Wanita yang Meratapi Mayat

Bersedih saat mendapat musibah kematian orang yang dicintai merupakan keadaan yang lumrah bagi setiap orang. Yang menjadi masalah adalah ketika kesedihan itu diungkapkan dengan cara yang tidak semestinya, yang menunjukkan ketidaksabaran dalam menerima musibah tersebut. Bagaimana bentuk kesedihan yang dibolehkan saat mendapat musibah kematian orang yang kita cintai? Apakah menangis termasuk bentuk yang dilarang?

  Lanjutkan membaca Wanita yang Meratapi Mayat

Arti sebuah Penghargaan

Kini, betapa jarang disadari arti penting penghormatan dan pemuliaan kepada seseorang yang lebih tua. Baik antara seorang adik dengan kakak, antar kerabat, ataupun dalam lingkup yang lebih luas lagi.

Lebih-lebih ketika berbagai media turut “mengasuh” anak-anak sehingga terbentuklah sikap-sikap penentangan dan bahkan “kekurangajaran” kepada orang-orang yang semestinya mereka hargai dan muliakan. Padahal, tak jarang perselisihan dan pertikaian terjadi sebagai akibat dari ketersinggungan yang berawal dari peremehan hak-hak seorang yang semestinya dihormati dan dimuliakan.

Lanjutkan membaca Arti sebuah Penghargaan

Setiap Problema Haruskah Diakhiri dengan Perceraian?

Perselisihan yang terjadi antara sepasang suami istri dalam sebuah rumah tangga merupakan perkara yang tidak bisa dihindari. Dalam menghadapi perselisihan tersebut diperlukan sikap arif, sabar, dan pikiran jernih. Bila yang muncul adalah sikap sebaliknya, perselisihan bisa semakin besar, bahkan tak jarang muncul ancaman dari salah satu pihak atau kedua pihak untuk bercerai. Padahal perceraian merupakan perkara yang menimbulkan banyak kejelekan, dan tidak semua perselisihan mesti diakhiri dengan perceraian.

Lanjutkan membaca Setiap Problema Haruskah Diakhiri dengan Perceraian?

Makan Ala Islam

Makan tak lagi sekadar rutinitas. Namun juga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Cara dan posisi makan, tata hidang berikut alatnya, hingga busana yang dikenakan juga menganut ‘ideologi’ tertentu. Repotnya, model yang dianut (lagi-lagi) adalah tata cara Barat. Bagaimana agama Islam nan sempurna ini mengatur tata cara makan? Simak bahasannya!

Lanjutkan membaca Makan Ala Islam

Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman

Keyakinan dan pemikiran yang menyimpang dapat menguasai akal siapa pun dan mengurangi kecerdasannya, sampai dia mendapatkan sebab atau jalan yang diberkahi yang menerangkan kepadanya hakikat kebenaran dan membimbingnya untuk mengikuti kebenaran itu. Inilah keadaan Ratu Saba’ dan para pengikutnya. Mereka memiliki otak yang cerdas, tetapi mereka justru melakukan peribadatan kepada sesuatu yang tidak mampu memberi kemanfaatan dan kemudaratan. Setelah terjadi dialog dengan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, Ratu Saba’ akhirnya mau kembali kepada fitrahnya, yaitu beribadah kepada Allah.

Lanjutkan membaca Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman

Tayammum (bagian 2)

Tayammum adalah kemudahan dari Allah subhanahu wa ta’ala yang khusus diberikan kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Posisi tayammum adalah sebagai pengganti wudhu saat tidak dijumpai air atau saat seseorang tidak boleh terkena air karena sedang sakit. Bolehkah orang yang junub bersuci dengan cara tayammum?

Lanjutkan membaca Tayammum (bagian 2)

Beberapa Peristiwa Yang Terjadi Sebelum Perang Uhud

Perang Badr telah berakhir dan menyisakan kemenangan bagi kaum muslimin. Tak lama berselang, kembali kaum muslimin menghadapi peperangan yang tidak kalah sengit yaitu Perang Uhud. Kaum musyrikin benar-benar berusaha melampiaskan dendam kesumat mereka saat dikalahkan kaum muslimin pada Perang Badr. Berikut ini beberapa kisah peristiwa penting yang terjadi sebelum Perang Uhud.

