalat? Memang ada air di kamar kecil, tetapi terbatas dan terkadang di dalamnya bau najis. Selama ini kami bertayamum, apakah shalat kami sah?

Jawaban:

Tidak boleh bertayammum dan tidak sah kecuali darurat, memang benar-benar tidak ada air setelah diusahakan dicari atau beli.

Banyak air di atas kereta. Air di kamar mandi, bisa Anda bawa keluar jika kamar mandinya bau najis, lantas wudhu di luar.

Anda juga dapat membeli air yang dijual di atas kereta untuk berwudhu dengannya, atau Anda siapkan air untuk wudhu sebelum naik kereta.

 

Wajib Puasa

Apakah anak yang sudah lebih dari 10 tahun yang belum baligh tidak diwajibkan berpuasa dan tidak menggantinya?

Jawaban:

Ya, dia tidak wajib puasa ataupun menggantinya.

 

Kotoran Ayam Najis?

Pada rubrik “Tanya Jawab Ringkas” edisi 98, mengapa kotoran ayam tidak termasuk najis, sedangkan kencing anak bayi umur sebulan justru termasuk najis ringan?

Jawaban:

Penetapannya kembali kepada Allah ‘azza wa jala. Terdapat dalil yang menunjukkan bahwa hewan yang halal dimakan, kotorannya suci. Adapun air kencing bayi lelaki yang masih tergantung pada air susu adalah najis yang diringankan.

 

Iblis Memisahkan Orang yang Saling Mencintai

Pada rubrik “Mengayuh Biduk” terdapat tulisan, “Perkara yang paling disenangi oleh iblis dan bala tentaranya adalah memisahkan orang-orang yang saling mencintai.” Bagaimana dengan perpisahan karena tidak ada cinta salah satu pihak atau keduanya tidak saling mencintai?

Jawaban:

Hal itu berbeda dan tidak masuk dalam perkara yang tercela.

 

Jenazah Muslimah Dibiayai Anak Nonmuslim

Tetangga saya seorang ibu beragama Islam, sedangkan anaknya Kristen. Jika sang ibu meninggal, bolehkah anaknya membiayai keperluannya (pemakaman)?

Jawaban:

Jika sang ibu meninggalkan harta, segala keperluan pengurusan jenazahnya dari hartanya sendiri. Jika tidak ada, sebaiknya dibantu keperluannya oleh kerabatnya yang muslim atau tetangganya yang muslim. Apalagi jika kekafiran anaknya bersifat kemurtadan, jangan diberi kesempatan terlibat sama sekali. Wallahu a’lam.

 

Lafadz Niat

Saya selalu waswas dalam segala hal terutama ketika berniat dalam ibadah seperti wudhu dan shalat. Ada yang berpendapat bahwa jika kita berbuat dalam keadaan sadar (tidak tidur), berarti kita telah berniat, tanpa harus menyusun kata-kata dalam hati terlebih di lisan seperti: saya niat shalat subuh… dst.

Saya mencoba berlatih mengamalkannya, tetapi saya merasa seolah saya belum berniat sehingga saya tetap menyusun kata tersebut dalam hati. Namun, yang saya ucapkan tersebut saya rasa tidak benar sehingga ada dorogan untuk mengulang lagi sehingga berkali-kali sampai menghabiskan waktu lama.

Mohon bantuannya agar saya terhindar dari masalah ini. Bolehkah saya mengabaikan semua ini dengan tidak memikirkan sah dan tidak?

Jawaban:

Benar, begitulah seharusnya. Abaikan bisikan sah-tidak sah itu, yang hakikatnya bersumber dari waswas setan yang akan melelahkan dan merusak niat Anda. Jika sudah terbetik niat untuk wudhu, baik untuk mengangkat hadats kecil maupun shalat, itulah niat. Begitu pula ibadah lainnya.

 

Potongan Organ Tubuh Sisa Operasi

Afwan ustadz, saya menanyakan bagaimana hukumnya perlakuan terhadap organ tubuh yang diambil saat operasi oleh dokter karena penyakit. Apakah harus dikubur atau boleh dibuang? Jazakallahu khairan.

Jawaban:

Dipendam di mana saja agar tidak berbau dan mengganggu.

