Takut Doa Tertolak Akibat Dosa

Pertanyaan:

Berpahalakah seseorang yang meninggalkan dosa karena takut tertolak doa-doanya? Sebab, dia berkeyakinan bahwa bisa saja doa-doanya tertolak akibat dosa yang diperbuat.

Jawab:

Perbuatan dosa merupakan salah satu penyebab tertolak atau terhambatnya pengabulan doa.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menceritakan dalam sebuah hadits tentang seseorang yang sedang safar, dengan rambut yang acak-acakan dan berdebu. Dia berdoa sambil menengadahkan tangannya, “Ya Rabbku, Ya rabbku….” Sementara itu, makanan dan minumannya haram, pakaiannya haram, dan asupan gizi ke tubuhnya dari yang haram, mana mungkin akan terkabulkan doanya?! (HR. Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu)

Baca juga: Mengapa Tidak Mendapat Pertolongan Allah?

Jadi, kekhawatiran seseorang akan tidak terkabulkan doanya disebabkan oleh dosa merupakan salah satu latar belakang atau pendorong agar segera bertobat dari dosa-dosanya. Meski demikian, akan lebih sempurna tobatnya kepada Allah jika disertai dengan rasa takut terhadap azab-Nya dan berharap terampuni dosa-dosanya tersebut sehingga dia mendapatkan rahmat Allah di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bish-shawab.

Yang jelas, bertobat merupakan amalan mulia yang dicintai oleh Allah, terlepas dari apa yang memotivasinya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertobat dan orang yang membersihkan diri.” (al-Baqarah: 222)

Baca juga: Penghalang Terkabulnya Doa

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian selalu berbuat dosa siang dan malam, sedangkan Aku mengampuni semua dosa-dosa. Maka dari itu, mintalah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian.” (HR. Muslim no. 2577 dari sahabat Abu Dzar radhiallahu anhu)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Kalian semua berbuat dosa atau kesalahan dan sebaik-baik orang yang berbuat (dosa) kesalahan adalah orang yang bertobat.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ ash-Shaghir [2/138 no. 4515]. Lihat juga al-Arba’in an-Nawawiyah no. 24)

Baca juga: Cara Bertobat dari Maksiat

Harapan kita, semoga orang yang bertobat karena ingin agar doa-doanya terkabulkan juga mendapatkan pahala.

وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ

“Allah adalah Zat yang memiliki keutamaan yang agung.” (al-Baqarah: 105)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Ditulis oleh Ustadz Abu Ishaq Abdullah