Lanjutkan membaca Beberapa Peristiwa Yang Terjadi Sebelum Perang Uhud

Awas, Dukun & Tukang Ramal, Penciduk Agama dan Harta (bagian 2)

Profesi dukun banyak bertebaran di sekitar kita. Mereka mengklaim bisa membantu urusan manusia dalam banyak hal, mulai dari mencari kesembuhan sampai meluluskan berbagai hajat. Bolehkah kita meminta tolong pada dukun? Bahasan berikut menjawab pertanyaan ini sekaligus melengkapi pembahasan edisi lalu.

Lanjutkan membaca Awas, Dukun & Tukang Ramal, Penciduk Agama dan Harta (bagian 2)

Khilafah, Imamah dan Pemberontakan

Arfajah al-Asyja’i radhiallahu ‘anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيْعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ، يُرِيْدُ أَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ، فَاقْتُلُوْهُ

“Siapa yang mendatangi kalian dalam keadaan kalian telah berkumpul/ bersatu dalam satu kepemimpinan, kemudian dia ingin memecahkan persatuan kalian atau ingin memecah belah jamaah kalian, maka perangilah/bunuhlah orang tersebut.”

Dalam lafadz lain,

إِنَّهُ سَتَكُوْنُ هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ، فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ هَذِهِ اْلأُمَّةِ، وَهِيَ جَمِيْعٌ، فَاضْرِبُوهُ بِالسَّيْفِ كَائِنًا مَنْ كَانَ

“Sungguh akan terjadi fitnah dan perkara-perkara baru. Barang siapa ingin memecah-belah urusan umat ini padahal umat ini dalam keadaan telah berkumpul/ bersatu dalam satu kepemimpinan, penggallah orang tersebut, siapa pun dia.”

Lanjutkan membaca Khilafah, Imamah dan Pemberontakan

Membentuk Khilafah Sesuai dengan Tuntunan Islam

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنٗاۚ يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيۡ‍ٔٗاۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ٥٥

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa tetap kafir sesuda h (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (an-Nur: 55)

Lanjutkan membaca Membentuk Khilafah Sesuai dengan Tuntunan Islam

Cara-cara Batil Penegakan Daulah Islamiyah

Tema Khilafah Islamiyah ternyata memiliki daya tarik cukup besar. Isu ini terbukti mampu menimbulkan sentimen tersendiri di kalangan kaum muslimin. Banyak yang semangatnya tergugah dan kemudian ramai-ramai berjuang agar Khilafah Islam kembali berdiri. Namun sayang, perjuangan mereka jauh dari tuntunan syariat. Akhirnya, kegagalan demi kegagalan yang mereka raih. Yang lebih tragis, tak sedikit darah kaum muslimin tertumpah akibat perjuangan mereka yang hanya bermodal semangat itu.

Lanjutkan membaca Cara-cara Batil Penegakan Daulah Islamiyah

Khilafah Diatas Manhaj Nubuwah

Memahami bagaimana bentuk Khilafah Islamiyah yang pernah diraih oleh generasi terbaik umat ini adalah salah satu bentuk kajian yang penting. Dengan pemahaman yang benar itu, kita bisa mencermati berbagai gerakan yang menyerukan berdirinya khilafah, sesuaikah gerakan mereka dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Bagaimana pula langkah utama yang harus ditempuh agar Allah memberikan kembali sebuah khilafah kepada kaum muslimin?

Lanjutkan membaca Khilafah Diatas Manhaj Nubuwah

Kelompok Hizbut Tahrir dan Khilafah, Sorotan Ilmiah Tentang Selubung Sesat Suatu Gerakan

 

Bagi orang yang tidak mengenal secara mendalam tentang kelompok Hizbut Tahrir, tentu akan menganggap tujuan mereka yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah sebagai cita-cita mulia. Namun bila mengkaji lebih jauh siapa mereka, siapa pendirinya, bagaimana asas perjuangannya dan sebagainya, kita akan tahu bahwa klaim mereka ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ternyata tidak dilakukan dengan cara-cara yang Islami.

Lanjutkan membaca Kelompok Hizbut Tahrir dan Khilafah, Sorotan Ilmiah Tentang Selubung Sesat Suatu Gerakan