 

Kasus Nifas

Saya baru saja melahirkan. Setelah masa nifas lewat dari 40 hari, saya belum shalat beberapa hari. Setelah saya diberi tahu fatwa asy-Syaikh al-Albani dan asy-Syaikh Ibnu Baz, ternyata nifas yang lewat 40 hari ada dua kemungkinan, yaitu haid atau istihadhah. Ternyata saya istihadhah dilihat dari ciri-ciri dan sifatnya.

Pertanyaannya, shalat yang beberapa hari dilewatkan itu diganti atau tidak?

Jawaban:

Tidak wajib diganti, insya Allah, karena Anda tidak megetahuinya.

 

Hukum USG

Bagaimana hukumnya melakukan USG untuk wanita hamil, soalnya istri saya hamil 7 bulan.

Jawaban:

Jika butuh USG karena ada gejala/indikasi yang mengkhawatirkan dan butuh diperiksakan, tidak mengapa.

 

Kirim SMS/WA Pertanyaan ke Redaksi 081328078414 atau via email ke tanyajawabringkas@gmail.com
Jika pertanyaan Anda cukup dijawab secara ringkas, akan kami muat di rubrik ini. Namun, jika membutuhkan jawaban yang panjang lebar, akan kami muat di rubrik Problema Anda, insya Allah.
Seluruh materi rubrik Tanya Jawab Ringkas (Asy-Syariah) dapat di akses di www.tanyajawab.asysyariah.com

Samakah Islam dan Kristen? Tidak!

Sahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, pernah menyampaikan sebuah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kita. Sabda yang harus terus diingat dan diulang-ulang agar akidah tidak tergerus, iman tidak ternoda. Sebuah sabda yang mematrikan di dalam dada bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang sah. Sebuah sabda yang mengingatkan bahwa inilah prinsip kita, Islam telah menghapus semua ajaran agama yang pernah ada!

Lanjutkan membaca Samakah Islam dan Kristen? Tidak!

Makar dan Tipu Daya Ahlul Kitab

وَقَالَت طَّآئِفَةٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ ءَامِنُواْ بِٱلَّذِيٓ أُنزِلَ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَجۡهَ ٱلنَّهَارِ وَٱكۡفُرُوٓاْ ءَاخِرَهُۥ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٧٢

Segolongan (lain) dari ahli kitab berkata (kepada sesamanya),

“Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang muk min) kembali (kepada kekafiran).” (Ali Imran: 72)

  Lanjutkan membaca Makar dan Tipu Daya Ahlul Kitab

Mereka Memuluskan Kristenisasi

Tanpa disadari, ternyata misi Kristenisasi mendapat “dukungan” secara tidak langsung dari beberapa tokoh dan aktivis yang dikenal sebagai cendekiawan muslim. Hakikat mereka ini seperti yang telah disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ، مَنْ أَجَابَهُم إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا

“Para dai yang berada di pintu-pintu neraka Jahannam. Yang memenuhi panggilan mereka akan mereka lemparkan ke neraka.” Lanjutkan membaca Mereka Memuluskan Kristenisasi

Menyikapi Maraknya Kasus Murtad

Setelah berusaha menjalankan tindakan-tindakan preventif yang disebutkan pada tajuk sebelumnya, ada beberapa hal yang tidak kalah pentingnya dalam hal menyikapi maraknya kasus murtad di akhir-akhir ini. Di antaranya:

  1. Berdoa kepada Allah ‘azza wa jalla agar mengembalikan mereka kepada Islam.
  2. Mendakwahkan Islam kepada mereka dengan menyampaikan nasihat.

Lanjutkan membaca Menyikapi Maraknya Kasus Murtad

Kristenisasi di Indonesia

Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam menjadi sasaran utama proyek Kristenisasi, bahkan bisa dikatakan sebagai basisnya. Sejak zaman penjajahan Belanda, misi ini sudah dijalani. Bahkan, di antara pernyataan salah seorang Gubernur Jenderalnya, “Belanda tidak akan meninggalkan Indonesia sampai berhasil mengkristenkan penduduknya.” Lanjutkan membaca Kristenisasi di Indonesia

Kristenisasi dan Makar Ahli Kitab

Segala puji dan kesempurnaan hanya milik Allah ‘azza wa jalla, Rabb semesta alam, yang telah menjadikan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima dan diakui di sisi-Nya. Firman-Nya,

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali ‘Imran: 19)

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥

“Dan barang siapa mencari agama selain Islam, sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali ‘Imran: 85)

Lanjutkan membaca Kristenisasi dan Makar Ahli Kitab

Kristenisasi di Indonesia; Strategi Memangkas Islam

Awal tahun 90-an. Seorang pemuda duduk termenung. Dari balik kaca jendela bus, matanya menerawang ke arah luar. Menatap pepohonan dan lalu lalang manusia yang dilewati bus yang meluncur menuju Semarang. Tak ada kawan bercakap. Hanya sesekali terdengar teriakan kondektur untuk menghentikan laju bus.

