Haruskah Berwudhu Sebelum Berdoa?

Pertanyaan:

Apakah berwudhu sebelum doa termasuk adab? Kalau ya, bagaimana dengan wanita haid, nifas, atau yang junub? Apakah mereka juga disyariatkan berwudhu sebelum doa?

Jawaban:

Tidak ada syariat wudhu bagi wanita haid dan nifas ketika ingin berdoa atau berzikir.

Dari sekian banyak sahabat wanita yang mengalami haid dan nifas pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tidak seorang pun di antara mereka yang diminta untuk berwudhu. Padahal mereka diperintahkan untuk ikut hadir ke tanah lapang (mushalla) saat kaum muslimin melaksanakan shalat Id agar ikut menyaksikan seruan (takbir) dan kebaikan di tempat tersebut. Namun, tidak ada riwayat bahwa mereka diminta berwudhu.

Baca juga: Meneladani Nabi dalam Beridul Fitri

Dalam hadits riwayat al-Bukhari, Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiallahu anha menceritakan,

بَيْنَا أَنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُضْطَجِعَةٌ فِي خَمِيصَةٍ إِذْ حِضْتُ فَانْسَلَلْتُ فَأَخَذْتُ ثِيَابَ حِيضَتِي. قَالَ: أَنُفِسْتِ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. فَدَعَانِي فَاضْطَجَعْتُ مَعَهُ فِي الْخَمِيلَةِ

Ketika aku dan Nabi shallallahu alaihi wasallam berbaring dalam selimut, aku mengalami haid. Aku pun keluar dari selimut secara diam-diam dan mengganti pakaian dengan yang biasa dipakai saat haid.

Beliau bertanya, “Apakah engkau haid?”

Aku jawab, “Ya.”

Beliau lalu memanggilku. Aku pun berbaring bersama beliau dalam kain tebal. (HR. al-Bukhari no. 298)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tetap mengajak Ummu Salamah tidur bersama dalam satu selimut, juga tanpa ada permintaan untuk berwudhu.

Baca juga: Bolehkah Wanita Haid Memegang Mushaf?

Bahkan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah berbaring sambil membaca Al-Qur’an di pangkuan Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha yang sedang haid. Juga tidak disebutkan bahwa Aisyah radhiallahu anha berwudhu dahulu.

Kesimpulannya, tidak ada syariat wudhu bagi wanita haid atau nifas.

Berbeda halnya dengan orang junub yang belum mau atau sempat mandi. Sunnah baginya berwudhu ketika ingin tidur, ingin jimak lagi, atau ingin masuk masjid.

Wallahu a’lam bish-shawab.

(Ustadz Abu Ishaq Abdullah Nahar)