Siang itu, saat bus singgah di Salatiga, seorang paruh baya naik. Orang itu duduk di samping sang pemuda. Bus pun merayap perlahan. Meninggalkan Kota Salatiga yang dikenal sebagai salah satu basis kristenisasi di Jawa Tengah. Di kota itu pula berdiri universitas Kristen besar: Satya Wacana. Lanjutkan membaca Kristenisasi di Indonesia; Strategi Memangkas Islam

Surat Pembaca Edisi 106

Banyak Pendapat dalam Satu Masalah

Kepada Redaksi Majalah Asy Syariah kami mohon agar bahasa Asy Syariah dipermudah. Terus terang kami terkadang malas membaca, karena bahasa yang sangat sulit dipahami, terutama ketika terlalu banyak pendapat dalam membahas suatu masalah.

Ini membuat kami pusing. Kalau bisa ambil pendapat yang paling kuat (saja).

08534xxxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Perbedaan pendapat dalam suatu perkara agama kadang memang tidak terhindarkan. Kami tidak mungkin memaksakan atau mengarahkan pada satu pendapat tertentu saja. Di bagian akhir, biasanya disebutkan pendapat yang menurut penulis rajih (kuat).

Pendapat penulis sendiri tidak berarti mewakili Asy Syariah secara umum. Inilah dinamika khilafiah yang patut kita hormati, selama merujuk kepada dalil yang benar tentunya. Kami memohon maaf apabila masih muncul redaksi atau kalimat-kalimat yang membingungkan pembaca.

 

Ralat Bundel

Assalamu’alaikum. Pada Bundel Asy Syariah edisi 07—12 hlm. 301, tentang memberi salam, surat an-Nisa: 86 yang dicantumkan salah teksnya. Barakallahu fik.

081373xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Walaikumus salam warahmatullah wabarakatuh. Anda benar. Seharusnya, ayat yang tercantum ialah,

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٖ فَحَيُّواْ بِأَحۡسَنَ مِنۡهَآ أَوۡ رُدُّوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَسِيبًا ٨٦

Adapun terjemahan yang tercantum sudah benar. Kami ucapkan jazakallah khairan atas koreksi Anda.

 

Rubrik Khutbah Jumat Kurang Teliti?

Ada ketidaktelitian dalam Rubrik Khutbah Jumat hlm. 84—85, edisi 104. Memakmurkan masjid ada dua bentuk, Pertama…. Tetapi, yang kedua tidak ada. Disebutkan juga bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atasburan

Mujiman-Lampung Selatan

081379xxxxxx

  • Jawaban Redaksi:

Bentuk memakmurkan masjid yang kedua disebutkan pada hlm. 86. Karena terpisah agak jauh, kami memberinya tanda dengan cetak tebal. Kami memohon maaf apabila hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan.

Adapun pembahasan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  menyalati di atas kuburan seorang wanita, hal ini pernah dibahas pada Rubrik Problema Anda edisi 014. Silakan dibaca kembali.

Artikel tersebut bisa Anda baca pula di website kami pada link berikut: http://asysyariah.com/hukummenshalatkan-jenazah-di-kuburan/

Kristenisasi Tiada Henti

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Sebuah ironi baru saja dipertontonkan di negeri ini. Gempita natal begitu meriah, seolah negeri ini mayoritas dihuni oleh Nasrani. Mal, pusat perbelanjaan, supermarket, hotel, rumah makan dan restoran, tempat wisata atau rekreasi, dipenuhi pernak-pernik natal. Pohon natal dan patung sinterklas raksasa, miniatur Bethlehem, topi sinterklas yang menghiasi kepala karyawan sampai yang berkerudung sekalipun, menjadi potret buram di negara dengan populasi muslim terbesar di dunia ini.

Lanjutkan membaca Kristenisasi Tiada Henti